Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 96


__ADS_3

3 hari setelah kejadian itu Alvan pun diperbolehkan pulang kerumah , semua orang menyambut nya dengan meriah ia senang sekali karena telah diberikan kesempatan untuk hidup dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga nya , saat ini rumah nya nampak ramai karena banyak sanak saudaranya sudah datang karena 2 hari lagi akan diadakan pernikahan adiknya Luna .


" Alvan sini nak sudah lama nenek tak melihat mu . " Ucap seseorang yang saat ini tengah berbincang dengan nenek nya Ningsih siapa lagi jika bukan saudara kandung neneknya itu .


Alvan berjalan dengan di dampingi istrinya Alma di samping nya , Ningsih yang melihat Alma begitu perhatian pada Alvan pun merasa senang ia semakin mengagumi cucu menantunya itu dan diapun menyesal karena telah berbicara yang tidak tidak pada cucu menantu nya itu .


Alvanmeraih punggung tangan adik neneknya itu dan mencium punggung tangan nya dengan pelan .


" Apa kabar nek asih , " ucap alvan tersenyum lembut .


" Baik ...oh iya ini siapa ?" Tanya asih menatap Alma bingung .


" Ini istrinya Alvan saat dia menikah kamu tak datang sih jadinya kamu gak tau kan wajah istrinya Alvan seperti apa . " Ucap Ningsih memperkenalkan Alma pada adiknya itu , asih tersenyum di lihatnya perut Alma yang sudah besar.


" Aduh maafkan nenek ya sayang nenek gak bisa datang ke pernikahan kamu dan Alvan. " Ucap asih tersenyum pada Alma .


" Tak apa nek Alma mengerti kok . " Ucap Alma tersenyum lembut kemudian wanita hamil itu membantu suaminya duduk di sofa samping adik nenek nya .


" Masih sakit ya Van ?" Tanya asih yang sudah mendengar kan cerita Ningsih .


" Tak begitu nek hanya nyeri sedikit saja kalau buat gerak . " Ucap Alvan pada nenek asih .


" Alma kamu duduk sini dekat nenek , kamu pasti kelelahan habis ngurus Alvan 3 hari ini . " Ucap Ningsih menepuk tempat kosong di samping nya .


Alma begitu terkejut dengan perubahan sikap Ningsih kepadanya , ia melirik Alvan yang saat ini menganggukkan kepalanya pelan tanda bahwa lelaki itu mengijinkan dirinya untuk ikut duduk bersama nenek nya .


Alma duduk perlahan wanita itu menundukkan kepalanya tak berani menatap Ningsih ia takut jika nenek Alvan itu akan memarahi nya atau menyindir nya seperti biasa .


" Maafkan nenek ya Alma selama ini nenek kurang pantas berbicara sama kamu. Tolong maafkan nenek ya atas perilaku dan uacapan nenek yang menyakiti hatimu , dan maafkan nenek juga karena telah membawa Nadira masuk ke kehidupan mu dan Alvan hingga begitu menyusahkan kalian. " Ucap Ningsih memandang Alma lembut dan mengusap tangan cuci menantu itu perlahan .

__ADS_1


Seketika mendengar kan omongan nenek Alvan itu Alma langsung mengangkat kepalanya menatap nenek Alvan dengan pandangan tak percaya .


" Nenek tak membenci Alma lagi ?" Tanya Alma pada wanita tua yang saat ini tengah menggengam tangan nya erat .


" Dari awal nenek tak pernah membenci mu Alma , nenek bersikap seperti itu karena ingin kamu tak betah tinggal di rumah ini lagi dan meninggalkan Alvan supaya Alvan mau nenek nikahkan dengan Nadira . Nenek tau keinginan nenek itu salah dan menyakitimu jadi nenek minta maaf ya sayang ." Ucap Ningsih menatap Alma dengan mata berkaca kaca.


" Tak usah minta maaf nek Alma paham kok nenek begitu mencintai mbak Nadira dan menggapnya sebagai anak sendiri oleh sebab itu nenek ingin memberikan yang mbak Nadira ingin kan . Alma tak menyalahkan nenek sama sekali tentang itu . " Ucap Alma tersenyum lembut .


" Jadi kamu sudah memaafkan nenek sayang ?" Tanya Ningsih pada alma , Alma terdiam sejenak dan memberikan anggukan kepala nya sebagai jawaban atas pertanyaan Ningsih . Ningsih langsung memeluk tubuh Alma erat ia senang Alma mau memaafkan dirinya .


" Kamu beruntung memiliki istri yang begitu baik hati Alvan . " Ucap asih yang sedari tadi mendengar dan melihat perbincangan itu .


" Ya nek alvan sungguh sangat beruntung sekali. " Ucap Alvan tersenyum memperhatikan Alma yang begitu senang karena sudah berbaikan dengan neneknya itu .


" Sebentar lagi kamu jadi ayah kan Van ...nenek gak nyangka waktu cepat berlalu dulu waktu kamu main di desa saat masih kecil bersama ayah dan ibumu . Kamu begitu nakal suka mencuri buah di ladang nenek bahkan kamu menginjak injak tanaman yang baru nenek tanam apa kamu ingat itu ?" Tanya asih pada Alvan , Alma langsung melepaskan pelukan nya dengan Ningsih di tatapnya suaminya itu penuh tanya .


" Ya begitulah ...tapi kan setelah itu nenek marahin Alvan habis habisan bahkan nenek menarik kuping Alvan kan . " Ucap alvan memanyunkan bibirnya tak suka mengingat masa kecilnya itu.


" Iya karena kamu tak meminta maaf sama nenek makanya nenek jewer kuping kamu . " Ucap asih terkekeh pelan mengingat masa kecil Alvan yang begitu nakal.


" Semoga saja anak kita gak kayak mas nakalnya .," Ucap Alma mengusap perutnya pelan .


" Kok gitu ...kan itu anak mas ya harus mirip mas dong sayang baik itu muka maupun sifatnya. " Ucap Alvan tak suka istrinya berbicara seperti itu.


" Memang nya mas mau kesusahan gara gara anak kita sifatnya kayak mas nakal dan susah di atur ?" Tanya Alma pada suaminya itu .


" Ya tetap saja setidaknya harus mirip mas sedikit . " Ucap Alvan pada istrinya itu .


" Kalau mirip Alma gimana dong ?" Tanya alma pada suaminya itu , Alvan berfikir sejanak kemudian lelaki itu tersenyum dan mencium pipi istrinya pelan .

__ADS_1


" Ya tak masalah kalau mirip kamu , kan kamu ibunya sayang kamu yang mengandung kamu yang merasakan sakit dan menderita nya mengandung seperti apa jadi mas tak akan marah jika anak kita mau mirip kamu atau mas yang penting kamu dan anak kita sehat dan selamat tanpa kekurangan sesuatu apapun . " Ucap Alvan mengusap perut buncit Alma pelan . Alma tersenyum mendengar omongan suaminya itu .


" Nenek tak menyangka cucu kesayangan nenek sudah dewasa , setelah kamu menjadi ayah nanti jangan marahi anak mu senakal apapun itu ya Van didiklah dia dengan kasih sayang dan perhatian kalau dia salah beritahu kesalahan nya dimana dengan nada yang lembut agar dia tak mengulangi nya lagi , anak anak cenderung lebih suka di perlakukan seperti itu dari pada dipukul atau dimarahi dengan kata kata kasar . " Ucap Ningsih menasehati cucunya itu .


" Alma dan Alvan pasti akan selalu ingat pesan nenek. " Ucap Alvan menatap istrinya itu dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah nya .


" Bagus , jangan sampai kamu salah mendidik anak Van sama seperti nenek yang salah mendidik Nadira hingga ia menjadi wanita jahat seperti itu . " Ucap Ningsih tiba tiba teringat anak angkat yang saat ini tengah ia rindukan dan ia khawatir kan .


" Sudahlah nek yang lalu biarlah berlalu jangan di ingat ingat lagi . Oh iya luna kemana kok gak kelihatan dari tadi ?" Tanya Alvan yang tak melihat keberadaan adiknya itu .


" Masih di kamar Van kan lagi di pingit . " Ucap Ningsih pada cucunya itu .


" Aku yakin gadis itu sudah tak sabar ingin segera menikah agar dia bisa segera bertemu dengan Rayhan . " Ucap Alvan tertawa ..Alma langsung mencubit pinggang suaminya itu pelan karena Alvan terlalu keras tertawa .


" Aduh sayang kamu ini kan perut aku lagi Luka malah kamu cubit seperti itu . ," Ucap Alvan menggerutu .


" Maaf mas ...habisnya mas ketawa sampai segitunya kalau kedengaran Luna bagaimana , dia pasti marah mas sudah mengejeknya seperti itu . " Ucap Alma mengusap usap perut suaminya itu .


" Mas Hanya senang saja sayang semua masalah sudah selesai mas harap tak akan ada lagi masalah yang datang di keluarga ini . " Ucap Alvan di Amini oleh semua orang yang ada di situ , kemudian mereka kembali melanjutkan obrolan mereka hingga tengah malam .


...


...


...


Aduh ...cerita ini tak lama ini akan segera tamat jadi tetep setia ya jangan lupa like komen vaf dan hadiah nya .


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR

__ADS_1


__ADS_2