Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 68


__ADS_3

Vivi tak mengerti kenapa ibunya mengajak bersembunyi di toko baju sebelah toko milik mantan kakak iparnya itu , ia juga tak paham kenapa ibunya itu terus terusan melihat mereka dengan muka kesal .


" Ma ...sudah yuk kita pulang saja , kita sudah 1 jam menunggu disini sebenarnya mama ini mau apa ?" Tanya Vivi kesal karena mama nya tak masih tak melakukan apapun padahal sudah satu jam mereka berada di toko itu .


" Sudah kamu diam saja tak usah cerewet , ini semua mama lakukan demi bisa membayar hutang yang telah suami mu sebabkan . " Ucap Iren membuat Vivi terdiam tak ada kata kata yang keluar dari mulutnya ia pun ikut memperhatikan Alma yang tertawa bahagia bersama suaminya itu .


Vivi sedikit iri melihatnya ia tak pernah sebahagia Alma , justru ia sangat menderita , ia merasa Alma orang yang beruntung mendapatkan suami yang mencinta nya dan perhatian pada mantan kakak iparnya itu tak seperti rumah tangga nya yang kian berantakan saja , ia merasa bersalah dan menyesal ...Vivi mengira semua yang terjadi padanya adalah karma karena ia telah mengambil semua milik kakak iparnya itu .


Tak berapa lama seseorang keluar dari toko itu di ikuti oleh seseorang gadis cantik di belakang nya siapa lagi kalau bukan Rayhan dan luna , gadis itu menatap Rayhan kesal sementara Rayhan lelaki itu nampak tersenyum dan mengacak acak rambut Luna pelan .


" Jangan cemberut sayang ,kakak Hanya mengambil handphone saja nanti kakak kesini lagi ,kakak lupa tak bawa handphone tadi . " Ucap Rayhan pada gadis di hadapannya itu .


" Kakak ini ...ya sudah tapi janji ke sini lagi . " Ucap Luna pada Rayhan .


" Iya ...nanti kakak kesini lagi , nemenin kamu sepuas nya . " Ucap Rayhan tersenyum setelah itu Rayhan mencium pipi Luna pelan .


" Kakak pergi dulu ...ya ." Ucap Rayhan masuk kedalam mobil nya , lelaki itu menjalan kan mobil nya pelan meninggalkan toko kue milik Alma itu sementara Luna gadis itu kembali masuk kedalam toko dan menunggu Rayhan kembali .


Iren segera berlari keluar dari toko ia meninggalkan Vivi sendiri an dan masuk kedalam mobil lalu wanita setengah baya itu langsung mengikuti kemana Rayhan pergi , ia ingin tau di mana rumah lelaki itu .


Setelah mengikuti Rayhan cukup lama akhirnya Iren tersenyum ketika melihat Rayhan berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar , di tatap nya rumah itu dengan pandangan tajam .


" Lihat saja Luna kamu akan menerima hal yang tak pernah kamu bayangkan sebelum nya . " Ucap Iren kembali melajukan mobilnya ia merasa waktu itu belum tepat untuk menjalan kan aksinya .


Ia ingin mencari waktu yang tepat agar rencana nya berjalan mulus dan rasa sakit yang ia berikan pada keluarga Alma yang baru semakin besar , senyum licik wanita paruh baya itu semakin besar ia tak menyangka mendapatkan kesempatan untuk menghancurkan keluarga mantan menantunya itu .


...


..


" Capek ...?" Tanya Alvan pada Alma yang kini duduk di kursi pojok toko milik nya .


"Iy mas , aku gak nyangka gitu aja aku dah capek . " Ucap Alma mengusap usap perutnya yang sedikit kencang .


" Wajar sayang kamu kan lagi hamil , ya sudah kita pulang saja yuk biar kamu bisa istirahat di rumah . " Ajak Alvan pada istrinya itu .


" Iya mas ..." Ucap Alma setuju .

__ADS_1


" Terus Luna gimana , Luna kan masih nungguin kak Rayhan . " Ucap Luna cemberut .


"Ya terserah kamu mau nunggu di sini atau ikut kakak pulang ?" Tanya Alvan menawarkan pilihan pada adiknya itu .


" Em... Disini saja lah nanti kak Rayhan nyari in aku lagi . " Ucap Luna pada akhirnya memilih untuk menunggu kekasih nya itu .


" Ya sudah kami duluan ya Luna , pinggang mbak udah pegel pengen tiduran sebentar . " Ucap Alma mengusap usap punggung nya .


" Iya mbak hati hati ..." Ucap Luna tersenyum ramah , sementara Alvan yang mendengar itu pun langsung menggandeng istrinya meninggalkan Luna sendiri an di tempat itu .


...


...


Medina menatap pasangan suami istri yang baru pulang dari entah kemana ia tak tau yang jelas anak dan menantunya itu baru saja pulang .


" Kalian dari mana sih kok baru pulang jam segini , Luna juga kemana waktu mama Dateng rumah udah sepi gak ada orang di rumah cuma bi Yanti dan Nora saja . " Ucap Medina pada anak dan menantu nya itu .


" Maaf ma tadi alma mas Alvan ke toko sebentar sudah lama Alma gak kesana , dan Luna tadi ikut sama kami .." ucap Alma menjelaskan .


" Alvan tinggal.tadi soalnya dia mau nunggu Rayhan dulu . " Ucap Alvan singkat .


" Oh begitu , oh iya Alma sayang sini duduk ...mama ingin minta pendapat kamu tentang dekorasi untuk pernikahan Luna . " Ucap Medina menuntun menantunya itu duduk di sofa ruang tamu mereka .


" Yang ini .. seperti nya bagus mas , simpel dan elegan . " Tunjuk Alma pada salah satu foto setelah melihat lihat foto dekorasi itu .


" Pilihan kamu sama kayak pilihan mama tadi sayang . " Ucap Medina tersenyum karena ia sehati dengan Menantu nya itu .


" Nanti setelah Luna selesai menikah kita buat acara yang lebih meriah lagi untuk merayakan pernikahan kita . " Ucap Alvan ikut duduk di samping istrinya itu dan menggenggam tangan istrinya itu erat .


" Kalian kan sudah menikah untuk apa menikah lagi . " Tanya Medina menatap alma dan Alvan heran .


" Mama lupa kami hanya menikah secara siri karena waktu itu terburu buru . " Ucap Alvan mengingatkan Mama nya itu .


" Ya ampun maafkan mama ya Alma mama sampai melupakan hal itu . " Ucap Medina merasa bersalah pada menantu nya itu .


" Tak apa mama ...Alma mengerti kok ." Ucap Alma tersenyum .

__ADS_1


" Mama senang deh punya mantu kayak Alma Van dia gak pernah marah walaupun mama udah buat salah sama dia , mama juga senang karena Alma selalu nurut perkataan mama dan tak pernah membantah orang tua . Kamu memang gak salah memilih istri . " Ucap Medina membuat Alma tersenyum malu mendengar pujian dari mertuanya itu .


" Siapa dulu yang milih Alvan gitu .." ucap Alvan PD .


" Bukan mas ya yang milih Alma tapi ibu Alma yang milih mas jadi menantunya . " Ucap Alma menatap suaminya itu malas, Medina tertawa kencang mendengar perkataan Alma tadi .


" Alvan Alvan sudah keras salah lagi . " Ucap Medina berusaha menghentikan tawanya .


" Mama ini senang sekali ya kalau Alvan salah . " Ucap Alvan menatap Medina tak suka .


" Maaf sayang mama kebablasan , mama harap pernikahan Luna nanti berjalan dengan lancar dan semoga hal hal buruk di jauhkan dari keluarga kita dan rumah ini . " Ucap Medina tersenyum


.


" Amiin semoga doa mama terkabulkan . " Ucap Alma mengaminkan doa ibu mertua nya itu .


" Oh iya , bagaimana keadaan cucu mama ini . ?" Tanya Medina mengusap perut Alma perlahan .


" Sehat ma .. bahkan ia semakin besar saja di perut Alma . " Ucap Alvan ikut mengusap perut istrinya itu pelan , perut itu memang belum terlihat terlalu besar mengingat kandungan Alma baru menginjak 3 bulan lebih .


" Alhamdulilah ...mama ikut senang mendengar nya . " Ucap Medina tersenyum senang ditatapnya Alma dan Alvan bergantian .


" Alvan nanti setelah cucu mama ini keluar kamu harus sering sering meluangkan waktu mu di rumah ya ... jadilah ayah yang baik dan bertanggung jawab . " Ucap Medina menasehati anak nya itu yang terkadang bekerja tak tau waktu .


" Iya ma ..." Ucap Alvan membuat Medina dan Alma tersenyum mereka berharap Alvan dapat memegang kata katanya .


...


..


.


Sampai sini adakah yang bosan dengan cerita ini ...


tetep setia ya sama cerita ini jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ....


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.

__ADS_1


__ADS_2