Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 40


__ADS_3

" Tak apa mbak saya sudah tak memiliki laki laki itu lagi , yang penting bagi saya saat ini adalah bisa membuat Abel bahagia dan bisa menyekolahkan dia dengan hasil dari jerih payah saya sendiri. " Ucap wanita itu yang membuat Alma kagum .


selama ini Alma selalu merasa dirinya ini wanita menyedihkan tapi ia tak mengira jika ada wanita yang lebih menyedihkan darinya .


" Memang nya mantan suami mbak tak memberikan uang untuk mbak dan Abel ?" Tanya Alma penasaran .


" Tidak , sepeserpun dia tak memberikan nya .jangan kan untuk sekolah untuk uang jajan pun tidak ia berikan . " Ucap Sintia tersenyum getir ..


" Yang sabar ya mbak , terus saat ini mbak kerjanya apa ?" Tanya Alma pada wanita di samping nya itu .


" Saya bingung karena belum menemukan pekerjaan mbak , cari kerja ternyata tak semudah yang saya bayangkan . " Ucap Sintia terus terang pada Alma .


" Mau berkerja dengan saya. ?" Tanya Alma pada wanita di samping nya itu .


" Mbak beneran mau memperkejakan saya?" Tanya Sintia tak percaya .


" Saya serius kalau mbak bersedia mbak bisa berkerja di toko kue milik mertua saya yang kebetulan lagi butuh orang banyak karena baru saja di buka . " Ucap Alma menawarkan pekerjaan pada Sintia .


" Tentu saja saya mau mbak .. terimakasih mbak sudah mau memberikan saya pekerjaan .


" Ucap Sintia terharu karena Alma begitu baik padanya .


" Kalau begitu 3 hari lagi mbak datang ke toko ya nanti saya kasih alamatnya , soalnya mertua saya lagi keluar kota dan balik nya mungkin sekitar 3 hari lagi . Atau nanti saya minta nomer wa nya mbak saja biar nanti saya hubungi mbak untuk lebih jelasnya . " Ucap Alma pada wanita itu .


" Iya ...makasih mbak saya tak bisa membalas kebaikan mbak . " Ucap Sintia tersenyum .


" Tak usah terimakasih mbak , besarkan saja Abel dan bahagiakan dia itu bisa membuat saya senang . " Ucap Alma tersenyum .


" Mbak Alma ini baik sekali . " Ucap Sintia mengusap air matanya kasar . Alma mengusap usap punggung wanita yang ada dihadapannya itu ia berusaha untuk menenangkan Sintia.


" Mama ...tolong, om ..Alvan gelitiki Cinta ma .." teriak Abel menahan tawanya .


Alma yang mendengar teriakan itu pun langsung tersenyum . Di tatapnya sang suami yang begitu bahagia bersama Cinta , ia jadi memikirkan bagaimana jika ia mempunyai anak nanti apakah suami nya akan bahagia seperti saat ini .


Memikirkan hal itu ia jadi ingin memberikan anak pada suaminya itu tapi bagaimana caranya kalau Alvan belum meminta hak nya pada dirinya .


Tiba tiba Alma tersenyum , wanita cantik itu berfikir akan membahas hal tersebut pada suaminya itu tapi ...ia malu mengatakan lebih dulu .

__ADS_1


" Kamu kenapa senyum senyum sendiri sayang .." ucap Alvan yang datang dengan menggendong Cinta di tangan nya .


" Eh .. mas aku ... Itu ...aku lapar .." ucap Alma gugup karena ia telah memikirkan hal hal yang membuat ia malu sendiri .


" Ya sudah Ayo kita makan , mbak Sintia juga boleh ikut sekalian biar saya yang traktir . " Ucap Alvan pada Sintia .


" Terimakasih mas Alvan anda baik sekali , kalian memang pasangan yang serasi ..semoga Allah selalu membuat kalian bahagia sampai kakek nenek nanti , saya juga berharap mbak Alma segera di beri momongan . " Ucap Sintia .


" Amiin .." ucap Alvan dan Alma bersamaan.


Setelah itu mereka pun menuju ke sebuah cafe yang tak jauh dari sana , mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol dan bercerita hingga hari pun sudah semakin malam . Alma dan Alvan memutuskan untuk pulang .


...


...


..


Alma terdiam di tempat tidurnya . Ia ingin mandi namun di rumah tak ada siapa siapa ..untuk membantu nya .


Para pembantu sedang libu dan mama mertua nya sedang tak ada di rumah , diliriknya Alvan yang baru keluar dari kamar mandi , lelaki itu nampak sudah segar setelah mandi .


Sementara Alvan lelaki itu tengah gugup , ia tau adiknya tak ada di rumah dan Alma belum mandi sama sekali jadi ia lah yang harus membantu Alma .


Tapi ia tak yakin istrinya itu mau ia bantu mandi, Alvan mengacak rambutnya frustasi dan ia tak tau harus bagaimana . Karena tak memiliki pilihan lain Alvan pun mendekati istrinya itu .


" Sayang ...." Panggil Alvan ragu .


" Ada apa mas ?" Tanya Alma yang saat ini tengah bingung .


" Kamu mau aku bantu ke kamar mandi ?" Tanya Alvan pelan sambil memejamkan matanya .


Sedangkan Alma wanita itu terdiam , ia berpikir sejanak .wanita itu tak memiliki pilihan lain karena badan nya sudah lengket sedari tadi .


Dan dari pada ia tidur dengan tak nyaman lebih baik ia terima tawaran Alvan , toh Alvan suaminya . meskipun Alma malu nantinya .


" Em... Kalau mas gak Beratan . " Ucap Alma pelan wanita itu tak berani menatap Alvan langsung .

__ADS_1


Alvan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar , ia tak mengira bahwa istrinya itu akan setuju mungkin karena istrinya itu tak punya pilihan lain .


" Kalau begitu ...em... Biar aku siapkan air hangat nya dulu . " Ucap Alvan gugup .


Lelaki itu langsung pergi dari hadapan Alma dan kembali ke kamar mandi . Alma menggit jarinya sendiri , ia gugup tentu saja . Kali ini Alvan akan melihat tubuh telanjang nya dan ia tak tau harus bagaimana .


Tak lama Alvan datang , lelaki itu mendorong kursi roda Alma memasuki bilik kamar mandi .jantung Alma berdegup kencang saat Alvan menghentikan laju kursi roda Alma , ia menatap Alvan yang saat ini tengah menatap nya juga .


" Em... Biasanya gimana mama membantu mu .." ucap Alvan basa basi padahal sebenarnya lelaki itu sudah tau jika Alma tak mampu untuk melepaskan celana nya sendiri karena kaki wanita itu lemas dan tak bisa menapak di tanah .


" Em ... Biar Alma sendiri saja yang lepas bajunya mas . Nanti kalau sudah selesai baru mas bantu Alma buat berendam di bathtub . " Ucap Alma gugup .


" Em ... Ya ..." Ucap Alvan berbalik badan .


Alma melepaskan bajunya satu persatu , dan saat melepaskan celana panjang nya ia sedikit kesusahan namun akhirnya celana itu luruh ke lantai .


" Mas ...." Panggi Alma pelan .


" Iya ..." Ucap Alvan tanpa membalikan tubuhnya .


" Sudah .." ucap Alma malu malu .


Alvan membalikan tubuhnya dan pandangan nya langsung tertuju pada tubuh telanjang istrinya itu .


" Emm.... Mas bantu .." ucap Alvan berusaha memalingkan wajahnya ia mengangkat Alma perlahan dari kursi dan ingin membawanya berbadan di bathtub namun karena tak memperhatikan jalan ia jadi tersandung dan ikut tercebur ke dalam bak mandi itu .


Alma dan Alvan terdiam saat ini posisi mereka sangat intim, Alma berada di Kungkungan Suami nya itu .


" Em ...maaf .." ucap Alvan ingin berdiri namun tangan nya malah mengenai buah dada Alma .


" Aduh.... " Ucap Alma spontan yang semakin membuat Alvan gugup dan terkejut .


" Astaga ...Alvan apa yang telah kau lakukan . " batin Alvan memejamkan matanya erat , ia merasa begitu ceroboh dan bodoh saat ini .


" Kamu mandi dulu , nanti Kalau sudah selesai panggil aku . " Ucap Alvan berjalan meninggalkan Alam sendiri .


Alma yang sedari tadi ikut gugup dan malu pun langsung menutup mukanya dengan kedua tangan . Wanita itu sangat malu ...

__ADS_1


Alvan keluar dari kamar mandi dengan tergesa gesa , lelaki itu menatap bajunya yang basah kuyup tiba tiba bayangan Alma yang tak memakai pakaian terlintas di pikiran nya , dan adiknya pun sudah berdiri dari tadi . Ia mengakui Alma sangat seksi hingga membuat adiknya merespon .


" Astaga .... Baru hari ini saja aku sudah seperti ini apa lagi tiga hari lagi , aku mana bisa menahan nya jika terus terusan seperti ini ." Ucap lelaki frustasi .


__ADS_2