
Chiko mengetuk pintu rumah Alvan dengan pelan , tak berapa lama sahabatnya itu keluar dengan muka datarnya menatap Chiko malas .
" Mana kunci mobil nya .?" Tanya Chiko pada sahabatnya itu . Alvan menatap Chiko dari atas sampai bawah ia baru sadar jika sahabatnya itu menggunakan pakaian sopir , melihat itu Alvan tak kuasa menahan tawanya nya .
" Hahahaha ... Loe ngapain pakai baju sopir kayak gitu. ?" Tanya Alvan seraya tertawa dengan keras .
" Ck ... Loe ini bener bener brengsek ya Van , di saat gue lagi kesusahan loe malah bisa bisanya ngakak kayak gitu kalau gue gak lagi kesusahan jangan kan tertawa senyum saja gak pernah , loe ini bener bener seneng lihat Sahabatnya susah . " Ucap Chiko kesal .
" Maaf ... " Ucap Alvan masih menahan tawanya .
" Gue terpaksa pakai pakaian kayak gini karena istri gue yang nyuruh dia ingin jadi Putri sehari. Naik mobil mewah dan punya sopir tampan kayak gue . " Ucap Chiko kesal .
" Sampai segitunya istri loe ngidam . " Ucap Alvan menatap istri Chiko yang masih berdiri di samping mobil milik Alvan , wanita itu menatap mobil dengan mata berbinar binar .
" Jangan gitu nanti kalau Alma hamil gue doain lebih parah ngidam nya dari pada istri gue . " Ucap Chiko kesal .
" Gak akan , anak gue gak mungkin nyusahin bapak nya . " Ucap Alvan percaya diri .
" Lihat saja nanti . " Ucap Chiko kesal .
" Ada apa sih Van. Siapa yang datang ?" Tanya Medina yang datang bersama Alma .
" Eh.. Tante .." sapa Chiko malu malu karena lelaki itu mengenakan pakaian sopir .
" Loh Chiko kamu ngapain pakai pakaian kayak gitu , kamu pindah profesi apa gimana ?" Tanya Medina heran dengan sahabat anaknya itu .
" Ini semua keinginan anak Chiko yang masih dalam kandungan Tante . " Ucap Chiko menunduk sedih ..
" Wah pak Chiko hebat , demi istrinya dia rela menjadi sopir sehari Alma salut sama pak Chiko ." Ucap Alma memuji sikap Chiko yang mau menuruti istrinya yang sedang ngidam .
" Ck ... Hebat apanya aku juga bisa kayak gitu . " Ucap Alvan kesal karena Alma memuji pria lain di hadapannya .
" Benarkah , bilang saja kamu iri istrimu memuji ku. " Ucap Chiko menggoda Alvan .
" Ck .. gak ada iri iri an .Tunggu dulu aku ambilkan kunci . " Ucap Alvan muak ia berlalu pergi meninggalkan mereka .
" Maafkan Alvan ya Chiko anak itu memang kalau bicara kadang menyakitkan hati , Ayo ajak istri mu masuk dulu sambil nunggu Alvan Ambil kunci . " Ucap Medina tersenyum ramah
__ADS_1
.
" Mbk Alma cantik ya mas ." Ucap istri Chiko berbisik di telinga suaminya.
" Cantik tapi cantikan kamu . " Ucap Chiko tersenyum .
Bukannya terharu dengan pujian itu istrinya itu justru malah menampar pundak Chiko pelan .
" Mbk Dea mau minum apa ?" Tanya Alma ketika Chiko dan istrinya itu duduk di sofa .
" Eh ... Gak usah repot repot ma . " Ucap Dea tak enak hati .
" Gak repot kok mbk , kan mbk ini tamu jadi saya harus melayani mbk sebaik mungkin kan . " Ucap Alma tersenyum .
" Kalau begitu aku tak sungkan lagi , buatan jus jeruk saja. " Ucap Chiko tersenyum .
Dea serasa ingin menampar wajah suaminya itu yang begitu tak tahu malu.
" Mas ini ..." Ucap Dea tak suka .
" Tak apa biar saya ambilkan ." Ucap Alma ingin pergi ke dapur namun di cegah oleh mertuanya .
" Gak usah ma , biar Alma saja lagi pula alma gak enak kalau di suruh diem terus tanpa mengerjakan apapun . " Tolak Alma halus .
" Ya sudah , kalau gak bisa minta bantuan pembantu ya . " Ucap Medina tak ingin melihat menantunya sedih , Alma pun berlalu pergi dengan mendorong kursi roda nya menuju dapur .
" Tante ini perhatian sekali sama mbk Alma , aku jadi pengen punya mertua seperti Tante . " Ucap Dea tersenyum ramah .
" Menantu Tante hanya satu Dea tentu Tante harus perhatian . " Tutur Medina tersenyum .
Sementara itu kini Alma tengah berada di dapur , dapur itu tampak sepi seperti nya para pembantu sudah mulai beristirahat atau mungkin mengerjakan hal lain .
Melihat itu Alma tak perduli ,Wanita itu mencari ke sekeliling untuk menemukan di mana gelas air berada , dan ia tak menyangka jika gelas itu berada di rak paling atas . Wanita itu pun bingung di kondisinya yang seperti saat ini ia bahkan tak mampu meraih benda yang agak tinggi dari dirinya.
Namun karena tak menemukan orang untuk membantu nya ia pun terpaksa berusaha meraih nya sendiri dengan berpegangan pada meja dapur .
Alvan keluar dari kamar nya dengan santai lelaki itu terus berjalan menuju ruang tamu , di tengah jalan ia berhenti ketika melihat istri nya berusaha berdiri dan hampir saja terjatuh kalau saja Alvan tak buru buru menangkap istrinya itu mungkin saat ini istrinya sudah terduduk di lantai .
__ADS_1
" Kamu ngapain di sini. " Ucap Alvan dengan nada dingin , lelaki itu tak suka dengan apa yang baru saja Alma lakukan.
" Aku mau ambil itu mas . " Ucap Alma menunjuk sebuah gelas di rak .
" Kenapa gak minta bantuan . " Ucap Alvan kesal .
" Gak ada siapa siapa jadi Alma berusaha ambil sendiri tapi kaki Alma masih gak mampu buat bapak di lantai . " Ucap Alma menunduk jujur wanita itu takut dengan tatapan Alvan yang tajam .
" Ck ... " Mendengar itu Alvan hanya bisa berdecak , tanpa berkata apapun lelaki itu langsung mengambil gelas yang berusaha di raih istrinya itu .
Setelah itu Alvan meletakan gelas itu ke depan Alma , Alvan menatap Alma sejenak ia sungguh tak habis pikir dengan wanita di hadapannya itu , karena dirinya masih marah ia pun langsung pergi meninggalkan Alma sendiri.
" Dia saja tak perduli dengan dirinya sendiri jadi untuk apa aku perduli. " Ucap Alvan kesal .
Alma yang melihat Alvan pergi begitu saja pun menjadi sedih ia merasa suaminya itu sedang marah namun ia juga tak bisa membujuk suaminya karena dirinya lah yang salah .
Alma menghela nafas perlahan kemudian wanita itu berjalan menuju kulkas dan menuangkan jus ke dalam gelas .
" Kamu kenapa muka nya di tekuk kayak gitu ?" Tanya Medina pada sang anak .
Bukannya menjawab Alvan malah duduk di samping ibunya , lelaki itu menyerahkan kunci mobil di tangan nya ke atas meja .
" Alvan mama ini tanya sama kamu , Kenapa gak di jawab . " Ucap Medina kesal .
" Berisik ." Bentak Lelaki itu kemudian pergi menuju kolam untuk meredakan amarahnya yang masih membara karena ulah Alma . Medina yang melihat itu pun hanya menghela nafas nya lelah .
" Eh ... Dia kenapa Tante ?" Tanya Chiko penasaran .
" Gak tau lagi sensi kayak nya , udah gak usah dipedulikan dia memang orang nya seperti itu . " Ucap Medina Acuh .
" Ini minum nya mas mbk . " Ucap Alma meletakan sebuah gelas di hadapan Dea dan Chiko .
" Terimakasih ya Alma . " Ucap Chiko tersenyum .
" Alma kamu jangan dekat dekat dulu sama Alvan ya nak , dia lagi sensi . " Peringat medina pada menantunya itu , ia tak ingin Alma kena marah dan sakit hati dengan perkataan Alvan .
Alma hanya diam ia tau apa yang membuat Alvan marah . Di tatap nya sang suami yang saat ini tengah duduk di tepi kolam .
__ADS_1
" Ia jangan kaget juga Ma , Alvan memang orang nya seperti itu kalau lagi kesal atau marah . " Ucap Chiko yang hapal betul dengan sikap sahabatnya itu .
" Iya .." lirih Alma masih tak mengalihkan pandangan nya dari Alvan . Sementara itu mertua dan teman Alvan asik mengobrol lagi dan lagi .