
Gadis itu masih saja cemberut tak ada senyum di wajahnya , Alma yang baru saja datang ke meja makan pun terheran heran dengan sikap adik iparnya itu . Tak hanya Alma Alvan pun juga ikut bingung melihat perubahan di wajah adiknya yang biasanya ceria itu .
" Kamu kenapa cemberut gitu ?" Tanya Alvan ikut duduk bergabung dengan keluarga nya begitupula Alma , wanita itu telah duduk di samping suaminya itu .
" Mama ...sama papa mau nikahin aku sama kak Rayhan . " Ucap Luna sendu , melihat itu Alvan berdecak adiknya itu bagaimana mau di nikahkan bukannya senang malah cemberut aneh sekali .
" Memang nya kenapa Luna bukankah kalian saling mencintai kenapa kamu sedih seharusnya kamu senang dong " ucap Alma pada adik iparnya itu .
" Luna hanya merasa belum siap aja mbak." Ucap Luna singkat gadis itu memutar mutar sendok nya di atas piring seakan akan malas untuk memakan makanan itu .
" Mama tau kamu marah sama mama dan papa karena melakukan ini , dan mama tau kamu merasa belum siap karena kamu menganggap kamu masih kecil dan kamu takut memikirkan hal hal dan masalah masalah dalam rumah tangga kan sayang , tapi kami melakukan ini demi kebaikan mu Luna . " Ucap Medina menatap anak nya dengan serius .
Luna hanya diam tak menanggapi omongan ibunya itu ia masih kesal dan marah , sementara Alvan yang melihat adiknya itu sedih pun mempunyai cara agar adiknya itu mau menerima pernikahan itu dengan senang hati .
" Kalau luna gak setuju batalkan saja pernikahan nya pa ma , bilang sama Rayhan untuk menjauhi Luna bilang kalau Luna tak mau menjalin hubungan yang serius dengan lelaki itu . Gampang kan gak perlu bujuk bujuk Luna seperti itu . " Ucap Alvan dengan nada datar nya , sebenarnya ia tak suka memiliki adik ipar seperti Rayhan ,tapi ...entahlah Alvan merasa ingin menyatukan adiknya dengan lelaki itu .
ia merasa Rayhan orang yang tepat untuk menjaga adiknya itu ia juga merasa Rayhan bukan lelaki yang buruk jadi tak ada salah nya ia membantu lelaki itu sedikit meskipun dalam hatinya ia sedikit tak rela .
" Eh...jangan papa ..." Ucap Luna tak ingin papa nya mengecewakan lelaki yang saat ini dekat dengan nya itu ..
" Lalu kamu mau papa mu ini bagaimana Luna , cepatlah papa tak punya waktu banyak cepat putuskan ." Ucap dewa menahan senyum nya ia senang melihat anak perempuan nya itu nampak kebingungan .
" Luna gak mau menikah dulu untuk saat ini , tapi papa Jangan suruh dokter Rayhan untuk pergi ninggalin Luna .Luna cinta sama dokter Rayhan pa ." Ucap Luna menunduk sedih .
" Hanya ada 2 pilihan Luna. Menikah atau jauhi dokter Rayhan , Rayhan juga tak akan bersedia jika menunggu terlalu lama umurnya sudah cukup untuk menjalani hubungan pernikahan . " Ucap dewa pada anak gadisnya itu . Luna terdiam apa yang dikatakan papa nya benar umur Rayhan sudah menginjak kepala 3 seperti kakaknya itu .
Luna tak yakin jika Rayhan akan mau menunggu nya .. wanita.itu tak ingin kehilangan Rayhan jadi ia tak punya alasan untuk menolak permintaan mama dan papanya itu .
" Ya sudah ...Luna mau menikah sama dokter rayhan , tapi ...kakak harus nyanyi di pernikahan Luan nanti . " Ucap Luna tak ingin menderita sendiri an . mendengar itu Alvan yang sedang memakan makanan nya pun tersedak .
__ADS_1
" Uhukk. Uhukk..." Alma yang melihatnya pun langsung memberikan segelas air pada suaminya itu yang langsung di minum Alvan sampai tandas .
" Kamu gila ...mana mungkin aku nyanyi , aku gak mau ..." Ucap Alvan kesal , ia merasa menyesal telah membantu ibunya untuk membujuk Luna dengan caranya kalau dirinya juga ikut kena imbas dengan pernikahan itu .
" Ya sudah. Luna gak mau menikah kalau kak Alvan gak mau nyanyi ..." Ucap Luna menatap Alvan memelas .
" Mas ...sudahlah lagi pula hanya nyanyi ini . " Ucap Alma ikut membujuk Alvan agar lelaki itu mau menyanyi .
" Enggak ya sayang , aku gak suka tampil di depan orang banyak seperti itu . Gak aku gak mau ." Tolak Alvan kesal .
" Ayolah Van , setuju saja . " Bujuk Medina pada anak laki laki nya itu .
Alvan merasa terpojok sekarang semua tengah memandang nya dengan penuh harap , lelaki itu berdecak karena ia tak tega melihat Alma menatap nya dengan memelas . Ia merasa hatinya telah mengkhianati dirinya .
" Oke...tapi satu lagu saja gak lebih . " Ucap Alvan pada Akhirnya mengalah , semua orang yang ada di meja makan itu pun tersenyum senang , sementara Alvan lelaki itu memilih melanjutkan makan malam nya dengan suasana hati yang buruk .
..
..
" Yang benar saja kamu . Uang 10 juta yang aku simpan kamu ambil dan sudah habis ..." Ucap Vivi tak percaya ...
" Uang segitu doang kenapa mempermasalahkan nya begitu besar , toh kamu bisa mendapatkan uang itu kembali atau kamu minta mama kamu saja kan gampang , gak usah crewet aku mau tidur . " Ucap lelaki itu berbaring di kasur nya .
" Kamu semakin hari semakin membuat ku muak saja , kamu pikir uang itu mudah di dapatkan usaha kue ku lagi gak lancar dan uang yang kamu pakai itu buat beli bahan , kalau kamu habiskan begitu saja sekarang aku mau beli bahan dengan apa ha ..dasar lelaki gak tau di untung sudah numpang makan masih saja menyusahkan istri. " Kesal Vivi beranjak dari kamarnya dan keluar dari kamar itu .
" Ada apa lagi setiap hari ribut terus bikin kepala mama pusing , rasanya sulit sekali hidup dengan tenang di rumah ini ." Ucap Iren kesal karena anak dan menantu nya tak pernah akur sekarang .
" Menantu mama itu sudah menghabiskan uang yang mau aku pakai untuk membeli bahan untuk buat kue . Mama tau kan usaha kue Vivi akhir akhir ini gak bagus , Vivi mau dapat uang dari mana kalau menantu mama itu menghabiskan semuanya . " Ucap Vivi kesal .
__ADS_1
" Dari awal mama sudah menyuruhmu untuk menceraikan dia tapi kamu masih saja mempertahankan nya , lelaki seperti itu sudah tak bisa di harapkan lagi Vi setiap hari kerjanya mabuk dan berjudi saja , hanya tau caranya menghabiskan uang . " Kesal Iren memarahi anaknya itu yang tak kunjung melepaskan menantu tak tahu diri nya itu .
sementara Vivi wanita itu terdiam ia tak ingin menceraikan suaminya karena bagaimanapun ia sangat mencintai suaminya itu melebihi apapun .
Tiba tiba suara ketukan pintu menghentikan perdebatan itu , Iren datang membuka pintu dan melihat siapa yang datang ternyata seseorang pria berbadan besar yang mengunjungi rumah nya .
" Ada apa ya ...?" Tanya Iren pada lelaki tersebut . .
" Ada apa ada apa ...kami disini untuk menagih hutang yang lebih dari 3 bulan tak di bayar . " Ucap orang itu pada Iren .
" Jangan mengada ada , mana mungkin saya memiliki hutang . " Kesal Iren pada lelaki di hadapannya itu .
" Memang bukan ibu tapi menantu ibu , kalau tak percaya silakan lihat data data ini ." Ucap lelaki itu menyerahkan beberapa selembaran kertas pada Iren .
Iren seperti mau pingsan melihat nya ia tak menyangka menantunya itu berhutang pada dekolektor sebesar 100.000 juta dan jaminan nya adalah rumah nya ini .
" Kurang ajar ..." Ucap Iren ingin menyeret menantunya itu dan menghajarnya habis habisan karena telah membuat keluarga nya dalam masalah besar .
..
.
..
Semua memiliki karma nya sendi sendiri ya ...gays ...
jangan lupa baca terus sampai tamat , berikan like komen , vaf dan hadiah agar author semangat up nya .
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR
__ADS_1