
Medina masuk kedalam kamar di mana anaknya itu di rawat setelah menantunya keluar dari kamar anaknya itu , Medina tak kuasa menahan air matanya saat melihat anaknya terbaring di ranjang rumah sakit , Alvan yang melihat ibunya menangis pun malah tersenyum jahil .
" Alvan masih hidup kenapa mama menangis tersedu sedu seperti itu . " Ucap Alvan yang membuat Medina emosi dan memukul kepala anaknya itu pelan .
" Kamu ini ...mama khawatir sama kamu , kamu malah bicara seperti itu seperti nya kamu memang suka membuat mama khawatir ya Alvan . " Ucap Medina duduk di kursi samping ranjang anaknya itu .Alvan terkekeh pelan di usapnya air mata ibu yang telah melahirkan nya itu .
" Maaf Alvan hanya bercanda. Sudah jangan menangis lagi ma , Alvan gak papa kok . " Ucap Alvan pada ibunya itu .
" Lain kali jangan seperti itu sayang , mama khawatir sama kamu sampai rasanya mama tak mau hidup lagi melihat keadaan kamu seperti ini . " Ucap Medina pada anaknya itu . Alvan tau meskipun ibunya sering marah dan cerewet tapi dalam hati wanita itu ia sangat menyayangi anak anak nya dan ia tak akan bisa melihat anak anaknya terluka .
" Iya Alvan tak akan terluka lagi dan membuat mama khawatir . " Ucap Alvan tak ingin ibunya bersedih lagi , Medina tersenyum di usapnya rambut putranya itu pelan .
" Bagaimana keadaan nenek ?" Tanya Alvan mengingat neneknya itu pasti sedang terguncang karena anak yang ia pungut dan besarkan dengan kasih sayang malah justru ingin membunuh nya untung saja Alvan menghalangi nya jika tidak pasti neneknya itu lang yang saat ini terbaring lemah di rumah sakit .
" Mama belum tau Alvan karena mama buru Buru bawa kamu kerumah sakit , yang jelas saat ini nenek kamu sedang sedih dan terpukul makanya mungkin mama tak bisa lama lama nungguin kamu disini . " Ucap Medina pada anaknya itu .
" Iya gak papa kok ma , lagian ada Alma yang nemenin Alvan . Em lalu bagaimana dengan wanita busuk itu apa dia kabur saat kita sedang panik ?" Tanya Alvan takut Nadira akan kabur dan menyebabkan masalah baru lagi .
" Kamu tenang saja tadi Luna telvon katanya dia sudah mengunci Nadira di kamar dan tak akan bisa kabur lagi . Dia juga sudah Menelvon polisi untuk menangkap gadis itu . " Ucap Medina menjelaskan .
" Syukurlah kalau seperti itu ,Alvan tenang mendengar nya . " Ucap Alvan lega semua masalah dalam keluarga nya sudah terselesaikan .
" Maaf Bu ...saya akan membawa pasien untuk pindah kamar " ucap seorang perawat laki laki pada Medina .
" Silakan ..." Ucap Medina mempersilakan perawat perawat itu membawa anaknya pergi dan ia mengikuti nya dari belakang bersama dengan Alma dan juga suami nya dewa .
__ADS_1
sementara itu di rumah dewa nampak ricuh , beberapa polisi datang untuk menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti . Luna menatap Nadira yang saat ini tengah berteriak karena diseret oleh beberapa polisi keluar dari kamarnya .
" Nenek ...tolong Nadira nek ...Nadira tak mau masuk penjara . " Teriak gadis itu menatap Ningsih , Ningsih memalingkan wajahnya ia merasa tak tega dan juga sedih karena Nadira berniat membunuhnya tadi.
Ia tak menyangka dan tak tau alasan gadis itu berbuat seperti itu pada dirinya selama ini ia telah bersikap baik pada gadis itu bahkan menuruti semua keinginan nya namun balasan yang ia dapat sungguh menyakiti hati nya .
" Jangan lupa nenek yang telah membuat mama dan papa Nadira bunuh diri apa nenek lupa itu jika nenek menyesal dengan perbuatan nenek pada orang tua Nadira maka selamatkan Nadira nek . " Ucap Nadira menangis , Ningsih yang mendengar itu pun langsung menatap Nadira tajam .
" Jadi kamu mau membunuh nenek karena itu Dira. ..nenek tak menyangka asal kamu tau orang tuamu itu yang telah menyelundupkan dana perusahaan nenek jadi apa salah nenek membuat usaha mereka bangkrut karena usaha itu di bangun dengan uang nenek Nadira dengan uang kotor kamu paham itu . Kenapa kamu bertindak tanpa berpikir dulu Dira dan kenapa kamu tak menanyakan masalah orang tuamu pada nenek terlebih dahulu dan malah membenci nenek dan mau membunuh nenek kenapa kamu tak percaya pada nenek Dira ...Maaf Dira nenek tak bisa membantu orang yang tak percaya pada nenek sama sekali . " Ucap Ningsih mendorong kursi roda nya menjauhi nadira yang saat ini tengah menyumpah serapah i dirinya .
" Kamu yang menanam maka kamu pula yang harus menuai hasil nya mbak Nadira .." ucap Luna ikut meninggalkan Nadira dan menyusul neneknya itu .
" Dasar kalian brengsek ...tak tau diri aku tak akan menyerah begitu saja ingat itu . " Ucap Nadira sebelum polisi itu membawa nya keluar dari rumah dewa itu .
" Nenek yang sabar ya . " Ucap Luna memeluk neneknya itu , Ningsih menghapus air matanya perlahan.
" Itu bukan salah nenek ini adalah takdir yang sudah digariskan untuk kita lalui jadi nenek tak perlu merasa bersalah . Lagi pula masalah ini sudah terselesaikan jadi nenek harus tersenyum dan jangan bersedih lagi . " Ucap Luna ikut membantu nenek nya mengusap air mata wanita tua di hadapannya itu .
" Iya sayang ... bagaimana keadaan Alvan Luna nenek belum bisa tenang sebelum mendengar kabar cucu kesayangan nenek itu ?" Tanya Ningsih pada cucu perempuan nya itu.
" Alhamdulillah sudah naikkan nek , nenek tenang saja tak usah khawatir lagi . Tapi Luna sedikit tak suka dengan kata kata nenek tadi . " Ucap Luna memanyunkan bibirnya kesal .
" Ada apa Luna apa salah nenek mengkhawatirkan cucu nenek ?" Tanya Ningsih bingung dengan apa yang salah dari kata katanya .
" Cuma kak Alvan cucu tersayang nenek , Luna sama sekali bukan cucu kesayangan nenek ya . " Ucap Luna kesal yang justru malah membuat Ningsih tertawa pelan.
__ADS_1
" Maksud nenek .. Alvan itu cucu lelaki nenek yang tersayang dan kamu gadis kecil kamu akan selalu menjadi cucu perempuan nenek yang paling nenek Sayang i." Ucap Ningsih membuat Luna tersenyum senang , begitu pula dengan Ningsih yang saat ini tengah membelai rambut cucunya itu sayang .
" Oh iya Luna ..sudah sampai mana persiapan pernikahan kamu ?" Tanya Ningsih mengalihkan perbincangan mereka .
" Hampir selesai nek kan kurang 5 hari lagi .." ucap Luna memberitahu neneknya itu .
" Syukurlah biasanya kalau sudah mendekati hari H akan ada ujian sebelum pernikahan jadi kamu harus menghadapi nya dengan tenang dan dewasa , jujur nenek sangat menyukai calon suami kamu itu . " Ucap Ningsih mengingat lelaki yang akan menikahi cucunya itu .
'" Nenek suka dengan nya , nenek mau merebutnya dari Luna .?" Tanya Luna bercanda , gadis itu terkekeh pelan .
" Kamu ini , nenek sudah tua mana mungkin memikirkan hal seperti itu Luna . Maksud nenek itu nenek suka dia menjadi cucu menantu nenek karena dia kelihatan nya lelaki yang sopan dan dewasa . " Ucap Ningsih pada cucunya itu .
" Dia memang sopan , dia juga baik tapi terkadang dia juga menyebalkan nek ." Ucap Luna malu malu karena telah memuji Rayhan di hadapan neneknya itu .
" Dan kamu menyukai nya meski kamu tau dia itu menyebalkan iya kan ?" Tanya neneknya itu membuat Luna menutup wajahnya yang memerah.
" Ih ...nenek Luna malu . " Ucap gadis itu membuat Ningsih tertawa ia berharap tak akan ada lagi masalah yang terjadi di keluarga anak nya itu dan ia juga berharap keluarga itu akan bahagia selama nya .
....
....
...
" berbuat baik maka orang akan membalas dengan kebaikan , berbuat jahat maka akan mendapatkan balasan yang sama pula ..."
__ADS_1
lanjut ya temen temen jangan lupa like komen vaf dan Hadiah .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.