Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 28


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu dan Alvan merasa galau karena sampai saat ini lelaki itu tak mengetahui perasaan Alma terhadapnya , ia ingin bertanya namun ia malu .


Ia tak tau harus bagaimana karena ia belum pernah merasakan jatuh cinta pada seseorang ,dulu ia sering pacaran namun ia sama sekali tak pernah se cinta ini pada seseorang yang belum lama di kenal nya .


" Loe kenapa sih Van kayak gak semangat gitu ?" Tanya Chiko saat ini mereka tengah berada di kantor milik lelaki itu .


" Ck ...gue bingung harus bagaimana . " Ucap Alvan meletakan kepalanya di atas meja kerja milik nya .


" Kenapa bingung ?" Tanya Chiko sedikit penasaran .


" Gue suka sama Alma , cinta sama dia tapi gue gak tau perasaan dia gimana sama gue . " Ucap Alvan menatap Chiko frustasi .


" Gimana loe mau tau kalau loe gak tanya dia Van ." Ucap Chiko yakin jika sahabatnya itu belum bertanya pada Alma tentang perasaan wanita itu .


"Gue bingung mau tanya nya gimana . " Ucap Alvan yang membuat Chiko menepuk bahu Alvan pelan .


" Ayolah Van , gue tau loe bukan orang yang bodoh lagi pula loe sering kan baca novel pasti tau lah cara mengungkapkan cinta Gimana . " Ucap Chiko


" Gue udah pernah nyatakan , ya meskipun gue gak bilang aku cinta kamu tapi setidaknya dia ngerti dong maksud gue tapi dia sama sekali gak jawab apapun itu yang bikin gue bingung dan kesel sampai saat ini . " Ucap Alvan masih dengan posisi yang sama .


" Kalau gitu nyatakan lagi masak loe menyerah gitu aja . " Ucap Chiko memberi semangat pada sahabatnya itu , mendengar itu Alvan serasa terpancing ia menatap Chiko sejenak kemudian lelaki itu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan nya .


" Loe mau kemana ?" Teriak Chiko pada sahabatnya itu .


" Menyatakan cinta . " Teriak Alvan yang membuat Chiko tersenyum ia begitu tak menyangka bahwa Alvan langsung menerima saran nya begitu saja .


....


..


..


Alvan memasuki rumah nya dengan langkah yang panjang lelaki itu melihat kesekeliling berusaha mencari keberadaan Alma namun ia begitu terkejut ketika melihat mamanya menangis ia segera menghampiri mamanya dengan tergesa gesa .


" Ada apa ma ?" Tanya Alvan pada mamanya itu .

__ADS_1


" Luna Van , dia mencoba bunuh diri tadi untung mama datang , kalau tidak Luna mungkin sudah melukai dirinya sendiri . Mama sedih liat Luna seperti itu Van , mama pengen dia sembuh secepatnya ." Ucap Medina menangis tersedu sedu .


" Luna dimana sekarang ?" Tanya Alvan pada mama nya itu .


" Dia sedang histeris di kamar saat ini hanya papa mu yang berusaha menenangkan dia tapi sepertinya papa kamu gak bisa nenangin dia .Mama jadi bingung harus gimana. " Ucap Medina sesenggukan .


" Ini ma ..di minum dulu ." Ucap Alma yang baru datang dengan membawa segelas air .


" Aku Temuin Luna dulu ya ma .." ucap Alvan tanpa menyapa Alma terlebih dahulu lelaki itu berjalan melewati Alma begitu saja , tak ada senyum di wajahnya yang ada hanya khekawatiran .


Alma yang melihat itu pun semakin bingung ia tak tau siapa itu Luna . Dalam hati ia bertanya siapa itu Luna , dan kenapa keluarga suaminya begitu khawatir kepada gadis bernama Luna. Ia juga sedikit sakit hati saat melihat raut wajah Alvan yang begitu khawatir pada gadis bernama Luna itu .


Ia ingin bertanya namun seperti nya suasana saat itu tak tepat jadi ia memilih diam , di lihatnya sang mertua yang masih menangis . Melihat itu Alma mendekat dan mengusap bahu mertua nya itu perlahan .


Tak berapa lama dewa turun sendiri an tanpa di temani Alvan , Medina yang melihat itu pun langsung menghampiri suaminya .


" Bagaimana keadaan Luna pa ?" Tanya Medina pada suaminya itu .


" Sudah tak seperti tadi , Alhamdulillah dia hanya ingin di temani Alvan . " Ucap dewa tersenyum ia senang keadaan Luna membaik .


" Ma , pa Alma ke kamar dulu ya . " Ucap Alma tersenyum .


" Iya nak , istirahat lah . " Ucap Medina mengizinkan Alma pergi . Wanita cantik itu pun pergi mendorong kursi roda nya menuju kamar milik nya .


Dilihatnya sebuah laptop yang baru saja sebulan lalu Alvan belikan untuknya , dibukanya laptop itu dan Alma mulai menulis sebuah cerita yang dapat menghibur suasana hatinya.


1 jam berlalu Alma menutup laptop milik nya , hari pun sudah semakin sore , Medina tak kunjung datang untuk membantu Wanita itu mandi ia pun tak berniat memanggil orang karena Alma tak mau menyusahkan siapa pun di rumah itu.


Alvan juga Tak kunjung datang ke kamar nya Alma rasa lelaki itu masih menemani gadis bernama Luna , mengingat itu entah kenapa ia jadi gelisah sendiri .


Badan Alma terasa pegal karena sedari tadi ia terus duduk di kursi roda milik nya , ia ingin berbaring di kasur empuk miliknya namun tak ada seorangpun yang bisa ia minta bantuan .


Wanita itu berusaha untuk bangkit dari kursi roda nya namun lagi lagi ia terduduk di kursi itu karena kaki nya tak mampu menapak, ia terus berusaha dan hasilnya pun sama .


Wanita itu meneteskan air mata tanpa orang lain ia tak bisa melakukan apa apa jangan kan berbaring sendiri berdiri saja ia tak mampu .

__ADS_1


Ia menatap kaki nya yang dulu ia selalu pakai untuk berlari ia sangat merindukan rasanya berjalan dan berlari namun ia belum bisa melakukan itu , hatinya sakit ia merasa tak ada yang peduli dengan nya semua orang tengah menghawatirkan Luna .


Ia sadar ia bukan siapa siapa dirinya hanyalah seorang wanita lumpuh yang tak berguna .


Alma terus terisak hingga ia pun sudah lelah hari semakin larut dan masih belum ada orang yang datang ia pun akhirnya menyerah. Wanita itu hanya bisa memejamkan matanya , hati dan fisik nya sudah lelah dan ia ingin beristirahat .


...


..


Sementara itu Alvan menuruni tangga rumah nya dengan perlahan di tatap nya sang ibu yang tengah menikmati makan malam bersama dewa , di tengok nya tempat yang biasanya di tempati sang istri masih kosong tak ada istrinya di sana .


" Mana Alma ma ?" Tanya Alvan pada Medina .


" Astaghfirullah mama lupa gak lihat dia ke kamar Van mama juga lupa gak bantu dia mandi , maafkan mama , mama tadi kepikiran Luna sampai sampai melupakan Alma . " Ucap Medina merasa bersalah pada menantu nya .


" Mama ini gimana sih . " Ucap Alvan marah , lelaki itu langsung berjalan memasuki kamar nya di lihatnya sang istri yang tengah duduk di kursi rodanya , wanita itu menghadap belakang dan ia tak mengetahui wajah istrinya itu .


Alvan berjalan mendekati sang istri dan betapa terkejutnya dia saat melihat Alma sudah tertidur , mata wanita itu sembab seperti habis menangis .


Melihat nya Alvan jadi merasa bersalah ia seharusnya selalu ada menemani istrinya . Mungkin saja Alma sedang kesusahan tadi dan tak ada yang membantu nya .


" Maafkan aku ..." Ucap Alvan mengusap pipi Alma pelan , setelah itu lelaki tampan itu pun merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya dan di letakan nya tubuh itu di atas kasur perlahan .


" Maaf .. Alma ..." Ucap Alvan masih merasa bersalah di kecup nya kening Alma perlahan lalu lelaki itu menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut tebal .


Setelah itu ia pun ikut berbaring di samping istrinya itu , Alvan menatap Alma sejenak hatinya sakit melihat mata Alma yang sembab di pelukannya tubuh Alma perlahan , Alvan tak henti hentinya mengucapkan kata maaf .


.....


...


..


semangat terus pantang menyerah seperti Alvan , author akan terus up 2 episode setiap hari sampai tamat jadi tolong berikan saran atau berikan like kalian agar author bisa tambah semangat lagi ..

__ADS_1


__ADS_2