Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 104 .


__ADS_3

Setelah Rayhan pergi mereka pun kembali asik dengan bayi yang baru lahir itu , Luna mendekati ponakan barunya itu di usap nya pipi Arham yang sudah tertidur lelap setelah menyusu . Melihat bayi mungil itu Hati Luna jadi menghangatkan , ia mengusap perut datar nya perlahan ia rasa kebahagiaan Alma lebih besar dari pada kesakitan nya tadi , mungkin itu juga yang di rasakan ibu ibu lain ketika melihat anak nya lahir ke dunia . Memikirkan itu ia jadi sedikit tenang dan tak takut lagi akan kesakitan yang mungkin akan ia alami ketika melahirkan nanti .


" Gak usah takut luna , semuanya akan baik baik saja . lihat lah bayi itu mungkin anak mu pun akan selucu dan menggemaskan seperti bayi itu. " ucap luna dalam hatinya .


" Kamu mau gendong ?" tanya Alma yang mengerti khekawatiran adik iparnya itu .


" Eh enggak mbak aku takut , aku kan belum pengalaman . " ucap Luna pada kakak iparnya itu .


" Gak papa Luna gendong lah itung itung belajar juga , sini kakak ajari . " ucap Alma pada adik iparnya itu , dengan perlahan Alma meletakan bayi itu di gendongan Luna. Luna tersenyum senang ketika ponakan nya itu menggeliat pelan dalam gendongan nya .


" Dia lucu sekali aku jadi pengen cubit pipinya . " ucap Luna terkekeh pelan .


" Enak saja kalau mau cubit , cubit anak mu sendiri nanti jangan anak ku . " ucap Alvan pada adiknya itu .


" Luna hanya bercanda kakak , lagi pula mana tega Luna cubit anak selucu ini . "ucap Luna pada kakak nya itu .


" ngomong ngomong bagaimana perkembangan anak dalam kandungan mu Luna ?" Tanya Alma pada adik iparnya itu .


" Astaga .. Luna lupa hari ini Luna mau periksa kandungan ." ucap Luna menepuk jidatnya pelan .


" Memang nya rayhan gak inget lun ?" tanya Alma pada Adik ipar nya itu .


" Enggak. .. dia lupa juga sepertinya . Ya sudah Luna ke ruang praktek nya kak Rayhan dulu ya kak . " pamit Luna menyerahkan Arham ke gendongan ibunya itu .


" Iya hati hati , dan semoga hasil pemeriksaan nya bagus ya lun . " ucap Alma di angguki oleh Luna ...kemudian wanita itu berjalan keluar dari Kamar rawat kakak iparnya itu , ia berjalan menuju ruangan Rayhan. Di sana ia melihat suaminya tengah sibuk memeriksa beberapa kertas di tangan nya .


Tok tok tok.


Luna mengetuk pintu ruangan suami nya itu pelan , Rayhan langsung menatap ke arah pintu keluar ruangan nya di sana ia melihat sang istri yang tengah berdiri menatap nya .

__ADS_1


" Masuk sayang . " ucap Rayhan mempersilakan istrinya itu masuk , Luna masuk kedalam dan duduk di bangku yang tersedia di sana .


" Kakak sibuk ya ?" tanya Luna pada suaminya itu .


" Enggak kakak cuma memeriksa berkas pasien yang baru masuk tadi . " ucap Rayhan pada istrinya itu .


" Pasien tadi mau melahirkan kak ?" tanya Luna menatap suaminya itu lembut .


" Ya tapi masih lama kok sayang mungkin nanti malam kalau gak besok soal nya baru pembukaan 1 . " ucap Rayhan menjawab pertanyaan istrinya itu .


" Kakak lupa sesuatu ya ?" Tanya Luna membuat Rayhan mengerutkan dahinya bingung .


" Lupa apa sayang ?" tanya Rayhan pada istrinya itu .


" Hari ini kan jadwal nya Luna di periksa . " ucap Luna cemberut karena suaminya itu melupakan jadwal pemeriksaan kandungan nya .


" Maaf sayang ...kakak benar benar lupa , ya sudah kamu berbaring di ranjang gih biar kakak periksa. " ucap Rayhan merasa bersalah pada istrinya itu karena bisa bisa nya ia melupakan hal yang sangat penting .


Rayhan menghampiri istrinya itu dan mulai menyalakan alat USG nya . Setelah itu tanpa permisi terlebih dahulu ia langsung menyingkap dres selutut milik istrinya itu .


" Kakak ini main buka aja gak permisi dulu . " ucap Luna dengan wajah yang memerah# menahan malu .


" Untuk apa permisi kan kakak suami kamu kakak sudah lihat semuanya jadi gak usah malu kayak gitu . " ucap Rayhan mulai mengoleskan jel keperut istrinya itu .


" Geli kak..." ucap Luna terkekeh saat merasa geli saat tangan Rayhan memberikan jel untuk perut nya . Sementara Rayhan lelaki itu menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum melihat tingkah istrinya itu .


" Lihatlah ...dia berkembang dengan baik . " ucap Rayhan menatap layar dihadapan nya dengan tersenyum . Dulu ia sering melihat perkembangan bayi di layar alat USG nya dan ia merasa tak sesenang saat ia melihat USG anak nya sendiri.


" Mana ...Kakak ...kok Luna gak tau mana gambar anak Luna . " ucap Luna pada suaminya itu .Lagi lagi Rayhan tersenyum dengan pertanyaan polos istrinya itu .

__ADS_1


" Kamu tak bisa melihatnya karena kamu bukan dokter sayang , Lihat ini , ini anak kita ...Masih kecil kira kira ukuran nya sebesar biji kacang tanah . dengan panjang 1 , 6 cm dan berat nya baru satu gram meski begitu ia tumbuh dengan baik , wajahnya mulai terbentuk hidung dan kelopak matanya mulai nampak . Telinga nya juga sudah ada , jenis kelamin sudah ada ...dan tungkai nya mulai memanjang. Plasenta nya juga sudah menempel dengan baik di dinding rahim . Semuanya normal tak ada masalah sayang . " ucap Rayhan terperinci membuat Luna hanya bengong saja .


Tapi ia juga senang saat mendengar buah hatinya itu sehat . Rayhan menatap Luna yang saat ini tengah tersenyum menatap layar di hadapannya ia tau istrinya itu belum mengerti dan belum tahu betul tentang apa yang di lihatnya namun ia juga tau jika penjelasan darinya itu membuat istrinya senang dan bahagia .


" Pemeriksaan nya sudah selesai , mas akan prin foto USG nya nanti . dan kamu bayi kecil jangan rewel dan tumbuh lah dengan baik ya papa akan selalu mengamati perkembangan kamu . " ucap Rayhan mengusap perut Luna pelan setelah membersihkan perut itu dengan tisu .


" Aku senang dia sehat kak.Dan Luna juga sudah tak takut lagi untuk melahirkan karena Luna memiliki Suami seperti kakak yang selalu siaga menemani luna. Luna mencintai kakak sangat sangat cinta . " ucap Luna pada suaminya itu , Rayhan terkekeh pelan ia membantu Luna duduk di ranjang itu dan mengusap pipi istrinya itu sayang .


" Kakak juga mencintaimu sangat mencintaimu . " ucap rayhan mencium bibir istri nya itu pelan dan ******* nya dengan penuh rasa kasih sayang . Luna membalas ciuman suaminya itu dengan lembut pula bahkan kini tangan wanita itu telah melingkar di leher suaminya .


" Dok..." ucap seseorang perawat yang memasuki ruangan itu tanpa permisi , rayahan langsung melepaskan ciuman nya pada sang istri ia tak menyangka aksinya itu akan di ketahui perawat nya sendiri .


" Maaf dok saya ...saya tak melihatnya . "ucap orang itu gugup membuat pipi Luna memerah menahan malu .


" Tak apa sayang yang salah karena tak menutup pintu , ada apa kamu kesini ?" tanya Rayhan nerusaha untuk bersikap seperti biasa .


" Saya mau memberikan hasil lap pasien yang tadi masuk . " ucap Suster itu meletakan laporan yang ia pegang di meja Rayhan .


" ya sudah kamu boleh pergi sekarang . " ucap Rayhan mempersilakan perawat itu pergi . .


" Kakak lain kali tutup dulu pintunya kalau Luna Dateng . " ucap Luna pada suaminya itu .


" iya maaf sayang kakak lupa , ya sudah kamu mau disini nemenin mas atau kembali ke kamar nya mbak alma ?" tanya Rayhan pada istrinya itu .


" Disini saja ...aku mau lihat kakak kerja . " ucap Luna turun dari ranjang itu dan berjalan duduk di sofa yang tersedia di sana .


" Oke ...Tapi jangan bosen ya kakak gak bisa ngajak ngobrol kamu terus soalnya. " ucap rayhan takut Jika istrinya itu akan bosan menunggu nya .


" iya kakak . " ucap Luna tersenyum ...

__ADS_1


Rayhan pun kembali memeriksa kertas di mejanya sementara Luna wanita itu memperhatikan suaminya Tanpa kata dan hanya senyuman yang terlukis indah di wajah nya.


__ADS_2