
Alvan bangun dari tidurnya ketika mendengar sura gaduh di samping nya , dilihatnya Luna yang membanting apapun di kamar itu , Alvan memang tidur di kamar Luna kemarin malam karena ia ketiduran di kamar itu karena lelah menangis .
Luna berjalan mengambil pecahan beling dan menyayat tangan nya sendiri dengan pecahan itu . Alvan yang melihatnya berusaha menghalangi Luna namun Luna marah dan berteriak padanya .
Medina yang baru memasuki kamar itu pun begitu terkejut ,Ia tak menyangka Luna akan melukai dirinya sendiri .
" Alvan ayo kita hentikan dia . " Ucap dewa menangkap tubuh Luna begitu pula Alvan , Luna memberontak Medina yang melihat itu pun hanya bisa menangis .
Cukup lama gadis itu berontak dan akhirnya ia pun mulai kecapean .. tubuh nya melemah dan pingsan . Alvan meneteskan air matanya perlahan ia sangat tak menyangka adiknya akan semakin parah saja ,Dewa segera membaringkan tubuh Luna di kasur milik anaknya itu .
Alvan sudah tak tahan lagi melihat nya ... Ia membuka pintu kamar adiknya kasar dan pergi dari sana ..lelaki itu menuju kamarnya sendiri di lihatnya Alma yang sudah duduk di kursi roda nya , wanita itu tengah menyisir rambutnya per lahan.
Alvan tiba tiba saja menarik kursi roda Alma dan bersujud di kaki istrinya itu , terkejut tentu saja Alma terkejut dengan apa yang Alvan lakukan .
" Mas bangun mas ... Jangan seperti ini ..." Ucap Alma meneteskan air matanya .
Ia sedih melihat Alvan seperti itu , niatnya untuk memarahi Alvan pun ia urungkan ia tak lagi marah pada suaminya itu yang ada iya bingung dan kasihan .
Alvan menangis di kaki Alma ... Di peluk nya kaki istrinya itu erat ,Rok yang Alma pakai pun telah basah dengan air mata Alvan . Di usap nya punggung suaminya itu perlahan berusaha menguatkan hati suaminya itu
.
" Ada apa mas kenapa mas jadi seperti ini ...?" Lirih Alma sendu ... Alvan menatap Alma dengan berlinang air mata ia tak perduli jika harus memohon pada istrinya itu yang terpenting ia bisa membawa Alma pada adiknya .
aa
" Maafkan aku sayang ... Tapi aku mohon dengan kamu temui adik ku dan maafkan dia , setelah itu kamu bisa lakukan apapun yang kamu mau. Kamu boleh membenci ku dan tak menganggap ku sebagai suami mu juga kamu boleh melakukannya . Tapi satu permintaan ku ..temui adik ku Alma , aku mohon ,Temui dia walaupun hanya sebentar saja . " Ucap Alvan tak memperdulikan lagi Alma mau menganggap ia lelaki cengeng atau apapun ,ia sudah tak memikirkan gengsi atau apalah itu. .
" Mas bangun dulu jangan seperti ini kalau mas mau aku menemui Luna . " Ucap Alma mengusap air mata di pipi suaminya itu .
" Beneran kamu mau menemui Luna ?" Tanya lelaki itu menghentikan tangis nya ia menatap Alam penuh harap .
" Iya ... Tapi mas jangan gitu lagi , Alma gak tega lihat mas seperti itu . " Ucap wanita itu tersenyum .
__ADS_1
Alvan bangkit dari duduk nya lelaki itu masih menatap Alma tak percaya bahwa wanita itu mau menemui Adiknya .
" Ayo mas tunggu apa lagi , ayo kita temui Luna ." Ucap Alma meyakinkan suaminya itu bahwa ia sungguh sungguh .
" Terimakasih ... Terimakasih Alma ." Ucap Alvan tersenyum senang , Lelaki itu langsung mendorong kursi roda Alma menuju kamar Luna .
" Berhenti dulu mas " ucap Alma tiba tiba , Alvan berhenti lelaki itu mengerutkan dahinya bingung .
" Kenapa ?" Tanya Alvan takut takut jika Istrinya berubah pikiran .
" Mas ini , mana bisa Alma naik tangga pakai kursi roda ini . " Ucap Alma tersenyum ia yakin suaminya melupakan hal itu .
" Maaf sayang mas lupa . " Ucap Alvan langsung mengangkat Alma dengan kedua tangan nya .
Alma tersenyum ia mengalungkan tangannya di leher suaminya itu .Alma baru menyadari , semarah apapun dia ia tak bisa melihat Alvan sedih bahkan menangis .
Ini kali pertamanya melihat Alvan sefrustasi itu dan ia tak ingin melihat itu terjadi lagi . Cukup sekali itu saja , ia tak tega jika harus melihatnya untuk yang kedua kalinya.
Alvan terus menggendong Alma menaiki anak tangga satu persatu hingga ia pun tiba di sebuah kamar yang masih tertutup rapat .
Alma memegang handel pintu dan membukanya perlahan . Dilihatnya Medina yang masih setia di samping anak gadisnya itu dan dewa lelaki itu tengah menatap anaknya sendu ..
Alvan menurunkan Alma di kasur milik adiknya itu ,sedangkan Alma wanita itu tengah menatap iba pada gadis yang tak sadarkan diri di samping nya itu , gadis itu masih Muda , lebih muda dari pada dirinya .
Namun malang nya gadis itu depresi sekarang dan itu yang membuat Alma prihatin .
Mata gadis itu terbeka perhanan lahan dan reaksi yang ditunjukkan gadis itu sungguh mengejutkan Alma gadis itu menekuk lututnya sendiri pandangan nya begitu ketakutan .
" Luna , lihat kakak bawa kakak ipar mu Alma ...dia wanita yang sama dengan wanita yang telah kamu tabrak mobil nya ." Ucap Alvan duduk di samping Alma .
Luna menatap Alma perlahan , gadis itu menitihkan air matanya saat mengenali wajah Alma . Dulu Luna melihat wajah Alma berlumuran darah namun setelah melihat nya baik baik saja dan tak ada darah di wajah wanita itu .Luna pun lega , ia lega Alma masih hidup dan berada di hadapannya .
" Hay luna ...." Belum sempat Alma melanjutkan omongan nya , gadis di hadapannya sudah lebih dulu memeluknya erat dan menangis .
__ADS_1
" Maafkan Aku ... Tolong maafkan aku ...mbak, aku benar benar tak sengaja. Maaf sudah membuatmu kehilangan segalanya .. maaf...." Ucap Luna merasa bersalah .
Ia menangis menumpahkan segala rasa bersalah nya selama ini yang ia tahan selama kurang lebih 1 tahun lebih pada Alma .
Alma terdiam , ia tak tau Luna sangat menyesal dan merasa bersalah sampai gadis itu depresi . Dengan ragu Alma membalas pelukan itu diusap nya punggung Luna pelan .
" Yang lalu biarlah berlalu Luna ... Mbk sudah memaafkan kamu , mbk tau itu bukan kesalahan kamu sepenuh nya . Lagi pula itu adalah takdir yang tak bisa mbk hindari ,Mbak hanya mampu menerima nya begitupun dengan kamu . Kamu harus melupakan kejadian itu , kamu tak bersalah meski kamu yang mengendarai mobil itu tapi mobil itu sendiri yang mengalami kerusakan hingga membuat mu tak bisa mengendalikan nya ,jadi ..itu bukan salah mu sepenuh nya . " Ucap Alma menasehati adik iparnya itu .
" Tapi aku yang telah membuat mu kehilangan anak mu mbak apa kamu tak membenci ku kenapa kamu semudah itu memaafkan ku .?" Tanya Luna menatap Alma dengan berlinang air mata .
" Itu takdir, mbak gak bisa menyalahkan siapapun lagi pula apa dengan membenci kamu maka semuanya akan kembali , anak mbak bisa hidup lagi . Tidak kan ... jujur mbak juga terpukul dengan kejadian itu sama seperti kamu ...tapi hidup tak melulu berada di tempat yang sama ada kalanya kita naik dan turun ada kala nya kita bahagia dan ada kalanya pula kita sedih . Kita harus menatap kedepan dan jadikan masa lalu sebagai pelajaran , jadi kamu harus melupakan itu dan memaafkan dirimu sendiri . Jangan merasa bersalah lagi dan memendamnya sendiri , kamu punya mama , punya Kakak , punya papa dan punya mbak untuk bercerita . " Ucap Alma mampu membuat Luna terdiam .
Ia kagum pada kakak iparnya itu ,Ia merasa apa yang dikatakan kakak iparnya itu benar .
Ia tak bisa terus memikirkan kejadian itu dan terpuruk ia punya masa depan yang harus di raih dan ia tak mau masa depannya terhambat hanya karena masa lalu .
" Terimakasih , terimakasih mbak sudah mau memaafkan Luna , Luna tak bisa membalas kebaikan mbak . " Ucap Luna tak tau harus berkata apa lagi pada wanita yang ada di hadapannya itu .
" Tak usah berterimakasih , mbak senang kamu sudah tidak terpuruk lagi . Kamu adik dari suami mbak yang artinya kamu adik ku juga . Sudah sewajarnya mbk memberi mu nasehat dan memaafkan mu . " Ucap Alma tersenyum .
Alvan yang mendengar kata kata Alma pun ikut bangga pada istrinya itu , di kecupnya kening Alma perlahan . Luna menutup matanya melihat kemesraan kakak dan kakak iparnya itu .
" Mas ini ... Malu di lihatin Luna sama mama ." Protes Alma yang menahan malu . Bukannya menjawab Alvan malah terkekeh . Alma yang melihat suaminya sudah tersenyum kembali pun ikut senang , ia harap bisa melihat senyum itu sampai ia tua nanti .
...
...
...
sampai sini dulu ya ... besok di lanjutkan lagi...
yang penasaran tunggu episode selanjutnya...
__ADS_1
jangan lupa like komen dan berikan hadiah ya...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR