Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 25


__ADS_3

Alma memasuki kamar milik nya perlahan pandangan wanita itu langsung tertuju pada seorang lelaki yang saat ini tengah berada di atas kasur milik nya . Lelaki itu sama sekali tak meliriknya ia tengah sibuk dengan laptop nya .


" Makan siang udah siap mas . " Ucap Alma memberitahu suaminya itu .


" Hemmm..." Ucap Alvan yang malas menjawab Alma karena lelaki itu masih marah pada wanita itu .


Mendengar itu Alma menghela nafasnya sabar dalam menghadapi sikap Alvan yang sering berubah ubah .


Wanita itu mendorong kursi roda nya menuju meja di samping ranjang , di ambil nya vas bunga yang ada di kamar itu di gantinya bunga yang sudah layu dengan bunga yang baru .


Alvan melirik nya sekilas ia ingin berbicara dengan Alma namun gengsi nya sangat tinggi .


" Siapa ?" Tanya Alvan masih menatap laptop di hadapannya , Alma menatap bingung ke arah Alvan ia sungguh tak tau apa yang di maksud suaminya itu .


" Siapa apa nya ?" Tanya Alma.


" Ck ... Siapa dokter tadi ?" Tanya Alvan pada akhirnya karena ia tak tahan ingin membahas masalah itu dengan istrinya itu .


" Dia mantan Alma . " Jujur wanita itu tak mau menutupi masa lalunya , Alvan yang mendengar nya langsung mengepalkan tangan nya , melihat wajah Alvan yang mengeras Alma pun memutuskan untuk menjelaskan nya pada lelaki itu .


" Tapi Alma sudah tak memiliki hubungan apa pun dengan nya , kami hanya berteman dan apa salah kalau Alma berbicara atau sekedar menyapa saja ." Ucap Alma menatap bunga bunga di dalam vas .


" Gak salah tapi Aku tak suka . " Ucap Alvan jujur , Alma terdiam di tatapnya Alvan tajam . Ia merasa Alvan begitu egois .


" Apa alasan mas gak suka , mas gak bisa larang Alma untuk berteman dengan siapa pun dong . " Ucap Alma kesal .


" Karena aku gak suka itu saja , Aku bisa melarang mu karena aku suamimu . " Ucap Alvan tak mau mengakui jika dirinya cemburu .


" Mas ini egois tak mengerti perasaan Alma . " Ucap Alma menunduk sedih .

__ADS_1


" Kamu yang gak ngerti perasaan aku . " Bentak Alvan menatap Alma tajam ia tak terima Alma berkata seperti itu .


Lelaki itu sangat kesal karena sangat kesal ia pun melampiaskan amarah nya pada sebuah vas yang alma tatap sedari tadi .


Prak ...


Vas itu pecah karena di lempar ke dinding Alma yang melihatnya begitu terkejut , hatinya sakit ia belum pernah di perlakukan seperti itu oleh seseorang lelaki, Alma menitihkan air matanya menatap vas itu dengan sedih .


" Aku gak ngerti gimana mas , selama ini mas bersikap dingin sama Alma, Alma tetap mengerti , Alma bingung sebenarnya mas ini mau nya apa kadang mas baik banget sama Alma kadang kasar dan dingin . Alma jadi tak paham dengan mas. " Ucap Alma mengutarakan keluh kesah nya pada suaminya itu .


" Ck ... Terserah kamu . " Ucap Alvan tak ingin berdebat lagi dengan istrinya itu . Lelaki itu pergi melalui pintu kaca yang menghubungkan kamar nya dengan kolam .


" Kenapa aku bisa menikah dengan lelaki seperti itu . " Lirih Alma mengusap air matanya kasar .


...


..


" Ini minum dulu . " Ucap Medina menyerahkan jus itu pada anak nya .


" Makasih ma .. " ucap Alvan menerima jus itu dan meminumnya setengah .


" Boleh mama ikut duduk ?" Tanya Medina lembut , Alvan menatap ibunya sejenak kemudian ia bergeser dan memberikan tempat untuk ibunya duduk .


" Alvan maaf mama ikut campur tapi tadi mama denger kamu lempar sesuatu di kamar . Kamu lagi ada masalah apa sama Alma ?" Tanya medina mengusap rambut anak nya perlahan , Alvan menghela nafas nya perlahan ia bingung harus cerita atau tidak pada mamanya itu .


" Cerita lah nak siapa tau mama bisa memberikan kamu solusi . " Ucap Medina tersenyum lembut berusaha untuk meyakinkan anak nya itu .


" Aku bingung dengan diriku sendiri ma .." ucap Alvan menatap kolam renang yang tak begitu dalam itu .

__ADS_1


" Mama tau sulit bagimu untuk beradaptasi dengan orang lain karena dari kecil kamu di didik dengan keras . Mama juga tau selama ini kamu sudah sangat berusaha untuk bersikap baik sama Alma dan berusaha membuka hatimu untuk dia . Mama sangat bangga kamu bisa melakukan hal itu tapi ... Mama juga sedih karena akhir akhir ini kamu sering marah marah gak jelas dan mama gak tau karena apa ? , Ada apa Van ... Apa yang kamu bingung kan hingga perasaan mu berubah ubah seperti itu ?" Tanya Medina menatap anak nya itu lembut .


Alvan menatap mata mama nya yang selalu mengerti dia di saat ia sedang tak dalam keadaan baik baik saja .


" Alvan bingung kenapa Alvan tak suka setiap kali Alma memuji lelaki lain di hadapan Alvan , Alvan juga tak suka kalau Alma dekat dengan lelaki lain Alvan gak suka liat Alma sedih apalagi sampai terluka dan Alvan gak suka lihat Alma ceroboh dan melukai dirinya sendiri .Alvan ini sebenarnya kenapa ma ... Alvan belum pernah seperti ini sama perempuan .?" Tanya Alvan heran dengan dirinya sendiri .


" Kamu jatuh cinta Alvan dan itu dengan istrimu sendiri . " Ucap Medina tersenyum ia merasa senang jika yang membuat Alvan uring uringan akhir akhir ini adalah rasa cemburu .


" Mana mungkin ma , aku baru kenal dengan nya belum ada seminggu masak Alvan bisa jatuh cinta dalam waktu sesingkat itu sih. " Ucap Alvan tak percaya dengan omongan ibunya.


" Itu memang Kenyataannya Van , kamu sedang cemburu dan cemburu itu bagian dari cinta . Mama ini sudah pengalaman sayang jadi mama paham apa yang kamu rasakan . " Ucap Medina memberi tahu anak nya itu .


Alvan terdiam lelaki itu tengah bertanya pada hatinya apakah ia benar benar cemburu atau tidak .


Selama ini ia selalu bersikap baik pada Alma karena ia menganggap punya hutang Budi pada wanita itu tapi ... Jika hanya karena itu rasanya tak mungkin karena Alvan juga tak suka jika Alma dekat dengan lelaki lain.


Apa benar yang di katakan mama nya Alvan tengah cemburu namun jika tak benar kenapa ia marah saat ini .


" Bagaimana Alvan apa yang mama katakan benar ?" Tanya Medina pada sang anak .


" Alvan tak percaya Alma bisa membuat Alvan jatuh cinta dalam waktu singkat . " Ucap Alvan yang membuat Medina tersenyum ia senang sang anak mengakui perasaannya sendiri.


" Sudah sana , minta maaf sama Alma pasti dia kaget kamu lempar barang kayak gitu . Dia pasti sedang sedih saat ini Van. " Ucap Medina memerintahkan anak nya itu .


" Tapi Alvan ..." Ucap Alvan tak melanjutkan omongan nya , lelaki itu masih tak mau jika harus meminta maaf lebih dulu karena dia gengsi .


" Buang gengsi mu itu Van , kalau kamu gak mau kehilangan Alma . Apa kamu mau Alma pergi dari rumah ini karena marah dengan kamu ?" Tanya Medina pada anak nya itu .


Alvan tak menjawab lelaki itu begitu malu jika mengakui ia tak ingin Alma pergi tanpa banyak bicara Alvan langsung bangkit dari duduk nya dan pergi menuju kamar nya .

__ADS_1


Medina yang melihat itu pun tersenyum ia tau Alvan tak ingin Alma pergi karena anak nya tu telah jatuh cinta dengan Alma . Ia hanya bisa berharap semoga mereka dapat saling mencintai dan tidak bertengkar lagi .


__ADS_2