
Nadira terus saja berjalan mondar mandir di dalam kamar tamu ia tengah memikirkan cara baru untuk menggoda Alvan , ia merasa waktu akhir akhir ini tak tepat untuk menjalankan rencana nya karena Luna begitu waspada , ia sering mengikutinya sejak kejadian sup asin itu .
Jadi ia memutuskan untuk menunggu di mana Lun asibuk dengan pernikahan nya agar gadis itu tak menggangu nya lagi , sementara itu ningsih tengah mendorong kursi roda nya memasuki kamar Alvan tanpa permisi ,Alvan yang sedang mencium mi bibir Alma pun langsung terkejut melihat kedatangan neneknya itu .
" Ada apa nek ?" Tanya Alvan menggaruk tengkuknya nya yang tidak gatal karena malu neneknya melihat perbuatan nya pada Alma tadi .
" Alvan nenek kan sebentar lagi pulang ke rumah nenek sendiri karena Luna sebentar lagi akan menikah jadi bisa gak kamu ajak nenek dan Nadira jalan jalan ke mana gitu nenek bosen di rumah terus. " Ucap Ningsih menatap Alma sekilas .
" Em...tapi Alma ikut ya nek " pinta Alvan pada neneknya itu .
" Kamu ini bagaimana Van istrimu itu sedang hamil besar tak mungkin kita mengajaknya bukanya menikmati jalan jalan kita nanti malah kerepotan sendiri gara gara Alma ." Ucap Ningsih kesal .
Alma menghela nafasnya di tatapnya Alvan yang sedang bingung membuat keputusan karena ia tak mau meninggalkan istrinya itu di rumah sendirian . Mama papa nya sedang pergi menyebarkan undangan sedangkan Luna gadis itu sedang feting baju untuk acara pernikahan nya .
" Tak apa mas ...pergilah kasian nenek bosen di rumah . " Ucap Alma mengusap lengan suaminya itu pelan seakan memberi tahu semua akan baik baik saja .
" Tapi siapa yang nemenin kamu di rumah kalau aku pergi . " Ucap alvan menatap istrinya itu sendu .
" Ada bi Yanti dan Nora ..mas gak perlu khawatir . " Ucap Alma tak ingin Alvan mengecewakan neneknya itu .
" Ya sudah tapi nanti kalau ada apa apa telvon mas ya sayang . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Iya mas ..." Ucap Alma tersenyum dan mengusap rambut Istrinya itu sayang .
" Kalau begitu nenek tunggu di luar Van . " Ucap Ningsih berlalu dari kamar Alvan .
Avan masih menatap Alma entah kenapa perasaan nya jadi tak enak . Ia takut terjadi apa apa dengan istrinya itu namun tak mau berpikir yang tidak tidak ia mencium kening Alma lama .
" Udah sana mandi mas ." Ucap Alma mendorong dada Alvan pelan .
" Janji sama mas apapun yang terjadi kamu tak akan meninggalkan mas oke . " Ucap Alvan membuat Alma tersenyum , wanita itu mengangguk kan kepalanya pelan . Melihat itu Alvan menjadi tenang, lelaki itu berjalan menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air ..
Alma menatap pintu kamar mandi yang telah tertutup itu sebenarnya Alma tak rela Alvan pergi ia merasa Nadira memiliki niat jahat terhadap ia dan suaminya jadi ia tak tenang kalau Nadira ikut Alvan dan nenek jalan jalan . Ia takut terjadi sesuatu yang tak ia ingin kan .
...
..
__ADS_1
Ningsih berjalan mendekati pintu kamar Nadira ia mengetok pintu kamar itu , Nadira langsung membuka nya ia menatap ibu angkat nya itu dengan tersenyum .
" Ada apa nek..." Ucap Nadira dengan senyum yang tak hilang di Bibirnya .
" Bersiap siplah sayang hari ini dandan lah yang cantik kita akan jalan jalan bersama Rayhan . " Ucap Ningsih tersenyum .
" Jalan jalan kita bertiga atau ada keluarga lain yang ikut nek ?" Tanya Nadira antusias .
" Kita berdua saja sayang tapi kamu tenang saja nanti aku akan cari waktu yang tepat untuk membiarkan kalian waktu berdua agar kalian bisa lebih dekat dan harapan nenek bisa terwujud .
" Ya sudah Nadira dandan yang cantik dulu ya nek ." Ucap Nadira tersenyum senang melihat itu Ningsih tersenyum senang ia senang melihat senyum yang lebar di wajah Nadira .
" Iya nenek tunggu di bawah. " Ucap Ningsih pergi meninggalkan Nadira yang saat ini tengah memikirkan sebuah rencana besar karena ia tak ingin menyia nyiakan kesempatan itu .
...
...
...
" Mas ..nanti pulang nya jangan malam malam ya ." Ucap Alma menatap suaminya itu pelan . Alvan tersenyum dan duduk di samping istrinya yang saat ini tengah bersandar di kepala ranjang .
" Mas janji tak akan lama sayang , kamu tunggu mas pulang ya ." Ucap Alvan tersenyum lembut .
" Iya mas ..udah gih sana temuin nenek ini udah sore log nanti kamu kemaleman kalau tak berangkat sekarang . " Ucap Alma tersenyum lembut pada suaminya itu. Alvan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Alma pelan kemudian ia ********** perlahan .
" Mas berangkat kalau ada apa apa kabari mas. " Pamit Alvan pada istrinya itu .
" Dan kamu jagoan kamu jangan nakal di perut mama ya . " Ucap Alvan mengusap perut Alma pelan dan mencium nya sayang .
"Iya papa ..." Ucap Alma membuat Alvan terkekeh lelaki itu mengusap rambut Alma sayang dan mencium kening istrinya itu pelan setelah itu ia meninggalkan Alma sendirian di dalam kamar .
Ningsih tersenyum senang melihat Nadira yang telah datang , wanita itu mengenakan pakaian seksi dan juga tas kecil yang tersampir di bahunya .
" Kamu sungguh cantik sayang , Alvan pasti akan jatuh cinta padamu melihat penampilan kamu ini . " Ucap Ningsih pada anak angkatnya itu .
" Nenek sudah siap ?" Tanya Alvan yang datang dengan menggunakan Jaket dan celana jins panjang nya .
__ADS_1
" Siap Van , bagaimana penampilan Nadira cantik kan ?" Tanya Ningsih pada cucunya itu , Alvan melirik pada gadis yang berdiri di hadapannya itu ia memang mengakui jika Nadira itu cantik tapi ia tak suka melihat Nadira berpakaian seksi seperti itu . Alvan langsung menatap nenek nya dengan senyuman .
" Nek sudah yuk ayo kita jalan keburu siang nanti . " Ucap Alvan tak menjawab pertanyaan neneknya itu .
Mereka pun pergi meninggalkan rumah itu menggunakan mobil milik Alvan tak lama Alma keluar melihat mobil suaminya yang semakin menjauh dari pandangan nya , wanita itu berjalan perlahan menuju dapur milik nya di lihatnya bi Yanti dan Nora yang sedang sibuk memasak menu makan malam .
" Hari ini masak sedikit saja ya bi ..soalnya mas Alvan mungkin makan di luar . Luna sama mama juga belum pulang . " Ucap Alma tersenyum lembut .
" Non Alma kenapa tak ikut den Alvan jalan jalan ?" Tanya Nora membuat Yanti memelototi gadis itu merasa tak enak hati pada Alma karena telah membahas hal yang membuat majikan nya itu sedih .
" Aku lagi gak enak badan Nora makanya gak ikut . " Ucap Alma berbohong sebenarnya ia ingin ikut namun nenek tak mengizinkan nya.
" Non Alma yang sabar ya . " Ucap Yanti tersenyum lembut .
" Iya bi mungkin ini ujian pernikahan saya . Ya sudah lanjut masak nya ya Alma kekamar dulu . " Ucap wanita itu tersenyum ramah .
" Iya non kalau butuh apa apa panggil bibi saja . " Ucap bi Yanti menawarkan bantuan .
" Iya ..." Ucap Alma sebelum berlalau kedalam kamarnya .
" Kasian ya non Alma padahal dia baik hati tapi malah tak disukai sama nenek . " Ucap Nora iba pada wanita itu .
" Iya ...dari pada non Nadira non Alma jauh lebih baik tapi ya mau bagaimana lagi kita tak bisa membantu Nora ..sudahlah kita lanjutkan lagi masaknya jangan bahas hal itu lagi . " Ucap bi Yanti tak ingin omongan nya dan Nora di dengar orang lain dan membuat ia di marahi oleh Medina karena telah bergosip tentang keluarga nya .
...
...
...
Kasihan ya Alma ....
hehehe lanjut ke episode selanjutnya ya .
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ..
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.
__ADS_1