
Ningsih berdecak tak suka ketika melihat Alvan pergi begitu saja dan mengembalikan kue yang ia makan tadi pada dirinya . Sedangkan Nadira gadis cantik itu menatap Alvan sendu ia merasa sulit untuk mendekati Alvan dan harapan nya untuk menjadi istri Alvan mungkin akan sulit ia dapatkan .
" Kamu tenang saja sayang , nenek akan bantu kamu untuk mendapatkan hati Alvan ..jadi jangan bersedih lagi ." Ucap Nadira pada gadis yang ia sayangi itu walaupun mereka tak memiliki hubungan darah ia sudah menganggap Nadira sebagai cucunya sendiri .
" Nadira tak berharap lebih nek , Nadira sadar Nadira ini hanya seorang yatim piatu yang nenek pungut dari jalan jadi untuk apa Nadira mengharapkan lebih . " Ucap gadis itu menunduk sedih ...
" Kamu jangan ngomong seperti itu Dira bagi nenek kamu satu satunya orang yang pantas mendapatkan cinta dari Alvan dan menjadi istrinya . Pokoknya nenek akan terus bantu kamu sampai kamu berhasil mendapatkan Alvan dengan cara Apapun itu . " Ucap Ningsih tersenyum lembut pada gadis di hadapannya itu.
" Terimakasih nenek ...Nadira menyayangi nenek . " Ucap Nadira memeluk tubuh tua di hadapannya itu .
...
...
..
Luna melangkah kan kaki menuju rumahnya yang saat ini tengah banyak di kunjungi oleh para tetangga dan sanak saudara mama dan papanya .wanita itu menatap seseorang yang tak jauh dari pandangan nya orang itu nampak tak asing namun Luna tak bisa melihat dengan jelas karena jaraknya terlalu jauh.
" Mama itu siapa ?" Tanya Luna pada mamanya yang tengah menata kue di meja yang tersedia untuk para tamu .
" Kamu ini bagaimana Luna masak nenek sendiri tak kenal ada ada saja kamu ." Ucap Medina membuat Luna terdiam.
Ia senang melihat neneknya datang namun ia juga khawatir karena neneknya itu berniat untuk menyatukan Alvan dan Nadira dari dulu dan Luna tau itu . Ia merasa khawatir pada Kakak iparnya Alma , selama ini Alma selalu bersikap baik terhadap nya bahkan mau memaafkan kesalahan nya , oleh karena itu Luna sangat mencintai Kakak iparnya itu ia Sudah menggap Alma sebagai kakak kandung nya sendiri. Ia tak rela jika kedatangan neneknya membuat kakak iparnya sengsara .
" Kenapa kamu bengong di situ Luna kamu gak mau nemuin nenek kamu dan lagi kenapa kamu baru pulang acaranya sudah mau di mulai dan kamu belum berdandan sama sekali . " Omel Medina pada anaknya itu.
" Mama cerewet sekali ... sudahlah aku mau samperin nenek dulu . " Ucap Luna pergi meninggalkan Medina sementara Medina wanita tua itu menggeleng kan kepalanya perlahan melihat tingkah anaknya itu .
__ADS_1
" Halo nenek ..." Ucap Luna memeluk tubuh wanita tua di hadapannya itu .
" Eh. ..cucu oma yang cantik dan pintar Habis dari mana kamu nak kenapa kamu belum berganti pakaian ?" Tanya Ningsih pada cucunya itu.
" Dari rumah mamanya calon suami Luna " Ucap Luna singkat ia melirik Nadira yang saat ini tengah berpakaian seksi , Luna tak suka melihat wanita di samping neneknya itu begitu kecentilan pada kakak nya Alvan .
" Mbak Nadira ...ini kan acara pengajian kenapa mbak berpakaian seperti itu . " Ucap Luna menatap penampilan Nadira dari atas sampai ujung kakinya .
" Em...iya aku tak membawa baju lain selain baju ini Luna jadi ya aku terpaksa mengenakan apa yang ada . " Ucap Nadira beralasan yang sebenarnya adalah wanita itu malas mengenakan pakaian yang panjang dan membuat ia gerah seharian .
" Benarkah ...kalau begitu biar Luna pinjamkan kebetulan baju Luna banyak jadi tak ada salahnya meminjam kan pada mbak satu . " Ucap Luna melirik reaksi dari Nadira yang nampak gelagapan .
" Eh tak usah Luna tak usah repot repot . " Ucap Nadira sungguh tak ingin memakai pakaian yang di tawarkan oleh Luna , Luna tersenyum melihat reaksi Nadira yang seperti itu di lirik nya nenek yang sedari tadi hanya diam .
" Nenek...mbak Nadira menolak niat baik Luna , kan Luna sudah menganggap mbak Nadira seperti saudara sendiri tapi dia malah menolak tawaran yang Luna berikan nek . " Ucap Luna memasang wajah sedihnya .
" Nadira terima saja tawaran Luna sayang ..."Perkataan Ningsih itu tak mampu ia tolak.
" Ayo ikut aku kak ...'" ucap Luna berjalan mendahului Nadira , gadis cantik itu membuka pintu kamarnya perlahan kemudian ia melangkah kan kakinya masuk kedalam kamar .
" Itu foto pacar kamu ?" Tanya Nadira menunjuk foto di atas laci samping tempat tidur Luna . Luna melirik foto itu sekilas .
" Ia kenapa, mbak juga tertarik dengan pacar saya mbak mau menggodanya sama seperti mbak menggoda kak Alvan ." Ucap Luna ketus .
" Tidak , kamu ini bicara apa sih Luna mbak tak paham maksud kamu . " Ucap Nadira dengan nada sendu .
" Ck ...tak usah berpura pura lagi , disini hanya kita berdua . Luna tau kok kedatangan mbak kesini karena ingin merebut hati Kak Alvan dari mbak Alma dengan bantuan nenek kan ." Ucap Luna menatap remeh pada wanita yang saat ini memandang nya bingung itu .
__ADS_1
" Mbak tau... Dimata Luna mbak itu wanita bertopeng , di luar mbak terlihat baik tapi di balik topeng siapa yang tau .hanya mbak yang tau iya kan mbak . " Ucap Luna meminta pendapat wanita di hadapannya itu .
" Jadi kamu mengajak saya kesini untuk membicarakan masalah ini . " Ucap Nadira tertawa ringan .
Bibir wanita itu menyinggung kan senyum yang berbeda dari senyum ramahnya sebelum nya , senyum itu terkesan jahat luna yang melihat nya pun mengerti jika yang ia pikirkan selama ini tentang gadis di hadapannya itu benar .
" Iya ...Kenapa apa mbak Nadira ingin mengelak lagi .?" Tanya Luna menatap tajam wanita di hadapannya itu .
" Untuk apa aku mengelak pada gadis seperti mu , mana ada yang percaya dengan omongan gadis ingusan seperti mu Luna lagi pula kamu tak memiliki bukti nya kan .." ucap Nadira meremehkan Luna .
" Sekarang Luna memang tak memiliki buktinya tapi nanti Luna akan membuktikan nya , Luna tak akan membiarkan kakak merusak rumah tangga kak Alvan dengan mudah ingat itu . " Ucap Luna kesal , Nadira Hanya tersenyum tipis .
" Kakak kesini untuk meminjam baju Luna kan . Ini ambil saja baju bekas yang sudah Luna tak pakai lagi . " Ucap Luna dengan kata kata penuh penekanan .
" Kamu berani menantang saya . " Bentak Nadira pada gadis di hadapannya itu .
" Kenapa tak berani , kakak saja berani datang kerumah ini tanpa di undang jadi untuk apa Luna takut kepada kakak . Kakak mau mengadu sama nenek silakan saja Luna tak akan mencegahnya tapi nenek mungkin akan membela Luna karena Luna ini cucunya sedangakan kakak , kakak hanya anak yang dipungut dan dirawat oleh nenek dari kecil dan saat dewasa kakak tak tau balas Budi dan malah mau menghancurkan keluarga cucu kesayangan nenek . " Ucap Luna menohok hati Nadira karena ia sudah kalah ia berlalu menuju kamar mandi di dalam kamar luna tanpa permisi .
" Dasar gadis yang tak punya sopan santun aku heran kenapa nenek begitu buta dan tak bisa membedakan mana bidadari mana iblis . " Ucap Luna kesal ia lebih memilih duduk di meja rias
nya dan mulai merias mukanya tipis tipis .
...
. .
BAGAIMANA KURANG YA EPISODE NYA AKU TAMBAHIN YA ...UNTUK KALIAN PEMBACA SETIA AKU ....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VAF DAN HADIAH YA ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.