
Alma keluar dari kamar nya dengan di bantu mertua nya Medina saat ini mereka tengah menuju ke meja makan .
" Loh .. Alvan kemana bi ..bukanya tadi dia disini ya nunggu in Alma buat sarapan bareng . " Ucap Medina yang mencari keberadaan anak nya .
" Itu nyonya tadi nora kesini bilang non Luna manggil nama den Alvan terus dan dia tak mau makan kalau bukan den Alvan yang menyuapi . " Ucap Yanti pada majikan nya itu .
" Oh alah ... Maaf ya Alma dari kecil Luna memang dekat nya dengan Alvan jadi ia sedikit manja pada kakak nya itu . " Ucap Medina pada menantunya itu karena ia takut Alma akan marah .
" Tak apa ma , Alma bisa nunggu kok . " Ucap Alma tersenyum .
Wanita itu tak lagi cemburu karena ia tau Luna adalah adik Alvan dan saat ini gadis itu lebih membutuhkan Alvan dari pada dirinya .
" Makasih ya nak , kamu sudah mau ngerti in kami . " Ucap Medina tak enak hati pada mantunya itu .
" Tak apa ma , justru Alma yang berterimakasih karena mama dan keluarga mama mau menerima wanita yang hanya bisa merepotkan kalian . " Ucap Alma tersenyum .
" Mama gak merasa di repotkan kok sayang , bagi mama kamu ini anak mama juga jadi wajar jika mama membantu mu . " Ucap Medina tersenyum .
" Apa kamu mau makan dulu Alma gak usah nunggu in Alvan . " Ucap mertuanya itu lagi yang takut Alma sudah kelaparan .
" Enggak ma ... Alma nunggu mas Alvan saja . " Ucap Alma tak ingin meninggalkan suaminya makan sendiri an.
" Ya sudah mama kedapur dulu mama lagi buat kue . " Ucap Medina pada menantunya itu .
" Alma boleh bantu gak ma ?" Tanya Alma yang ingin ikut membuat kue bersama mertuanya itu karena ia sudah lama tak membuat kue lagi semenjak ia bekerja di toko bunga milik sahabatnya Roni .
" Kamu bisa ?" Tanya Medina tak percaya jika menantunya itu bisa membuat kue .
" Dulu Alma pernah punya toko kue ma , dan Kue kue itu Alma semua yang nyiptain resep nya ya walaupun saat pembuatan nya Alma di bantu dengan beberapa pegawai Alma tapi Alhamdulillah Alma bisa menjual nya habis di setiap harinya . " Ucap Alma membuat Medina kagum .
" Benarkah lalu kenapa kamu tak menjual kue lagi ?" Tanya Medina pada menantunya itu .
" Toko ku sudah tak ada ma , jadi Alma tak menjual kue lagi . " Ucap Alma tersenyum , walaupun hatinya sakit saat mengingat masa lalunya itu .
" Kenapa , apa kamu bangkrut atau gimana ?" Tanya Medina penasaran ..
" Gapapa ma , ya sudah sini biar Alma bantu mama ." Ucap Alma tak ingin bercerita tentang tokonya yang di rebut oleh mantan mertuanya itu .
Ia tak ingin orang lain tau betapa buruknya sikap mertuanya itu dan ia juga tak ingin orang orang menganggap mantan ibu mertua nya itu sebagai ibu yang jahat dan tak berperasaan .
__ADS_1
" Ya sudah sini bantu mama . " Ucap Medina tau jika Alma tak ingin menceritakan hal tersebut pada dirinya .
Ia tak marah karena mungkin menantunya itu memiliki alasan tertentu dan ia menghargai Alasan itu .
" Wah kalian sedang buat apa ?" Tanya Alvan yang baru saja datang dari arah belakang mereka.
" Apa kamu buta Alvan jelas jelas mama sedang buat kue sama Alma . " Ucap medina pada anaknya itu .
" Ck ... Alvan kam cuma bertanya ." Ucap Alvan mendekati ibunya dan Alma yang tengah sibuk mengocok adonan .
" Kenapa harus repot repot pakai tangan kan ada mikser ?" Tanya Alvan pada Alma .
" Mikser nya sedang mama pakai Van , apa kamu gak lihat . " Ucap Medina kesal , karena ia yakin jika putra nya itu hanya mampu berkomentar tanpa mau membantu .
" Ya mama beli lagi makanya kasian kan Alma nanti kecapean . " Ucap Alvan yang begitu perhatian pada Istrinya itu .
" Aku sendiri kok mas yang menawarkan bantuan jadi mas jangan ngomong seperti itu . Udah mas diem saja duduk di sana . " Ucap Alma tak ingin Alvan menggangu nya .
" Biar mas bantu boleh ?" Tanya Alvan menawarkan diri , lelaki itu tak mau Alma kecapean jadi ia menawarkan bantuan untuk mengurangi kerja wanita itu .
" Ini ....mas saring aja tepung nya . " Ucap Alma memberikan sebuah tepung pada suaminya itu .
" Mama buat kue banyak banyak mau buat apa sih ?" Tanya Alvan yang masih sibuk dengan saringan dan tepung di tangan nya .
" Mama dapet pesenan Van dan harus selesai sekarang soal nya nanti malam sahabat mama mau ambil kue ini . " Ucap Medina menjawab pertanyaan ibunya ..
" Terus pisang sebanyak itu mau buat apa ?" Tanya Alvan lagi menunjuk pisang yang ada di samping nya.
" Ya ampun mama lupa , itu buat bikin bolu pisang tapi mama gak bisa buat nya , soalnya kalau mama buat pasti rasanya kurang enak , tapi kalau bik Yanti yang buat pasti rasanya enak ." Ucap Medina bingung harus bagaimana .
" Lalu bik Yanti kemana ma ?" Tanya Alvan lagi
.
" Aduh mama gak tau dia kemana tadi padahal dia disini sama kita . Mana mama lupa bilangin lagi . " Ucap Medina bingung ia memijit kepalanya yang pusing .
" Kalau mama gak keberatan biar Alma saja yang buat , kebetulan Alma pernah bikin ya walaupun Alma gak tau nanti rasanya Bakal seenak kue buatan buk Yanti apa enggak . " Ucap Alma membuat Medina menatap mantunya itu . Ia tak yakin namun tak ada pilihan lain .
" Baiklah mama minta tolong ya Alma . " Ucap mertuanya itu dengan muka memelas . Alma tersenyum wanita itu segera mengambil pisang di samping Alvan .
__ADS_1
" Mas bisa tolong bantu Alma ?" Tanya wanita itu pada suaminya .
" Apa ..?" Tanya Alvan meletakkan saringan dan tepung di tangan nya itu .
"Kupas pisang nya biar Alma yang haluskan pisang nya . Biar cepet . " Ucap Alma pada lelaki di samping nya itu .
" Sini ..." Ucap Alvan mengambil pisang di tangan Alma dan mulai membantu wanita itu .
Tak butuh waktu lama Alvan telah mengupas habis semua pisang di hadapan nya .
" Kamu butuh bantuan apa lagi ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Bisa tolong kocok telur nya mas .. " ucap Alma minta tolong lagi , Alvan dengan senang hati membantu istrinya itu .
Ia mengocok telur dengan semangat saking semangat nya telur itu sampai muncrat ke mukanya .
Medina dan Alma yang melihatnya pun tertawa terbahak bahak .
" Ya ampun Alvan , kamu ini ..sudah sudah sana kamu tunggu saja di kursi itu dari pada pekerjaan mama dan Alma gak selesai selesai . " Ucap Medina masih berusaha menghentikan tawanya .
Alvan tak menjawab lelaki itu berusaha membersihkan muka dan matanya yang terkena cipratan telur tadi . Melihat suaminya kesusahan Alma pun datang membantu .
" Mas bisa tolong jongkok dulu gak . " Ucap Alma pada suaminya itu .
" Mau apa emang ?" Tanya Alvan bingung .
" Udah jongkok dulu aja . " Ucap Alma yang ingin membersihkan muka Alvan namun tak sampai jika lelaki itu masih terus berdiri .
Tanpa protes lagi Alvan pun jongkok Alma langsung ikut membantu Alvan membersihkan muka suaminya itu , Alvan tersenyum senang ia tak menyangka akan mendapatkan perhatian dari Alma .
Medina yang melihat interaksi dari anak dan menantunya pun juga ikut senang ia berharap hubungan Alma dan Alvan semakin dekat dan ia juga berharap agar Tuhan segera memberikan ia cucu dari Alvan dan Alma .
....
...
Sampai sini adakah yang masih setia membaca. kalau ada saya sangat berterima kasih ... cerita ini akan terus berlanjut jadi jangan lupa berikan vote , like , komen dan vaf ya ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR .
__ADS_1