Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 98


__ADS_3

Setelah Alma dan Alvan meninggalkan Luna datanglah seseorang yang tak ingin Rayhan temui siapa lagi jika bukan papanya , papanya itu datang dengan ibu tiri yang umurnya seumuran dengan Rayhan bahkan ia merasa kesal dan ingin menghajar papanya itu karena telah berani datang ke pernikahan nya dengan membawa ibu tirinya itu .


" Untuk apa papa kesini ?" Tanya Rayhan jutek raut wajah lelaki itu mengeras seakan tak menyukai keberadaan ayahnya di tempat itu .


" Papa kesini untuk melihat mu dan jawaban yang kamu berikan malah seperti itu dasar anak tak tau di untung . Sebenarnya papa malas datang kesini tapi karena ibu mu memaksa ya sudah papa tak punya pilihan lain. " Ucap tiyok membuat Rayhan marah lelaki itu sudah mengepalkan tangan nya .


" Rayhan tak butuh papa lihat karena Rayhan belum sekarat . Rayhan juga tak akan menemui papa kalau papa tak ingin dan terpaksa menemui Rayhan . " Ucap rayahan pada ayahnya itu , tiyok emosi mendengar nya ia memukul wajah anaknya itu ia tak perduli saat ini semua orang tengah memperhatikan mereka .


" Mas .." ucap wanita seksi di samping tiyok yang tak menyangka jika suaminya itu tega menampar anaknya di depan umum . Rayhan mengusap bibirnya yang berdarah dengan kasar lelaki itu ingin membalas tindakan orang di hadapannya itu namun Luna lebih dulu mencegah nya .


" Sudah kak jangan di langgati . " Ucap luna menarik tangan suaminya itu agar suaminya tak maju dan menghabisi papa nya itu .


" Mas ...kita datang kesini bukan untuk memperkeruh suasana . " Ucap Alexsa mengingatkan suaminya itu .


Tiyok melirik istrinya sejenak ia merasa perkataan istrinya itu memang ada benarnya juga lagi pula di tempat itu banyak orang yang tengah memperhatikan mereka dan ia tak mau namanya tercoreng hanya gara gara pertengkaran nya dengan Rayhan .


" Sudahlah saya tak mau bertengkar dengan kamu dan membuat nama baik saya rusak jadi saya pergi saja .." ucap tiyok pergi meninggalkan Rayhan sendiri an . Alexsa menatap anak tinta itu dengan pandangan iba , ia merasa tiyok tak berprilaku dengan baik pada anak tirinya itu .


" Selamat ya Rayhan semoga kamu dan Luna bahagia dan segera mendapatkan momongan , maafkan sikap mas tiyok yang terlalu emosi sampai membuat keributan di sini . " Ucap Alexsa pada Rayhan , bukanya menjawab rayhan malah membuang mukanya .


" Terimakasih mbak semoga mbak juga segera mendapatkan momongan . " Ucap Luna mewakili Rayhan untuk berbicara dengan wanita dihadapannya itu .


Alexsa menghela nafas nya pelan melihat Rayhan begitu tak menyukai dirinya namun ia juga tak bisa menegur lelaki itu karena dirinya lah yang salah karena telah menikah dengan tiyok saat ibu Rayhan belum bercerai dengan suaminya itu .


" Kalau begitu saya permisi . " Ucap Alexsa meninggalkan tempat itu menyusul suaminya pergi .


" Lihat lah papa ku itu dengan percaya dirinya dia membawa wanita itu ke pernikahan kita disaat ibu ku jelas jelas terluka dengan kedatangan wanita itu tapi mereka tak perduli dan malah terang terangan menunjukkan kemesraan nya , untung saja mama sudah bercerai dengan lelaki itu jika tidak mungkin saat ini juga aku akan langsung membunuh ayahku itu . " Ucap Rayhan terduduk di kursi pengantin .Luna ikut duduk dan mengusap punggung suaminya itu pelan .

__ADS_1


" Sabar mas ..aku yakin suatu saat om tiyok akan menyesal karena telah menyia-nyiakan kamu dan Tante Mauren . " Ucap Luna pada suaminya itu .


" Terimakasih sayang ..semoga saja begitu Luna , aku juga tak ingin terus terusan membenci nya tapi ya mau bagaimana lagi sifat dia seperti itu membuat ku emosi saja. " Ucap Rayhan pada istrinya itu .


" Em ...apa yang harus Luna lakukan biar kak Rayhan gak emosi lagi , kakak mau makan atau mau minum air biar Luna ambilkan. " Ucap Luna perhatian pada suaminya itu .


" Nanti malam saja kakak makannya . " Ucap Rayhan pada istrinya itu .


" Kenapa harus nunggu nanti malam kak ?" Tanya Luna tak mengerti maksud dari suaminya itu .


" Karena kakak ingin makan kamu nanti malam kalau kakak makan kamu sekarang ya gak bisa lah sayang kan masih ada banyak orang . " Ucap Rayhan mengedipkan matanya pada istrinya itu.


" Dokter rayhan mesum . " Teriak Luna sepontan yang membuat para tamu yang berada di dekatnya menatapnya dengan pandangan tak percaya . Seketika Luna menutup mukanya karena malu ia melupakan jika saat ini mereka tengah berada di tengah tengah kerumunan itu .


" Luna kamu ini mulutnya di jaga jangan ceplas-ceplos saja . "Ucap medina yang langsung datang memarahi anaknya itu .


" Maaf ma. ..Luna keceplosan. " Ucap Luna tersenyum kikuk sementara Rayhan lelaki itu tersenyum senang melihat istrinya salah tingkah seperti itu .


..


..


Malam pun tiba saat ini Alma tengah menselonjorkan kakinya di pangkuan Alvan karena lelaki itu tengah memijit pelan kakinya , dengan kelembutan lelaki itu memijit kaki istrinya membuat Alma tersenyum senang dan beberapa kali memuji keahlian suaminya itu .


" Mas sudah sudah pijit nya Alma mau tiduran punggung Alma pegel . " Ucap Alma merubah posisi nya berbaring miring .


" Hadap sana sayang !" Perintah Alvan pada istrinya itu .

__ADS_1


" Mas mau apa Alma capek . " Ucap Alma yang sudah berfikir buruk pada suaminya itu .


" Ck ...mas cuma mau usapin punggung kamu sayang , katanya punggung kamu pegel ." Ucap Alvan pada istrinya itu .


"Alma kira mas mau .." ucap Alma tak melanjutkan kata-katanya karena malu telah berburuk sangka pada suaminya itu .


" Mau apa Hem ..." Ucap Alvan mencubit pipi istrinya itu gemas .


" Sakit mas ...sudah lah mas , sekarang tolong usapin punggung Alma . " Ucap wanita itu merubah posisi perlahan . Alvan segera mengusap punggung istrinya itu perlahan .


" Bagaimana enak ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .


" Enak mas lanjutkan ya Alma mau coba merem sebentar ." Ucap Alma mulai memejamkan matanya perlahan .


Alvan melihat istrinya itu ia merasa kasian pada Alma karena akhir akhir ini istrinya itu pasti sangat kelelahan dari mulai mengurusnya sehabis tertusuk dan mempersiapkan acara pernikahan adiknya untung saja anaknya tak rewel , di usapnya perut Alma yang membesar dan di cium nya pelan perut itu , ia sungguh tak sabar menanti buah hatinya .


" Jangan rewel ya anak papa kasian mama kecapek an ." Ucap Alvan pada perut Alma itu , dan ia cukup senang karena anaknya segera merespon dengan tendangan tendangan kecil nya .


Alvan melirik Alma takut jika istri nya itu terbangun oleh tendangan bayinya namun ia rasa istrinya itu tak akan terbangun tidur nya sangat lelap karena istrinya itu sangat kelelahan .


" Selamat tidur anak papa . " Ucap Alvan mengusap perut Alma pelan setelah itu ia mencium kening Alma pelan dan memeluk istrinya dari belakang ia juga merasa lelah dan ingin bergabung bersama istrinya di alam mimpi .


...


...


...

__ADS_1


Lanjut ada episode tambahan untuk kalian , ADA ADEGAN DEWASA NYA YA JADI MOHON YANG BELUM CUKUP UMUR LEWATI SAJA .


jangan lupa like komen car dan hadiah . DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BAGI KAMI PARA AUTHOR


__ADS_2