
Alma tengah memotong Ayam dengan pisau sementara Alvan yang sedari tadi diam pun mendekat ti istrinya itu , di usap nya rambut Alma perlahan dan di kecupnya pelan .
" Ada yang bisa mas bantu sayang . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Ada, tolong cuci in ayam yang udah aku potong mas . " Ucap Alma menatap Alvan seraya tersenyum .
" Oke ..." Ucap Alvan langsung membantu istrinya itu .
" Mas kira kira mama marah gak ya kalau aku ajak mbak Sintia buat kerja sama mama , ya kan toko kue mama baru buka mas pasti butuh karyawan banyak jadi aku pikir gak ada salahnya kalau ajak Sintia bergabung . " Cerita Alma pada suaminya itu .
" Mama pasti setuju sayang lagi pula nantinya toko itu kamu yang jalankan kan , mama kan sudah tua gak baik juga kalau kebanyakan aktivitas . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Sebenarnya Alma gak mau jalanin toko itu karena Alma ingin mengurusi mas , Alma pengen jadi istri yang baik tapi ...Alma juga ingin membuktikan pada orang orang kalau dengan keterbatasan Alma seperti ini tak membuat Alma terus terusan berpangku tangan pada mas dan mama , Alma ingin tunjukan bahwa Alma tak menyerah kepada kaki Alma ini Alma ingin sukses dan bisa membuat mas dan mama bangga juga ibu Alma yang telah tiada . " Ucap Alma menunduk sedih , ia mengeluarkan kegelisahan hatinya pada Alvan .
Sementara Alvan lelaki itu tersenyum tipis di cium nya kening Alma perlahan , lelaki itu membuat Alma menatap nya .
" Kamu ...sudah menjadi istri yang baik untuk mas sayang , jadi kejar lah mimpi kamu itu ...mas akan dukung kamu dari belakang . Mas hanya ingin kamu bahagia , mas gak suka kamu sedih lagi . Mas menyayangi mu Alma ...lakukan lah hal yang kamu sukai . Mas tak melarang mu sama sekali . " Ucap Alvan tersenyum lembut .
Mendengar itu hati Alma jadi tenang , ia merasa Alvan begitu baik padanya . Jujur ia belum pernah menemukan lelaki seperti Alvan sebelum nya .
" Makasih mas ...mas memang selalu ngerti perasaan Alma ." Ucap Alma tersenyum , wanita itu mengusap wajah Alvan yang kini berada di depannya .
" Kamu ... istri ku , sudah sewajarnya aku mengerti kamu sayang . Selama kamu bahagia mas juga akan bahagia Alma . " Ucap Alvan tersenyum .
Alma hendak mencium bibir Alvan ia begitu terharu dengan kata kata yang suaminya katakan , namun belum sempat ia mencium bibir itu tiba tiba ...
" Kakak aku pulang . " Ucap seseorang yang langsung membuat Alma gelagapan .
Wanita itu menjauhkan mukanya dari Alvan dan kembali fokus dengan Ayam di depan nya sementara Alvan lelaki itu kesal gara gara kedatangan Luna Alma tak jadi mencium nya .
" Eh ...Aku gak ganggu kan ." Tanya Luna saat melihat Alma yang gugup dan Alvan yang kesal karena kedatangan nya .
" Ck ...kenapa sudah pulang katanya pulang sore . " Ucap Alvan kesal .
__ADS_1
" Dosen nya gak masuk hari ini ...ya udah Luna pulang mau apa lagi di kampus . " Ucap Luna santai , gadis cantik itu mengambil air putih dan meminum nya setelah itu ia mendekati Alma .
" Mbak Alma mau masak apa ?" Tanya Luna pada kakak ipar nya itu .
" Em... Ini ..mau masak opor ayam . " Ucap Alma masih gugup .
" Biar Luna bantu ya . " Ucap Luna melepaskan jas Almamater nya .
" Oke .." ucap Alma tersenyum .
" Kakak ...minggir kakak ini kan laki laki , sana nonton tv aja tunggu masakan nya matang . " Ucap Luna mengusir Alvan karena ia tau jika kakak nya itu masih disana pekerjaan yang Luna dan Alma kerjakan tak akan pernah selesai akibat ulah Kakak nya itu .
" Benar kata Luna mas ... Kamu tunggu aja di depan sana , " ucap Alma yang tak mau suaminya itu ikut campur tangan di dapur .
" Ck ...kamu membela luna , baiklah ...aku ke kamar dulu kalau butuh bantuan panggil saja. " Ucap Alvan berlalu pergi meninggalkan mereka .
" Mbak Alma kapan terapi lagi ?" Tanya Luna pada kakak iparnya itu .
" Besok .. kenapa ?" Tanya Alma pada adik iparnya itu .
" Oke ... Tapi nanti mbak ngomong dulu sama mas Alvan ya soal nya mbak kan biasanya di anter sama dia kalau mau terapi . " Ucap Alma pada adiknya itu .
" Yes ..." Ucap Luna girang , Alma tersenyum melihat Luna begitu senang , kemudian ia kembali masak bersama Luna ...
....
...
....
Alvan memakan makanan nya dengan lahap ia merasa masakan sang istri begitu lezat sampai ia tak sadar nambah beberapa kali , Alma yang melihatnya pun senang ia tak menyangka suaminya akan menyukai masakan yang ia buat .
" Enak sekali sayng , sering sering masak menu ini ya aku suka. " Ucap Alvan mengusap mulutnya dengan tisu .
__ADS_1
" Iya mas .. " ucap Alma senang .
" AH...aku kekenyangan sayang . " Ucap Alvan menyenderkan kepalanya di bangku .
" Bagaimana tak kenyang kakak nambah sampai 5 kali . Awas aja nanti perut kakak buncit dan gak sixpack lagi . " Ucap Luna mengingatkan kakak nya itu .
" Ck ... Sepertinya aku harus sering sering berolahraga raga terutama olahraga malam ..iya kan sayang . " Ucap Alvan yang membuat Alma malu , wanita itu tentu tau olahraga apa yang di maksud Alvan .
" Olahraga malam ...emang nya ada ya olahraga yang dilakukan saat malam ?" Ucap Luna bingung , gadis itu tak tau apa yang dimaksud oleh kakaknya .
" Hahaha....masak kamu tak tau apa itu olah raga malam ...Polos sekali kamu dek dek . " Ucap Alvan tertawa kencang .
" Mas ini ngomong apa ...Wajar kalau Luna tak tau dia kan belum menikah . " Ucap Alma memarahi suaminya itu .
" Oke ...oke ... karena kamu sudah membuat mas kekenyangan hari ini maka siap siap nanti malam kita berolahraga bersama . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Aku ikut kak ...aku ingin tau apa itu olahraga malam . " Ucap Luna yang membuat Alma menatap gadis itu tak percaya sementara Alvan lelaki itu nampak kikuk seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal .
" Em... Kamu belum waktunya untuk melakukan itu Luna kamu masih kecil . " Ucap Alvan pada adiknya itu .
" Apa hubungannya dengan kecil dan tidak , aku jadi semakin penasaran apa itu olahraga malam . " Ucap Luna pada dirinya sendiri .
" Sayang ayo kita ke kamar . " Ucap Alvan langsung mendorong kursi roda Alma , ia takut jika Luna akan bertanya hal hal lain tentang olahraga Malam yang ia maksud .
Alma menurut saja , mereka pun pergi meninggalkan Luna sendiri an . Sementara Luna gadis itu masih memikirkan tentang apa itu olahraga malam yang kakak nya maksud . Iya bingung harus bertanya pada siapa .
" Sudahlah mungkin kak Alvan mengada ada ...mana ada olahraga malam , Aku pun baru mendengar nya kali ini . " Ucap Luna ikut pergi dari tempat itu dan menuju kamarnya sendiri .
" Mas ini bicara nya jangan seperti itu kalau ada Luna kan Luna jadi bingung tadi . Lagi pula dia belum menikah jadi tak seharusnya dia mengetahui tentang hal itu . " Ucap Alma kesal
.
" Maaf sayang aku spontan mengatakan nya karena Luna membahas soal perut buncit . Ya aku jadi kepikiran tentang itu .." ucap Alvan pada istrinya itu .
__ADS_1
" Tetap saja ..mas salah . " Ucap Alma menyalahkan Alvan .
" Iya iya mas yang salah . " Ucap Alvan mengalah lelaki itu tak ingin berdebat dengan istrinya itu .