Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 18


__ADS_3

Alvan membuka pintu kamar nya perlahan , dilihat nya Alma yang telah berganti pakaian dengan busana muslim.


Hari ini memang akan di adakan pengajian di rumah nya untuk ibu Alma , Sesaat Alvan begitu terpesona dengan kecantikan Alma .


" Em ... Ayo kita keluar para tetangga sudah pada datang . " Ucap Alvan menghampiri istrinya itu . Di dorong nya kursi istrinya perlahan keluar dari kamar itu .


" Alma saya dan istri turut berduka cita ya . " Ucap Chiko menghampiri pegawai nya itu.


" Terimakasih Chiko sudah menyempatkan datang . " Ucap Alma tersenyum tipis .


" Yang tabah ya mbk Alma semoga ibu mbk di tempatkan di surga nya Allah . " Ucap sela yang ikut datang ke pengajian tersebut .


" Iya sel makasih ya. " Ucap Alma tersenyum lagi .


" Ayo ayo semua nya di nikmati hidangan nya . Maaf seadanya saja . " Ucap Medina menyambut para tamu yang datang .


Alma senang walaupun ibu Alvan baru mengenal nya dan ibunya tapi wanita itu bersedia repot repot mengadakan sebuah pengajian untuk ibunya .


Alvan menatap istrinya yang memijit kepalanya pelan ia rasa istrinya itu tengah pusing , bagaimana tak pusing dari pagi hingga malam wanita itu sama sekali tak mau mengisi perutnya .


" Ma ... Nasi nya di mana . " Tanya Alvan yang sudah meninggalkan Alma sendiri ..


" Kamu ini Van , gak bisa di tahan apa perut nya pengajian belum di mulai kamu malah nanya makanan . " Ucap Medina kesal .


" Bukan buat aku tapi buat Alma , kasian dari pagi dia gak mau makan Aku mau paksa dia makan . " Ucap Alvan membuat Medina tersenyum ia senang anak nya mulai perhatian pada menantunya itu .


" Mama ini bukan nya jawab malah senyum senyum sendiri . " Kesal Alvan .


" Eh .. iya sayang jangan marah Napa , itu nasi nya ada di sana lauk nya juga di sana kamu ambilin gih sekalian di suapi nanti Alma nya . " Goda Medina tersenyum menggoda .


" Hemmm..." Hanya itu jawaban Alvan lelaki itu segera mengambil nasi beserta lauk pauk nya . Dan meletakan makanan itu di kamar nya .


Setelah itu tanpa berkata apa pun Alvan menghampiri Alma dan mendorong kursi rodanya masuk ke dalam kamar miliknya .


" Ada apa mas ?" Tanya Alma yang sedari tadi bingung karena suaminya tiba tiba membawanya masuk ke dalam kamar tanpa memberitahu Alma terlebih dahulu .

__ADS_1


" Makan . " Ucap Alvan menyerahkan sepiring nasi beserta lauk pauknya ke pada wanita itu .


" Aku gak lapar mas . " Ucap Alma ingin meletakkan piring itu kembali ke atas meja namun Alvan sudah lebih dulu mengambil nya .


" Gak lapar apanya muka kamu sudah pucat seperti itu . Dari pada nanti pingsan dan bikin panik mending kamu makan sekarang . " Ucap Alvan marah .


Alma terdiam ia baru pertama kali di marahi oleh seorang laki laki entah kenapa ia jadi terbawa perasaan wanita itu meneteskan air matanya perlahan .


Alvan yang melihat itu pun hanya bisa membuang nafas nya kasar ia tak tau jika kata katanya akan membuat Alma sedih .


" Ayo makan Alma ibu kamu akan sedih jika melihat kamu seperti ini. Dia menitipkan kamu pada ku kalau aku tak mampu menjaga kamu bagaimana aku bisa bertanggungjawab pada ibumu . " Ucap Alvan dengan kata yang lebih lembut .


Alma tak menjawab dan hanya diam membisu ,


Alvan menyendok nasi dan lauk nya ke dalam sendok dan menyodorkan ke depan wanita itu .


Karena Alma tak bisa membohongi perut nya yang sedari tadi sudah perih Alma pun membuka mulutnya perlahan .


Alvan tersenyum ketika sesuap nasi berhasil masuk ke dalam mulut istrinya itu . Alvan pun dengan telaten menyuapi Alma .


" Mas boleh Alma bertanya . " Kata wanita itu seraya mengunyah makanan nya.


" Kenapa mas mau menikahi Alma padahal mas belum mengenal Alma ?" Tanya Alma begitu penasaran dengan Alasan suaminya itu .


" Tentu saja karena permintaan ibu kamu memang apa lagi . " Ucap Alvan kembali menyodorkan sesuap nasi di hadapan Alma , Alma langsung melahap nya tanpa ragu .


" Mas bisa saja kan menolak nya. " Ucap Alma pada suaminya itu .


" Kamu benar mas bisa menolak nya tapi mas tak ingin mengecewakan harapan ibumu pada mas jadi mas hanya bisa menerima nya . Kamu sendiri kenapa tak menolak nya ?" Tanya Alvan ikut penasaran dengan alasan istrinya itu .


" Karena Alma tak ingin mengecewakan ibu , selama ini ibu tak pernah meminta apapun dari Alma dan baru kemarin ia minta pernikahan pada Alma , Alma tak bisa menolak permintaan pertama dan terakhir dari ibu Alma . " Ucap wanita itu jujur , wajah nya berubah mendung kembali melihat itu Alvan jadi malas membahas hal itu lebih lanjut .


" Sudah lah , cepat habiskan makanan nya setelah itu kita keluar . Kita temuin tamu yang lain . " Ucap Alvan kembali menyuapi istrinya itu .


...

__ADS_1


...


..


Medina tersenyum ketika melihat teman lama nya datang bersama anak dan menantu nya .


" Eh ..jeng Iren terimakasih ya sudah menyempatkan datang . " Ucap wanita itu menyapa teman nya .


" Ah ... Tak masalah jeng . Oh iya ini kenalkan anak ku Vivi dan suaminya . " Ucap Iren memperkenalkan anak dan menantu nya pada Medina .


" Halo Tante . " Sapa Vivi tersenyum .


" Wah Vivi sudah sebesar ini saya tak menyangka terakhir kali saya melihat dia masih seumuran Luna . " Ucap Medina tersenyum .


" Iya Heng ngomong ngomong di mana menantu yang jeng Medina ceritakan .?" Tanya Iren begitu penasaran dengan menantu sahabatnya itu .


" Oh dia masih di kamar sama Alvan sebentar lagi juga datang . Maklum lah jeng ibunya baru saja meninggal pasti dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya . " Ucap Medina tersenyum .


" Iya jeng , saya mengerti . " Ucap Iren tersenyum .


" Ma ... " Panggil Alvan ketika ia baru saja keluar dari kamar dan menghampiri mamanya .


" Nah itu dia menantu ku dan Alvan . " Ucap Medina tersenyum seraya melihat anak nya yang saat ini tengah datang menghampiri nya .


Iraen begitu terkejut setelah mengetahui siapa yang datang bersama anak dari sahabatnya itu . Ia tak menyangka mantan menantunya lah yang di maksud Medina .


" Alvan ini ada Tante Iren sama anak nya. " Ucap Medina memperkenalkan mereka pada Alvan dan Alma .


Alma terdiam ia sama terkejutnya dengan Iren ia tak menyangka akan bertemu dengan orang yang pernah menyakiti nya di acara tahlilan untuk ibunya .


" Jeng ... Jeng saya tak menyangka menantu yang jeng Medina ceritakan adalah mantan menantu saya ." Ucap Iren tersenyum meremehkan .


Alma memejamkan matanya sejenak ia yakin mantan ibu mertua nya itu akan menjelek-jelek kan ia di hadapan semua orang .


" Oh ... Begitu kah saya tak tau soal itu . " Ucap mama Alvan masih berusaha tersenyum meski perasaan nya mulai tak enak .

__ADS_1


" Iya jeng ini menantu saya . Dia ini pembawa sial dia telah membuat suami dan anak nya meninggal dan sekarang dia membuat ibunya meninggal juga , saya rasa jeng Medina harus segera mengusir dia dari rumah jeng Medina sebelum anak jeng Medina bernasib sama dengan anak saya . " Ucap Iren yang tentu saja menyakiti hati Alma .


Wanita itu sama sekali tak membalas omongan Iren ia hanya bisa menangis dan mengusap dadanya pelan berusaha menghilangkan rasa sakit yang semakin lama semakin membuat ia sesak nafas saja .


__ADS_2