Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 31


__ADS_3

Alma tersenyum ketika melihat hasil kue ditangan nya begitu sempurna , ia tak menyangka kemampuan nya tak hilang sama sekali padahal ia sudah lama tak membuat kue nya.


Ia sengaja membuat 2 kue agar orang lain bisa mencicipi nya , di potong nya kue itu lalu di berikan nya pada sang ibu mertua .


" Bagaimana ma ... Enak enggak ?" Tanya Alma menatap wajah mertuanya penuh harap .


"Enak banget nak , kamu belajar dari mana buat kue seenak ini . jualan mama pasti laris kalau kamu yang buat ma . " Ucap Medina begitu menikmati kue yang di berikan Alma , wanita itu tak pernah mencicipi kue seenak kue buatan mantunya itu .


" Buat aku mana ?" Tanya Alvan yang masih menunggu kue buatan istrinya itu .


" Ini untuk mas ." Ucap Alma memberikan sepotong kue pada suaminya itu .


" Terimakasih .. " ucap Alvan langsung melahap kue yang di berikan Alma .


" Ini enak , enak sekali . " Ucap Alvan jujur , ia tak menyangka kue buatan istrinya akan seenak itu .


" Mas suka ?" Tanya Alma pada Alvan .


" Suka , suka sekali . Kalau kamu mau buat toko dan jual kue kamu di sana mas akan biayayai semuanya , mas bakal dukung kamu . " Ucap Alvan membuat Alma tersenyum ia tau Alvan sangat baik padanya .


Ia selalu mendukung apapun bakat dari Alma oleh sebab itu Alma menjadi kagum dan entah sejak kapan Alma telah membuka hatinya untuk suaminya itu .


" Iya nak mama juga bakal bantu kamu kalau kamu berniat membuka toko lagi . " Ucap Medina mendukung menantunya itu .


" Alma ingin tapi Alma gak mau buka toko lagi ma , Alma hanya ingin mengurus diri Alma sendiri dan mengurus mas Alvan . Lagi pula semua kebutuhan Alma sudah di penuhi oleh mas Alvan . " Ucap Alma tak ingin ia terlalu sibuk dan tak memperhatikan keluarga nya.


Mendengar itu Alvan tersenyum di usapnya rambut Alma perlahan , ia sungguh jatuh cinta pada Alma , menurutnya Alma wanita yang mandiri dan dewasa itu yang membuat Alvan jatuh cinta pada wanita yang saat ini berstatus sebagai istrinya itu .


" Kalian ini bikin Mama ingat masa muda , oh iya hari ini kan Minggu ..Alvan kamu tak berniat mengajak Alma jalan kemana gitu , kasian dia dirumah terus semenjak datang ke rumah ini dia pasti jenuh. " Ucap Medina pada putranya .


" Baiklah Ayo kita pergi ... Tapi mas mandi dulu ya , kan mas belum mandi dari tadi . " Ucap Alvan pada istrinya itu .


" Kamu ini jorok sekali Van Van ini sudah siang dan kamu belum mandi , mama pikir kamu sudah mandi tadi . " Ucap Medina pada anaknya itu , Alvan tak menjawab lelaki itu lebih memilih pergi dari pada mendengar kan ocehan ibunya .


" Anak itu .. benar benar . " Ucap Medina menggeleng .


" Kamu juga siap siap sana ma ... Mama mau lanjutin hias kue nya dulu . " Ucap Medina tersenyum menatap menantunya sejenak .


" Iya ma ..." Ucap Alma berlalu pergi meninggalkan ibu mertua nya itu .

__ADS_1


....


..


..


" Ck ... Kenapa harus lupa lagi . " Ucap Alvan yang lupa membawa baju ke kamar mandi disaat ia telah selesai mandi .


Lelaki itu mengambil handuk yang tersampir di sana dan memakai nya , kemudian ia keluar dari kamar mandi dan melihat Alma yang tengah berdandan di depan cermin melihat itu timbul niat jahil Alvan ia mendekati istrinya itu dan berdiri di hadapannya dengan bertelanjang dada .


Alma begitu terkejut ini kali keduanya Alvan menggodanya seperti itu , ia pun langsung menutup matanya erat seakan tak mau melihat apa yang ada di depannya .


" Jangan menutup mata mas hanya ingin mengambil sisir saja . "Ucap Alvan tersenyum , namun Alma tak kunjung membuka matanya .


" Hahaha kamu ini lucu sekali... Sudahlah buka matamu mas akan pergi . " Ucap Alvan pergi dari sana dan menuju lemari nya , mengambil baju dan pergi ke kamar mandi lagi .


" Mas Alvan itu sengaja atau bagaimana . " Ucap Alma kembali menatap cermin di hadapannya .


Tak berapa lama Alvan datang lelaki itu telah berganti pakaian , Alvan mendekat dan berdiri di belakang Alma . Ditatapnya Alma yang sedang menyisir rambut nya dari balik cermin .


" Biar mas bantu . " Ucap Alvan meraih sisir di tangan Alma dan mulai menyusuri istrinya itu .


" Iya ada apa mas ?" Tanya Alma begitu penasaran dengan apa yang akan di tanyakan suaminya .


" Kalau misalkan kamu ketemu sama orang yang telah membuat mu mengalami kecelakaan bersama alm suamimu dulu kamu akan apa ?" Tanya Alvan yang tiba tiba ingin menanyakan hal tersebut.


" Aku akan tanya Kenapa kecelakaan itu bisa terjadi karena aku sedang tidur saat itu . " Ucap Alma tersenyum .


Wanita itu merasa heran kenapa Alvan menanyakan hal tersebut tapi ia tak ingin bertanya pada suaminya itu ia takut Alvan akan marah .


" Kalau seandainya dia yang salah , apa kamu mau memaafkan nya ?" Tanya Alvan melirik wajah Alma di cermin .


" Tergantung . " Ucap Alma singkat .


" Tergantung apa ?" Tanya Alvan sedikit takut dengan Jawaban yang di berikan istrinya .


" Tergantung dia menyesal atau tidak dan tergantung dia tulus atau tidak meminta maaf . " Ucap Alma jujur .


Alvan sedikit lega mendengar itu ia tau Alma bukan tipe pendendam tapi ia masih belum yakin untuk mempertemukan nya dengan Luna .

__ADS_1


" Apa kamu masih mencintai alm suamimu ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .


" Sampai kapanpun Alma akan mencintai nya mas , karena dia pernah hidup serumah dengan Alma namun Alma hanya bisa mengubur perasaan itu di sudut hati Alma karena itu cuma masa lalu . " Ucap Alma yang sedikit tak membuat Alvan puas . Jujur ia ingin memiliki hati Alma sepenuh nya .


" Lalu apa kamu mencintai ku ?" Tanya Alvan yang kini menatap Alma serius di cermin .


Alma yang melihatnya pun sedikit terpojokkan dengan tatapan tajam milik suaminya itu . Alma membuang muka nya .


Jujur ia juga memiliki perasaan yang sama pada suaminya itu tapi ia masih ragu dengan perasaannya sendiri jadi ia memilih diam .


" Jawab Aku Alma . " Ucap Alvan dengan nada penuh penekanan .


" Aku harus jawab apa mas , mas suami Alma tentu saja Alma mencitai mas ." Ucap Alma masih tak mau memandang wajah Alvan di cermin . Alvan berjalan mengitari Alma dan berhenti di hadapan istrinya itu .


" Bukan jawaban seperti itu yang aku inginkan , aku ingin jawaban yang tulus dari hatimu jadi tatap wajah ku dan jawab pertanyaan ku . Aku mohon selama ini aku selalu gelisah karena tak mengetahui perasaan mu padaku , aku butuh jawaban Alma . "Ucap Alvan menatap mata Alma tajam seakan akan mencari jawaban atas pertanyaan nya .


Alma terdiam ia juga saat ini tengah menatap Alvan ia tak begitu yakin dengan perasaan nya namun ia juga cemburu saat Alvan dekat dengan wanita lain , ia juga tak rela jika lelaki itu memberikan perhatian yang sama pada wanita lain .


" Jawab Alma . " Kata kata itu membuat Alma menghela nafas nya .


" Apa kalau aku jawab Iya mas akan senang ?" Tanya Alma masih dengan pandangannya pada lelaki itu .


" Aku tak butuh kamu membuatku senang yang aku butuhkan adalah jawaban tulus dari hatimu . " Ucap Alvan .


" Alma .... Alma mencintai mas dan tak tau sejak kapan . . " Ucap Alma malu malu .Alma memalingkan wajahnya dari pandangan mata suaminya itu . Pipinya memerah karena malu mengakui perasaannya nya di hadapan Alvan .


" Benarkah ....?" tanya Alvan tersenyum lelaki itu meraih dagu Alma , dan menghadapkan muka istrinya itu ke hadapannya .


Alma terdiam ia sangat malu mendapatkan tatapan seperti itu dari suaminya , ia pun menutup mukanya dengan kedua tangan .


" Mas bikin Alma malu ..." ucap Alma tak mau menatap suaminya lagi . Alvan yang melihat itu pun tersenyum ia sungguh bahagia karena cinta nya pada Alma tak bertepuk sebelah tangan .


" Jangan malu sayang , tatap wajah mas dan katakan kamu mencintai ku . " ucap Alvan tersenyum ia meraih tangan Alma yang menutupi mukanya .


" Aku mencintaimu mas .." ucap Alma cepat ..Alvan terkekeh mendengar nya, ia baru mendengar pertama kali orang mengucapkan kata cinta dengan nada cepat seperti itu .


" Aku juga mencintaimu Alma ...sangat sangat mencintaimu ." ucap Alvan tersenyum , Lelaki itu mengecup pipi Alma dengan tiba tiba .


Tentu saja hal itu membuat Alma semakin malu ia memalingkan mukanya dari tatapan Alvan , wanita itu tengah tersenyum . Alvan yang melihatnya pun hanya bisa terkekeh .

__ADS_1


__ADS_2