
2 bulan berlalu kini kandungan Alma sudah semakin membesar saja rasa lelahnya pun semakin bertambah tak jarang ia merasakan sakit di punggung nya hal itu membuat nya sempat merasa sedih namun ia senang karena sampai saat ini anaknya tumbuh dengan baik di perutnya .
Hari ini akan di adakan 7 bulanan kehamilan Alma sekaligus syukuran karena seminggu lagi Luna akan menikah dengan Rayhan . Semua orang berbahagia dengan kabar tersebut .
Hari ini sangat sibuk di dapur dan Medina tak mengizinkan Alma untuk ikut campur urusan dapur karena tak ingin menantunya itu kelelahan .
Ting tong
Bunyi pintu membuat Medina khawatir ia menatap Alma sekilas yang sudah berdiri dari tempat duduknya .
" Biar mama saja yang buka pintunya sayang kamu duduk saja di situ . " Ucap Medina melarang menantunya itu untuk beranjak dari duduknya .
" Alma saja ma , lagi pula hanya membuka pintu saja . " Ucap Alma kembali melangkah kan kakinya menuju pintu dan ..
ia tertegun saat melihat wanita tua yang mengenakan kursi roda berada dihadapannya , wanita itu bersama gadis yang sangat cantik di belakang nya .
" Kamu siapa ?" Tanya wanita tua itu menatap tajam Alma .
" Saya Alma nek ...nenek sendiri siapa ?" Tanya Alma penasaran dengan wanita tua dihadapan nya itu .
" Ck ...panggil Medina saja saya tak mau kamu yang menyambut ku . " Ucap orang tua itu membuat hati Alma sakit .
" Baik saya panggilkan mama dulu . " Ucap Alma perlahan-lahan memasuki rumah nya dan menuju ke dapur tempat dimana mertuanya berada .
" Mama di luar ada nenek nenek gak mau Alma sambut maunya sama mama , Alma gak tau siapa itu . " Ucap Alma menunduk sedih , Medina yang melihatnya pun menjadi iba ia berdecak kesal karena ibu mertua nya datang dan membuat menantu nya sedih .
" Tak apa biar mama kesana ya ...kamu ke kamar saja sayang . " Ucap Medina mengusap rambut Alma pelan , kemudian wanita itu berjalan menjauhi Alma dan pergi menemui ibu mertua nya .
" Mama sudah datang ." Ucap medina tersenyum dan menciumi pipi Mertuanya itu .
" Iya ...kenapa kamu malah menyuruh orang lain untuk menyambut mama . " Ucap wanita tua itu kesal , Medina tersenyum dan mengambil alih kursi roda mertuanya dari tangan gadis yang saat ini berada di hadapannya itu .
" Dia bukan orang lain ma ...dia itu istrinya Alvan . " Ucap Medina mendorong kursi roda milik mertuanya itu memasuki rumah , sementara gadis yang tadi bersama mertuanya itu mengikutinya dari belakang .
" Ck ...mama tak suka dengan wanita itu , kenapa kamu memilih wanita itu Medina mama kan sudah bilang ingin menjodohkan Alvan dengan Nadira . " Ucap wanita tua itu kesal .
" Mama yang memilih itu bukan Medina tapi cucu mama sendiri lagi pula ada apa dengan alma dia wanita yang baik dan sering membantu keluarga Medina ma . " Ucap Medina memuji menantunya di hadapan ibu mertua nya itu .
__ADS_1
" Tetap saja mama tak menyukai nya Medina ...kamu tak seharusnya menyutujui pernikahan itu . " Teriak wanita tua itu kesal ia ingin Alvan menikah dengan gadis yang selama ini merawatnya .
" Mama ini adalah acara 7 bulanan menantu Medina jadi Medina mohon jangan bahas masalah ini dulu atau mas dewa akan marah dan memarahi mama lagi . " Ucap Medina memperingati mertuanya agar tak merusak acara malam ini .
" Ck ...aku kesini datang untuk menengok Alvan dan kamu bukan untuk menghadiri acara 7 bulanan ini lagi pula kamu kenapa berpikir aku akan merusak acara ini kurang kerjaan saja . " Ucap Ningsih kesal pada menantunya itu , medina menghela nafas nya lelah karena ibu mertua nya selalu saja bersikap seperti itu .
Tak lama setelah ibunya masuk kedalam rumah Alvan pun datang dan masuk kedalam rumahnya .
" Alvan ini ada nenek kamu datang . " Ucap Medina yang melihat anaknya baru saja datang dengan membawa tas kantor nya .
" Hay pacar ku Ningsih ...kamu sudah datang ternyata . " Ucap Alvan mencium pipi neneknya itu sayang , Ningsih tersenyum dan mengusap rambut cucunya itu dengan lembut .
" Alvan tak sopan bicara seperti itu sama orang tua . " Peringat ibunya membuat Alvan tersenyum .
" Kamu ini kenapa Medina cucu ku ini sedang merindukan ku jadi wajar kalau dia berkata seperti itu dengan ku . " Ucap ngingsih menatap Medina tajam , Medina hanya diam dan memilih untuk tak berbicara lagi .
" Oh iya ...sayang kamu inget kan ini siapa ?" Tanya Ningsih pada Alvan , Alvan melirik sekilas wanita yang saat ini tengah berada di sisi neneknya itu .
" Hay ...Nadira lama tak bertemu ." Ucap Alvan berusaha ramah pada gadis yang selama ini dengan suka rela mengurusi neneknya itu .
" Hay juga Alvan..." Ucap gadis dihadapannya itu malu malu melihat itu Ningsih jadi senang sementara Medina wanita itu memandang kasian pada pintu kamar Alvan yang masih tertutup rapat .
" Di kamar Van tadi mama baru saja suruh dia masuk . " Jawab medina pelan .
" Kamu ini pulang kerja langsung nyari in istrimu itu Van kamu memang nya gak kangen sama nenek . " Ucap Ningsih tak suka jika cucunya menanyakan istrinya itu .
" Nenek ...nenek itu pacar Alvan tentu saja Alvan kangen sekali dengan nenek . Tapi ..Alvan juga rindu sama istri Alvan yang sudah sehari tak Alvan temui . " Ucap Alvan tersenyum mendengar itu hati Nadira sedikit sakit ia merasa apa yang ia lakukan selama ini sia sia .
" Ya sudah sana pergi . " Ucap Ningsih kesal .
" Nanti Alvan kesini lagi oke . " Ucap Alvan pada neneknya itu setelah itu Alvan berlalu kedalam.kamar di lihatnya sang istri yang tengah meringkuk di atas kasur empuk miliknya..
" sayang kamu kenapa di sini kamu kecapekan ya..?" Tanya Alvan langsung memeluk tubuh istrinya itu .
" Iya mas aku capek ." Ucap Alma tersenyum . Alvan lngsung melepaskan jas kerja setelah itu ia menggulung lengan kemeja nya dan memulai memijit kaki Alma pelan .
" Mas mandi dulu sana . " Ucap Alma pada suaminya itu .
__ADS_1
" Mas pijitin kaki kamu dulu ya setelah itu mas mandi terus kita temuin nenek aku katanya dulu kamu mau ketemu nenek ." Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Tadi Alma udah bertemu di luar mas tapi sepertinya nenek mu tak menyukai ku . " Ucap Alma sedih , wanita itu menundukkan kepalanya dan mengusap perutnya perlahan . Alvan yang melihat reaksi istrinya itu pun menjadi tak tega .
" Maafkan nenekku ya sayang dia memang orang nya seperti itu . " Ucap Alvan membawa tubuh istrinya itu masuk kedalam pelukannya .
" Beliau orang tua tentu saja Alma memaafkan nya mas .." ucap Alma berusaha tersenyum .
" Kalau kamu merasa tak nyaman bertemu dengan nya maka diam saja di kamar mas akan menemanimu . " Ucap Alvan pengertian .
" Terimakasih mas sudah mengerti Alma tapi rasanya tak sopan jika seperti itu mas , mas mandi gih setelah itu mas temenin Alma buat keluar dari kamar ini ." Ucap Alma pada suaminya itu .
Alvan tersenyum kemudian ia mencium bibir Alma dan ******* nya perlahan...lahan ...saat Alvan ingin ******* bibir istri nya itu lagi tiba tiba.
Duk ...Duk....
Tendangan kecil di perut Alma membuat Alvan terkejut ia segera melepaskan ciuman itu dan mengusap perut istrinya itu perlahan .
" Anak papa ...iri ya cuma mama yang di cium . " Ucap Alvan mendekat kan wajah nya pada istrinya itu dan mencium perut istrinya itu pelan kemudian Duk ..kali ini lebih keras hingga membuat Alma meringis kesakitan .
" Jagoan papa kalau nendang jangan kenceng kenceng kasian mama nya nak . " Ucap Alvan pada anaknya itu kemudian tendangan itu mulai mengendur .
" Mas mandi ya sayang nanti mas temenin kamu ok ." Ucap Alvan melepaskan tangannya dari perut istrinya itu .
" Iya mas . " Ucap Alma mengizinkan suaminya itu pergi berlalu kekamar mandi , Alma hanya bisa menatap punggung suaminya yang menghilang di balik kamar mandi milik nya .
....
...
...
Konflik lagi ya gays ...
jangan Bose bosen
TETAP DUKUNG AUTHOR DENGAN BERIKAN LIKE KOMEN VAF DAN HADIAH YA ..
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR