
Hari ke hari Alma semakin dekat dan mesra dengan Alvan dan Luna pun semakin membaik , gadis itu telah kembali seperti biasanya bahkan ia sering tersenyum sekarang , tak ada kesedihan di hatinya lagi .
Meski terkadang ia masih merasa bersalah pada Alma namun ia tak bisa terus terusan terpuruk , gadis cantik itu kembali melanjutkan kuliah nya yang sempat tertunda akibat ia depresi kemarin .
Dan saat ini Luna tengah berada di dapur bersama Alma dan Medina , ia mencoba untuk membantu mama dan kakak ipar nya membuat sarapan pagi . Sementara bik Yanti pembantunya itu tengah mencuci piring kotor .
" Kemarin gimana terapi nya nak ?" Tanya Medina pada Alma .
Wanita itu tengah memotong sayuran segar sementara Alma wanita itu tengah mengupas bawang merah .
" Ya ... Masih sama saja ma ... Aku sendiri bingung kenapa kaki ku tak merespon sama sekali apa mungkin memang Alma sudah tidak di beri kesempatan untuk berjalan lagi . " Ucap Alma sedih .
Jujur wanita itu lelah melakukan hal yang sama sekali tak membuahkan hasil , ia ingin menyerah dan pasrah namun ia tak mau melakukan karena ia ingin sekali bisa berjalan kembali seperti orang orang lain nya .
" Maaf ya kak... Gara gara aku kaki kakak jadi lumpuh . " Ucap Luna sedih .
Alma tersenyum dan mengusap punggung tangan Luna perlahan , ia tak menyalahkan adiknya itu .
" Gak papa ini takdir kakak Luna , jadi jangan meminta maaf itu bukan sepenuhnya salah mu . " Ucapll Alma tersenyum .
" Mama selalu berdoa agar kamu ..cepat sembuh , mama akan selalu dukung dan bantu kamu Alma . Kamu wanita yang baik dan murah hati , Mama yakin Tuhan tak akan mempersulit kamu . Mama senang punya menantu seperti kamu ." Ucap Medina tersenyum lembut.
" Amiin semoga saja begitu ma.. Alma juga senang punya mertua seperti mama, mama gak beda beda in antara anak sendiri dan menantu mama juga sering membantu Alma , terimakasih mama sudah berbaik hati merawat orang lumpuh seperti Alma .." ucap Alma terharu dengan sikap lmdina selama ini .
" Udah dong jangan Melo Melo an gitu kan Luna jadi ikut sedih ." Protes Luna tak suka melihat ibu dan kakak ipar nya sedih .
" Iya ya kenapa jadi Melo begini , sudah sudah lanjutkan saja masak nya , Alma kamu bangunin Alvan gih tadi papanya nyari in gak tau kenapa kayak nya tentang pekerjaan . " Ucap Medina yang baru ingat tadi suaminya menanyakan anak nya itu .
" Iya ma.." ucap Alma mendorong kursi rodanya menuju kamar milik suaminya itu .
" Ma ... Luna penasaran tentang sesuatu . " Ucap Luna pada mamanya itu .
" Penasaran apa ..?" Tanya ibunya penasaran dengan apa yang di katakan anak nya itu .
" Kak Alma dan mas Alvan kan udah nikah kurang lebih 5 bulanan kenapa kak Alma belum hamil ya . " Ucap Luna penasaran .
" Kamu pikir bikin anak itu mudah ya Luna ... Jangan bicara seperti itu lagi kalau di dengar kakak ipar mu dia akan sedih ." Ucap Medina tak suka dengan perkataan anak nya itu .
__ADS_1
" Ya maaf kan Luna gak sabar pengen punya keponakan ma ..." Ucap Luna merasa bersalah .
" Mama juga sudah ingin Luna tapi bagaimana mau punya anak kalau kakak ipar mu itu masih mama yang bantu dia mandi dan ganti pakaian , mama yakin kakak mu itu belum pernah tidur dengan Alma . " Ucap medina menebak nebak apa yang selama ini ia pikir kan .
" Maksud mama mereka belum pernah berhubungan suami istri ?" Tanya Luna pada ibunya itu .
" Ya ... Mama sebenarnya ingin Alvan membantu istrinya sendiri agar mereka lebih dekat lagi dan mama bisa segera mendapatkan cucu tapi mama gak enak ngomong nya Sama kakak mu itu Luna , nanti mama di sangka nya gak mau bantuin Alma lagi . Padahal niat mama kan bukan seperti itu . " Curhat Medina pada anak gadis nya itu .
" Kalau begitu kenapa gak mama pergi selama beberapa hari dari rumah dengan begitu kak Alvan gak punya pilihan lain untuk gak bantu mbak Alma . " Ucap Luna membuat Medina menghentikan aktivitas nya.
" Tapi bagaimana jika dia meminta bantuan pembantu Luna ?. " Tanya Medina pada anaknya itu .
" Suruh pembantu untuk libur ma ,ya tiga hari cukup lah . "Ucap Luna membuat Medina berpikir sejenak .
" Kalau dia minta bantuan kamu gimana , terus siapa yang masak kalau mama gak ada ?" Tanya Medina pada anak nya itu .
" Tenang saja ma ...aku yang bakal masak lagi pula aku gak melulu ada di rumah kan aku kuliah jadi mama tenang saja pasti rencana kita berhasil . " Ucap Luna tersenyum , Medina pun ikut tersenyum ia senang jika memang rencana nya dan Luna berhasil meski ia tak yakin itu terjadi .
...
..
" Bisa ma ... Lagi pula ada pembantu ini kalau Alvan kerja nanti . " Ucap Alvan santai .
" Pembantu juga pada minta libur Van , anak bi Yanti sakit dan Nora ... Orang tua nya di kampung minta ia untuk pulang dulu katanya ada urusan penting . " Ucap Medina pura pura merasa bersalah pada anaknya itu padahal sedari tadi ia ingin tertawa melihat ekspresi anak nya yang sedikit keberatan .
" Terus nanti yang bantu Alma siapa ma ...kan aku kerja . " Protes Alvan pada ibunya itu .
" Kamu tenang saja papa kamu bakal gantikan kamu sementara , iya kan mas . " Ucap Medina mengedipkan sebelah matanya pada suaminya itu .
" Apa ...kenapa aku .." ucap dewa tak mengerti , Alvan merasa aneh kata dewa seperti kebingungan. Melihat itu Medina langsung mencubit pinggang suaminya pelan .
" Bilang iya ..mas ..." Ucap Medina berbisik. Dewa yang sudah kesakitan pun hanya bisa menuruti kemauan istrinya .
" Iya ...Van kamu tenang saja ..papa akan gantikan kamu untuk sementara . " Ucap dewa meringis kesakitan .
" Ck ... Ya sudah kalau gitu , mama mau berangkat kapan ?" Tanya Alvan .
__ADS_1
Sebenarnya lelaki itu sedikit keberatan dengan keputusan Medina . Bukannya ia tak mau mengurus Alma ia hanya takut tak bisa menahan hasrat nya pada wanita itu, ia takut Alma marah dan tak nyaman kalau Alvan membantunya .
Alma datang dari dapur , wanita itu tak mengetahui apa yang di bicarakan Alvan dan Medina sejak tadi . Diletakkan nya piring yang berisi ikan goreng ke meja makan dan Alma mendorong kursi rodanya ke samping Alvan .
" Nanti siang mama berangkat Van . " Ucap Medina tersenyum .
" Buru buru sekali . " Ucap Alvan yang curiga pada ibunya itu .
" Iya karena nenek mu sudah rindu sama mama katanya . " Ucap Medina mencari alasan .
" Mama mau pergi ke rumah nenek ?" Tanya Alma pada mertuanya itu .
" Iya sayang , kamu baik baik di rumah sama Alvan ya nak . " Ucap Medina tersenyum lembut .
" Iya ma ..." Jawab Alma menurut .
Alvan tersenyum dan memberikan piring berisi nasi dan lauk pauknya pada istrinya itu .
" Makan lah sayang , kamu pasti sudah lapar . " Ucap Alvan tersenyum .
" Mas ini, kenapa mengambilkan Alma makanan kan seharusnya Alma yang melayani mas bukannya mas yang melayani Alma . " Ucap Alma tak suka .
" Tak apa kamu sudah capek bantu mama masak di dapur , jadi biarkan mas yang melayani kamu ya tuan putri . " Ucap Alvan membuat Alma tak bisa menolak nya .
Wanita itu hanya tersenyum , Alvan yang melihat senyum manis istrinya itu pun ikut tersenyum lelaki itu mengusap rambut Alma sayang . Medina dan Luna saling melirik melihat interaksi Alvan dan Alma membuat kedua wanita itu yakin bahwa rencana mereka berdua akan berhasil tanpa halangan apa pun.
...
..
...
kira kira rencana mereka berhasil gak ya ... penasaran kan .. sama aku juga penasaran .
jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.
__ADS_1