Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 54


__ADS_3

Mata lentik itu berkedip selama beberapa kali saat melihat apa yang ada di hadapannya . Sebuah bukit yang sudah di hiasi banyak lampu dan sebuah meja bundar kecil yang sudah tersedia banyak makanan di atas nya .


Luna begitu tak percaya dengan apa yang di lihatnya itu , ia tak menyangka Rayhan akan menyiapkan makan malam yang begitu romantis untuk nya .


" Kamu menyukai nya . " Tanya Rayhan pada gadis cantik di samping nya itu .


" Suka ...ini romantis sekali., Aku tak menyangka kak Rayhan bisa menyiapkan makan malam yang seperti ini . " Ucap Luna senang .


wanita itu berjalan di hamparan kelopak bunga yang di pijak nya , dan duduk di bangku kecil samping meja bundar itu .


Luna kembali terperangah saat melihat pemandangan di bawah bukit yang begitu indah , banyak lampu berkedip dari kejauhan .


" Ini indah sekali kak..." Ucap Luna menatap pemandangan itu dengan berbinar binar .


" Ada yang lebih indah dari pada itu ." Ucap Rayhan menatap Luna tajam , kini lelaki itu sudah duduk manis di samping Luna .


" Apa ...?" Tanya Luna menatap Rayhan , sesaat mereka berpandangan hati mereka berdesir saat melihat bola mata masing masing .


" Kamu ..." Ucap Rayhan membuat Luna malu , wanita itu memalingkan wajah nya serta menahan senyum nya .


" Dokter ini jangan bercanda . " Kesal Luna karena Rayhan telah menggoda nya .


" Saya serius ..kamu terindah di hati saya . " Ucap Rayhan lagi yang semakin membuat pipi Luna merah merona bagaikan sebuah tomat .


" Saya ini orang yang tak suka basa basi , saya lebih senang berterus-terang pada orang lain .Jujur awal pertemuan kita saya sudah tertarik sama kamu , Kamu orang pertama yang mengajak saya berdebat saya menyukai awal pertemuan yang sangat berkesan bagi saya itu . Lalu saat kita saling kenal dan mengobrol lewat media sosial itu semakin membuat saya yakin bahwa saya sudah menaruh hati pada dirimu .Saya menyukai mu dan mencintai mu mungkin terlalu awal untuk mengatakan itu mengingat kita mengenal baru beberapa Minggu saja . Tapi saya serius mengatakan nya , saya yakin pada perasaan saya dan ingin kamu menerima saya dan mau menjalin hubungan dengan saya. " Ucap Rayhan menatap Luna serius .


Sedangkan Luna , wanita itu menatap mata Rayhan berusaha mencari kebohongan di mata lelaki itu namun yang ia dapatkan malah tatap pan ketulusan yang mampu menyentuh hatinya .


" Lalu bagaimana dengan dokter wanita yang tadi siang dokter ajak ngobrol sepertinya dokter begitu dekat dengan nya . " Ucap luna yang mengingat dokter wanita yang ia jumpai di rumah sakit tadi .


Rayhan tersenyum ia senang Luna merasa cemburu terhadap nya dan Claudia . Lelaki itu meraih tangan Luna dan mengusap nya perlahan lahan .


" Aku tak memiliki hubungan apa pun dengan nya dia hanya teman ku tidak lebih dari itu , sekarang aku meminta jawaban mu Luna , aku tak mau menunggu lagi . " Ucap rayhan lagi membuat Luna tersenyum ia senang Cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.


" Aku menerima niat baik dokter Rayhan , aku juga memiliki perasaan yang sama seperti perasaan dokter pada Luna. " Ucap Luna tersenyum manis, Rayhan tersenyum mendengar nya .


" Terimakasih ... Terimakasih telah menerima ku . " Ucap Rayhan senang.


" Sama sama dokter . " Ucap Luna masih dengan senyum yang sama .


" Jangan panggil dokter ..kamu bukan pasien ku tapi kamu adalah kekasih ku . " Ucap Rayhan tak suka Luna memanggil nya dokter.


" Baiklah Hany . " Ucap Luna membuat Rayhan tersenyum bahagia , keduanya pun makan bersama dengan di temani Susana romantis yang sangat mendukung perasaan keduanya .

__ADS_1


...


...


..


Medina memasuki rumah nya dengan heran karena rumah nya begitu sepi , tak ada tawa anak nya ataupun menantunya .


" Kemana semua orang kenapa sepi sekali . " Ucap Medina pergi ke dapur.


ia ingin bertanya pada pembantu nya namun langkah nya terhenti ketika sampai di depan kamar Alvan dan Alma sayup sayup Medina mendengar suara ******* dari dalam kamar anak nya itu . Ia pun tersenyum ia merasa anak nya itu tengah menjalankan misi untuk memberikan dia cucu .


Medina kembali melangkahkan kakinya menuju dapur di sana ada bi Yanti yang tengah mencuci piring piring kotor . Medina meletakan kue yang tersisa dari toko nya dan meletakan nya di piring.


" Luna kemana bi ?" Tanya Medina pada pembantu rumah tangga nya .


" Non Luna baru saja pergi tadi nyonya sama lelaki . " Ucap bi Yanti yang membuat Medina mengerutkan dahinya bingung , ia tak tau siapa yang di maksud bi Yanti itu .


Selama ini ia tak pernah melihat Luna dekat dengan lelaki ,Ia merasa penasaran dan khawatir namun kekhawatirannya sirna ketika mendengar sebuah ketukan pintu di depan rumah nya .


Medina segera mengusap tangan nya dengan tisu dan langsung berjalan membukakan pintu untuk orang yang mengetuk pintu tadi .


" Mama ..." Ucap Luna tersenyum senang .


Medina tersenyum melihat anak nya itu telah pulang bersama lelaki yang ia sendiri tak mengerti siapa lelaki itu.


" Ini ..." Ucap Luna malu dan bingung harus menjelaskan pada Medina ibunya .


" Saya Rayhan Tante , pacar Luna . " Ucap Rayhan terus terang yang membuat Luna malu .


Sementara Medina wanita itu tersenyum ia mengerti siapa itu Rayhan karena Alvan dan Alma pernah membahas lelaki di hadapannya itu .


" Oh ... Ternyata ini to dokter rayhan . " Ucap Medina tersenyum .


" Iya Tante , Tante tau Rayhan seorang dokter dari siapa . ?" Tanya Rayhan pada ibu dari kekasihnya itu .


" Dari Luna dan Alma ... silakan masuk nak . " Ucap Medina mempersilakan pacar anak nya itu untuk masuk .


Rayhan masuk bersama dengan Luna , lelaki itu duduk di sebuah sofa ruang tamu milik keluarga mereka .


" Oh iya ma ..mana kakak sama mbak Alma ?" Tanya Luna penasaran karena tak melihat kakak dan kakak iparnya itu .


" Tak usah pedulikan mereka mereka lagi asik di kamar . " Ucap Medina tersenyum .

__ADS_1


" Em ..Tante ini sudah malam saya pamit pulang ya. " Ucap Rayhan tak enak hati jika masih bertamu saat jam sudah menunjukkan pukul 11 .


" Nak Rayhan ini buru buru sekali . " Ucap Medina menatap Rayhan .


" Maafkan saya Tante tapi ibu saya di rumah sendiri an soal nya ayah saya lagi ke luar kota . " Ucap Rayhan yang juga teringat ibunya sendiri an di rumah .


" Ya sudah jika seperti itu , tapi tunggu dulu nak kebetulan tadi mama bawa kue dari toko ,kamu bawa saja kasihkan ke ibumu bilang dari besan nya . " Ucap Medina bercanda.


" Mama ini .." kesal Luna malu .


Sementara Rayhan lelaki itu tersenyum dan mengaminkan apa yang di katakan ibu Luna .


" Ya sudah mama ambil dulu kue nya . " Ucap Medina pergi ke dapur .


" Kamu gak mau cium aku dulu sayang sebelum aku pulang ?" Tanya Rayhan menggoda pacar barunya itu .


" Enggak mau , gak ada cium ciuman ya kalau mau pulang pulang aja. " Ucap Luna kesal .


Cup ..


Tiba tiba Rayhan mencium pipi Luna cepat hal itu membuat Luna menatap Rayhan tajam ia ingin memarahi lelaki itu namun ibunya keburu datang membawa sekantung kue di dalam kantung plastik .


" Ini nak berikan pada ibumu ya . " Ucap Medina menyerahkan kantung plastik itu pada Rayhan .


" Terimakasih tante . Ya sudah Rayhan pamit pulang ya Tante . " Ucap Rayhan menyalami Medina .


" Iya hati hati di jalan . " Ucap Medina pada pacar anaknya itu .


" Assalamualaikum . " Salam Rayhan sebelum pergi .


" Waalaikumsalam " jawab Luna dan Medina bersama an , lelaki itu pun pergi menjauh dari pandangan Luna ,Luna yang melihat nya pun hanya tersenyum .


" Ck ..orang nya sudah pergi masih saja di lihatin . " Ucap Medina menggoda anak nya itu .


" Mama ..." Teriak Luna tak suka . Membuat Medina tersenyum bahagia karena berhasil membuat anaknya itu malu .


...


...


.


Tuh author udah kasih bonus episode ya .. jadi tetep baca cerita ini Sampai tamat ya ..

__ADS_1


Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya biar author semakin semangat nulis nya ...


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.


__ADS_2