Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 44


__ADS_3

Alma menatap dirinya di cermin , ia memoleskan bedak di wajah nya dan memakai sedikit perona pipi setelah itu ia menggunakan perona bibir yang tak terlu cerah , ia tersenyum bersyukur karena wajah nya masih enak di pandang .


" Jangan cantik cantik ...nanti doker rayhan tertarik sama kamu lagi . Mas gak mau ...kamu hanya boleh Dadan cantik di hadapan mas saja.


" Ucap Alvan yang saat ini tengah berdiri di samping Alma .


" Mas ini ... Sudah sana pakai baju mas gak malu apa telanjang dada begitu . " Ucap Alma yang melihat suaminya hanya menggunakan handuk yang melilit tubuh bawahnya .


" Ngapain malu toh kamu sudah lihat semuanya . " Ucap Alvan santai .


" Mas ..." Tegur Alma karena lelaki itu telah membuat Alma malu . Pipi wanita itu sudah merona .


" Tak usah malu ... Sayang , kan benar yang mas katakan . " Ucap Alvan tersenyum , ia senang melihat wajah Alma memerah .


" Tetap saja ..Alma malu mas . " Ucap Alma menunduk .


Cup ...


Tiba tiba satu kecupan mendarat di pipi Alma ,


Lalu pindah ke bibir wanita itu .Alma semakin malu karena apa yang telah di perbuat Alvan pipinya pun sudah merah seperti tomat .


" Ya sudah mas ganti baju dulu ya sayang. " Ucap Alvan setelah mencium Alma .


lelaki itu berjalan menuju lemari nya , mengambil celana dan baju miliknya yang sudah tertata rapi di dalam lemari . Kemudian lelaki itu pergi ke kamar mandi .


" Dasar mas Alvan bisa saja membuat Alma tersipu malu ." Ucap Alma menggelengkan kepalanya pelan kemudian wanita itu kembali berdandan .


...


..


..


Alvan memarkirkan mobilnya di pelataran rumah sakit tempat Alma akan menjalankan terapi . Setelah mobil berhenti Alvan membantu istrinya untuk turun dan mendudukkan wanita itu ke kursi rodanya .


" Semoga hasilnya bagus ya mas nanti . " Ucap Alma berharap .


" Pasti sayang , yakinlah .." ucap Alvan memberikan semangat pada istrinya itu .


" Iya mas .." ucap Alma tersenyum .


" Kamu kesana dulu sama Luna ya sayang nanti mas nyusul , mas mau geser mobilnya kayak nya kurang pas . " Ucap Alvan tak ingin istrinya itu menunggu nya .


" Baiklah .Ayo Luna ..." Ajak Alma pada adik iparnya itu .


Luna segera mendorong kursi roda Alma perlahan memasuki rumah sakit itu , lorong demi lorong Luna dan Alma lalui , banyak orang yang tengah berlalu lalang me lewati mereka .


1


" Ramai sekali . " Ucap Luna memperhatikan kesekeliling nya .

__ADS_1


" Ini hari Senin ...makanya ramai . " Ucap Alma menjawab pertanyaan adiknya itu .


" Iya mbak . " Ucap Luna tersenyum .


" Alma ..." Sapa seseorang yang kebetulan tak jauh dari tempat ia dan Luna .


" Dokter Rayhan . " Sapa Alma tersenyum .


Luna yang melihat pandangan lelaki itu pada kakak iparnya pun tak suka . Gadis itu merasa lelaki di hadapannya itu memiliki perasaan terhadap Kakak iparnya .


" Kamu terapi lagi ?" Tanya Rayhan pada Alma .


" Ya ...begitulah . " Ucap Alma tersenyum .


" Semangat Alma saya yakin kamu bisa sembuh dan pulih seperti sedia kala lagi . " Ucap Rayhan tulus .


" Terimakasih dokter . " Ucap Alma pada mantan kekasih nya itu .


" Kalau begitu ayo saya antar kebetulan saya mau kesana juga tadi . " Ucap Rayhan pada Alma .


" Tidak usah ..dokter kesana saja dulu , kami sedang menunggu kak Alvan . " Ketus Luna tak suka dengan kedekatan lelaki itu pada kakak iparnya .


" Eh ... Siapa kamu . " Ucap Rayhan yang baru menyadari jika Alma tak sendiri an.


" Ini Luna ...dia adik ipar ku dokter . " Jawab Alma .


Rayhan menatap Luna tajam ia memperhatikan Luna dari atas sampai bawah . Sedangkan Luna, wanita itu memutar bola matanya malas berbicara pada orang yang telah berusaha menggoda kakak iparnya itu .


" Oh... Jadi dia yang menolong kakak " ucap Luna menatap Rayhan remeh .


Rayhan yang melihat itu pun tersenyum ia tak menyangka gadis muda di hadapannya itu bertingkah seperti itu .


"Maaf ya dokter Rayhan .. " ucap Alma tak enak hati melihat Luna yang tak bersikap baik pada pria di hadapannya itu .


" Tak masalah Alma , saya hanya tak menyangka adik dan kakak nya memiliki sifat yang sama . " Ucap Rayhan mentap Luna sinis .


" Apa maksud kamu .." ucap Luna tak suka .


Alma yang melihat itu pun menghela nafas nya ia tak ingin adik ipar nya itu membuat keributan di rumah sakit .


" Luna sudah lah ini rumah sakit jangan bersikap seperti itu ,lagi pula apa salah nya dokter Rayhan mengantar kita toh cuma mengantar saja kan . " Ucap Alma pada adik iparnya itu .


Luna yang mendengar kakak iparnya lebih memilih membela Rayhan pun kesal .


" Ayo ..." Ucap Rayhan berjalan lebih dulu .


Luna tak ingin melajukan kursi roda Alma mengikuti Rayhan namun kakak iparnya itu menatap nya dan menggeleng kan kepalanya maka dari itu ia tak punya pilihan lain untuk tidak mengikuti pria yang saat ini tengah berjalan di hadapannya itu .


" Sudah sampai silakan masuk . " Ucap Rayhan ketika ia baru saja berhenti di depan sebuah ruangan yang lumayan besar itu .


" Luna ...kamu tunggu sini saja ya ...kalau ada kakak mu datang suruh masuk saja . Dan dokter rayhan tolong temani adik saya sebentar ya . " Ucap Alma buru buru karena dokter Mayang sudah menunggu nya sedari tadi .

__ADS_1


Luna terdiam tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya ,begitu pula Rayhan lelaki itu merasa canggung berada di dekat Luna.


" Em.. kamu mirip seperti kakakmu . " Ucap Rayhan memecahkan kesunyian di antara mereka .


" Beda ...lah kak Alvan laki laki aku perempuan apa nya yang mirip . " Ucap Luna kesal .


" Bukan wajah nya bukan pula laki dan perempuan nya tapi yang mirip dari kalian adalah sifat nya , sama seperti kamu Alvan juga gak suka aku dekat dengan Alma . Kalian pikir aku akan menggodanya atau merebutnya kan . Padahal aku tak ada niat seperti itu , kami hanya berteman tak lebih dari itu . " Ucap Rayhan tersenyum tipis .


" Untuk apa dokter menjelaskan nya pada saya . " Ucap Luna pada Lelaki yang saat ini tengah berdiri di samping nya itu .


" Agar kamu tak salah lagi menilai saya . " Ucap Rayhan menatap Luna lembut .


Ditatap seperti itu membuat Luna tak bisa mengalihkan pandangan dari wajah Rayhan . Ia mengakui lelaki di samping nya itu sangat tampan ...


" Kenapa kamu menatap ku seperti itu , kamu terpesona dengan ku ya ?" Goda Rayhan pada gadis muda dihadapan nya itu .


" Aku mana mungkin terpesona sama dokter , dokter ini bukan tipe saya . Ya meskipun wajah dokter lumayan dan postur tubuh dokter juga lumayan . Pasti dokter suka olahraga malam ya ." Ucap Luna yang ingat akan olahraga malam yang Alvan bahas .


Rayhan menatap tak percaya pada Luna . Ia sungguh tak menyangka Luna berpikir seperti itu tentang dirinya .


" Saya olahraga malam yang benar saja , saya belum menikah Luna . Kamu pikir saya ini laki laki apa yang berolahraga malam saat belum menikah . " Ucap Rayhan kesal .


" Memang nya apa hubungannya olahraga malam dengan menikah .Lagi pula saya heran apa itu sebenarnya olah raga malam ?, Apa olahraga itu di lakukan pada malam hari atau bagaimana saya pun taktau ." Ucap Luna bingung .


" Kamu beneran gak tau apa itu olahraga malam ?" Tanya Rayhan pada gadis di sampingnya itu .


" Enggak ..." Jawab Luna singkat .


" Lalu kenapa kamu bisa bicara tentang olahraga malam kalau kamu sendiri tak tau artinya .?" Tanya Reyhan lagi .


" Karena aku pernah dengar kak Alvan ngomong gitu dan itu buat aku penasaran sampai sekarang . Aku pikir olahraga malam itu olahraga yang di lakukan malam hari ternyata salah . " Ucap Luna pada Rayhan .


Seketika Rayhan tak bisa menahan tawanya ia tak mengira Luna akan selugu itu .


" Kalau begitu kamu mau olahraga malam bersama ku biar kamu tau olahraga malam itu seperti apa dan apa artinya . Kamu pasti menyukainya nanti ." Ucap Rayhan bercanda .


" Jangan aneh aneh ...adik ku tak akan mau melakukan nya . " Ucap Alvan yang datang tiba tiba .


" Kakak...dari mana saja sih , kak Alma udah masuk dari tadi tauk . " Kesal Luna pada Kakak nya itu .


" Terus kamu kenapa gak masuk dulu sama kak Alma dan kenapa pula malah ngobrol sama orang ini pakai bahas olahraga malam segala lagi ." Ucap Alvan memarahi Luna.


" Kak Alma yang nyuruh aku nunggu di sini . Salah sendiri kakak gak kasih tau Luna apa itu olahraga malam jadinya aku tanya sama dokter Rayhan lah . " Ucap Luna santai seperti tak bersalah .


"Ck....kamu bakal malu kalau tau apa artinya itu apalagi kamu sudah tanya pada seseorang yang tak seharusnya kamu tanyai tentang itu . " Ucap Alvan kemudian pergi ke dalam ruangan tempat Alma menjalani terapi .


Sementara Rayhan menatap Luna tersenyum ia merasa terhibur dengan kehadiran gadis muda di hadapannya itu . Ia melirik jam yang melingkar di tangan nya . Ia merasa dokter mayang masih lama memeriksa Alma jadi ia putuskan untuk pergi dari sana terlebih dahulu .


" Dokter mau kemana katanya ada urusan dengan dokter Mayang . Apa jangan jangan dokter ini bohong ya biar bisa ngobrol dan cari perhatian kak Alma saja ." Tudul Luna pada lelaki itu .


" Dokter Mayang lama ..jadi saya harus pergi dulu karena masih ada pasien yang menunggu . Tapi .. mengenai tawaran saya tadi kamu boleh memikirkan. Saya sangat senang kalau kamu mau menerima ajakan saya untuk berolahraga malam bersama . " Ucap Rayhan tersenyum , kemudian lelaki itu pergi meninggalkan Luna sendiri an.

__ADS_1


" Kenapa aku merasa aneh dengan senyum dokter tadi , apa benar kata kakak kalau aku tak seharusnya bertanya tentang olahraga malam pada dokter itu ...Ah sudahlah aku akan mencari tau nanti apa itu olahraga malam yang kak Alvan maksud ." Ucap Luna pada dirinya sendiri .


__ADS_2