
Setelah kejadian tadi pagi yang menguras air mata kini Alvan dan Alma tengah berada di kamar mereka , Alma sedang sibuk memilihkan sepatu untuk suaminya . Sementara Alvan , lelaki itu tengah duduk menungggu sepatu yang akan di pilihkan istrinya itu .
" Ayolah sayang ... Mas sudah mau terlambat ini " ucap Alvan mengeluh pada Alma karena wanita itu tak kunjung memberikan sepatunya .
" Mas ini cerewet sekali , mas gak lihat Alma masih nyocokin sepatunya sama kaos kaki mas . " Omel Alma pada suaminya itu ..
" Ck ... Tapi nanti Mas terlambat ma... Mas ada meeting hari ini . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Sabar kenapa sih mas . " Ucap Alma kesal .
Wanita itu kemudian mendorong kursi rodanya menghampiri suaminya itu .
" Ini ... Sepatu nya . " Ucap Alma memberikan kaos kaki dan sepatu milik Alvan .
" Terimakasih sayang ku ..." Ucap Alvan tersenyum manis .
Alma hanya menghela nafas nya tadi suaminya itu mengomel dan sekarang tersenyum lebar sungguh Alma harus sabar menghadapi Alvan .
" Oh ... Iya ma ...kamu sudah memaafkan aku kan soal aku menikahi kamu hanya karena balas Budi .?" Tanya Alvan karena Alma tak kunjung membahas soal masalah itu .
" Belum.." ucap Alma ingin menggoda suaminya itu .
Sebenarnya Alma sudah memaafkan Alvan dari tadi malam karena ia tak tega untuk terus terusan marah pada suaminya itu .
" Kok... Gitu sih ...kamu aja bisa maafin Luna kenapa gak bisa maafin aku ." Protes lelaki itu sedih .Alma hanya diam ia ingin Alvan kesal dulu .
" Ayolah ... Sayang ...maafkan aku , aku tau aku salah ,Alasan pertama aku menikahi kamu memang karena balas Budi tapi semakin hari kehari aku jatuh cinta padamu , aku menyayangi mu dan tak ingin kehilanganmu . " Ucap Alvan meraih tangan Alma dan menggenggam nya erat .
" Benarkah ...?" Tanya Alma tersenyum ..
" Sayang ...." Ucap Alvan memelas .
Alma yang melihat itu pun tak bisa untuk tidak tertawa , ekspresi Alvan sangat lucu saat memohon seperti itu dan Alma tak kuat lagi . Wanita itu menghentikan tawanya dan mengusap pipi Alvan lembut .
__ADS_1
" Aku sudah memaafkan mu mas , aku gak perduli kamu menikahi ku karena apa yang aku pedulikan adalah perasaan kamu kepada ku . Aku tau dan sadar kamu mencintai ku begitu pula aku yang sangat mencintai mu ..Maaf sudah membuat mu sedih dan frustasi kemarin ." Ucap Alma lembut .
Alvan tersenyum kata kata Alma itu seakan akan menjawab keresahan hatinya , di pandang nya Alma dalam begitu pula Alma , wanita itu tengah menatap Alvan juga .
Mereka terus berpandangan hingga Alvan mendekat kan wajah nya pad wajah istrinya itu , dan perlahan lahan Alvan mulai memungut bibir ranum milik istrinya itu , di ***** nya bibir itu perlahan , Alma yang dasarnya sudah berpengalaman pun membalas lumayan suaminya itu .
Lidah Alvan masuk menerobos Tonga ronga mulut Alma , di ajak nya lidah Alma menari di sana , cukup lama ciuman yang semakin lama semakin panas itu berlanjut hingga suara handphone Alvan mengacaukan segalanya .
" Ck ... Mengganggu saja . " Ucap Alvan meraih handphone setelah lebih dulu melepaskan ciuman nya dari Alma , sementara Alma wanita itu memalingkan wajah nya ia malu karena sudah menerima dan membalas ciuman Alvan tadi .
" Ada apa sih ... Ganggu saja . " Ucap Alvan pada Seseorang yang telah menelpon nya itu .
" Ganggu loe bilang Van , ini udah siang dan loe belum kekantor , kita ada meeting setengah jam lagi ... Cepat kesini , gue gak mau nanggung kalau loe Sampai telat . " Ucap Chiko marah .
Alvan langsung mematikan handphone nya tanpa berbicara apa pun dengan sahabatnya itu . Ia kesal karena gara gara Chiko aktifitas nya dan Alma jadi terganggu .
Di tatap nya Alma yang masih memalingkan mukanya karena malu , melihat itu Alvan tersenyum .
" Mas ini apa apa an , siapa yang malu .. udah sana mas nanti mas telat . " Ucap Alma mengelak .
Alvan tersenyum ia tak menyangka istrinya itu akan menyangkal jika dirinya tengah malu .
" Udah mas ... Sana ... Nanti mas Chiko marah lagi . " Ucap Alma semakin malu dan ingin mengusir Alvan dari hadapannya karena Alvan terus melihat nya sambil tersenyum .
" Oke ... Mas pergi dulu , kalau butuh apa apa panggil mama atau bik yantin, mereka pasti membantu mu . " Ucap Alvan berdiri dari duduknya ia ingin melangkahkan kakinya pergi namun tangan nya di raih oleh Alma .
" Ada apa sayang masih kurang kah yang tadi .." ucap Alvan menggoda istrinya itu .
" Mas ini ... Alma hanya ingin Salim.." ucap Alma kesal , ia sudah tak ingin Alvan terus menggodanya .
" Baiklah ..." Ucap Alvan menyodorkan tangan nya . Alma langsung meraih tangan itu dan meletakkan nya di pipi Wanita itu .
" Aku berangkat dulu sayang ... " Ucap Alvan beranjak pergi .
__ADS_1
" Hati hati mas ..." Teriak Alma , yang melihat punggung suaminya menjauh dari pandangan nya .
Wanita itu tersenyum dan menggeleng kan kepalanya . Ia tak menyangka Alvan akan bersikap seperti itu dan ia tak menyangka pula jika dirinya bisa semalu itu hanya karena godaan dari suami nya itu .
...
..
Alvan tiba di kantor nya dengan senyum lebar , semua karyawan yang berpapasan dengan lelaki itu pun heran karena tak biasa nya Alvan seperti itu .
Alvan begitu tak peduli dengan pandangan aneh dari karyawan nya , Ia hanya terus tersenyum ... Harinya indah berkat kehadiran Alma .
Lelaki itu memasuki ruangan nya dan ia mengabaikan chiko yang tengah duduk di sebuah kursi yang kebetulan tersedia di sudut ruangan nya .
" Loe ini kenapa Van. Kemarin mendung sekarang wajah mu berseri seri bagaikan mentari , gue sampai silau lihat nya . " Ucap Chiko pada sahabatnya itu .
" Gue lagi senang saja , oh iya nanti setelah meeting loe mau makan apa atau mau ngopi di mana gue traktir loe sepuasnya . " Ucap Alvan tersenyum .
Chiko yang melihat itu pun tersenyum heran , ia tak tau mengapa sahabatnya itu bisa sebaik hari ini .
" Benarkah loe gak lagi bohongin gue kan .?" Tanya Chiko tak begitu yakin dengan apa yang baru saja sahabatnya omongkan karena ia merasa aneh dengan sikap Alvan yang tak seperti biasanya .
" Gue serius ... Bahkan loe mau ngajak satu kantor pun gue hayuk aja ... Gue bayarin semua nya . " Ucap Alvan membuat Chiko terkejut .
" Loe gak lagi ngigo atau Lagi demam kan Van , kita kerumah sakit yuk seperti nya loe udah tak tertolong lagi . " Ucap Chiko ngeri...
" Enak saja loe ngomong , loe pikir gue mau mati , siapa juga yang sakit ada ada aja loe . Loe mau gak tawaran gue tadi kalau loe gak mau gue tawarin ke orang lain . " Ucap Alvan kesal , sahabatnya itu merusak suasana hatinya saja .
" Iya iya. .. jangan marah lagi dong , habisnya loe hari ini aneh banget gak kayak Alvan yang biasanya . Jangan tawarin ke orang lain gue mau kok mau .." ucap Chiko pada sahabatnya itu .
" Oke kalau gitu nanti setelah meeting gue bakal traktir loe dan seluruh karyawan gue . " Ucap Alvan .
" Dia kerasukan setan atau kenapa ." Lirih Chiko yang tak bisa di dengar oleh sahabat nya itu .
__ADS_1