
Alvan menatap Alma yang saat ini tengah membungkuk di kursi roda nya karena ia tengah memunguti pecahan vas bunga yang di lempar Alvan tadi melihat itu pun Alvan buru buru memegang tangan wanita itu di tatap nya Alma lembut .
" Biar aku saja . " Ucap Alvan menatap Alma .
Alma merasa heran melihat itu , bagaimana tak heran tadi Alvan marah marah sekarang lelaki itu bersikap lembut dan bahkan tak mengizinkan Alma untuk memegang pecahan vas bunga yang jatuh.
Ia rasa Alvan memiliki kepribadian ganda .
Alma hanya diam melihat Alvan yang begitu teliti membersihkan pecahan itu dan memasukannya ke dalam kantung kresek .
" Mas ini sebenarnya kenapa tadi marah marah sekarang malah bantu in Alma beresin ini semua . " Ucap Alma yang sudah tak tahan lagi ingin bertanya pada suaminya itu .
" Maafkan mas ... Mas hanya tak suka kamu dekat dengan lelaki lain , mas tak ingin kamu berpaling dari mas itu saja . " Ucap Alvan menatap Alma lembut .
" Kalau mas gak suka ya sudah Alma tak akan bicara dengan lelaki lain lagi . Lagi pula mas Alma benar benar tak ada niatan untuk berpaling dari mas karena Alma tak memiliki hubungan apapun sama dokter Rayhan . " Ucap Alma menjelaskan .
" Mas tau maka dari itu mas minta maaf mas sudah nuduh kamu yang enggak enggak . " Ucap Alvan tersenyum tipis ia merasa bersalah pada Alma. karena ia cemburu ia jadi memarahi wanita itu .
Alma terdiam ia tak tau harus berkata apa , baginya Alvan itu baik tapi juga dingin itu yang membuat ia bingung dan pusing .
" Kamu gak mau maafin aku ?" Tanya Alvan menatap Alma sendu .
" Aku bukan tipe pendendam mas , aku sudah memaafkan mas dari tadi tapi Alma mohon jangan bersikap seperti itu lagi Alma tak suka . " Ucap Alma jujur .
" Aku janji tak akan seperti itu lagi . " Ucap Alvan menggengam tangan Alma lembut , Alma yang terkejut dengan sikap Alvan itu pun langsung melepaskan tangan nya dari genggaman Alvan .
" Maaf aku reflek . " Ucap Alvan merasa canggung .
Keduanya terdiam dengan pikiran masing masing Sampai sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunan keduanya .
Alvan langsung bangkit dari duduk nya dan membuka pintu kamar nya perlahan .
" Ada apa ma ?" Tanya Alvan menatap ibu nya itu dingin.
" Ck... Jangan tatap mama kayak gitu Alvan , itu di luar ada Chiko yang nyari in kamu . " Ucap Medina memberi tahu kedatangan teman Alvan itu .
" Ck mau apa lagi dia . " Ucap Alvan kesal ia tau Chiko akan mengomeli nya habis habisan .
__ADS_1
" Mama gak tau lebih baik kamu temuin dia sana , mama mau cuci piring dulu . " Ucap Medina pergi meninggalkan Alvan sendiri an.
" Aku temuin Chiko dulu ya " pamit Alvan pada Alma, Alma hanya mengangguk heran dengan sikap Alvan yang berubah.
" Ada apa dengan mas Alvan biasanya kalau dia mau pergi gak pamit sama aku kenapa sekarang dia pamit segala .?" Tanya Alma pada dirinya sendiri , wanita itu mendorong kursi roda nya ikut keluar dari kamar tersebut .
Alma menyusul mertua nya di dapur di lihat nya sang ibu mertua yang sedang sibuk mencuci piring .
" Ada yang bisa Alma bantu Ma?" Tanya Alma tersenyum ramah .
" Gak usah sayang mending kamu suruh Alvan makan lagi sana , tadi kan dia gak mau kamu suruh mungkin sekarang dia mau makan , ajak Chiko juga ya ma . " Ucap Medina pada mantunya itu .
Alma tak menjawab ia mendorong kursi roda milik nya menuju ruang tamu di sana ia melihat Chiko yang sedang mengomel dan Alvan yang tak peduli dengan ocehan sahabat nya itu .
" Loe bener bener ya Van , kalau gue gak bisa jawab tadi mungkin kita udah kehilangan klien begitu saja. " Ucap Chiko kesal karena saat meeting tadi Alvan pergi begitu saja dan entah kemana ia tak tau .
Para klien pun bertanya kemana Alvan pergi tanpa pamit padahal meeting tengah berlangsung .
Untung Chiko pintar lelaki itu menghandle meeting Alvan dan mengatakan pada klien kalau Alvan tengah mendapatkan masalah mendesak untung nya klien itu mengerti dan tidak mempermasalahkan nya .
Bukannya merasa puas karena telah mengeluarkan emosinya pada sahabatnya itu ia malah menjadi semakin kesal saat melihat Alvan acuh tak Acuh dan tak meminta maaf sedikit pun pada nya .
" Mas Alvan mas Chiko ayo makan siang dulu ... Bareng Alma . " Ajak wanita itu tersenyum ramah .
Chiko yang masih emosi pun langsung tersenyum ketika melihat Alma .
" Eh .. iya ma ... Ayok . " Ucap Chiko berdiri dari duduknya dan ingin mendorong kursi roda milik wanita itu ia bermaksud ingin membuat Alvan kesal .
Namun baru saja ia menyentuh kursi roda itu Alvan tiba tiba datang dan langsung menepis tangan nya .
" Singkirkan tangan mu . " Ucap Alvan dingin . Melihat itu Chiko senang karena ia berasil membuat Alvan kesal . Alvan langsung mendorong kursi roda Alma menuju meja makan .
" Kenapa kamu belum makan ?" Tanya Alvan pada wanita di hadapannya itu saat mereka telah sampai di meja makan .
Lelaki itu pikir Alma sudah makan dari tadi saat menyuruh nya makan tapi ternyata wanita itu belum makan apa apa sama sekali .
" Alma nunggu mas , gak baik makan mendahului suami . " Ucap Alam membuat Alvan tersenyum ia senang Alma menunggu nya untuk makan bersama .
__ADS_1
" Sini biar aku ambilkan nasi dan lauk . " Ucap Alvan mengambil piring Alma .
" Biar Alma saja mas ini kan tugas Alma sebagai seorang istri . " Ucap Alma tak ingin merepotkan suaminya itu .
" Aku saja kamu diem aja ." Ucap Alvan kekeh , Alma hanya diam melihat Alvan yang telaten mengambilkan ia makanan
" Ini makanlah yang banyak . " Ucap Alvan tersenyum lembut . Chiko yang melihat itu pun sedikit tak percaya dengan sikap sahabatnya yang berubah 100 persen saat bersama Alma ,ia tak menyangka Alvan bisa selembut itu dengan istrinya .
" Aku gak di ambilin sekalian Van ?" Tanya Chiko menatap Alvan dengan senyum nya .
" Ambil sendiri lah loe kan punya tangan sendiri . " Ucap Alvan Acuh, lelaki itu duduk dan menyantap makanan nya dengan tenang .
Sementara Chiko saat ini masih memandang Alvan Aneh , ia tak paham kenapa Alvan bisa bersikap semanis itu pada Alma dan kenapa pada dirinya Alvan masih bersikap dingin .
" Kamu mau nambah gak , biar mas ambilkan . " Ucap Alvan menatap Alma lembut . Chiko yang tengah memakan makanan nya pun tersedak seketika ketika mendengar Alvan berbicara seperti itu .
" Minum mas ... Minum dulu . " Ucap Alma panik , wanita itu menyodorkan sebuah gelas berisi air pada Chiko .
" Makasih ma .." ucap Chiko setelah minum air putih yang di berikan oleh Alma .
" Makanya makan itu pelan pelan . " Ucap Alvan pada sahabatnya itu .
" Kamu mau nambah lagi gak ma ?" Tanya Alvan masih dengan pertanyaan yang sama pada istrinya itu .
" Tak usah mas ini saja belum habis . " Ucap Alma tersenyum . Ia juga merasa heran dengan perubahan sikap Alvan namun ia senang Alvan bisa bersikap seperti itu padanya .
" Ya sudah . " Ucap Alvan setelah itu melanjutkan kembali makan nya Chiko menyantap makanan nya perlahan mata lelaki itu tak henti hentinya memandang Alvan bingung . Namun ia tak berani bertanya pada sahabatnya itu ia takut Alvan akan marah nantinya .
....
.
..
Aku senang sudah banyak yang membaca , semoga .. semakin banyak lagi .. mohon kasih saran jika ada kesalahan ...
terimakasih ...
__ADS_1