
Alma menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat , wanita fikir toko bunga milik sahabatnya adalah toko bunga kecil tapi ternyata toko itu sangat besar bahkan di halaman belakang toko itu ada sebuah kebun yang di tanami banyak Bungan itu yang semakin membuat Alma takjub .
" Berhentilah membuka mulut mu , kalau tidak nanti lalat akan masuk . " Ucap Roni yang membuat Alma meringis ,
" Aku hanya tak menyangka kamu mempunyai toko bunga yang sebesar ini padahal kamu kan laki laki . " Ucap Alma tersenyum .
" Sebenarnya ini bukan toko ku , ini toko milik ibu ku aku hanya menjalankan nya untuk sementara . " Jujur lelaki itu .
" Memang nya ibu mu kenapa kok kamu yang menjalankan nya sementara waktu ?" Tanya Alma tak paham .
" Ibu ku sudah tua , dia sudah tak mau lagi mengurusi hal hal seperti ini , nanti nya toko ini akan aku berikan pada istriku." Ucap Roni menatap Alma serius
" Kamu sudah menikah , kenapa tak udang aku . " Ucap Alma tak mengerti dengan maksud perkataan Roni .
" Astaga , maksudku itu istri ku kelak ma , ya kali aku sudah nikah orang calon nya aja belum setuju untuk aku nikahi . " Ucap Roni masih menatap Alma serius .
" Memang nya siapa calon mu ?" Tanya Alma penasaran , wanita itu ingin tau siapa yang telah menaklukan hati sahabatnya itu .
" Kamu lah siapa lagi . " Ucap Roni serius .
" Ck ...pagi pagi sudah bercanda aja , udah aku mulai kerja di mana nih ?" Tanya Alma mengalihkan perbincangan mereka.
" Sabar dulu Napa , Aku kenalin dulu sama yang lain biar nanti kalian bisa akrab . " Ucap Roni yang hanya bisa di setujui oleh Alma .
"Teman teman sini ada yang saya mau umumkan kepada kalian . " Teriak Roni pada beberapa pegawai nya .
Semua pegawai toko bunga itu pun berbondong bondong menghampiri Roni .
" Perkenalkan ini Alma dia yang akan menjadi kasir di toko mulai saat ini . " Ucap Roni yang mendapatkan bisikan bisikan dari beberapa pegawai nya . Semua nampak keberatan karena posisi kasir sudah ada yang memiliki terlebih dahulu .
__ADS_1
" Tapi itu kan posisi saya pak . " Ucap Iren memprotes atas apa yang Roni putuskan .
" Mulai detik ini posisi itu milik Alma , kamu tidak bisa lagi menempati posisi itu karena selama kamu disana bukan keuntungan yang saya dapat justru malah sebalik nya , Jangan pikir saya tak tau kamu sering memotong uang dari sana untuk diri kamu pribadi .saya bisa saja langsung memecat kamu tapi saya tak sekejam itu ya Iren tapi kalau kamu tidak terima dengan keputusan saya maka silakan keluar dari toko ini saya tak akan menghalangi nya . " Ucap Roni terus terang .
Semua diam tak ada yang membantah . Sementara Iren wanita itu menatap Alma sinis ia begitu tak menyukai Alma karena merasa wanita itu telah merebut posisinya .
" Baiklah karena pengumuman nya sudah selesai maka silakan lanjutkan pekerjaan kalian . " Ucap Roni membubarkan kerumunan itu .
" Dan kamu Alma cantik silakan bekerja , meja kamu di sana " tunjuk Roni pada sebuah meja kayu di samping pintu masuk tokonya .
" Makasih ya Ron udah beri Aku pekerjaan . " Ucap Alma tersenyum .
" Sama sama , aku senang bisa membantu mu , ya sudah aku masih ada urusan aku pergi dulu ya kalau ada apa apa kabari aku saja oh iya daftar harga bunga nya juga ada di meja. " Teriak Roni sebelum pergi keluar dari toko itu .Alma hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu .
Alma pun mendorong kursi roda nya menuju meja yang di maksud Roni , dahi wanita itu tampak berkerut ketika melihat sebuah jaket di atas meja itu .
" Milik siapa ini ?" Tanya nya pada diri sendiri ,wanita itu mengambil jaket tersebut dan ingin mencari pemiliknya namun tangan nya tiba tiba di sentak oleh sebuah tangan .
" Maaf mbk aku hanya ingin mengembalikan nya . " Ucap Alma mengutarakan maksud nya
.
" Saya tak peduli dengan apa yang kamu mau lakukan tapi saya paling tak suka jika ada orang yang menyentuh atau mengambil apa pun dari saya , baik itu barang atau hal lain nya paham kamu . " Ucap Iren menatap alma sinis kemudian wanita itu pergi meninggalkan Alma sendiri .
Alma mengusap dadanya sabar , sebenarnya ia bisa saja marah dan membalas semua perkataan Iren namun ia tak mau membuat keributan di hari pertamanya bekerja.Ia juga tak mau mempermalukan Roni di depan para pegawai lain nya .
" Orang lumpuh itu benar benar mengesalkan . " Ucap Iren ketika ia baru saja sampai di kebun Bunga.
" Mengesalkan bagaimana sih ren aku lihat dia baik baik saja , murah senyum dan sopan . "Ucap Jasmin membela Alma .
__ADS_1
" Kamu ini buta apa gimana , dia itu wanita jahat yang punya banyak siasat baru masuk sini sudah merebut posisi ku tidak minta maaf lagi sungguh mengesalkan . " Ucap iren emosi .
" Aku juga gak suka sama cewek itu , kelihatan nya dia dekat banget sama mas Roni . " Ucap Diana yang memang menaruh rasa pada Roni .
"Iya kan , hati hati lo di , posisi ku aja udah di rebut jangan sampai mas Roni ikut di rebut juga sama cewek lumpuh itu . " Ucap Iren mengompori .
" Ih aku gak mau dan gak ikhlas kalau seandainya dia jadian sama mas Roni masak aku kalah sama cewek lumpuh itu sih . " Ucap Diana tak suka .
" Kalau gitu kita buat dia gak betah dan pergi dari toko ini . " Ucap Iren sudah merencanakan hal hal jahat untuk menjatuhkan Alma .
" Bagaimana caranya ?" Tanya Diana penasaran .
" Tenang saja aku punya banyak cara untuk mendepak wanita sialan itu . " Senyum Iren mengembang . Sementara Jasmin wanita itu hanya diam ia tak mau ikut campur dalam permasalahan itu yang mungkin nanti nya mempengaruhi pekerjaan nya .
....
...
..
" Bagaimana kamu sudah menemukan wanita itu ?" Tanya seseorang pria pada bawahan nya .
" Maaf bos saya sudah mencari kesana dan kesini tapi belum menemukan nya juga .
"Saya menggaji mu mahal mahal bukan untuk mendengar hasil seperti itu , tetap cari saya tak mau tau kamu harus menemukan dia. " Bentak pria itu kasar .
" Baik bos ." Ucap lelaki itu pergi meninggalkan tuanya itu .
" Loe yakin bakal nemuin dia , ini sudah 1 tahun lebih dan loe belum menemukan petunjuk apa pun . Kalau gue boleh saran sebaiknya loe jangan cari orang itu lagi ." Ucap sahabat pria itu . Pria itu hanya diam tak menjawab sama sekali ,lelaki itu hanya diam dan menyeruput kopi nya dengan tenang .
__ADS_1
" Dasar keras kepala , " ucap teman nya itu tak suka ia masih berharap temannya itu mau berubah fikiran tapi ia tau teman nya itu tak akan mudah menyerah begitu saja .