
Luna pulang kerumah bersama dengan Rayhan lelaki itu menggandeng tangan Luna begitu erat memasuki rumahnya dan duduk di sofa ruang tamu .
" maaf ya sayang gara gara ban ku kempes tadi jadi kita kemalaman pulang nya . " Ucap Rayhan tersenyum manis .
" Tak apa Kakak . " Ucap Luna menatap Rayhan membalas senyum lelaki itu .
" Oh iya sayang itu handphone siapa kok naruh nya sembarangan gitu kalau di ambil orang bagaimana . " Ucap Rayhan membuat Luna menatap handphone itu dengan mata menyipit .
" Ini handphone mbak Alma ngapain di sini . " Ucap Luna memperhatikan handphone itu .
" Mungkin mbak mu lupa menaruh nya di situ . " Ucap Rayhan pada Luna , Luna berpikir sejenak selama ini Alma bukanlah wanita yang sembarangan menaruh barang pribadinya di sembarang tempat oleh karena itu ia heran dan memutuskan untuk melihat handphone itu .
" Sayang kamu itu gak sopan sekali itu kan handphone mbak kamu kenapa kamu mainkan tanpa seizinnya . " Ucap Rayhan menegur calon istrinya itu .
" Ck ...kakak diam saja . " Ucap Luna yang kini telah berhasil membuka sandi handphone Alma karena ia pernah di beri tahu jika sandi ponsel nya adalah hari dimana ia masuk kerumahnya ini .
Rayhan terdiam membiarkan Luna berbuat semaunya dengan handphone itu , mata Luna melotot seketika saat layar handphone Alma memperlihatkan gambar tak senonoh dari kakak nya dan wanita ular yang selama ini ia benci.
Melihat foto itu ia jadi memikirkan kakak iparnya yang mungkin sakit hati perasaan nya mulai tak enak ia segera membawa handphone itu dan mencari Alma kekamar nya namun saat sampai di kamar wanita itu hanya melihat kamar yang kosong dan lemari yang telah terbuka lebar .
Luna mendekati lemari itu dan dia meneteskan air matanya saat melihat baju kakak iparnya itu hanya tinggal beberapa dan koper kakak nya pun telah tiada .
" Sayang kamu kenapa ninggalin aku , kamu marah atau bagaimana . " Ucap Rayhan menghampiri Luna ia takut calon istrinya itu marah .
" Kak ...Ayo kita cari mbak Alma kak ..." Ucap gadis itu berlinang air matanya iya tak ingin Alma pergi dari kehidupan nya ia sudah menyayangi wanita itu seperti kakak nya sendiri . Rayhan yang mengerti jika saat ini ada yang tidak beres pun langsung menarik tangan Luna keluar dari kamar .
Lelaki itu terus melangkah kan kaki nya menuju pintu keluar dan ingin membuka pintu yang realh tertutup itu , namun belum sempat tangan nya menyentuh gagagng pintu seseorang sudah lebih dulu membukanya dan itu adalah Alvan .
__ADS_1
" Kamu apain adik ku sampai nangis kayak gitu . " Bentak Alvan pada Rayhan karena melihat adiknya menangis sesenggukan .Luna yang mendengar perkataan kakak nya itu langsung menghadiahi dia sebuah tamparan. .
" Kakak jahat kenapa kakak hianati mbak Alma ...kenapa kakak tega berbuat seperti itu kenapa kak." Ucap Luna berlinang air mata. Alvan mengerutkan dahinya bingung ia tak tau apa yang Luna maksud.
" Apa maksud kamu Luna ?" Tanya Alvan penasaran .
" Jangan pura pura tak tau , buka mata kakak lebar lebar dan lihat ini. " Ucap Luna menunjukan foto di handphone milik alma .
Alvan meraih handphone di tangan Luna dan melihat foto itu dengan jelas , ia terkejut tak menyangka jika Nadira sengaja mengirimkan foto itu ke handphone istrinya .
Sesaat Alvan langsung khawatir ia takut Alma salah paham dan meninggalkan dirinya.ia sungguh tak mau itu terjadi ia tak rela jika harus kehilangan Alma dan calon buah hatinya .
" Di mana Alma ." Tanya Alvan dengan nada khawatir .
" Mbak Alma pergi gak tak tau kemana hiks ...hiks ...bajunya tinggal sedikit di lemari dan kopernya gak ada di sana . " Ucap Luna membuat Alvan langsung kembali keluar dari rumah nya ia memutuskan untuk mencari Istrinya sampai ketemu dan dia tak akan pulang sebelum menemukan istrinya itu .
" Kamu kenapa Luna ?" Tanya nenek nya yang mendengar keributan di depan pintu rumah anaknya itu .
" Nenek jahat gara gara nenek membawa masuk siluman ular itu kerumah mbak Alma jadi pergi dari rumah ...nenek jahat , apa nenek gak memikirkan seorang wanita hamil yang tengah mengandung buyut nenek pergi tengah malam sendirian kalau terjadi apa apa sama mbak Alma bagaimana nek , Luna juga tak menyangka nenek tega melakukan disaat busuk seperti itu untuk menyingkirkan mbak Alma dari rumah ini ...Luna benci nenek Luna benci . " Ucap Luna berlari ke kamar nya ia sungguh kecewa dengan nenek nya itu .
Sementara Rayhan wanita itu menghela nafas nya perlahan ia tau Luna sangat menyayangi Alma dan wajar jika calon istrinya itu marah karena hal tersebut .
" Apa maksud Luna Rayhan nenek gak mengerti sama sekali ..Apa salah nenek siasat apa yang dia maksud nenek sama sekali tak mengerti dan sekarang dia membenci nenek tanpa nenek tau penyebab nya . " Ucap Ningsih menitihkan air mata nya .
" Nenek yang sabar ya mungkin Luna hanya marah sesaat dan Rayhan yakin Luna tak bermaksud berkata seperti itu , soal masalah siasat itu biar Kak Alvan yang jelaskan Rayhan tak ada hak untuk ikut campur masalah rumah tangga kak Alvan dan mbak Alma . " Ucap Rayhan tersenyum .Ningsih hanya terdiam sejujurnya ia juga khawatir terhadap Alma ...ia takut terjadi apa apa dengan wanita itu yang membahayakan buyut nya .
Sementara itu Alma sudah kelelahan ia sudah merasa tak sanggup lagi berjalan , fisik nya lemah tak seperti dulu saat ia belum mengandung tiba tiba seseorang wanita muda tak sengaja menabrak bahunya membuat Alma langsung terduduk di tepi jalan .
__ADS_1
" Maaf mbak saya tak sengaja . " Ucap orang itu merasa iba pada wanita di hadapannya itu .
" Iya tak apa apa mbak . " Ucap Alma masih terduduk .
" Pasti sakit ya mbak sini saya bantu . " Ucap orang itu ingin menawarkan bantuan. Alma langsung menerima nya dan berdiri dari duduknya .
" Maaf saya tinggal ya mbak saya harus pulang ke rumah karena ini sudah malam. " Ucap orang itu hanya di angguki saja oleh Alma wanita itu menutup matanya dan menangis di pinggir jalan .
" Aku pikir tak sakit ternyata sunguh sakit sakit sekali . " Ucap Alma memegang dadanya yang terasa nyeri saat membayangkan foto foto yang di kirim Nadira ke layar handphone nya .
Alvan terus melajukan mobil nya Sambil sesekali ia melihat kesana dan kemari berusaha menemukan istrinya itu , ia sungguh khawatir ia takut terjadi hala hal yang tak diinginkan pada istrinya itu . Rasa bersalah mulai memasuki relung hati nya ia sungguh tak menginginkan itu terjadi ia menyalahkan dirinya sendiri yang begitu bodoh .
Seharusnya ia menolak ajakan neneknya itu dari awal seharusnya ia membawa Alma bersama nya dan seharusnya ia pulang dengan cepat bukanya malah menuruti omongan nenek tersayang nya yang justru mendorong nya ke jurang yang amat dalam .
Jurang yang memisahkan nya dengan istri tercinta nya kurang yang sama sekali tak ingin lelaki itu lihat . Ia sedih dan memukul mukul kepalanya sendiri , seandainya terjadi Sesuatu dengan istrinya itu ia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri .
" Sayang kamu di mana ...maafkan mas sayang ...jangan tinggalkan mas , mas tak bisa hidup tanpa kamu . " Ucap Alvan tanpa terasa meneteskan air mata nya ..
....
..
..
apakah mereka akan bertemu kembali ... lanjut ke episode berikutnya jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya.
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR
__ADS_1