
Alvan berbaring di kasur miliknya ia masih kesal dan marah kepada Alma ,pintu kamar yang tadinya tertutup pun terbuka memperlihatkan seorang wanita hamil yang berjalan memasuki kamar itu setelah menutup pintu itu perlahan ia naik keatas kasur empuk miliknya di lihatnya sang suami yang berbaring memunggungi nya , alma menghela nafas nya lelah ia tau suaminya itu sedang marah padanya .
" Aku tau kamu marah sama aku mas tapi aku mohon jangan diamkan aku seperti ini . " Ucap Alma menatap punggung suaminya itu dengan berkaca kaca ..
" Lalu kamu mau aku bagaimana, kamu mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu padaku . Kamu menganggap aku apa ...aku ini suamimu seharusnya kamu bertanya dulu padaku sebelum membuat keputusan seperti itu . " Bentak Alvan menatap mata istrinya tajam ia sungguh tak tahan menahan amarah nya lagi .
" Aku melakukan nya karena aku tau mas pasti setuju memberikan uang itu pada mereka mas . " Ucap alma menatap suaminya itu dengan mata berkaca kaca . Ia marah dan kecewa melihat Alvan membentak nya seperti itu walaupun sebenarnya ia yang salah namun ia lakukan itu demi kebaikan keluarga suaminya tapi sepertinya Alvan tak paham itu .
" Lalu kenapa jika aku memberikan nya uang , itu uang ku aku yang berkerja keras selama ini jadi terserah aku mau memberikan nya kepada siapa . Seperti nya kamu senang ya melihat adik ku masuk penjara apa kamu memang berharap seperti itu untuk membalas dendam suami mu yang telah tiada itu .." kesal Alvan tanpa bisa berpikir dulu sebelum mengatakan semuanya .
Alma menggelengkan kepalanya perlahan ia tak menyangka Alvan akan berkata seperti itu ,. perkataan suaminya itu sungguh melukai hatinya .
" Aku tau ...aku paham ...kamu yang mencari uang itu uang mu bukan uang ku kamu berhak menggunakan nya sesuka hatimu aku tak akan melarang nya . Jika aku ingin membalas dendam aku tak mungkin mau menemui luna dari awal mas ..aku tak menyangka kamu bisa berfikir seperti itu tentang ku ..selama ini apa aku merepotkan mu ...apa aku pernah mengungkit masa laluku bersama mantan suamiku di depan mu tidak kan mas ... Sudahlah aku malas berdebat dengan mu lebih baik aku menemui Luna dari pada bicara dengan mu yang membuat aku pusing kepala saja ." Ucap Alma mengusap air matanya kasar , wanita itu pergi menuju kamar adik iparnya .Alma ingin menenangkan diri di sana sementara Alvan lelaki itu menatap punggung Alma yang semakin menjauh ia mengusap kepala kasar karena frustasi .
......
..
..
" Luna, ini mbak tolong buka pintunya . " Ucap alma mengetuk pintu kamar adik iparnya itu , tak berapa lama pintu kayu itu mulai terbuka . Luna berusaha menyuguhkan senyum nya dan mengusap air matanya kasar .
" Boleh mbak masuk ?" Tanya Alma takut jika kedatangan nya mengganggu gadis cantik itu .
Luna mengangguk dan menyingkir ia memberikan ruang untuk kakak iparnya itu masuk kedalam kamar nya , Alma duduk di tepi ranjang milik Luna ditatapnya Luna yang saat ini ikut duduk di samping nya .
__ADS_1
" Kamu sudah memberitahu Rayhan dan keluarga nya tentang masalah ini luna ?" Tanya Alma pelan .
" Belum mbak...mungkin besok . " Ucap Luna tersenyum kecut .
" Kamu tau ... keluarga rayhan itu selalu memandang kehormatan dan masa depan anak mereka , dulu mbak di tolak karena mbak lumpuh mereka takut mbak mempermalukan keluarga mereka dan mereka juga takut mbak akan membuat Rayhan menderita karena harus mengurusi mbak yang lumpuh ini . Kalau kamu mau mengatakan pada keluarga Rayhan sebaiknya kamu rundingkan dengan rayhan terlebih dahulu lun . Karena mbak tak yakin kamu mampu menghadapi keluarga Rayhan sendiri an bukanya mbak meremehkan mu mbak hanya tak ingin kamu sakit hati sama seperti mbak dulu . " Ucap Alma memberikan solusi pada adik iparnya itu .
" Aku akan mengatakan nya langsung mbak justru aku ingin melihat sikap mereka kepada ku apa mereka mau menerima ku apa adanya atau tidak." Ucap Luna tersenyum kecut .
" Apa kamu yakin., Bagaimana jika mereka tak mau menerima mu apa yang akan kamu lakukan Luna ?" Tanya Alma penasaran..
" Terpaksa aku akan meninggalkan kak Rayhan aku juga tak ingin dia memiliki istri seorang nara pidana seperti ku . " Ucap Luna mulai berkaca kaca gadis cantik itu berusaha menahan air matanya yang ingin keluar .
ia tak ingin berpisah dengan rayhan ia sangat mencintai lelaki itu tapi ia tak tau harus bagaimana keadaan memaksa nya untuk meninggalkan lelaki yang saat ini berstatus sebagai calon suaminya itu .
" Menangis lah Luna itu akan membuat mu lega ..." Ucap Alma memeluk Luna dan mengusap usap punggung gadis itu perlahan ia tau jika Luna tak akan rela berpisah dengan kekasih nya itu , Alma tau Luna sangat mencintai rayhan terlihat dari sorot mata Luna .
" Jangan mbak ...mbak Alma lagi hamil Luna tak ingin mbak memikirkan masalah Luna dan berakibat fatal ke janin yang mbak kandung . " Ucap Luna melepaskan pelukannya dan menatap mata alma memohon .
" Masalah seperti ini tak akan membuat janin mbak terluka Luna justru jika mbak tak menyelesaikan masalah ini mbak akan terus kepikiran. Jadi kamu tenang saja ya mbak akan membantu mu sebisa mbak . " Ucap alma tersenyum pada adik iparnya itu .
" Terimakasih mbak ...mbak memang kakak ipar yang baik , aku mencintaimu mbak . " Ucap Luna memeluk tubuh alma erat .
" Lalu bagaimana dengan mama dan papa Luna kamu sudah memberitahu mereka , kita tak mungkin menyembunyikan masalah sebesar ini pada mereka kita harus menceritakan semuanya Luna ." Ucap Alma membuat Luna melepaskan pelukannya , gadis cantik itu menunduk sedih .
" Aku tak ingin melihat mereka sedih mbak. Aku tak sanggup mengatakan nya sendiri." Ucap Luna pada Alma , Alma tersenyum dan mengusap rambut adik iparnya itu sayang .
__ADS_1
" Biar mbak saja yang bicara sama mereka ." Ucap alma memberikan solusi atas kekhawatiran adik iparnya itu .
" Terimakasih mbak Alma memang kakak ipar yang terbaik ." Ucap Luna membuat Alma tersenyum senang .
" Tapi ...kenapa mata mbak sembab , mbak Alma sedang bertengkar dengan kak Alvan ya ?" Tanya Luna pada dirinya , Alma berusaha tersenyum meski pun ia masih sakit hati mengingat kata kata Alvan yang kejam dan menyakiti hatinya .
" Kakak mu hanya emosi sesaat Luna , nanti juga kami baikan lagi . " Ucap Alma seraya menunduk kan kepalanya ia tak ingin Luna melihatnya dalam keadaan sedih seperti ini .
" Pasti gara gara masalah Luna ya mbak , maaf ya mbak ...gara gara Luna mbak terus menderita . " Ucap Luna ikut sedih mengingat semua yang terjadi pada Alma dialah penyebab nya .
" Itu bukan salah mu ... sudahlah ini sudah malam kamu tidur lah mbak mau ke kamar dulu , jangan pikirkan lagi masalah mu itu mbak akan berusaha mencari solusi nya . " Ucap Alma pada adik iparnya itu .
" Iya mbak .." jawab Luna sambil berbaring di atas kasur nya , Alma tersenyum melihat Luna sejenak lupa dengan masalahnya , wanita hamil itu berjalan keluar dari kamar Luna ia berjalan menuruni tangga menuju kamar miliknya .
Saat membuka pintu kamar ia terkejut melihat Alvan yang belum tidur dan tengah terduduk di kasur menatapnya , Alma tak memperdulikan tatapan itu ia lebih memilih berbaring di samping lelaki itu dan mrmunggungi nya .ia masih sakit hati dengan perkataan Alvan tadi .
" Alma Mari kita bicara sayang . " Ucap Alvan menegang lengan Alma yang langsung ditepis oleh wanita itu .
" Ini sudah malam mas tidurlah ,alma ngantuk mau tidur ." Ucap Alma menarik selimut menutupi wajahnya . Alvan menghela nafasnya lelah ia ikut berbaring di samping istrinya itu mereka tidur bersama dengan saling memunggungi .
...
...
...
__ADS_1
sudah aku kasih bonus ... episode ya ...jangan lupa like komen vaf dan hadiah agar author semangat up nya ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR