
Alma pulang kerumah bersama Alvan saat hari mulai malam , kedua pasangan suami istri tersebut pun langsung masuk kedalam rumah dan duduk di sofa ruang keluarga mereka tak berapa lama Medina , dewa dan Luna pun datang menghampiri mereka .
" Bagaimana Van ?" Tanya Medina khawatir jika rencana Alma gagal .
" Gagal ma ..." Ucap Alvan berbohong ia hanya ingin mengerjai ibunya itu , wajah Medina berubah mendung wanita setengah baya itu terduduk lemas di atas sofa .
" Mas ini senang sekali mengerjai orang tua . " Ucap Alma tak suka .
" Mama tenang saja Alma sudah membereskan semuanya sekarang kita tak perlu takut lagi sama mereka . " Ucap Alma kemudian ,yang membuat Medina kesal ia langsung memukul kepala Alvan karena anaknya itu berani mengerjainya .
" Aduh sakit ma ..." Ucap Alvan mengusap kepalanya pelan .
" Salah sendiri kamu berani bohongin orang tua . " Ucap Medina kesal .
" Sayang kepala mas sakit . " Ucap Alvan menatap Alma dengan pandangan kesakitan .
" Itu karena ulah mas sendiri jadi rasakan . " Ucap Alma ikut ikutan kesal pada suaminya itu , Alvan mengerucutkan bibirnya tak suka dengan respon yang di berikan Alma .
" Alma terimakasih ya nak kamu sudah membantu kami , kami tak bisa membalas apa apa , kami berhutang Budi padamu nak kamu begitu baik kepada Luna padahal Luna yang telah menyebabkan kecelakaan yang menimpa mu dulu . " Ucap Medina merasa berterima kasih pada mantunya itu .
" Mama tak perlu bicara seperti itu , Alma melakukan itu demi kebaikan keluarga kita ma selama ini mama dan keluarga ini mau menerima Alma apa adanya dan mama bahkan rela mengurus Alma saat Alma tak bisa berjalan dulu jadi ..tidak ada salahnya Alma melakukan hal kecil ini untuk kalian . " Ucap Alma tersenyum tulus , Alvan yang mendengar itu dari mulut istrinya pun merasa senang di cium nya pipi Alma cepat .
" Kamu adalah istri terbaik bagi mas mas tak akan pernah menyakiti mu lagi . " Ucap Alvan menatap Alma dengan penuh keyakinan .
" Mas ini ... jangan bicara seperti itu awas saja Kalau tak bisa menepati omongan mas Alma tak mau memaafkan mas lagi kalau seandainya mas menyakiti hati Alma lagi . " Ucap Alma membuat Alvan tersenyum dan menggeleng kan kepalanya . Ia berjanji tak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya .
" Lalau bagaimana dengan kamu Luna apa orang tua Rayhan telah setuju kamu menikah dengan Lelaki itu ?" Tanya Medina penasaran .
" Luna belum bertanya lagi sama kak Rayhan mungkin nanti Luna tanyakan sama kak Rayhan lagi ma . " Ucap gadis itu di angguki semua orang yang ada di situ .
" Alma kamu pasti capek seharian ini kamu telah melakukan yang terbaik untuk keluarga ini , istirahat lah nak . " Ucap Medina melihat menantunya itu beberapa kali memijat kakinya .
" Iya ma . " Ucap Alma hendak berdiri namun Alvan mencegahnya lelaki itu langsung membopong tubuh istrinya itu menuju kamar miliknya .
__ADS_1
" Mas ..." Ucap Alma yang kaget karena suaminya itu membopongnya dengan tiba tiba dan dihadapan semua keluarga suaminya itu
.
" Diamlah Alma ...mas tau kamu capek , mas Hanya ingin membantu mu . " Ucap Alvan menatap istrinya itu seraya tersenyum .
" Mereka romantis sekali mama jadi iri . " Ucap Medina melihat kepergian menantunya itu .
" Memangnya papa tak seromantis itu waktu muda ma ?" Tanya Luna penasaran .
" Papa mu itu tak romantis sama sekali Luna . " Ucap Medina melirik dewa kesal .
" Mama ini ..." Ucap dewa tak suka istrinya membicarakan soal dirinya pada anak gadisnya itu .
" Luna berharap rumah tangga Luna akan seperti rumah tangga kak Alma nanti . " Ucap Luna tersenyum , Medina melirik dewa mendengar harapan anaknya itu .
" Amiin ..." Jawab orang tua Luna bersama an .
Sementara itu di kamar Alvan mendudukkan Alma pelan di kasur empuk miliknya setelah itu Alvan naik keatas kasur dan memijit pelan kaki istri nya itu .
" Sama sama sayang , mas tak bisa merasakan susah nya mengandung jadi mas hanya bisa membantu mu saat kamu kesusahan dan kelelahan . " Ucap Alvan tulus .
" Aku mencintaimu mas ..." Ucap Alma membuat Alvan menghentikan aktivitas nya lelaki itu mendekati Alma dan duduk di samping istrinya itu .
" Kok sudah mas pijit nya kan kaki alma masih pegel. " Ucap Alma kesal.
" Mas juga mencintaimu sayang pijit nya nanti saja ya mas ingin berolahraga malam bersama mu ..tadi malam kan kamu tak memberikan mas jatah ." Ucap Alvan menatap istrinya itu lekat .
Alma tak menjawab wanita itu mendekat kan wajah nya pada sang suami di cium nya pelan bibir ranum istrinya itu semakin lama ciu man itu semakin membuat Alvan bergairah , lelaki itu mengangkat Alma untuk duduk di atas badannya , kemudian ia menarik leher Alma agar istrinya itu mendekat kan wajah nya untuk lebih dekat dengan wajah miliknya . Dengan cepat Alvan melahap bibir istri nya itu , Tangan lelaki itu tak berhenti meremas buah yang selama ini membuat ia kecanduan di setiap malam.
" Em..." De sah Alma merasakan nik mat yang diberikan Alvan pada asetnya , semakin lama Alvan semakin berani menjamah tubuh istrinya itu , tangan lelaki itu kini bergerilya di bawah sana ... membuat Alma melepaskan ciu man alvan pada bibirnya karena tak kuat ingin men de sah .
" Ah ... Mas ... " Ucap Alma sudah tak tahan lagi dan menginginkan lebih dari pria di bawah nya itu .
__ADS_1
" Lakukan sekarang mas ..." Pinta Alma yang sudah tak kuat lagi , Alvan mengangguk ia melepaskan benang demi benang dari tubuh istrinya itu , setelah itu ia juga melepaskan benang benang di tubuhnya , dengan taksabar Alvan membantu Alma memasukan peliharaan nya ke sarang yang sudah sering di masuki peliharaan nya itu .
" Ah..." De sah Alma menahan nik mat tiada Tara saat peliharaan Alvan masuk kedalam sarang nya .
" Bergeraklah sayang ..." Ucap Alvan ingin Alma memulai permainan itu , Alma memulai permainan itu dengan tempo lambat lalu ....ia mempercepat temponya , keduanya seakan lupa jika Alma tengah mengandung .
" Ah...mas Alvan . " Ucap Alma tak tahan lagi karena sesuatu dalam dirinya sebentar lagi akan keluar ..Alvan yang melihatnya pun langsung mengambil Alih lelaki itu membalik posisi mereka kini Alvan mulai mengambil Alih permainan itu ..
" aku sudah tak kuat lagi mas .." ucap Alma dengan nafas ngos ngosan .
" Bersama sayang .." ucap Alvan mempercepat tempo permainan nya hingga ia sudah tak tahan lagi dan menumpahkan lahar nya ke dalam perut istrinya itu ,
" Mas ...." Teriak Alma yang menyusul suaminya itu , setelah itu Alvan mengeluarkan peliharaan nya dari dalam sangkar dan berbaring di samping istrinya itu .
" Alvan...ingat Alma sedang hamil jangan lama lama . " Teriak Medina yang sedari tadi mendengar suara suara yang tak asing di telinga nya dari dalam kamar anaknya itu .
Alvan terkiki geli mendengar ibunya itu berteriak sedangakan Alma pipi wanita itu memerah menahan malu .
Cup ...
Alvan mencium perut istrinya itu pelan dan mengusap nya perlahan .
" Maafkan papa , papa mengganggu kamu tadi habisnya tubuh mama kamu ini bikin papa tak tahan ." Ucap Alvan pada calon anaknya itu , Alma memperhatikan sikap suaminya itu pada calon anaknya ia merasa Alvan sudah tak sabar ingin bertemu dengan anaknya itu .sama seperti dirinya .
..
...
.
bagaimana suka tidak bonus episode nya ...atau masih kurang hehehe ...
tunggu kelanjutannya nya jangan lupa like komen vaf dan hadiah agar author semakin semangat up nya .
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.