Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 22


__ADS_3

Alvan memasuki rumah ketika hari sudah sore di lihatnya sang ibu yang tengah sibuk mempersiapkan hidangan untuk pengajian nanti malam , lelaki itu menatap ke sekeliling dan tak menemukan keberadaan istrinya Alma .


" Mana Alma ?" Tanya Alvan pada mama nya itu .


"Masih di kamar tadi mama habis bantu dia mandi sama ganti baju . " Ucap mamanya seraya meletakan kue ke dalam piring .


Tanpa bertanya lagi Alvan pun langsung memasuki kamarnya , pandangan nya langsung tertuju pada seorang wanita yang tengah sibuk memakai jilbab milik nya .


Ia terlihat kesusahan namun tak ada niat untuk membantu wanita itu karena Alvan masih marah .Lelaki itu lebih memilih pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan badan sekaligus pikiran nya .


Cukup lama ia di kamar mandi hingga kini ia tengah kebingungan mencari di mana baju milik nya , ia merasa kalau dirinya lupa membawa baju ganti .lelaki itu kemudian mengambil handuk yang tersedia di sana dan melilitkan nya ke pinggang .


Ia pun keluar dengan hanya mengenakan handuk , dilihatnya Alma yang masih setia dengan jilbab yang ada di tangan nya , melihat itu Alvan pun berdecak kesal ia merasa tak bisa untuk tak perduli dengan setiap apa yang di lakukan istrinya .


Lelaki itu mendekat dan mengambil Alih jilbab di tangan Alma , ia pun membantu Alma mengenakan jilbab tanpa mengucapkan satu patah kata apa pun . Setelah selesai Alvan mengerutkan dahinya heran ketika melihat sang istri sudah memejamkan matanya .


" Kenapa merem ?" Tanya Alvan menatap Alma heran .


" Mas telanjang dada .." ucap Alma masih tak mau membuka matanya , ia merasa malu saat melihat otot otot dada Alvan , Alvan yang melihat itu justru malah tersenyum timbul niatan untuk menggoda istrinya itu .


" Kenapa memang nya kalau aku telanjang dada toh ini semua milik kamu. " Ucap Alvan menarik tangan Alma dan meletakkan nya ke atas dadanya .


Alma yang merasakan kelembutan dari kulit Alvan pun langsung gugup dan menarik tangan nya namun di tahan oleh Alvan , lelaki itu masih ingin menggoda Alma .


" Bagaimana rasanya ?" Tanya Alvan tersenyum.


Dengan sekuat tenaga Alma menjauhkan tangan nya dari dada Alvan , wanita itu malu ia hanya bisa memalingkan mukanya .


" Hahaha ... Kamu ini lucu sekali . " Ucap Alvan tertawa , lelaki itu pergi membuka lemari kamar nya , mengambil baju ganti dan kembali masuk ke kamar mandi .


Alma yang merasa sudah tak ada Alvan lagi di hadapannya pun langsung membuka matanya ia bernafas lega ketika mengetahui suaminya telah pergi dari hadapannya .


...


.....


Alma mendorong kursi rodanya keluar dari kamar di tatapnya sang mertua yang tengah sibuk mempersiapkan kue dan berbagai macam makanan lain nya .


" Ada yang bisa Alma bantu ma ?" Tanya wanita itu tersenyum menghampiri mertua nya .

__ADS_1


" Eh ... Menantu mama yang cantik , Udah kamu duduk saja Alma ini sudah mau selesai . " Ucap Medina tersenyum .


" Nyonya beruntung loh dapet menantu seperti non Alma , semenjak non masuk ke rumah ini den Alvan jadi lebih sering tersenyum . " Ucap salah seorang pembantu rumah mereka .


" Iya ya bi , sekarang Alvan jarang marah kalaupun marah pasti cuma sebentar gak kayak dulu lagi . " Ucap Medina membenarkan omongan pembantunya.


" Bibi dan mama bisa saja." Ucap Alma malu malu .


" Bau nya wangi sekali . " Ucap seorang lelaki setengah baya yang baru saja datang .


" Papa ini ... Mandi dulu sana Kan papa baru pulang dari kantor . " Ucap Medina pada suaminya .


" Iya iya , oh iya Alvan ke mana ?" Tanya dewa yang tak mengetahui keberadaan anak laki laki nya .


" Masih di kamar pa . " Ucap Alma pelan .


" Oh ...ya sudah papa ke kamar dulu ya . " Pamit dewa pada istri dan menantunya itu .Alma dan Medina Hanya mengangguk saja mereka tengah sibuk dengan kue kue di meja dapur .


...


..


..


Ia sungguh merindukan ibunya rindu akan setiap belaian dan pelukan nya , rindu dengan nasehat nasehat nya . Memang benar kata orang hargai lah ibumu selagi dia masih bernafas ketika ia sudah tak ada lagi di dunia baru kita akan menyesal nantinya.


Alvan yang melihat istrinya menangis pun tak tega di usap nya pundak Alma pelan. Pengajian itu berjalan dengan lancar , semua orang pamit untuk pulang kini di ruang keluarga hanya tinggal Alma dewa dan Medina .


" Alhamdulilah acara hari ini lancar ya ma . " Ucap dewa pada istrinya itu .


" Iya pa .. semoga ibu Alma tenang di alam sana . " Ucap Medina mendoakan besan nya itu.


" Amiin. " Ucap semua orang yang ada di situ .


" Oh iya Van , meeting dengan perusahaan cahaya sudah selesai apa belum ?" Tanya dewa pada anaknya itu .


" Besok rencananya Alvan baru mulai meeting nya . " Ucap Alvan mengambil beberapa cemilan di hadapannya dan memakan cemilan itu .


" Jangan kerja terus, sekali kali senang kan istrimu Van . " Ucap Medina pada anaknya itu .

__ADS_1


" Nanti setelah semua urusan Alvan selesai . " Ucap lelaki itu dingin .


Alma tak menyangka sikap suaminya itu cepat sekali berubah padahal tadi sore suaminya itu terbahak bahak dan kini wajah suaminya kembali berubah datar seperti biasa.


" Ma ... Besok Alma izin mau ke rumah sakit , mau terapi kaki Alma . " Ucap Alma membuat Medina menatap nya begitu pula Alvan .


" Besok biar Alvan saja yang Antar kamu. " Ucap Medina melirik anak laki lakinya itu yang nampak diam .


" Alvan gak bisa ma , besok ada meeting penting banget. " Ucap Alvan menatap Alma menyesal .


" Biar Alma pergi sendiri saja ma , Alma sudah biasa . " Ucap wanita itu mengerti dengan kesibukan Alvan .


" Mama saja yang Antar ya ma . " Ucap Medina tak ingin menantunya itu pergi sendirian.


" Gak usah ma ... Mama kan sibuk di rumah mending Alma pergi sendiri gak papa kok ma . Beneran Alma sudah biasa . " Ucap Alma tak enak hati jika harus merepotkan ibu mertua nya itu .


" Jam berapa terapi nya . " Tanya Alvan yang sedari tadi sibuk dengan fikiran nya sendiri .


" Jam 7 mas . " Ucap Alma menjawab pertanyaan suaminya itu .


" Mas antar sebelum ke kantor ya , tapi nanti pulang nya biar mas suruh sopir buat jemput kamu . " Ucap Alvan pada akhirnya , lelaki itu tak ingin mengecewakan Alma .


" Tapi nanti mas telat . " Ucap Alma khawatir .


" Tidak meeting ku mulai jam 8 " jawab Alvan tanpa menatap Alma .


Medina tersenyum ia baru pertama kali melihat Alvan mementingkan orang lain dari pada kepentingan nya sendiri .


" Alvan ini sudah malam ajak istri mu istirahat ." Ucap dewa melihat mata Alma yang sudah mengantuk .


Tanpa berkata apapun Alvan langsung berdiri dari tempat duduknya dan mendorong kursi roda alma perlahan menjauhi ruang tamu dan memasuki kamar nya .


Lelaki itu tak banyak bicara ia langsung menggendong Alma dalam pelukannya , Alma terkejut dengan sikap Alvan yang seperti itu , mata lentik itu menatap wajah Alvan tanpa berkedip melihat wajah Alvan sedekat itu membuat jantung Alma berdebar .


Jujur ia mengagumi wajah tampan Alvan dan rahang lelaki itu yang tegas .


" Kenapa menatap ku seperti itu ?" Tanya Alvan tersenyum karena melihat Alma tertangkap basah memandangi wajah nya .


" Em... Itu ...mas ..." Ucap Alma gugup . Alvan meletakan Alma ke atas kasur dengan perlahan .

__ADS_1


" Tidur lah ini sudah malam . " Ucap Alvan seraya menutupi tubuh istrinya itu dengan selimut lalu lelaki itu berjalan dan berbaring di samping istrinya . Alma berusaha menetralkan suara detak jantung nya dengan memejamkan matanya begitu pula dengan Alvan .


__ADS_2