Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 52


__ADS_3

Luna menutup mulutnya tak percaya saat melihat Alma berjalan keluar dari ruangan terapi tadi , sementara Alma wanita itu tersenyum melihat reaksi Luna yang begitu terkejut . Luna melepaskan tangan nya dari mulut nya ia berjalan dan langsung memeluk kakak iparnya itu .


" Selamat ya mbak . " Ucap Luna menangis.


Ia begitu senang melihat Alma sudah bisa berjalan lagi ya walaupun masih perlahan lahan .


" Kamu kenapa nangis , nanti make up kamu luntur. " Ucap Alma mengusap air mata di pipi Luna .


" Aku seneng mbak Akhirnya mbak sudah bisa berjalan lagi dan maaf ..Luna telah membuat kaki mbak lumpuh dan mbak harus menderita selama setahun lebih . Luna merasa bersalah setiap kali Luna lihat mbak begitu kesuhan dengan kaki mbak itu . Luna bener bener minta maaf mbak ." Ucap Luna menangis .


" Sudahlah Luna , jangan di ingat ingat soal itu lagi , mbak sudah memaafkan mu lagi pula sekarang mbak sudah bisa berjalan lagi . " Ucap Alma tersenyum .


" Makasih mbak sudah mau memaafkan Luna . " Ucap gadis itu mengusap Air matanya kasar .


" Dasar cengeng . " Ucap Alvan mengusap rambut adiknya itu dan mengacak acak nya . Seketika tangis Luna berhenti ia menatap Alvan kesal .


" Kakak...rambut Luna jadi berantakan gara gara kakak . " Kesal Luna cemberut .


"Eh...maaf , tapi sejak kapan kamu mementingkan penampilan biasanya kamu begitu acuh dengan penampilan mu kok sekarang kamu begitu mementingkan nya . " Ucap Alvan tersenyum mengejek adiknya itu .


Luna gugup ia tak tau harus menjawab apa pada kakak nya itu , ia juga heran pada dirinya sendiri kenapa ia bisa bersikap seperti itu .


Ia merasa melakukan semua itu demi Rayhan dan ia tak ingin lelaki itu melihatnya dengan penampilan berantakan ia ingin terlihat sempurna di hadapan lelaki itu .


" Biarkan saja mas ..mas ini suka sekali mengejek Luna . " Ucap Alma memarahi suaminya itu .


" Aku hanya heran saja sayang , kenapa kamu malah marahin aku . Sudahlah ayo kita pulang . " Ucap Alvan pada istrinya itu .


" Ayo mas . " Ucap Alma hendak berjalan mendahului suaminya itu namun Alvan malah menghalangi jalan nya .


" Ada apa mas ?" Tanya Alma heran .


" Genggam lah tangan ku dan berjalan lah bersama ku sayang . " Ucap Alvan tersenyum.


Alma malu mendengar permintaan suaminya itu , ia menyerahkan tangan nya pada Alvan untuk lelaki itu genggam kemudian mereka berjalan bersama tanpa mempedulikan Luna .


" Ck ...aku merasa menjadi orang asing di antara mereka ." Ucap Luna kesal melihat kemesraan itu .


Ia merasa menjadi obat nyamuk di antara pasangan itu . Sementara itu Alma begitu senang ia selalu memimpikan untuk bisa berjalan beriringan bersama suaminya itu dan kini mimpinya pun terwujud .


Ia tak menyangka ini bisa terjadi , wanita itu menatap suaminya yang tengah menatap nya juga ,saat melihat senyum Alvan padanya ia pun membalas senyuman itu dan kembali berjalan bersama dengan genggaman yang tak pernah lepas di tangannya .


..


..

__ADS_1


..


Kaki kaki yang masih kaku itu memasuki rumah milik keluarga dewa , ia berjalan perlahan dengan suami yang tak pernah meninggalkan sisinya .


Ia terus menggenggam tangan Alma lembut seraya mengusap nya perlahan .Medina yang tengah menyiapkan beberap kue baru yang kemarin Alma buat pun langsung menghentikan aktivitas nya saat melihat mantu dan Anak nya pulang dengan kabar bahagia .


" Kamu ...sudah bisa berjalan lagi nak ?" Tanya ibu mertua nya berkaca kaca menatap Alma .


" Iya ma ..." Ucap Alma senang . Medina langsung memeluk menantunya itu , ia sungguh senang melihat menantunya itu bisa berjalan kembali.


" Oh iya di mana Luna ?" Tanya Medina melepaskan pelukannya pada Alma , wanita itu mencari cari keberadaan anak perempuan nya .


" Itu ..." Tunjuk Alvan pada seorang gadis yang lesu , tak ada senyum di wajahnya .


" Kenapa kamu mukanya di tekuk gitu ?" Tanya Medina menghampiri Luna anak nya .


" Luna ..ga papa . " Ucap gadis itu lesu kemudian berjalan menuju kamarnya .


" Kenapa lagi dengan anak itu . " Ucap Medina menatap kepergian anak nya .


" Alvan sendiri tak tau ma tadi berangkat dia begitu senang eh pulang pulang malah kayak gitu . " Ucap Alvan pada ibunya , Alma yang sudah mengetahui kenapa Luna murung pun hanya diam .


" Semoga saja dia tak apa apa, oh iya Alma habis ini mama mau ke toko kamu ikut kan ?" Tanya Medina pada menantunya itu .


" Gak usah kamu di rumah saja , besok aja ke toko nya . Kamu akhir akhir ini kan sibuk bolak balik dari toko ke rumah mas gak mau kamu kecapekan . Apalagi kamu baru bisa berjalan kan ." Ucap Alvan menatap Alma khawatir .


" Iya ma ...tapi mas boleh kan aku buat kue di rumah saolnya aku ada pesenan. Dan besok di ambil kalau gak di buat sekarang takut nya besok aku gak sempet buat kue nya . " Ucap Alma meminta izin suaminya itu .


" Oke ...tapi mas bantu in ya . " Ucap Alvan pada istrinya itu.


" Memang nya mas gak kerja ?" Tanya Alma tak ingin menggangu pekerjaan Alvan .


" Kerja nanti saja setelah mas selesai bantu kamu buat kue . " Ucap Alvan pada istrinya itu .


" Tapi nanti pekerjaan mas gak selesai selesai . " Ucap Alma menatap Alvan.


" Kalau gak selesai ya mas lembur sayang , sudahlah mas akan bantu kamu sekarang . Ayo kita buat kue nya . " Ucap Alvan menarik tangan Alma memasuki dapur.


Alma sungguh senang dengan sikap suaminya itu yang rela menunda pekerjaan nya demi membantu dirinya.


" Makasih ya mas sudah mau membantu Alma . " Ucap wanita itu tersenyum .


" Sama sama sayang aku senang bisa membantu mu . Sekarang katakan lah apa yang harus mas kerjakan ?" Tanya Alvan seraya menggulung kemeja nya di atas sikunya .


" Mas saring tepung nya biar Alma yang siap kan air dan telur nya. " Ucap Alma menyiap kan bahan bahan yang akan Alma gunakan untuk membuat kue tersebut.

__ADS_1


" Oke ..." Ucap Alvan melepaskan jam tangan nya ke atas meja makan kemudian lelaki itu menjalankan apa yang Alma perintahkan dengan senang hati .


Sementara itu di kamar Luna menghapus make up nya dengan kesal ia sungguh menyesal telah berdadan cantik hanya untuk Rayhan ia merasa semua itu sia sia .


Luna menghela nafas nya ia meraih handphone nya dan ingin menghapus chat yang tadi ia kirimkan pada lelaki itu namun belum sempat ia memencet tombol tiba tiba layar handphone nya berubah menampilkan sebuah panggilan video call dari lelaki yang membuatnya kesal tadi .


Karena tak siap dan terkejut Luna tak sengaja menekan tombol terima.


" Eh...sial ..." Ucap Luna ketika jarinya tak bisa di ajak kompromi .


Video call itu pun tersambung memperlihatkan wajah Rayhan yang tengah berada di ruangan serba putih , Luna yakin saat ini Rayhan tengah berada di ruangan nya .


Luna membuang mukanya ketika Rayhan menatap nya , lelaki bernama Rayhan itu pun tersenyum ia tak menyangka Luna akan bersikap seperti itu padanya .


" Ngapain sih video call Luna segala kan kak Rayhan lagi sibuk sama cewek cantik tadi . " Ucap Luna kesal yang justru semakin membuat Rayhan tersenyum lebar .


" Kamu cemburu ?" Tanya Rayhan pada gadis di layar handphone nya itu .


" Untuk apa aku cemburu aku kan bukan siapa siapa nya mas Rayhan . " Ucap Luna kesal .


" Jangan marah dan maaf tadi malam aku tak membalas chat mu aku lembur . Tadi malam banyak sekali ibu hamil yang mengalami kecelakaan jadi aku memeriksa nya satu persatu hingga subuh tadi pagi baru selesai . Dan soal wanita yang kamu maksud dia itu hanya teman ku tak lebih aku tak berbohong sama sekali . " Ucap Rayhan tak ingin Luna semakin salah paham padanya .


" Untuk apa kakak jelaskan semuanya toh kita hanya berteman terserah kakak mau balas chat Luna atau tidak , mau jalan dan ngobrol dengan siapapun karena Luna gak ada hak untuk larang larang Kakak . " Ucap Luna jutek .


" Lalu kenapa kamu marah ?" Tanya Rayhan menatap Luna yang masih memalingkan wajahnya


" Sudahlah , Luna tutup saja telvon nya Luna mau istirahat . " Ucap Luna tak tau harus menjawab apa ia sendiri pun Bingung kenapa ia marah dan tak rela ketika melihat Rayhan berbincang dengan riang pada wanita lain .


"Ok , tapi nanti malam kakak ingin mengajak mu jalan kakak berharap kamu mau menerima ajakan Kakak , sudah dulu ya aku masih ada pasien nanti malam aku datang ke rumah mu bersiap siaplah dan dandan yang cantik seperti tadi . " Ucap Rayhan tersenyum.


kemudian lelaki itu memutuskan sambungan video call tersebut . Luna memanyunkan bibirnya merasa tak suka dengan apa yang Rayhan lakukan .


" Apa apa an dia aku belum jawab , setuju atau tidak tapi video nya malah di matikan sudahlah untuk apa aku memikirkan nya lebih baik aku tidur . " Ucap Luna meletakan handphone nya keatas meja dan menutup mukanya dengan bantal .


..


...


..


Cie yang mau makan malam ...siapa yang mau ikut Rayhan dan Luna makan malam nih hehehe ...


yang penasaran langsung ke episode selanjutnya ya ....


jangan lupa like , komen , vaf dan hadiah ya .

__ADS_1


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.


__ADS_2