
" Bagaimana enak kan mas ?" Tanya Alma yang saat ini tengah duduk di pangkuan suaminya itu , mereka tengah mencicipi kue buatan Alma di depan tv ruang tamu mereka .
" Enak sayang , lainkali buat yang banyak mas mau bawa ke kantor buat cemilan . " Ucap Alvan sambil memakan kue buatan istrinya itu .
" Pelan pelan makanya mas , mas ini seperti anak kecil makan kue sampai blepotan begini. " Ucap Alma mengusap bekas kue di bibir suaminya itu .
" Aku akan lebih senang kalau kamu menggunakan bibir untuk membersihkan nya sayang. " Ucap Alvan tersenyum jahil .
" Mas ini pikirannya sekarang selalu tentang hal hal yang seperti itu . " Ucap Alma malu malu .
" Kenapa kamu kan istri mas , wajar mas membahas nya bersama mu dan bukanya orang lain . " Ucap Alvan mencium bibir Alma perlahan lahan .
Alma mengalungkan tangannya di leher suaminya itu , ia tak ragu dan tak malu lagi membalas ciuman suaminya yang semakin lama semakin panas itu .
Saat ini rumah tengah sepi dewa belum pulang dari kantor dan Mama nya masih berada di toko sementara Luna . Adiknya itu masih mendekam di kamar tak keluar keluar dari tadi siang .
Tiba tiba bel pintu rumah nya berbunyi Alvan menghentikan aktivitas nya bersama Alma , di usapnya bibir Alma pelan menggunakan jarinya lalu dengan kesal Alvan membuka pintu rumahnya ia ingin tau siapa yang berani mengganggu nya malam malam begini .
" Ngapain loe kesini . " Ucap Rayhan sinis ia tak suka Rayhan datang kerumahnya dan mengganggu aktivitas nya bersama Alma .
" Aku ingin mengajak Luna keluar makan malam boleh kan ?" Tanya Rayhan meminta izin Alvan .
" Enggak , enggak boleh mau apa loe ngajak adik gue makan malam segala . " Ucap Alvan kesal matanya sudah menatap Rayhan tajam .
" Ada apa mas , siapa yang datang . " Ucap Alma berjalan mendekati suaminya itu ia tak menyangka jika Rayhan yang datang kerumahnya .
" Alma kamu sudah bisa berjalan lagi ?" Tanya Rayhan mentap tak percaya pada apa yang baru saja di lihatnya .
" Alhamdulilah sudah dok . " Ucap Alma tersenyum ramah .
" Jangan tersenyum padanya aku tak suka . " Ucap Alvan mentap Alma tajam .
" Mas ini masih saja cemburu an . Dokter kesini mau apa ?" Tanya Alma setelah memarahi suaminya itu .
" Aku mau ngajak Luna keluar buat makan malam tapi sepertinya Alvan tak mengijinkan nya . " Ucap Rayhan tersenyum kecut .
Alma yang mendengar itu pun langsung menatap suaminya tajam .
" Benar seperti itu mas ?" Tanya Alma pada suaminya itu .
" Ini sudah malam ..." Ucap Alvan menatap balik istrinya itu .
__ADS_1
" Namanya juga makan malam mas ya harus di lakukan di malam hari kalau di lakukan siang hari itu namanya makan siang , lagian mas ini main tolak saja tanpa bertanya dulu sama Luna . " Ucap Alma menatap suaminya itu malas dengan sikap Alvan yang terlalu tak suka pada Rayhan padahal Rayhan datang baik baik tapi suaminya itu malah menyambut nya dengan tak baik .
" Kamu membela dia ...ck .. terserahlah . " Ucap Alvan masuk ke rumah nya dan duduk kembali di sofa milik nya , sementara Alma wanita itu menghela nafas nya lelah .
" Maafkan suami saya ya dokter rayhan dia memang seperti itu orang nya , dokter silakan masuk dan duduk di sofa dulu biar saya panggilkan luna . " Ucap Alma berlalu pergi setelah mempersilakan Tamunya itu masuk .
Alvan tak suka melihat Rayhan yang duduk di hadapannya ,lelaki itu lebih memilih memperhatikan tv di hadapannya dari pada Rayhan .
Sementara Rayhan lelaki itu tersenyum getir ia tak menyangka Alvan sebenci itu pada dirinya padahal ia tak melakukan apapun .
" Luna buka pintunya ini mbak Alma . " Teriak Alma saat berada di depan pintu adiknya itu .
Pintu yang tadinya tertutup itu mulai terbuka perlahan memperlihatkan Luna yang telah cantik dengan dres berwana putih polos itu .
" Mbak fikir kamu gak tau kalau dokter Rayhan mau mengajak mu makan malam ternyata kamu sudah siap dan sudah cantik . " Ucap Alma tersenyum , Luna tersipu ia malu pada Kakak iparnya itu .
" Ya sudah cepat sana temui dokter rayhan kasian dia udah nunggu dari tadi ." Suruh Alma lembut .
" Tapi Luna gugup mbak . " Ucap Luna menunduk entah kenapa dia gugup karena akan bertemu Rayhan dan jalan dengan lelaki itu untuk yang pertama kalinya .
" Gak perlu gugup lun kamu cantik jadi apa yang perlu kamu gugup kan ,Tarik nafas perlahan lalu hembuskan . Yakinlah hari ini kamu akan bahagia bersama orang yang kamu cintai itu akan membuatmu tenang dan tak gugup lagi . " Ucap Alma memberi saran pada adiknya itu .
Luna melakukan sesuai perkataan kakak iparnya itu , ia sedikit lega . Kata kata kakak iparnya itu memang benar ia sudah tak merasa gugup lagi .
" Makasih mbak . " Ucap Luna tersenyum .
Kemudian gadis itu berjalan keluar dari kamarnya ia berjalan menuruni tangga demi tangga yang menghubungkan lantai menuju kamar nya dengan lantai bawah di ikuti oleh Alma di belakangnya .
Luna terus berjalan hingga kini ia telah sampai di lantai bawah , di tatapnya Rayhan yang nampak tampan dengan setelan santai nya . Sesaat Luna terpesona dengan ketampanan itu begitu pula Rayhan , ia tak menyangka Luna akan secantik itu ketika berdandan dan saat ini Luna telah membuat jantung nya berdebar .
" Ck ...sudah lah kalian ini bukan lagi di film jadi jangan berpandangan seperti itu membuat ku muak saja . " Ucap Alvan jutek .
Luna yang tersadar dengan omongan kakak nya itu pun hanya bisa menunduk malu sementara Rayhan lelaki itu hanya tersenyum menanggapi omongan Alvan .
" Mas jangan seperti itu ngomong nya . " Ucap Alma tak suka yang membuat Alvan semakin kesal saja lelaki itu hanya diam tak mau menatap istrinya sama sekali .
" Sudahlah saya izin pamit membawa Luna ya bang Alvan dan mbak Alma . " Ucap Rayhan berpamitan pada Rayhan dan Alma .
" Saya bukan kakak kamu , dan istri saya bukan mbak kamu jadi jangan panggil saya seperti itu , pergilah pergi saya muak lihat muka kamu . " Ucap Alvan dengan nada tak suka nya .
" Kakak ini , kak Rayhan pamit baik baik kakak jawab nya malah gitu. " Ucap Luna kesal .
__ADS_1
" Kenapa kamu gak suka ?" Tanya Alvan menatap mata adiknya tajam .
" Luna kamu bawa dokter Rayhan pergi biar mbak yang mengurusi singa yang sedang marah ini . " Ucap Alma pada adik iparnya itu .
Luna menarik tangan Rayhan keluar dari rumah nya dengan kesal . Sementara Alma , wanita itu menatap Alvan dengan tersenyum , ia tau suaminya marah karena cemburu pada Rayhan .
Wanita itu mendekati by Alvan dan duduk di samping nya . Alvan sama sekali tak mau menatap istrinya dan malah memilih untuk mendiamkan Alma .
" Mas ..gak baik loh marah marah terus . " Ucap Alma bersandar di bahu suaminya itu .
Alvan hanya diam ia tak mau membalas omongan istrinya ia masih kesal dan marah pada wanita itu .
" Mas yakin gak mau ngomong sama Alma , yakin gak mau lihat Alma lagi . ?" Tanya Alma membuat Alvan melirik nya dan kembali melihat tv di depan nya .
Alma menghela nafas nya kemudian perempuan itu berdiri dari tempat duduknya.
" Ya sudah , Alma pergi saja dari pada disini Alma kayak ngomong sama tembok . " Ucap Alma ingin melangkahkan kaki nya namun Alvan sudah lebih dulu menarik Alma kepangkuan nya .
Di ciumnya bibir Alma lembut dan di ***** nya perlahan ,setelah itu Alvan melepaskan ciumannya kening nya ia satukan dengan istrinya itu .
" Mas hanya tak ingin kamu membela lelaki lain , mas cemburu melihat kamu memberikan senyum manis mu untuk lelaki lain mas tak rela kamu memarahi mas di depan lelaki lain mas tak suka itu semua , jangan lakukan lagi oke . Jangan lakukan hal hal yang membuat mas cemburu . " Ucap Alvan menatap mata Alma lembut .
" Alma hanya bersikap ramah saja mas tak lebih . " Ucap Alma seraya memainkan baju milik suaminya itu .
" Apa pun itu mas tak suka sayang jadi jangan lakukan lagi . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Baiklah kalau begitu nanti Alma pakai masker kalau ketemu sama dokter Rayhan biar mas puas . " Ucap Alma tersenyum .
Alvan yang mendengar perkataan itu pun senang , lelaki itu kembali mencium bibir Alma yang seakan menjadi candu untuk nya . Di bopongnya tubuh sang istri dan berjalan meninggalkan ruang tamu itu .
" Kita mau kemana mas . " Tanya Alma melepaskan ciuman nya pada Alvan .
" Kita lanjutkan di kamar sayang mas takut ada yang ganggu lagi . " Ucap Alvan berjalan cepat menuju kamar nya dan mengunci kamar itu rapat .
...
..
..
Aduh ...Alvan mau ngapain ya ...hehehe .
__ADS_1
jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR