Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 93


__ADS_3

Dewa pulang ke rumah saat hari mulai petang lelaki itu langsung menghampiri istrinya dan mencium kening nya pelan. Medina tersenyum menatap suaminya itu , ia senang dengan hal hal kecil yang dewa lakukan padanya .


" Mana Alvan katanya dia sudah memiliki bukti ?" Tanya dewa mencari keberadaan anaknya itu .


" Di kamar pa mungkin sebentar lagi keluar maklum lah baru baikan sama Alma jadi dia ndmel terus gak mau jauh jauh dari Alma . " Ucap Medina terkekeh geli dengan kelakuan anaknya itu . Dewa tersenyum mendengar nya ia begitu senang karena anak dan menantu nya telah akur kembali .


Tak lama Alma keluar dari kamar di ikuti Alvan di belakang wanita itu , Alma berdecak tak suka karena sedari tadi Alvan terus mengikuti dirinya . Ia merasa tak nyaman dengan apa yang di lakukan suami nya itu .


" Ayolah mas jangan ikuti Alma terus ..." Jutek Alma pada suaminya itu , Alvan hanya tersenyum tipis ia tetap membuntuti istrinya itu hingga Alma sudah sampai di dapur. Medina yang melihat muka Alma di tekuk pun langsung bertanya pada menantunya itu.


" kamu kenapa sayang ?" Tanya Medina menatap menantunya itu khawatir .


" Ini ...anak mama ngintilin Alma terus kan Alma jadi risih ma..." Ucap gadis itu melirik Alvan kesal.


" Ya kan aku masih merindukan kamu sayang setelah semalaman aku gak ketemu kamu .memang nya kamu gak rindu sama mas ?" Tanya lelaki itu ikut duduk di samping istrinya itu.


" Kamu ini Van Van baru di tinggal sebentar sudah rindu . " Ejek Medina pada anaknya itu .


" Itu tandanya anak mama ini sayang sama istrinya gimana sih mama ini . " Ucap Alvan pada ibunya itu .


" Sudah sudah kamu kan sekarang sudah menjelaskan nya pada Alma sekarang tolong jelaskan pada papa agar papa tak penasaran lagi dengan apa yang terjadi sebelum nya dan jika benar Nadira terbukti bersalah papa akan usir dia dari rumah ini meskipun nenek kamu tak setuju sekali pun papa tak peduli . " Ucap dewa pada anaknya itu . Alvan tersenyum papanya adalah orang yang tegas tak seperti dirinya yang masih memikirkan perasaan nenek nya .


" Sayang panggil semua orang kemari agar semua nya jelas da segera terselesaikan . " Ucap dewa pada istrinya itu .


" Tumben sekali papa panggil mama sayang ...biasa nya juga mama pa " ucap Medina terkekeh mendengar panggilan sayang yang dewa berikan kepadanya .


" Jangan tertawa ma ...papa kan juga ingin seperti Alvan . " Ucap dewa kesal karena Medina menertawakan dirinya.

__ADS_1


" Mas ini... Alvan masih muda sedang kan kita sudah tua mas , tak pantas lagi bagi kita untuk bermesra mesraan seperti itu . " Ucap Medina pada suaminya itu.


" Mama ini di ajak papa romantis kok malah gak mau . " Ucap Alvan menegur mamanya itu.


" Sudahlah Van kamu jangan membela papa mu , sudah dulu mama mau manggil Nenek sama Nadira buat makan malam , dan kamu mas mandi dulu sana kamu kan baru sampai dari kantor setelah mandi terus makan malah baru setelah itu kita bicarakan masalah itu . " Ucap Medina berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga sendiri an .


" Papa mandi dulu ya Van . " Ucap dewa berlalu pergi ke kamar nya sementara Alma , wanita itu mengusap perutnya yang sedikit kencang .


" Kenapa ...sakit perutnya ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .


" Enggak mas cuma kenceng doang mungkin efek jalan kaki kemarin malam baru tersa sekarang . " Ucap Alma tanpa menatap wajah suaminya itu.


" Besok kita ke dokter ya sayang, buat memastikan bahwa dia baik baik saja . " Ucap Alvan mengusap perut istrinya itu .Alma hanya mengangguk saja , Alvan menghela nafas nya karena kenyataannya Alma masih bersikap sedikit dingin padanya mungkin karena istrinya itu belum memaafkan dia sepenuhnya .


Tak lama setelah Medina pergi, wanita itu kembali bersama dengan Ningsih dan Nadira , Alma langsung membuang mukanya ia tak mau bertatapan dengan wanita yang telah merusak suasana hatinya itu .


" Alma ..kamu gak papa kan kalau saya ikut bergabung makan malam disini ..takutnya kamu gak mau dan menyuruh Alvan mengusirku atau kamu mau pergi lagi dari rumah karena kehadiran ku disini membuat mu tak nyaman ?" Tanya Nadira sedikit menyindir Alma ...Alma hanya diam saja tak melanggati anjing yang sedang menggonggong itu .


" Sudahlah Nadira ini meja makan bukan tempat untuk berdebat mengerti . " Ucap Ningsih membuat Nadira terdiam.


Dalam hati ia semakin kesal dan marah pada Ningsih karena wanita tua itu tak lagi membelanya apalagi jika ia mengingat bahwa Ningsih lah orang yang telah membuat ibu dan ayahnya depresi hingga meninggal ia jadi semakin benci pada wanita tua itu dan ia berniat mencelakai nya jika ada waktu .


Tak berapa lama dewa datang bersama an dengan Luna , mereka pun memulai makan malam itu dengan tenang tanpa.satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka .


" Makan nya pelan pelan sayang mulut kamu belepotan . " Ucap Alvan mengambil tisu di samping nya dan mengusap bibir istri nya itu , Alma tersenyum tipis ..ia melirik Nadira yang tampak kesal melihat kemesraan nya dengan Alvan .


" Ada yang iri ..." Ucap Luna sambil menatap layar handphone nya semua orang yang mendengar omongan Luna langsung melihat Nadira , Nadira yang di tatap seperti itu pun menjadi malu wanita itu segera menundukkan kepalanya dan menghabiskan sisa makanannya di piring .

__ADS_1


" Luna ...kamu ini .." ucap Medina menegur anak gadis nya itu yang justru malah menatapnya cengengesan .


" Sudahlah kalau kalian sudah selesai makan ikut saya keruang keluarga , kita lihat sama sama siapa sebenarnya yang salah kamu ...atau Alvan . " Ucap dewa menatap Nadira dan Alvan bergantian . Alvan bangkit dari duduknya diliriknya sang istri yang masih sibuk membersihkan tangan nya .


" Sayang aku ambil laptop dulu ya .." pamit Alvan pada istrinya itu .


" Iya mas ." Ucap Alma mengizinkan , lelaki itu kemudian berlalu meninggalkan Alma dan keluarga nya sementara Nadira gadis itu nampak gugup dan gelisah ia takut akan terusir dari rumah dan rencananya untuk membalaskan dendam ibu ayahnya akan gagal ia juga tak akan bisa bersanding dengan Alvan lagi .


Ia sungguh tak habis pikir dari mana Alvan menemukan bukti , padahal seingatnya tak ada yang melihat apa yang ia lakukan di kamar hotel itu . Tak ingin terlihat mencurigakan Nadira pun Hanya bisa menunggu bukti yang akan Alvan perlihatkan pada semua orang dengan was was .


" Aku harap bukti Alvan itu tak membuat nenek kecewa terhadap mu Nadira . " Ucap Ningsih pada anak angkatnya itu .


" Nenek tak percaya padaku begitu ?" Tanya Nadira menatap Ningsih tak suka .


" Bukan tak percaya nenek hanya takut Nadira . Takut kamu mengecewakan nenek yang akan membuat nenek merasa bersalah pada orang tuamu karena nenek tak berhasil mendidik kamu dengan benar . " Ucap Ningsih memandang Nadira sendu , Nadira hanya terdiam saja sementara Medina yang melihat wajah mertuanya sedih pun menjadi tak tega .


" Sudahlah ma jangan bersedih lagi ." Ucap Medina mengusap bahu ibu mertua nya itu dengan lembut.


Sementara Alma yang sedari tadi diam pun menjadi bingung kenapa nenek alvan bersikap seperti itu pada Nadira padahal awal awal datang wanita tua itu begitu membela anak angkatnya itu lalu kini apa yang ia lihat justru malah sebaliknya . Tak ingin bertanya ia hanya bisa menunggu Alvan dan menayangkan semuanya pada suaminya itu .


...


....


...


Nadira pasti was was ... hehehe ikuti terus kelanjutan nya ..

__ADS_1


jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR .


__ADS_2