
saat ini semua orang tengah menyaksika video itu dengan cermat , dewa beberapa kali mengepalkan tangan nya sementara Medina wanita itu menatap Nadira tak percaya dengan apa yang gadis itu lakukan Nadira terdiam ia sudah tak bisa mengelak lagi .
Jika ia keluar dari rumah itu ia tak akan pernah bisa membalaskan dendam nya dan kekecewaan Nya pada Ningsih, gadis itu pun langsung mengeluarkan senjata yang ia ambil dari dapur sebelum ia berkumpul di ruang tamu itu ...Setelah video berakhir ia segera berlari ingin menusuk Ningsih namun Alvan lebih dulu menghalangi nya , lelaki itu tertusuk di bagian perut nya .
" Mas Alvan ..." Teriak Alma langsung menghampiri suaminya itu , kakinya lemas tak berdaya melihat Darah segar keluar dari selah selah tangan suaminya yang saat ini tengah menekan perutnya .
Alvan terduduk di lantai rasa perih dan sakit menjalar di sekitar perutnya membuat ia tak tahan dan mendesis kesakitan ., Alma langsung duduk di samping suaminya itu ia menangis takut jika ia akan kehilangan suami nya itu .
Sementara Nadira gadis itu mudur tiga langkah kebelakang seakan tak percaya jika yang ia tusuk adalah orang yang ia kagumi dan cintai dari kecil tangan nya gemetar melihat darah yang ada di tangan nya .
Medina ikut menghapiri Alvan seraya menangis begitu pula dengan Luna dan Ningsih ia tak menyangka jika hal itu akan terjadi pada cucunya .
" Cepat kita bawa ke rumah sakit . " Ucap dewa tak memperdulikan Nadira lagi karena yang lebih penting adalah keselamatan anaknya .
Alma dan Medina mengikuti dewa yang tengah membawa Alvan keluar dari rumah itu , Nadira ingin pergi dari tempat itu namun Luna menarik tanagn nya dan mencengkram pergelangan tangan wanita itu dengan erat.
" Loe pikir bisa kabur setelah loe lukai kakak gue ...ngimpi ..." Bentak Luna menyeret Nadira menuju kamar nya , Nadira berusaha melepaskan cengkraman tangan Luna dari tangan nya itu namun entah kenapa ia tak bisa melepaskan nya karena tenaga Luna lebih besar dari pada tenaga nya .
" Lepasin gue ..lepasin . " Ucap Nadira memberontak namun Luna masih bisa mengatasi nya wanita itu langsung memasukan Nadira ke dalam kamarnya , mendorong tubuh wanita itu Kedinding kamar .
" Asal loe tau gue ini mantan atlit karate ...gue bisa Hajar loe habis habisan kalau gue mau tapi ...gue ini bukan loe yang tau nya menyakiti orang ." Ucap Luna mencengkram rahang Nadira kasar .
" Lepasin ...sakit ." Ucap Nadira kesakitan karena cengkraman itu begitu kuat .
" Akan aku lepaskan tapi loe harus mendekam di kamar ini sampai polisi datang buat jemput loe , loe mau kabur silakan kalau loe bisa semua pintu di kamar ini sudah gue kunci dan hanya gue yang memiliki kuncinya jadi ...siap siap lah sebentar lagi loe akan masuk kedalam penjara ...mbak Nadira " ucap Luna membalikan tubuhnya hendak pergi menjauh dari gadis yang saat ini tengah ketakutan .
__ADS_1
" Tidak ...aku tak mau masuk penjara tidak .." teriak Nadira marah dan takut beraduk menjadi satu, sementara Luna yang telah pergi dari kamar itu hanya menghela nafas lelah ia berharap kakak nya akan baik baik saja .
Sementara itu di rumah sakit alma tak henti hentinya menangis , saat ini Alvan masih berada di UGD dan tengah diperiksa oleh dokter . Semua orang yang ada di situ menunggu dengan khawatir , beberapa kali Medina mengusap bahu alma agar wanita itu tenang dan tak menangis lagi .
" Kalau sampai terjadi apa apa dengan Alvan mas gak akan pernah bisa memaafkan gadis itu , mas akan buat hidup gadis itu menderita . " Ucap dewa membuat Medina menatap suaminya itu dengan berkaca kaca .
" Pikikan nanti mas saat ini keselamatan Alvan lebih penting . " Ucap Medina membuat dewa menghela nafas nya berusaha meluapkan amarahnya , lelaki itu memeluk istrinya erat . Ia tau di saat saat seperti ini istrinya itu membutuhkan sebuah pelukan hangat dari dirinya .
Tak lama seorang dokter keluar dari ruangan itu , Alma segera menghampiri dokter itu dan mengusap air matanya kasar .
" Bagaimana keadaan suami saya dok?" Tanya Alma pada dokter itu .
" Untung nya luka tusukan itu tak terlalu dalam hingga tak mengenai organ tubuh nya ...saat ini kondisi pasien setabil dan akan segera di pindahkan ke ruang rawat. " Ucap dokter itu membuat Alma lega , wanita hamil itu sungguh ketakutan jika tak dapat bertemu dengan suaminya lagi tak dapat mendengar candaan dan gombalan dari suaminya itu .
Tak dapat mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari suaminya lagi memikirkan itu semua membuat Alma sedih dan bagai tak bertenaga lagi . Tapi Untung lah tuhan madih berbaik hati padanya hingga ia tak harus kehilangan lelaki yang ia cintai untuk kedua kalinya.
" Silakan ...kalau begitu saya permisi dulu . " Ucap dokter itu berlalu meninggalkan Alma sendiri dewa dan Medina langsung menghampiri menantunya itu .
" Bagaimana keadaan Alvan Alma ?" Tanya dewa penasaran dengan keadaan anaknya itu.
" Untung nya luka mas Alvan tak terlalu dalam pa .. sekarang kondisinya sudah setabil dan dokter akan memindahkan nya ke ruang rawat nanti . " Ucap Alma menjelaskan .
" Syukurlah kalau seperti itu , apa mama boleh Melihat Alvan mama sangat khawatir Alma .?" Tanya medina pada menantunya itu .
" Mama ini ...biarkan Alma masuk dulu kasian , seperti nya dia lebih khawatir dari pada kita . " Ucap dewa pada istrinya itu .
__ADS_1
" Tak apa pa jika mama mau menengok mas Alvan lebih dulu Alma mengerti kekhawatiran seorang ibu lebih besar dari pada siapa pun . " Ucap Alma tersenyum tipis pada Medina , Medina mengusap rambut menantunya itu sayang ia sungguh beruntung memiliki menantu seperti Alma .
" Masuk lah dulu Alma ...mama bisa menunggu sayang kamu sedang hamil tak baik juga jika terlalu khawatir lihat lah suami mu itu agar kamu tak khawatir lagi . " Ucap Medina tersenyum , Alma mengangguk kan kepalanya pelan dan berjalan pelan menuju ruangan UGD itu .
" Mas ..." Ucap Alma langsung memeluk suaminya itu .
" Sshhh...pelan sayang mas sedang terluka . " Ucap Alvan mengingatkan istrinya itu agar tak memeluknya terlalu erat .
" Maaf mas ...Alma hanya khawatir , Alma pikir Alma tak akan bertemu mas lagi mas akan meninggalkan alma dan Tak akan kembali ." Ucap Alma berkaca kaca memandang suaminya itu Alvan berusahalah mengusap air mata istrinya itu dengan lembut .
" Jangan menangis mas sudah tak apa apa , mas tak akan meninggalkan kamu sayang mas janji akan selalu berada di sisimu . " Ucap Alvan membuat Alma semakin tak bisa menahan tangis nya ia terharu dan juga senang karena suaminya itu tak kenapa Napa .
Alvan memeluk istrinya itu perlahan meskipun ia sedikit kesusahan akbiat luka di perutnya , Alma membalas pelukan suaminya itu .
" Alma mencintai mas ...maafkan Alma karena Alma kemarin ragu untuk bisa memaafkan mas sepenuhnya , sebenarnya Alma berbohong Alma sudah memaafkan mas , Alma tak bisa terus terusan membenci dan menyalahkan mas karena mas tak salah sama sekali .." ucap wanita itu mengutarakan isi hatinya pada suaminya itu .
" Aku juga mencintaimu sayang ..." Ucap Alvan mencim pipi istrinya itu sayang . Alma tersenyum dan mengusap dada suaminya itu pelan mereka menikmati setiap kasih sayang yang mereka berikan . .
...
...
...
Besok di lanjut lagi ..ya .
__ADS_1
Tetep setia dengan cerita ini karena tak lama lagi cerita ini akan tamat ya ...
Dukung terus author dengan berikan like komen vaf dan hadiah ya ...