
Matahari baru menampakkan wujudnya tetapi Iren sudah berada di depan rumah seseorang yang akan ia berikan berita yang mungkin akan membuat ia terkejut dan murka , wanita licik itu tersenyum sinis. Kaki kaki jenjang nya menghampiri pintu kayu yang sedari tadi tertutup rapat .
Tok tok tok ...
Bunyi pintu yang beradu dengan tangan wanita setengah baya itu , seseorang gadis muda keluar dari balik pintu itu, gadis muda itu menatap Iren dengan pandangan bertanya .
" Maaf ibu cari siapa ya..." Sapa gadis itu ramah , Iren tersenyum tipis .
" Majikan kamu ada ?" Tanya Iren pada wanita itu .
" Ada Bu ...mau saya panggilkan?" Tanya gadis muda itu pada Iren . Iren mengangguk mengiyakan tawaran pembantu muda itu .
kemudian pembantu muda itu berjalan memasuki rumah dan pergi ke halaman belakang di mana majikan nya berada .
" Maaf pak Bu mengganggu ada tamu yang mencari ibu . " Ucap gadis itu pada kedua orang tua yang tengah duduk bersantai menikmati waktu bersama .
" Siapa bi...?" Tanya majikan nya penasaran .
" Saya gak tau nyonya orang itu belum pernah datang sebelumnya . " Ucap pembantu itu membuat para majikan nya saling pandang .
" Ayo kita lihat saja mas siapa tau penting . " Ucap majikan nya kemudian .
Kedua orang itu langsung berjalan memasuki rumah nya di tatapnya orang yang saat ini tengah berada di teras rumahnya dengan pandangan bertanya .
" Maaf ibu cari siapa ya ...?" Tanya orang itu penasaran dengan orang yang tak pernah ia lihat sebelumnya itu .
" Em...apa benar ini kediaman dokter Rayhan pramastiyo. " Tanya Iren tersenyum ramah .
__ADS_1
" Iya betul tapi anak kami masih lembur di rumah sakit ibu ada keperluan apa mencari anak kami ?" Tanya Mauren penasaran dengan tujuan wanita setengah baya itu mencari anak nya .
" Saya ada perlu dengan ibu dan bapak bukan dengan anak ibu . " Ucap orang itu membuat Mauren menatap suaminya , ia merasa tak enak saat melihat muka serius wanita setengah baya di hadapannya itu .
" Oh ...ayo Bu masuk kedalam rumah saja . " Ucap Mauren mempersilakan Tamunya itu masuk , Iren masuk mengikuti Mauren dan Tiyok di belakang nya setelah itu ia duduk di sebuah kursi sofa yang disediakan untuk tamu di rumah itu .
" Maaf saya mengganggu waktu ibu dan bapak tapi saya lakukan ini karena saya tak mau bapak dan ibu memilih menantu yang salah , saya tak ingin ibu menyesal nantinya setelah mengetahui siapa calon mantu ibu itu sebenarnya . " Ucap Iren Sok peduli dengan keluarga Rayhan .
Mauren terdiam di tatapnya wajah tiyok yang mulai serius melihat itu perasaan Mauren jadi tak enak ia yakin suaminya itu akan marah setelah mendengar omongan dari wanita di hadapannya itu .
" Memangnya kenapa dengan calon mantu saya Bu ?" Tanya Mauren pada akhirnya karena ia juga penasaran dengan apa yang wanita di hadapannya itu katakan .
" Dia itu penjahat ,dia sudah menabrak mobil anak saya hingga anak saya meninggal , cucu saya dalam kandungan juga meninggal gara gara anak itu dan dia sama sekali tak mau bertanggung jawab . Saya baru mengetahui kebenaran nya , dan saya akan melaporkan nya pada polisi . " Ucap Iren dengan mengeluarkan air mata buayanya , Mauren menatap tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar sementara tiyok lelaki itu mulai mengepalkan tangan nya erat . .
" Ibu jangan mengarang cerita , calon menantu saya tak mungkin seperti itu . " Ucap Mauren membela Luna , ia tau selama ini Luna gadis yang baik jadi ia tak percaya begitu saja dengan omongan wanita licik di hadapannya itu .
" Saya tak mengarang nya Bu ...luna juga pernah depresi karena kecelakaan itu saya tak bohong kalau ibu tak percaya silakan tanya kan pada Luna langsung atau pada keluarga nya . " Ucap Iren masih berlinang air mata .
" Suruh Rayhan pulang . " Ucap tiyok dengan nada tinggi , lelaki itu berjalan meninggalkan Mauren dan Iren sendiri an .
" Maaf Bu ...saat ini kami ingin mengurus masalah ini terlebih dahulu jadi bisakah ibu pergi dari sini . " Usir Mauren dengan nada lembut .
Iren yang mendengar nya pun ingin marah namun ia tahan , ia senang setidaknya tiyok percaya dengan apa yang ia omongkan dan lelaki itu pasti sedang marah dan tak terima karena keluarga Luna menyembunyikan hal itu dari keluarganya .
'' ya sudah saya permisi dulu bu... pikir kan lah baik baik perkataan saya sebelum ibu benar benar menyesal telah memiliki calon menantu seperti Luna itu. " Ucap Iren mengambil tas yang sedari tadi ia geletak kan di sofa kemudian wanita itu pergi dengan di antar Mauren terlebih dahulu .
Setelah melihat kepergian wanita itu , Mauren berjalan menghampiri suaminya di ruang keluarga di tatapnya iba wajah lelaki yang sudah menikah dengan nya selama bertahun-tahun .
__ADS_1
Sementara tiyok yang di tatap seperti itu malah membuang mukanya , lelaki itu masih marah dengan apa yang baru saja ia dengarkan .
Di lain sisi Luna baru tiba di rumah calon suaminya itu , ia masuk rumah tanpa permisi karena biasanya juga seperti itu saat ia datang ia sudah menganggap rumah itu sebagai rumah nya jadi ia tak sungkan lagi . Lankah Luna terhenti saat mendengar percakapan calon mertua yang tak jauh dari tempat nya berdiri .
" Aku mohon mas ...jangan bertengkar dengan Rayhan lagi , biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri . " Ucap Mauren menatap Suaminya itu dengan berkaca kaca ia tak ingin melihat pertengkaran di antara anak dan suaminya itu .
" Tidak ...aku tak mau menuruti omongan mu , apa kamu mau memiliki menantu seperti dia ...kamu mau memiliki menantu Nara pidana dan bekas orang gila seperti itu , kamu mau anak mu hidup dan di caci maki sama orang , kamu mau itu terjadi mauran . Aku tak ingin kehormatan keluarga kita hancur hanya gara-gara menantu kita itu seorang nara pidana , apa kata teman temanku nanti mereka pasti akan mengejek ku yang tidak tidak . " Ucap tiyok membentak bentak Mauren .
Mauren memejamkan matanya berusaha sabar dengan sikap suaminya itu , sementara Luna gadis itu terpaku , hatinya sakit dan nyeri mendengar apa yang dikatakan tiyok terhadapnya .
Gadis itu memikirkan setiap perkataan calon mertuanya itu ,Ia merasa yang dikatakan tiyok juga ada benarnya , Rayhan akan mendapatkan cacian dan makina jika lelaki itu menikah dengan seorang nara pidana seperti nya , ia juga tak ingin calon suaminya itu berdebat apalagi bertengkar dengan kedua orang tuanya .
Memikirkan itu hati Luna berdenyut nyeri , gadis itu tak ingin mendengar kelanjutan perbincangan itu .Ia berjalan mundur tanpa suara ia tak ingin kedua orang yang tengah berdebat itu mengetahui keberadaan nya , setelah ia sampai di ambang pintu ia pun berlari keluar menuju mobil miliknya ia meninggalkan rumah itu dengan rasa kekecewaan di dalam dada nya .
Ia sedih ia marah ia kecewa pada orang tua Rayhan yang tak mau menerima ia apa adanya tapi ia juga tak ingin Rayhan mempunyai istri seperti dirinya , ia ingin Rayhan bahagia tanpa memikirkan beban apapu jadi Luna memutuskan untuk mengakhiri semuanya ia menangis ..keras dalam mobil nya .
Ia tak ingin berpisah dengan rayhan ia sangat mencintai lelaki itu namun keadaan memaksa nya untuk melakukan itu . Setelah kepergian Luna dari rumah itu perkelahian Mauren dan Tiyok semakin sengit , wanita itu menatap suaminya dengan menggelengkan kepalanya pelan .
" Sebenarnya yang kamu khawatir kan itu anak mu atau kehormatan mu mas ...jawab aku , aku sudah tak tahan lagi dengan mu dari awal kita menikah hingga sekarang kamu selalu mementingkan kehormatan dan kehormatan tak ada tempat untuk ku ataupun Rayhan di pikirkan kamu maupun hati mu yang ada hanya kehormatan , kejayaan dan pujian .. aku sudah lelah lelah sekali dengan sikapmu itu ..." Ucap Mauren menangis tersedu sedu . Tiyok yang melihat istrinya itu menangis pun berdecak tak suka , ia meninggalkan Mauren sendiri an dan pergi dari sana..
....
...
...
Sampai sini dulu besok dilanjut lagi anak author lagi rewel jadi author Hanya bisa up dua bab ...kalau ada kesempatan author bakal up 3 bab lagi
__ADS_1
jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya ...
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.