
Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi pasangan Luna dan Rayhan karena sebentar lagi mereka akan sah menjadi suami istri , lelaki itu tengah menunggu Luna dengan gelisah jantung nya berdebar dan keringat bercucuran membasahi dahinya , Alvan yang melihat itu pun tersenyum ia tau calon adik iparnya itu tengah gugup.
" Nih minum air dulu , Santai saja semua akan berjalan dengan lancar jadi tak usah gugup begitu. " Ucap Alvan pada lelaki di sampingnya itu .
" Apa kak Alvan segugup ini saat mau menikah ?" Tanya Rayhan pada calon kakak iparnya itu.
" Gugup pasti ada , tapi aku tak segugup dirimu karena aku menikah di rumah sakit dan tak terlalu banyak orang di sana . " Ucap Alvan mengingat masa masa ia menikahi Alma .
Ia ingat dulu ia menikahi Alma karena hutang Budi dan rasa bersalah tapi ia tak menyangka jika hari ke hari ia semakin membuka hatinya untuk istrinya itu dan kini ia sudah mencitai Alma setengah mati , tak ingin jauh jauh dan berpisah dari wanita itu .
Ia merasa tergila gila pada wanita yang dulunya bersetatus janda itu .
Sementara itu di ruangan berbeda Alma tengah menatap takjub pada wanita yang saat ini berdiri dihadapannya . Ia sungguh tak menyangka adik iparnya itu akan secantik ini .
" Kak Alma kenapa natap Luna begitu , apakah Luna tak cantik atau ada yang salah dengan Riasan Luna ini ?" Tanya Luna pada kakak iparnya itu .
" Kamu cantik makanya aku terpesona Luna . " Ucap Alma membuat Luna malu .
" Kakak ini bisa saja ..." Ucap gadis itu dengan pipi yang memerah .
" Medina yang melihat anaknya begitu bahagia pun merasa senang bahkan tak terasa ia mentersangkakan air matanya pelan .
" Mama kenapa nangis ?" Tanya Luna pada ibunya itu .
" Mama cuma tak menyangka saja Luna dulu kamu masih kecil , menggengam tangan mama begitu erat . Kamu begitu manja tapi kamu anak yang tak takut dengan apa pun saat itu mama merasa bahagia karena memiliki anak seperti mu meski terkadang kamu sering membuat mama kesal dan jengkel tapi semua itu tak ada artinya saat melihat kamu tersenyum dan tertawa .Dan saat kamu memanggi ibu mu ini dengan sebutan mama untuk yang pertama kalinya , mama sungguh bahagia sampai tak bisa di ungkapkan dengan kata kata . Tak tersa gadis kecil ku sudah tumbuh dewasa dan akan menikah dengan orang yang ia cintai . Siap tak siap mama harus merelakan gadis kecil kesayangan mama pergi ke rumah suaminya . Mama berharap kamu bisa menjadi istri yang baik sayang , turuti omongan suami mu jangan membantahnya dan jalan kan tugas mu sebagai istri dengan ikhlas mama yakin kamu akan bahagia bersama nak Rayhan . " Ucap Medina menangis ia sungguh tak ingin melepaskan Luna pergi namun ia juga tak ingin anak nya itu terus berada di sisinya karena anaknya sudah waktunya untuk memiliki kehidupan sendiri .
" Mama ..." Ucap Luna langsung memeluk ibunya itu erat ia terharu dan merasa sedih mendengar apa yang ibunya itu ucapkan .
__ADS_1
"Maafin Luna ma , Luna selama ini bandel dan suka merepotkan mama . Luna sebenarnya tak ingin berpisah dengan mama tapi Luna ...Luna juga ingin menemani Suami luna , Mama tenang saja Luna akan sering main kerumah mama , Luna sangat menyayangi mama meskipun mama cerewet dan jahil tapi hanya mama teman sekaligus ibu yang terbaik bagi luna . " Ucap lunatak tau harus berbicara apa lagi untuk mengungkapkan rasa sayang nya pada ibunya itu.
" Anak mama sayang mama sudah memaafkan mu , sudahlah hapus air mata kamu nanti kamu jadi jelek gara gara kamu menangis , bukanya seneng Rayhan malah takut lihat muka mu yang belepotan karena make up kamu yang luntur . " Ucap Medina mengusap air matanya kasar , kemudian wanita paruh baya itu mengusap air mata di pipi anaknya dengan tisu .
" Sudah nangis nangis nya . Sekarang kita turun kebawah kasian Rayhan sudah nunggu kamu dari tadi . " Ucap Alma pada adik iparnya itu kemudian ia menuntun Luna turun dari tangga rumahnya kelantai bawah di ikuti Medina yang sibuk membersihkan air matanya yang tersisa untuk anaknya itu .
" Lihat Adik ku sudah datang . " Ucap Alvan membuat Rayhan langsung menatap gadis yang saat ini tengah menuruni tangga itu dengan anggun , ia terpaku terpesona dengan apa yang dilihatnya , gadis itu nampak cantik lebih cantik dari biasanya .
senyum yang diberikan Luna kepadanya saat pandangan mereka bertemu pun semakin membuat Rayhan tersihir dengan sepontan lelaki itu ikut menyunggingkan senyum menawan nya pada calon istrinya itu , hingga gadis itu melangkah semakin dekat dan dudug disampingnya , jantung Rayhan terasa ingin color ia tak menyangka hari ini detik ini wanita cantik itu akan menjadi istrinya .
" Kedua mempelai sudah disini jadi langsung saja kita mulai ya acara ijab kabul nya . " Ucap seorang penghulu pada pasangan pengantin di hadapannya , semua orang menganggukkan kepalanya setuju .
" Ayo nak Rayhan silakan Jabat tangan pad dewa . " Ucap penghulu itu pada Rayhan dengan tangan gemetar Rayhan menjabat tangan calon mertua nya dengan erat , Luna yang melihat Rayhan gugup pun langsung mengusap tangan lelaki itu yang menganggur di bawah meja .
Usapan lembut itu membuat Rayhan sedikit tenang , Lelaki itu menatap dewa dengan tersenyum . Dewa yang melihat perubahan raut wajah Rayhan pun langsung mengerti jika anak gadis nya itu diam diam menenangkan calon suaminya .
" Rayhan kamu sudah siap ?" Tanya dewa pada calon menantu nya itu .
" Siap pa . " Ucap Rayhan bersemangat . Membuat semua orang disana tersenyum bahkan ada diantara mereka yang mengatakan Rayhan sudah tak sabar ingin menjadikan Luna sebagai istrinya . Hal itu membuat pipi Luna memerah menahan malu gadis itu menundukkan kepalanya tak berani menatap orang orang yang ada di situ.
" Baiklah saya akan mulai sekarang , saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Rayhan Mahendra bin tiyok Mahendra dengan anak saya Luna Sadewa binti dewa Sadewa dengan mas kawin seperangkat alat solat dan uang sebesar 10 juta di bayar tunai . " Ucap dewa langsung menekan tangan Rayhan memberi isyarat agar lelaki itu memulai ijab nya .
" Saya terima nikah dan kawinnya Luna Sadewa binti dewa Sadewa dengan mas kawin tersebut di bayar tunai ." Ucap Rayhan dengan lantang nya .
" Bagaimana saksi sah . " Tanya penghulu pada Alvan , Alvan mengangguk kan kepalanya pelan .
Semua orang mungucapkan hamdalah kini mereka telah sah menjadi pasangan suami dan istri , dengan ragu Luna meraih tangan Rayhan dan mencium nya pelan .Setelah itu barulah Rayhan mencium kening Luna sayang . Orang orang tersenyum bahagia melihat kedua pengantin tersebut .
__ADS_1
Mereka pun melakukan sesi foto setelah Akat setelah menandatangani buku nikah terlebih dahulu. Setelah acara foto foto itu selesai kini para tamu mulai berdatangan memberikan selamat untuk pasangan pengantin itu .
" Selamat ya dokter Rayhan dan kamu adik ku tersayang semoga rumah tangga kalian bahagia dan jauh dari masalah apa pun dan semoga luna cepet nyusul mbak ya biar nanti anak mbak ini punya temen bermain dan tak kesepian. " Ucap Alma memberikan selamat seraya mengusap perutnya pelan .
" Amiin semoga saja cepet di kasih nya mbak . " Ucap Luna mengamini harapan Kakak iparnya itu .
" Pasti dikasih kalau Rayhan buatnya pagi siang malem . Apalagi suami mu ini dokter kandungan . " Ceplos Alvan yang membuat Luna malu .
" Mas ini ...ngomongnya ceplas-ceplos sekali . " Ucap Alma menggelengkan kepalanya perlahan melihat suaminya itu berbicara terus terang .
" Tenang saja kak...aku akan buatkan Luna resep kusus agar dia segera mengandung . " Ucap Rayhan mengedipkan matanya pada luna membuat Luna salah tingkah di buatnya sementara Alma wanita itu terkekeh mendengar omongan Rayhan barusan .
" Ck sayang kalau sampai mereka berhasil buat anak dalam waktu singkat kita juga tak boleh ketinggalan dong dari mereka , setelah anak kita lahir kamu harus program anak kedua ya pokoknya aku gak mau kalah dari mereka . " Ucap Alvan membuat Alma melotot di cubitnya pinggang suaminya itu pelan .
" Mas ini , mas pikir buat anak itu gampang mas enak tinggal Nerima jadi nah aku harus mengandung saat punya anak kecil bakalan kuwalahan mas ..mas pikir anak itu perlombaan apa kok gak mau kalah dari Dokter Rayhan sama Luna saja . " Ucap alma memarahi Alvan .
" Maaf sayang mas cuma bercanda . " Ucap Alvan pada istrinya itu , Alma Hanya memutar bola matanya malas sementara Luna dan Rayhan tersenyum mendengar omongan Alvan itu .
...
.
Kondangan kondang ...Siapa yang mau Dateng hehehe ...
Lanjut ya ...
Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ..
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.