Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
Episode 24


__ADS_3

Chiko tak berani mengucapkan satu patah katapun saat Alvan datang ke kantor dengan muka yang tak enak di lihat , Lelaki itu nampak marah namun Chiko tak tahu sahabatnya itu marah karena Apa .


" Sialan . " Ucap Alvan yang terus saja kepikiran dengan Alma dan lelaki yang bersamanya tadi.


" Apa perlu kita tunda saja meeting nya ?" Tanya Chiko memberi usul karena ia melihat emosi Alvan sangat tak baik untuk melakukan meeting .


" Loe mau buat gue rugi " ucap Avan dingin lelaki itu berjalan memasuki ruangan meeting , di sana sudah ada banyak orang .


" Mari mulai . " Ucap Alvan seraya duduk di kursi yang telah di sediakan. Yang lain pun mulai berbicara membahas tentang masalah kerja sama .


...


Sementara itu Alma tak percaya jika akan bertemu dengan reyhan di rumah sakit itu lagi . Lelaki itu masih sama tak ada yang berubah dari dirinya, ia tetap ramah seperti dulu .


" Jadi siapa tadi yang mengantar kamu ?" Tanya Rayhan seraya memberikan sebuah kopi pada Alma .


" Suamiku . " Ucap Alma tersenyum .


" Kamu sudah menikah , kenapa tidak undang undang .?" Tanya Rayhan tak percaya .


" Maaf semuanya begitu mendadak . " Ucap Alma tersenyum .


" Kamu dipaksa nikah atau gimana kenapa mendadak ?" Tanya Rayhan begitu penasaran dengan cerita Alma .


" Bukan tapi itu kemauan ibu sebelum dia meninggal . " Lirih Alma sedih .


" Ibumu meninggal ." Ucap Rayhan terkejut ia tak menyangka ibu Alma telah tiada .


" Iya , dia sakit kanker paru stadium akhir. " Ucap Alma tersenyum kecut , Rayhan terdiam ia merasa kasian dengan Alma cobaan selalu datang bertubi tubi pada wanita itu .


" Aku turut berduka cita ya ..." Ucap Rayhan memandang Alma iba .


" Iya dok makasih , dokter sendiri bagaimana ?" Tanya Alma yang membuat Rayhan mengerutkan dahinya bingung .


lelaki itu tak mengerti dengan pertanyaan Alma ,Alma yang melihat kebingungan di wajah Rayhan pun tersenyum ia tau lelaki itu tak paham .


" Maksud saya bagaimana dengan hubungan dokter dan mama nya setelah kejadian kita kemarin ?" Tanya Alma menatap Rayhan sekilas .

__ADS_1


" Awalnya aku marah , namun bagaimana pun mama ku adalah orang yang melahirkan ku. Aku tak bisa terus terusan mendiamkan dan mengacuhkan dia . Lagi pula ridho seorang ibu akan melancarkan jalan anak nya menuju kebahagian kan , tapi aku juga memperingatkan mama kalau seandainya aku jatuh cinta lagi aku ingin ia merestui entah gadis itu cacat miskin atau tak baik sekalipun . Jika tidak aku akan benar benar membenci nya . " Ucap Rayhan tersenyum kecut .


" Ia Alma tau tapi sebaik apapun pasangan kita nantinya tak akan pernah bisa mengalahkan orang tua kita ingat itu dokter Rayhan . " Ucap Alma mengingatkan Mantan kekasih nya itu


.


" Iya ... Kamu benar . " Ucap rayhan tersenyum


.


" Oh iya gimana tadi apa kata dokter tentang kaki kamu ?" Tanya Rayhan pada wanita di hadapannya itu .


" Masih sama mas , tak ada perubahan sama sekali terkadang aku lelah ... Aku tak mau merepotkan orang lain tapi kaki ini tak kunjung sembuh juga . " Ucap Alma sendu .


" Sabar Alma mungkin Allah belum mengizinkan kaki mu untuk sembuh . " Ucap Rayhan memberi kekuatan untuk wanita itu di tepuk nya pundak Alma pelan .


Tiba tiba saja tangan nya di sentak oleh seseorang , Alma terkejut saat itu terjadi dan ia semakin terkejut ketika melihat suaminya sudah berdiri di samping nya dan menatap Rayhan tajam .


" Singkirkan tangan mu dari istriku kalian bukan muhrim ." Ucap Alvan dengan nada yang dingin , sementara itu Rayhan tersenyum ia tak menyangka suami mantan kekasih nya begitu pencemburu .


" Mas Alvan ngapain di sini ?" Tanya Alma heran pasalnya Alvan bilang mungkin ia akan meeting seharian lalu apa yang ia lihat lelaki itu justru menyusul nya ke rumah sakit padahal baru 3 jam yang lalu suaminya itu pergi .


" Bukan gitu mas , tadi katanya mas meeting . " Ucap Alma menjelaskan .


" Ck ... Bilang saja kamu ingin berdua an dengan dokter muda ini lebih lama lagi kan ." Bentak Alvan pada Alma .


Alma begitu terkejut dengan bentakan itu selama ini Alvan memang bersikap dingin namun lelaki itu tak pernah membentak nya .


" Mas ini apa apa an mana ada Alma berfikir seperti itu . " Kesal Alma wanita itu menatap Rayhan malu dengan sikap suaminya itu .


" Maaf mas Alvan saya hanya mengobrol saja dengan Alma karena kita telah lama tidak bertemu .saya hanya menyapa teman lama jadi mas Alvan tak perlu marah seperti itu . Kalau begitu saya permisi dan tolong jangan buat keributan di sini , ini rumah sakit . " Ucap rayhan tersenyum.


Kemudian lelaki itu pergi meninggalkan Alma dan Alvan sendiri an , Alvan dan Alma tak berbicara sama sekali keduanya tengah diam , Alvan yang masih marah karena merasa tak suka jika Alma dekat dengan Lelaki lain dan Alma yang masih marah karena sikap Alvan yang begitu membuat ia malu dan sakit hati


.


" Ayo kita pulang . " Ucap Alvan pada akhirnya karena sejak tadi mereka hanya diam dan membuang muka , Alma tak menjawab wanita itu malas berbicara dengan Alvan ia takut mendapatkan bentakan lagi nantinya .

__ADS_1


Alvan yang melihat itu pun menjadi kesal tanpa banyak bicara lelaki itu langsung mendorong kursi roda Alma menuju parkiran mobil .Alvan membantu Alma naik ke dalam mobil nya namun wanita itu hanya diam ia bersikap seolah olah Alvan tak melakukan apa pun .


Dasarnya Alvan yang gengsi nya terlalu tinggi ia pun tak ingin meminta maaf dan mengakui kesalahannya ia juga masuk ke dalam mobil nya sepanjang perjalanan mereka hanya diam .


Tak ada yang memulai perbincangan kembali ,


Kini mereka telah sampai di rumah Alvan pun menurunkan Alma perlahan dan mendudukkan wanita itu ke dalam kursi roda milik nya .


Setelah itu ia mematikan mesin mobilnya dan menutup pintu mobilnya , dilihatnya Alma yang sudah tak ada di sana ia rasa wanita itu sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu .


" Bagaimana tadi tetapi nya nak ?" Tanya Medina pada menantu nya itu .


" Masih sama ma masih tak ada perubahan . " Ucap Alma sedih .


" Tak apa nak mama yakin sebentar lagi kamu akan bisa berjalan . " Ucap Medina tersenyum.


" Alvan tadi Chiko nyari in kamu . " Ucap Medina ketika melihat anak nya datang dari pintu depan rumah nya .


" peduli amat . " Ucap Alvan berlalu pergi , melihat itu Alma merasa muak ia tak menyangka suaminya itu begitu pemarah .


" Kenapa lagi anak itu sebentar bentar tertawa sebentar bentar marah marah gak jelas . Kamu tau dia kenapa Alma ?" Tanya Medina pada mantunya itu .


" Tak tau . " Ucap Alma memandang kepergian Alvan kesal , Medina yang melihat itu pun tau bahwa mereka tengah dalam keadaan yang tidak baik baik saja mereka tengah berantem .


" Alma kalau Alvan berbuat salah maafkan ya nak , dari kecil dia itu sudah di didik keras sama ayah nya karena dia satu satunya anak lelaki kami . Dia tak pernah di ajarkan untuk bersikap lembut karena dia harus meneruskan bisnis keluarga , jadi maklumi saja dia ya nak kalau dia sering bersikap dingin dan bahkan kasar . " Ucap Medina tak ingin menantunya itu membenci anak nya .


" Tak apa ma ...Alma paham . " Ucap Alma tak ingin mengecewakan mertuanya karena selama ini mertuanya telah bersikap baik padanya bahkan sering membantu Alma saat wanita itu dalam kesusahan .


....


...


.


sampai sini masih belum ada yang komentar apakah cerita ini kurang menarik ....


tolong kasih saran jika penulisan nya kurang tepat atau benar ...

__ADS_1


terimakasih ...


__ADS_2