Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 51


__ADS_3

Rayhan terus berjalan mendekati Luna dan Alma hingga akhirnya ia bisa sejajar dengan gadis yang akhir akhir ini dekat dengan nya itu .


" Hay gadis cantik boleh saya kenalan dengan mu. " Ucap Rayhan pada Luna , Luna hanya diam ia tak memperdulikan Rayhan sama sekali .


Sementara Alma yang mendengar suara tak asing itu pun langsung mendongakkan kepalanya ia melihat Rayhan yang sedang menatap Luna dan Luna gadis itu sama sekali tak mau memandang Rayhan .


" Loh kok dokter Rayhan ada di sini . ?" Tanya Alma ramah .


" Iya tadi kamu melewati ku begitu saja , makanya aku menegur mu . " Ucap Rayhan masih tak mengalihkan pandangan nya pada wajah Luna .


Alma yang melihatnya pun tersenyum ia merasa Rayhan tertarik pada adik iparnya itu.


" Maafkan kami dokter saya sedang mengecek handphone tadi dan mungkin Luna tak melihat dokter .. ya kan Luna ?" Tanya Alma menatap adik iparnya itu .


" Saya melihatnya tapi sepertinya dokter tengah asik mengobrol dengan wanita cantik jadi saya tak mau menggangu . Sudah dulu saya dan mbak Alma terburu buru ,permisi. " Ucap Luna melangkah kan kaki nya menjauhi Rayhan , gadis itu terus mendorong kursi roda Alma menuju tempat di mana Alma akan terapi .


" Kenapa dia , apa dia cemburu ..." Ucap Rayhan tersenyum ia hendak mengejar Alma namun seseorang memanggilnya dari kejauhan .


" Dokter Rayhan ini sudah waktunya untuk anda memeriksa pasien . " Ucap suster itu mengingatkan Rayhan , Rayhan menghela nafas nya ia menatap punggung Luna yang semakin menjauh dari pandangan nya .


" Kamu ada hubungan apa dengan dokter Rayhan lun ? Tanya Alma penasaran .


" Tidak ada mbak , Luna hanya kesal lihat mukanya saja . " Ucap Luna berbohong .


" Tak usah bohong mbak tau kamu ada sesuatu dengan dokter Rayhan dan saat ini kamu sedang marah padanya iya kan . " Ucap Alma membuat luna terdiam ia memang tak bisa membohongi kakak iparnya itu .


" Tapi Luna memang tak punya hubungan apa apa sama dokter rayhan mbak . " Ucap Luna sedih.


" Lalu kamu kenapa marah dengan dia kalau kamu gak punya hubungan apa apa ?" Tanya Alma menatap Adik ipar nya itu .


" Entahlah . " Ucap Luna tak ingin menceritakan perasaannya pada Alma .


" Tak apa kalau kamu gak mau cerita , cerita lah nanti setelah kamu siap . " Ucap Alma tersenyum .


" Terimakasih mbak .." ucap Luna membalas senyuman Alma dengan senyum tipis nya .


" Akhirnya sampai juga . " Ucap Luna berhenti di depan ruangan terapi Alma .


" Kakak mu mana ya lun , kok gak nyusul nyusul sih . " Ucap Alma menunggu suaminya itu .


" Sebentar lagi paling mbak . " Ucap Luna tersenyum .


" Maaf lama sayang ." Ucap Alvan yang baru saja datang dan langsung mencium pipi istrinya itu .

__ADS_1


" Mas ini datang datang langsung cium aja . " Ucap Alma malu .


" Memang nya kenapa sayang , toh istri mas sendiri jadi terserah mas dong mau cium atau enggak . " Ucap Alvan tersenyum .


Luna yang mendengar itu pun hanya memutar bola matanya merasa malas dengan kemesraan pasangan itu .


" Mas ini ...sudah ayo kita masuk mas , dokter Mayang sudah nunggu dari tadi . Luna kamu mau ikut masuk apa di sini aja ?" Tanya Alma pada adik iparnya itu .


" Di sini saja mbak . " Ucap Luna sedih.


" Tapi nanti kamu gak ada temen ngobrol nya loh Luna . " Ucap Alma pada adik iparnya itu .


" Tak apa mbak Luna sudah biasa sendiri. " Ucap Luna tersenyum getir .


" Makanya cari pacar biar gak ngintilin kakak sama mbak mu . " Ucap Alvan mengejek Luna .


Luna tak menjawab , gadis itu tengah sedih ia duduk di kursi yang tersedia di sana dan menopang dagunya .


Alvan yang melihatnya pun merasa heran , ia tak menyangka Luna tak akan membalas ejekan nya biasa gadis itu selalu membantah omongan nya lalu kenapa saat ini dia hanya diam .


" Sudahlah mas ..tak usah ganggu Luna . " Ucap Alma menatap suaminya itu .


Alvan tersenyum , lelaki itu mendorong kursi roda Alma memasuki ruangan tempat istrinya itu menjalankan terapi nya .


" Percuma saja aku dandan dan ikut mbak Alma toh ujung ujung nya aku sendiri di sini ." Ucap luna cemberut , ia melihat isi chat nya bersama Rayhan .


Sementara itu Alma tersenyum ramah saat melihat Mayang menyapa nya dengan ramah pula .


" Bagaimana Alma kamu sudah siap untuk terapi lagi .?" Tanya Mayang pada gadis di hadapannya itu.


" Sudah dok . " Ucap Alma sudah tak sabar .Alvan melihat istrinya begitu bersemangat pun tersenyum senang .


" Kalau begitu mbak Alma silakan berdiri dan berpegangan pada besi ini . " Perintah Mayang pada Alma .


Alma langsung berdiri dari duduknya , tangan mungil nya menggenggam erat pegangan besi yang sengaja di sediakan untuk orang orang yang ingin belajar berjalan sama seperti dirinya .


" Lalu maju perlahan lahan mbak gerakan kakinya perlahan lahan saja tak usah terburu-buru . " Ucap Mayang memerintahkan wanita itu lagi .


Dengan perlahan Alma melangkah kan kakinya sedikit kaku namun dengan usaha keras akhirnya Alma mulai terbiasa .


" Bagus sekali mbak sekarang coba lepaskan pegangan nya . " Ucap Mayang pada Alma .


Alma ragu melepaskan pegangan itu .

__ADS_1


" Ayo sayang kamu pasti bisa . " Ucap Alvan meyakinkan suaminya itu .


Alma tersenyum mendengar nya , wanita itu melepaskan pegangan nya perlahan lahan .


" Ya ...begitu , sekarang mbak Alma coba berjalan menuju mas Alvan . " Ucap Mayang memberi aba aba .


" Pelan pelan saja mbak tak usah terburu-buru . " Ucap Mayang lagi .


Alma melangkah kan kakinya sedikit demi sedikit hingga ia sampai di hadapan Alvan, ia tak menyangka bisa berjalan lagi .


Ia begitu senang hingga ia refleks memeluk tubuh suaminya itu erat .ia menangis di pelukan suaminya itu , usaha yang ia lakukan selam 1 tahun lebih akhirnya membuahkan hasil .


" Jangan menangis sayang .. tersenyum lah . " Ucap Alvan mengusap usap punggung istrinya itu berusaha menenangkan sang istri agar berhenti menangis .


Mayang tersenyum melihatnya ia ikut terharu dan tanpa sadar meneteskan air matanya.


Alma selama ini sudah bekerja keras untuk bisa berjalan ia tau perjuangan lelaki itu dari Awal hingga sekarang dan ia senang usaha Alma tak sia sia .


" Aku bisa berjalan lagi mas ." Ucap Alma tersenyum menatap Alvan .Alvan mengusap air mata di pipi istrinya itu dengan tangan nya .


" Mas tau kamu bisa sayang " ucap Alvan tersenyum pula .


Ia ikut senang melihat istrinya bisa berjalan lagi .ia juga senang melihat senyum lebar di wajah wanita itu .


" Terimakasih mas , mas sudah ada di samping Alma dan selalu memberikan Alma semangat hingga Alma bisa berjalan lagi terimakasih juga mas tak meninggalkan ku karena keadaan ku itu . terimakasih sudah mendukung ku dari belakang , mencintai ku dan menyayangi ku dengan tulus ... terimakasih.." ucap Alma kembali memeluk suaminya erat ia begitu bahagia hingga tak bisa di jelaskan dengan kata kata lagi .


" Sama sama sayang , "ucap Alvan mengecup rambut Alma pelan .


" Hari ini hari terakhir mbak Alma menjadi pasien saya , saya sangat kagum dengan mbak yang pantang menyerah . Saya bersyukur mbak sudah bisa berjalan lagi . Kalau boleh saya kasih saran terus lah berjalan ya mbak agar kakinya terbiasa tapi kalau merasa lelah silakan duduk dulu dan beristirahat sejenak . " Ucap Mayang menasehati Alma .


" Terimakasih banyak , dokter telah banyak membatu saya . " Ucap Alma melepaskan pelukan Alvan dan menatap Mayang dengan ramah .


" Sama sama mbak sudah tugas saya untuk membantu pasien seperti mbak . " Ucap Mayang tersenyum lembut ...


...


...


..


yey...yey ... akhirnya Alma sudah bisa berjalan lagi . siapa yang senang nih ..


tunggu episode selanjutnya ya...

__ADS_1


jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya.


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.


__ADS_2