Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 6


__ADS_3

Kini Alma telah berada di sebuah rumah sakit tempat ia akan menjalankan terapi kakinya . Rumah sakit ini adalah tempat ia di rawat dulu . Tak sengaja di tengah jalan ia bertemu dr Rayhan , Alma pun berusaha menyapa lelaki itu terlebih dahulu .


" Dokter Rayhan . " Sapa wanita itu dengan senyum manis nya .


Rayhan yang mendengar panggilan itu pun langsung mengalihkan pandangan nya dan benar saja orang yang akhir akhir ini mengganggu fikiran nya tengah berada di hadapannya bersama seorang wanita paruh baya .


" Alma, kamu ngapain ke sini ?" Tanya Rayhan sedikit bahagia karena bisa bertemu dengan wanita itu lagi.


" Alma mau terapi kaki Alma dok , Alma memutuskan untuk tidak menyerah dengan kaki Alma ini. " Ucap wanita itu masih dengan senyum ramah nya .


" Bagus kalau kamu punya pemikiran seperti itu saya bakal dukung kamu seratus persen , oh iya ibu ini siapa ?" Tanya Rayhan sedikit penasaran dengan wanita yang tengah bersama wanita itu saat ini .


" Oh ini ibu Alma dok dan ibu ini dokter Rayhan dokter yang banyak membantu Alma selama Alma sakit . " Ucap Wanita itu memperkenalkan Rayhan pada ibunya .


" Terimakasih ya dokter sudah membantu Alma saat saya tidak bisa menemani dia di rumah sakit . " Ucap ibu Alma mengucapkan terimakasih .


" Ya sudah saya mau terapi dulu ya dok . " Pamit Alma.


Mendengar itu Rayhan langsung menghalangi jalan Alma , Alma yang melihat itu pun merasa heran di tatap nya Rayhan dengan kening berkerut .


" Ada apa dok ?" Tanya Alma pada lelaki itu .


" Kamu nanti pulang naik apa ?" Tanya lelaki itu menatap Alma serius .


" Naik taksi atau mungkin naik Angkot dok . " Jawab Alma yang belum tahu akan naik apa pulang terapi nanti .


" Boleh saya mengantar mu lagi ?" Tanya Rayhan sedikit berharap Alma mau menerima tawaran nya .


" Tidak usah dok " tolak Alma tak mau merepotkan lelaki itu . Wajah Rayhan langsung berubah mendung ketika mendengar penolakan dari wanita itu .


" Alma kamu tidak boleh menolak niat baik dokter Rayhan , kami akan pulang bersama dokter saja . " Ucap ibu Alma tersenyum ramah pada lelaki itu .


" Tapi Bu ..." Ucap Alma tak setuju dengan omongan ibunya itu .

__ADS_1


" Tak ada tapi tapi an Alma . " Ucap ibu wanita itu kekeh dengan apa yang dia omongkan .


" Baiklah dokter boleh mengantar saya pulang .


Rayhan yang mendengar itu pun merasa senang lelaki itu tak menjawab dan hanya tersenyum saja .


" Kalau begitu boleh sekarang saya pergi terapi doker ?" Tanya Alma kepada Rayhan karena lelaki itu tak kunjung menyingkir dari jalan nya .


" Silakan silakan . " Ucap Reyhan menyingkir dari jalan Alma ia sedikit salah tingkah , lelaki itu beberapa kali menggaruk tengkuknya .


Alma tersenyum seraya menggelengkan kepala nya ia merasa heran dengan sikap Rayhan yang lucu itu . Sementara itu ibu Alma pun mendorong kursi roda Alma menjauhi Rayhan .


....


...


..


Kini Alma tengah menatap lelaki di samping nya intens .. ia tak menyangka lelaki itu akan sebaik ini dengan dirinya , sementara itu ibunya yang duduk di belakang kursi kemudi pun nampak tersenyum ia harap Anak nya itu akan segera melupakan masa lalunya dan membuka hatinya kembali .


" Dokter ini terlalu PD , Alma hanya penasaran saja kenapa dokter begitu baik dengan Alma padahal Alma hanya orang Asing . " Ucap wanita itu tersenyum .


" Kamu akan tahu alasan nya nanti . Dan sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku dokter panggil saja Rayhan karena kamu bukan pasien ku lagi . Kamu hanya boleh memanggilku dokter ketika kamu berada di rumah sakit . " Ucap Rayhan mengingat kan Alma .


" Iya Alma lupa , tolong maafkan Alma . " Ucap Alma mengalihkan pandangannya ke sepanjang jalan yang ia lewati .


" Tak masalah . " Singkat lelaki itu melirik Alma sekilas .


" Ray ini bukan jalan menuju rumah ku ." Lirih Alma yang memperlihatkan jalanan itu nampak beda dengan jalan yang ia lalui bersama ibunya tadi .


" Bukan nya ini jalan menuju rumah mu dulu aku kan pernah nganterin kamu , aku gak mungkin salah ingat kan ." Ucap Rayhan mengingat ingat kembali siapa tau ia benar benar lupa .


" Astaga aku lupa memberitahu mu bahwa aku sudah pindah dari rumah itu ." Ucap Alma seraya menepuk jidatnya pelan.

__ADS_1


" Kamu pindah , kenapa ?" Tanya Rayhan sedikit tak percaya .


" Rumah itu bukan milik ku lagi , aku sudah memberikan nya pada adik ipar ku . " Lirih Alma kembali sedih mengingat itu semua .


" Kenapa , kenapa kamu memberikan nya bukankah rumah itu milik mu dan suami mu ?" Tanya Rayhan penasaran .


" Mohon maaf Ray , aku tak bisa menceritakan masalah ku pada orang asing . " Ucap Alma tak menyadari kata katanya yang membuat Rayhan tersinggung .


" Kamu mengganggap aku orang asing ?" Tanya Rayhan tak percaya .


" Bukan seperti itu maksudku .." ucap Alma gelagapan Karena ia telah salah berbicara .


" Sudahlah tak apa toh kita memang sekedar orang asing belaka , Tunjukan alamat mu aku akan antar kamu kesana . " Ucap Rayhan dengan wajah datar nya .


Alma menujukan alamat nya pada Rayhan namun lelaki itu tak menjawab dan lebih memilih melajukan mobil nya menuju alamat yang di tunjukan Alma .


Melihat itu Alma menghela nafas nya ia tau lelaki itu sedang marah padanya namun Alma juga tak mau berkata apapun karena ia hanya ingin fokus pada masa depan nya ia tak mau dekat dengan lelaki manapun saat ini karena hatinya masih milik suaminya dulu .


Ia belum bisa melupakan masa lalu nya karena memang suaminya pergi belum ada sebulan ia tak mau di anggap wanita murahan dan ke ganjenan karena dekat dengan lelaki lain saat tanah kuburan milik suaminya masih basah .


" Sudah sampai . " Ucap Rayhan setelah menghentikan laju mobil nya , tak ada senyum bahkan wajah lelaki itu masih sama datar nya seperti tadi . Melihat itu Alma sedikit merasa bersalah .


" Ibu tolong bantu Alma turun . " Ucap Alma memandang ibunya yang baru saja terbangun dari tidur nya. Wanita paruh baya itu pun turun dan membantu anak nya turun dari mobil .


Tak ada niat sedikit pun di hati Rayhan untuk membantu wanita itu karena ia saat ini tengah marah dan kesal .


" Makasih ya Ray ..udah nganterin aku sampai rumah . " Ucap Alma mengucapkan terima kasih .


" Tak masalah anggap saja sebagai tumpangan terakhir . " Ucap lelaki itu jutek . Setelah itu Rayhan pun menutup kaca mobil nya dan kembali melajukan mobil nya meninggalkan Alma dan ibunya sendiri .


" Anak itu kenapa marah , tadi masih baik baik saja ." Ucap ibu Alma yang tak tau bahwa Alma lah yang membuat Rayhan seperti itu karena sedari tadi ia hanya tidur .


" Gak usah di pikir kan Bu mungkin dia sedang terburu buru , sudah lah ayo kita masuk kita harus istirahat kan besok kita harus bangun pagi untuk buat kue ." Ucap Alma mengingatkan ibunya itu .

__ADS_1


" Ya sudah ayo kita masuk ." Ucap ibunya mendorong kursi roda Alma memasuki rumah kontrakan mereka . Hari semakin petang dan kini mereka tengah beristirahat di rumah kecil namun nyaman itu .


__ADS_2