
Medina menatap jam diding di hadapannya , ini sudah pukul 7 dan Alvan serta menantunya Alma belum keluar dari kamar mereka , sebenarnya Medina tak ingin mengganggu anak nya itu namun karena mereka belum sarapan Medina pun memutuskan untuk memanggil anak dan menantunya itu .
" Alma ...Alvan ..sarapan dulu nak .." teriak Medina di hadapan pintu kamar Alvan dan Alma .
" Iya ma ..." Ucap Alma keluar dari kamar nya bersama dengan Alvan .
" Sana sarapan dulu , mama sudah masak untuk kalian . " Ucap Medina tersenyum .
" Maaf ya ma tadi Alma bangunnya kesiangan dan gak bantuin mama masak . " Ucap Alma merasa bersalah pada mertuanya itu .
" Gak papa Alma mama ngerti kamu kecapekan akhir akhir ini karena toko ." Ucap Medina memaklumi menantunya itu .
" Terimakasih ma ." Ucap Alma tersenyum kemudian wanita itu berjalan ke meja makan di ikuti suaminya itu .
" Yang lain mana ma ?" Tanya Alvan pada ibunya karena rumah nampak sepi .
" Luna pergi pagi pagi katanya mau sarapan di rumah mama nya Rayhan kalau papa kamu , dia udah berangkat ke kantor tadi Van . Kamu bangun siang memang nya kamu gak ke kantor ?" Tanya Medina pada Alvan.
" Aku lagi senggang akhir akhir ini karena pekerjaan ku sudah aku selesaikan 2 Minggu kemarin ma . " Ucap Alvan menjawab pertanyaan mama nya itu .
" Sini mas biar aku ambilkan nasi dan lauk ." Ucap Alma meminta Alvan untuk menyerahkan piringnya . Alvan tersenyum dan menyerahkan piringnya itu pada istrinya .
Saat mengambilkan sayur untuk sang suami , Alma tiba tiba saja ingin muntah mencium bau sayur itu . Wanita itu langsung berlari ke wastafel dapur dan menumpahkan isi perutnya ke wastafel itu .
Alvan langsung menyusul Alma dan mengusap usap punggung istrinya itu pelan , Medina yang melihat raksi menantunya itu pun merasa heran ia berpikir apakah masakan nya itu sudah basi atau bagaimana hingga membuat Alma muntah muntah seperti itu .
" Kamu gak papa sayang ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Mual mas . " Ucap Alma memeluk Alvan berusaha menghirup bau wangi di baju suaminya itu yang mampu membuatnya tak lagi merasakan mual .
" Kamu gak papa kan nak ?" Tanya Medina ikut khawatir pada menantunya itu .
" Gak papa ma ..cuma mual saja . " Ucap Alma menatap Medina seraya tersenyum . Alvan mengusap usap rambut Istrinya dan membiarkan istrinya itu memeluk nya erat .
" Sayur mama basi ya ma ...kok kamu.sampai muntah gitu biar mama buang ya . " Ucap Medina hendak membuang sayur yang membuat menantunya itu muntah .
" Eh ...jangan ma .sayur mama gak basi kok Alma hanya sedang mengandung bau masakan bikin Alma mual . " Ucap Alma tersenyum tipis .
" Kok kamu baru kasih tau mama sih . " Ucap Medina girang karena sebentar lagi ia akan memiliki cucu .
__ADS_1
" Kami saja baru tahu tadi pagi ma . " Ucap Alvan masih setia mengusap usap kepala istrinya itu .
" Ya sudah kalian priksa gih kedokter .Atau kalau gak hubungi Rayhan saja . " Ucap Medina mengusulkan pada anaknya itu .
" Gak ada ... Aku gak setuju kalau Rayhan jadi dokter nya Alma. " Ucap Alvan kesal , Alma menghela nafas nya lelah karena suaminya masih saja membenci Rayhan .
" Ya sudah kita cari yang lain saja mas. " Ucap Alma berusaha sabar pada sifat cemburuan suaminya itu .
" Cari yang perempuan saja ya .." ucap Alvan pada istrinya itu .
" Ok tapi kita tanya dr Rayhan ya siapa tau dia punya kenalan dokter kandungan cewek saolnya susah kalau cari sendiri mas karena kebanyakan dokter kandungan itu pasti cowok .
" Ucap Alma membuat Alvan cemberut .
" Benar yang di katakan istri mu Van lagian cuma bertanya saja apa salah nya ." Kesal Medina pada anaknya itu yang terlalu cemburuan .
" Ya sudah kamu saja yang telvon mas malas ngomong sama dia. " Ucap Alvan pada istrinya itu . Alma tersenyum di usap nya tangan Alvan lembut kemudian wanita itu menghubungi Rayhan .
...
..
Rayhan merasa hubungan nya dan Luna akan baik baik saja karena kedua orang tua mereka telah setuju , tinggal menunggu Luna siap untuk ia lamar saja .
Bunyi handphone mengalihkan perhatian Rayhan lelaki itu mengerutkan dahi ketika Alma meminta panggilan telepon pada dirinya karena sebelumnya wanita itu tak pernah menghubungi nya . Merasa penting Rayhan pun langsung menerima panggilan telvon itu .
" Ada apa mbak ?" Tanya Rayhan yang memanggil Alma dengan panggilan mbak sama seperti Luna memanggil wanita itu .
" Maaf mengganggu dokter rayhan , saya hanya ingin bertanya apakah dokter memiliki kenalan dokter kandungan perempuan ?" Tanya Alma pada Rayhan .
" Untuk siapa ?" Tanya Rayhan heran .
" Untuk saya siapa lagi memang nya gak mungkin untuk Luna kan dokter . " Ucap Alma bercanda .
" Kenapa tidak aku saja yang menjadi dokter mu mbak . " Tanya Rayhan heran .
" Kamu tau sendiri kakak mu itu seperti apa dia ingin aku memiliki dokter kandungan perempuan ." Ucap Alma kesal .
" Ada sih dia juga bagus namanya dokter Lauren kalau kamu mau aku bisa kasih wattshap nya sama kamu nanti biar kamu bisa hubungi langsung dan tanya tanya sama dia . " Ucap rayhan pada Alma.
__ADS_1
" Boleh , kirim nomernya ke aku ya dokter rayhan . " Pinta Alma pada kekasih adiknya itu .
" Ok nanti aku kirimkan . " Ucap Rayhan setelah itu mematikan handphone nya , ia mencari nomer Lauren di handphone nya dan mengirimnya pada Alma .
" Serius sekali Hany...sedang apa kamu ?" Tanya Luna duduk di samping kekasihnya itu .
" Ini lagi ngirim nomer temen aku ke mbak mu . " Jawab Rayhan menatap Luna tersenyum sekilas kepada gadis itu dan kembali sibuk dengan handphone nya .
"Kenapa mbak Alma minta nomer temen kamu ?" Tanya Luna heran .
" Mbak mu hamil dan minta nomer dokter kandungan perempuan ya sudah aku sarankan temenku saja dia bagus kok dokter nya . " Ucap Rayhan pada di samping nya itu .
" Mbak Alma Hami kenapa gak kasih tau aku ..." Ucap Luna cemberut , Rayhan menghentikan aktivitas nya dan mengusap kepala kekasihnya itu sayang .
" Mungkin dia baru tau Luna , buktinya dia baru minta nomer dokter kandungan sekarang . " Ucap Rayhan tak ingin melihat Luna kesal lagi .
" Em begitu . " Ucap Luna kembali tersenyum kembali dan itu membuat Rayhan tersenyum senang .
" Kamu masak apa tadi sama mama ?" Tanya Rayhan pada Luna .
" Masak nasi goreng aja kak lagian ini udah siang gak keburu masak yang lainnya soalnya perut aku dah laper . " Ucap Luna nyengir .
" Dasar .. ya sudah ayo kita sarapan , udah Mateng kan ?" Tanya Rayhan pada kekasih nya itu .
" Udah ...kamu tinggal makan saja sayang . " Ucap Luna mengedipkan sebelah matanya .
" Kamu menggoda ku ya ...?" Tanya Rayhan tersenyum .
" Tidak GR sekali dokter Rayhan ini ..." Ucap Luna berdiri dari duduknya dan berlari ke meja makan takut jika Rayhan mengejarnya .
Rayhan tersenyum melihat sifat Luna yang seperti anak kecil itu , Kemudian lelaki itu berjalan pelan menyusul kekasihnya itu ke meja makan untuk sarapan bersama .
...
..
segini dulu ya besok up lagi yang penasaran silakan tunggu besok ya ...
jangan lupa like , komen vaf dan hadiah ya ...
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.