
Alma begitu senang karena ketakutan nya sirna , tadi ia begitu takut kalau kalau teman teman di cafe milik Chiko tak menyukai nya namun kekhawatiran nya seakan sirna ketika melihat para pegawai di tempat itu sangat ramah dan bersahabat .
Saat Alma kesusahan para pegawai yang lain pun tak sungkan untuk membantu . Dan di saat ia melakukan kesalahan para pegawai yang lain pun maklum dan tak memarahi Alma .
Alma rasa dirinya akan betah kerja di tempat itu . Sementara itu Chiko tampak menatap lelaki di hadapannya dengan tajam padangan lelaki itu sama sekali tak beralih dari pria di hadapannya yang saat ini tengah santai membaca koran dan meminum segelas kopi .
" Kapan kamu akan muncul di hadapan nya Van , kemarin saja buru buru suruh aku nemuin wanita itu setelah aku temukan kamu malah acuh tak acuh seperti ini sebenarnya apa sih tujuan kamu . " Ucap Chiko marah .
" Kamu ingin tau tujuan ku ?" Tanya Alvan dingin .
" Aku tak ingin tau lagi karena aku tau jawaban mu pasti tak akan membuatku puas dasar manusia batu . " Ucap Chiko kesal .
" Apa dia sudah mulai bekerja ?" Tanya Alvan penasaran .
" Sudah , sesuai dengan yang kamu perintahkan aku sudah menerima nya di cafe ku . " Ucap Chiko dengan nada kesal nya .
Ia kesal dengan Alvan yang peduli pada wanita lumpuh itu namun ia tak mau menunjukkan kepedulian nya secara langsung .
" Aku penasaran kamu itu punya utang Budi apa sih Van sama wanita itu . ?" Tanya Chiko penasaran pasalnya ia baru melihat Alvan begitu peduli pada orang lain selain keluarga nya .
" Utang itu tak bisa aku jelaskan , biar aku saja yang mengetahui nya . " Ucap Alvan tak ingin bercerita tentang masalah itu .
" Ck ...selalu saja seperti itu , oh iya bagaimana keadaan Luna ?" Tanya Chiko mengingat adik Alvan yang saat ini sedang sakit .
" Masih sama seperti sebelumnya, ia tak mau makan kalau tidak ada aku dia juga masih ketakutan kalau ada orang asing yang datang ke rumah . " Ucap Alvan menjelaskan kondisi adiknya .
" Kenapa tidak di bawa ke rumah sakit saja ?" Tanya Chiko merasa kasian dengan kondisi adik sahabatnya itu .
" Aku tak ingin orang lain mengatai dia gila , dia hanya depresi aku masih mampu merawat nya di rumah . " Jawab Alvan atas pertanyaan sahabatnya Chiko .
__ADS_1
" Tapi mau sampai kapan Van , Luna sama sekali tak menunjukkan perubahan dan aku kasihan melihat itu . " Ucap Chiko jujur .
" Sampai aku menemukan obat untuk menyembuhkan trauma nya . " Ucap Alvan membuat Chiko menghela nafas ia merasa sulit untuk mengubah pemikiran sahabatnya itu.
....
...
Di lain sisi Alma tengah mengantar pesanan ke salah satu pengunjung cafe tempat di mana ia bekerja .
" Ini buk silakan di nikmati . " Ucap Alma menyodorkan beberapa hidangan ke atas meja tersebut .
" Ck ... Lama sekali pelayanan nya , aku tak menyangka cafe semewah ini mau memperkerjakan orang lumpuh seperti kamu . " Ucap seorang perempuan yang kelihatan nya masih muda .
" Orang lumpuh juga manusia , jika tak ingin makan di sini silakan keluar . " Itu bukan kata kata yang keluar dari mulut Alma melainkan kata kata yang keluar dari mulut sela salah satu pelayan di cafe tersebut .
" Kamu , berani sekali kamu berbicara seperti itu dengan pelanggan kamu mau saya adukan dengan bos kamu . " Ucap pelanggan itu marah .
" Kamu memang tak ada takut takut nya ya , tunggu saja saya akan adukan kamu dengan bos kamu . " Ucap pelanggan itu pergi dari tempat duduk nya .
" Sela kenapa kamu berbuat seperti itu , pak Chiko bisa marah kalau sampai dia tau kamu berbuat seperti itu , apa kamu tidak takut di pecat ?" Tanya Alma pada wanita di samping nya itu .
" Kamu tenang saja , aku sudah biasa di marahi . Lagi pula pelanggan itu sudah keterlaluan aku paling tidak suka dengan orang seperti itu . " Ucap sela tersenyum .
Alma hanya diam ia merasa apa yang sela lakukan akan membuat gadis itu kena marah nantinya padahal kan gadis itu hanya membela nya hal itu membuat Alma merasa bersalah .
" Sudahlah tak usah di pikirkan , ayo kita makan siang dulu , aku tau kamu sedari tadi menahan lapar kan ?" Tanya sela pada Alma , Alma yang sedari tadi diam pun tersenyum dan mengangguk .
" Ya sudah ayo dari pada nanti perut mu sakit aku juga yang repot . " Ucap sela tersenyum.
__ADS_1
wanita itu membantu Alma mendorong kursi roda nya menuju sebuah tempat yang telah di sediakan untuk para pegawai beristirahat .
" Kamu mau makan apa biar aku ambilkan?" Tanya sela pada Alma .
" Biar aku ambil sendiri saja sel , aku tak mau merepotkan mu . " Ucap Alma tak ingin merepotkan wanita di hadapannya itu .
" Aku tak merasa di repotkan mbk , kan aku juga mau ngambil makan jadi sekalian saja ngambil makan buat kamu ." Ucap sela menjelaskan .
" Ya sudah , terserah aku makan apa aja doyan . " Ucap Alma pada akhirnya .
Sela yang mendengar itu pun tersenyum . Gadis cantik itu segera mengambil beberapa lauk pauk untuk Alma .
" Ini mbk , silakan di makan . " Ucap sela menyodorkan sebuah nasi beserta lauk pauknya kehadapan Alma .
" Makasih ya sel . " Ucap wanita itu menerima makanan dari tangan sela .
" Mbk Alma ini umurnya berapa sih ?" Tanya sela seraya menyantap makanan nya .
" 25 tahun sel . " Jawab Alma
" Mbk sudah menikah ?" Tanya sela lagi ia begitu penasaran dengan asal usul Alma .
" Aku janda sel , Suami ku meninggal dalam kecelakaan . " Ucap Alma tersenyum getir .
" Maaf mbk aku gak tau ." Ucap sela merasa bersalah .
" Tak apa sel untuk apa minta maaf toh kamu hanya bertanya . " Ucap Alma tak ingin menyalahkan sela karena wanita itu tak salah sama sekali .
" Mbk sudah punya anak ?" Tanya sela lagi .
__ADS_1
" Anak ku meninggal dalam kandungan saat itu aku ikut naik mobil bersama suamiku kami mengalami kecelakaan bersama , suami ku meninggal begitu pula dengan anak dalam kandungan ku dan kaki ku lumpuh karena kerusakan syaraf . " Ucap wanita itu menjelaskan dengan nada sendu .
Mendengar itu sela menjadi iba dengan nasip yang menimpa Alma ia juga merutuki mulutnya yang begitu kepo dengan kehidupan Alma hingga membuat wanita itu membuka kembali cerita yang membuat nya sedih .