
Alma melambaikan tangan nya pada ibu mertua nya yang sudah berlalu pergi menggunakan mobil yang di tumpangi nya , Alvan yang melihatnya pun tersenyum .
" Sudah yuk masuk rumah , disini panas . " Ajak Alvan pada istrinya itu .
" Mas ini takut sekali sama panas matahari . " Ucap Alma membuat Alvan terkekeh .
" Bukan takut Alma , mas hanya menghawatirkan mu . Mas pikir kamu tak suka terkena sinar matahari kebanyakan wanita kan seperti itu , Lihat Luna dia sudah berlari masuk ke dalam rumah . " Ucap Alvan menjelaskan.
" Alma bukan wanita seperti itu . " Ucap Alma cemberut .
" Ya ... Mas tau kamu berbeda , dan itu yang membuat mas jatuh cinta dengan mu . Sudahlah kita masuk saja . " Ucap Alvan membuat Alma tersenyum .
wanita cantik itu mengangguk mengiyakan ajakan suami nya ,Mereka memasuki rumah dengan Alvan yang masih setia mendorong kursi roda istrinya itu .
" Aduh panas sekali ..." Ucap Luna mengibas ngibaskan tangan nya mengipasi dirinya sendiri .
" Ck ...baru segitu saja ngeluh . " Ejek Alvan pada Luna , Luna meringis ia mengakui jika dirinya sangat tak suka dengan sinar matahari siang .
" Mas aku mau masak makan siang dulu ya . " Ucap Alma pada suaminya itu .
" Eh... Gak usah mbak biar Luna saja . " Ucap Luna langsung berdiri dari duduknya, Ia ingin Alma lebih lama menghabiskan waktu bersama Alvan .
" Kamu yakin ... Apa kamu mau mbak bantu . " Ucap Alma tak yakin pada Luna kalau adik iparnya itu bisa membuat makanan .
" Yakin... Mbak istirahat saja . " Ucap Luna tersenyum . Alvan yang melihat gelagat adiknya yang aneh pun sedikit menaruh curiga pada adiknya itu .
" Tumben ..." Ucap Alvan menatap Luna tajam .
" Hehehe ... Aku kan perempuan kak ,jadi aku harus bisa masak sendiri . Iya kan kak Alma ." Ucap Luna meminta bantuan Alma untuk membela nya .
" Iya kamu benar , ya sudah mbak ke kamar dulu ya . Kalau gak bisa atau ada yang gak kamu mengerti kamu panggil mbak saja . " Ucap Alma tersenyum .
" Iya mbak, mbak tenang saja semua nya pasti beres . " Ucap Luna tersenyum .
" Ayo mas .." ucap Alma menatap wajah suaminya itu .
" Masak yang enak , awas saja kalau masakannya jadi beracun . " Ucap Alvan mendorong kursi roda Alma pergi meninggalkan Luna sendiri an .
" Untung saja ..." Ucap Luna menghela nafas nya lega , gadis manis itu segera menuju dapur untuk memasak makan siang .
Sementara itu Alvan tengah mendudukkan Alma di kasur empuknya , setah itu ia ikut duduk di samping istrinya , Alvan menarik kepala Alma agar wanita itu bisa bersandar di dada bidang nya .
" Mas kok gak berangkat kerja ?" Tanya Alma bingung karena jam sudah menunjukkan pukul 11 tapi suaminya itu masih saja diam di rumah .
" Mas libur ma ..." Ucap Alvan santai .
" Libur ... Ini kan hari Kamis mas ,bukan Minggu . " Ucap Alma menatap Alvan kesal .
" Mas ingin bersama mu makanya mas meliburkan diri . " Ucap Alvan mencubit pipi Alma gemas .
" Gak boleh gitu mas , mas ini kan bos nya jadi mas harus contoh Hin yang baik buat para karyawan mas . " Ucap Alma menasehati suaminya .
" Oh .. begitukah .." ucap Alvan dengan nada di buat buat .
" Ya sudah terserah mas saja , di bilangin kok malah jawabnya gitu . " Ucap Alma kesal .
" Jangan marah sayang .. mas libur cuma 3 hari saja . Setelah itu mas janji mas bakal rajin bekerja buat masa depan kita. " Ucap Alvan memeluk Alma erat .
Mendengar itu Alma tak jadi marah, ia merasa Alvan pintar mengambil hatinya .
__ADS_1
" Oh iya kamu bosan gak di rumah kalau bosan ayo kita jalan jalan yuk mumpung mas lagi libur . " Ajak Alvan pada istrinya itu .
" Kemana ?" Tanya Alma memandang Alvan dengan tersenyum , ia bahagia Alvan mengajaknya jalan jalan karena sedari tadi ia bosan di rumah .
" Kamu mau nya kemana ?" Tanya Alvan balik .
" Ke taman dekat sini saja mas ... Alma gak mau jauh jauh . " Ucap wanita itu pada Alvan .
" Oke ... " Ucap Alvan langsung berdiri dari duduknya . Di gendong nya Alma dan di duduk kan nya ke kursi roda milik wanita itu .
Alvan mendorong kursi roda milik istrinya keluar dari kamar .Luna yang tengah menata piring pun menegur kakak nya itu .
" Kakak mau kemana ?" Tanya Luna penasaran .
" Keluar bentar .." ucap Alvan singkat .
" Nanti saja , masakan ku sudah mau matang siapa yang mau makan nanti . " Ucap Luna cemberut .
Bukannya menjawab Alvan malah justru pergi begitu saja mengabaikan Luna .
" Mas ... Benar tadi kata Luna , kita tunggu makanan Luna dulu yuk . " Ucap Alma ketika mereka sudah sampai di garasi mobil milik Alvan .
" Tak usah sayang kita makan di luar saja , lagi pula mas gak yakin makanan yang dia buat enak . " Ucap Alvan meringis .
" Mas ini ..." Ucap Alma tak suka , Alvan tersenyum saja .
Lelaki itu menaikan Alma ke dalam mobilnya dan mereka pun pergi meninggalkan rumah itu dan Luna sendirian .
" Percuma saja aku masak .." lirih Luna melihat makanya dengan sedih .
...
..
Alvan menurunkan Alma di kursi roda nya , wanita itu tengah memandang ke sekeliling taman .
Pandangan wanita itu berhenti ketika melihat seseorang yang pernah ia Temui sebelumnya , orang itu tengah bermain bersama anak nya . Melihat itu Alma pun berniat untuk menghampiri orang tersebut .
" Mas itu bukanya mbak mbak yang dulu pernah kita temui di mall ya ?" Tanya Alma menunjuk seorang perempuan cantik berjilbab itu .
Alvan menatap ke arah yang baru saja di tunjuk istrinya , ia mengingat wanita itu , karena dulu dirinya pernah bertemu dan mengobrol sebentar dengan wanita itu bersama Alma .
" Iya ..sayang .." ucap Alvan membenarkan tebakan istrinya itu.
" Kita kesana yuk mas . " Ajak Alma pada suaminya itu .
Alvan tak menjawab lelaki itu mendorong kursi roda Alma menuju wanita yang Alma tunjuk tadi setelah lebih dulu mengunci mobilnya .
" Cinta ... Berhenti sayang jangan lari lari .." teriak wanita itu pada Anak nya .
" Mbak .." sapa Alma tersenyum .
" Loh ... Mbak alma mas Alvan . " Ucap orang itu senang karena bisa bertemu dengan Alma dan Alvan lagi .
" Apa kabar mbak , boleh kami ikut duduk disini. " Tanya Alma pada wanita di hadapannya itu .
" Baik , iya iya silahkan mbak . " Ucap Wanita itu tersenyum.
" Saya tak menyangka bisa bertemu dengan mbak disini ." Ucap Alma tersenyum .
__ADS_1
" Iya saja juga begitu mbak . " Ucap wanita itu senang .
" Oh iya nama mbk siapa ?" Tanya Alma yang belum mengetahui nama wanita dihadapan nya itu.
" Nama saya Sinta mbak . " Jawab wanita itu tersenyum .
" Cinta seperti nya sangat senang bermain di tempat ini ." Ucap Alma yang melihat gadis kecil dihadapan nya tengah berlarian bersama anak anak yang seumuran dengan nya .
" Iya ... Dia sudah lama tak sesenang itu semenjak kejadian di mall waktu itu . " Ucap Sinta tersenyum getir .
" Memang nya apa yang terjadi setelah kejadian itu mbak ?" Tanya Alma penasaran .
" Mas Ardan menceraikan saya mbak dia bahkan tak meminta maaf sama sekali , padahal jelas jelas dia sudah ketahuan berselingkuh dan yang membuat saya semakin marah dan kecewa pada lelaki itu adalah dia lebih memilih istri kedua nya dari pada saya dan Cinta . " Curhat wanita itu berkaca kaca .
Alma terdiam ia tak tau harus berkata apa karena ia tak pernah di posisi Sintia dan ia harap ia tak akan pernah di posisi wanita itu .
" Kalau gak salah nama istri kedua Suami mbak Vivi ya ?" Tanya Alma yang masih ingat cerita Sintia dulu .
" Iya , dan ini lihat lah mbak disaat aku sedang kesusahan dan menderita mereka malah terang terangan mengunggah foto bulan madu mereka di status Instagram. " Ucap Sinta menangis.
Wanita itu tak kuat lagi menahan air matanya yang sedari tadi ingin keluar .
Sedangkan Alma , wanita itu begitu terkejut dengan apa yang ia lihat . Foto yang ditunjukkan Sintia itu adalah foto mantan adik iparnya bersama suaminya .
" Ini benar suami mbak ?" Tanya Alma memastikan apa yang baru saja ia lihat .
" Iya ..." Lirih Sintia pelan .
" Astaga ..." Ucap Alma menutup mulutnya sendiri , ia tak menyangka Suami Adik ipar nya itu seperti itu .
" Kenapa mbak mengenal nya kah ?" Tanya Sintia heran melihat reaksi yang Alma tunjukkan .
" Dia mantan adik ipar saja mbk . " Tunjuk Alma pada foto vivi.
Alvan yang tadinya tak tertarik dengan foto itu pun langsung penasaran dan melirik foto yang tertera di layar handphone Sintia.
" Mereka memang cocok . " Ucap Alvan tersenyum .
" Maksud mas apa ?" Tanya Alma tak suka , takut jika perkataan Alvan membuat hati Sintia semakin sakit .
" Sama sama jahat jadi nya serasi . " Ucap Alvan terus terang .
" Mas ini bicara nya terlalu terus terang saja . " Ucap Alma tak suka.
" Maaf sayang aku hanya mengatakan kenyataan , dan mbak Sintia kamu beruntung telah lepas dari genggaman laki laki seperti itu . " Ucap Alvan sebelum pergi bermain bersama cinta .
" Maaf ya mbak ... Suami saya memang seperti itu dan maaf juga tentang mantan adik ipar saya mungkin dia tak tau kalau suaminya sudah beristri . " Ucap Alma masih saja membela Vivi padahal jelas jelas keluarga Vivi yang sudah menyakiti nya .
...
...
..
Nih aku kasih bonus episode ya .... sedikit panjang dari biasanya juga ..
setah ini mungkin akan ada adegan dewasa ..
jadi bersiaplah ..
__ADS_1
untuk kalian yang masih setia dengan cerita ini jangan lupa beri author like komen dan Vaf juga hadiah ya ... biar author semakin semangat up nya .