Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 57


__ADS_3

Mata Alma berbinar binar ketika mengetahui anak nya tumbuh sehat dan umurnya sudah menginjak 1 bulan lebih , wanita cantik itu terus memperhatikan sebuah layar yang memperhatikan gambaran Anak nya itu .


" Wah ... Dia masih kecil..." Ucap Alvan yang kagum dengan gambar di hadapannya itu .


" Ya pak tapi Alhamdulillah semua nya baik dan normal , apa ibu Alma memiliki keluhan seperti mual , pusing atau demam mungkin . ?" Tanya Dokter Lauren pada pasien nya itu .


" Saya mual mencium bau makanan tertentu dokter . Saya juga tak nafsu makan saat ini. " Ucap Alma sedih .


" Itu wajar Bu , mengingat ibu baru awal awal ibu mengandung . " Ucap Lauren menjelaskan .


" Tapi saat saya hamil dulu tidak pernah seperti ini dokter . " Ucap Alma pada Lauren


.


" Setiap kehamilan memiliki gejala yang beda beda Bu , kadang kita yang mengandung suami yang mual dan ngidam ada juga yang tak mual sama sekali dan malah ingin makan terus . Jadi ibu tak usah khawatir ya , saya akan resepkan obat untuk mengurangi rasa mual yang ibu rasakan . " Ucap Lauren mengambil bolpoin nya dan langsung mencatat obat dan vitamin yang akan ia berikan pada Alma.


" Ini pak Alvan nanti di tebus di apotik ya . " Ucap Lauren memberikan selembar kertas kepada Alvan , Alvan langsung meraih kertas tersebut .


" Ini saya sudah boleh duduk Bu ..?" Tanya Alma yang masih berbaring di atas ranjang .


" Iya ...boleh Bu silakan , sudah selesai kok . " Ucap Lauren tersenyum .


Kemudian Alma turun dari ranjang itu dan duduk di samping suaminya.


" Makanya di jaga ya Bu jangan sampai telat ,dan jangan lupa minum susu ibu hamil agar ibu dan bayi nya sehat . Perbanyak makan sayur dan buah ya jangan makan yang asam asam . " Ucap Lauren menasehati Alma .


" Baik dok . " Ucap Alma dan Alvan bersamaan yang membuat Lauren tersenyum .


" Kalian boleh keluar sekarang . " Ucap Lauren mempersilakan Alma dan Alvan untuk meninggalkan ruangan nya karena ia harus memeriksa pasien yang lain .


Setelah mendengar itu Alma dan Alvan pergi meninggalkan tempat itu dengan senyum yang tak pernah hilang di wajah mereka .


" Mas tebus obat dulu ya sayang , kamu di sini dulu gapapa kan . " Ucap Alvan ketika mereka baru saja keluar dari ruangan Lauren .


" Iya mas gapapa kok. " Ucap Alma tersenyum .


Alvan mengusap rambut Alma perlahan dan kemudian lelaki itu pergi meninggalkan Alma sendiri , merasa lelah berdiri Alma pun mencari tempat duduk yang tak jauh dari tempat nya berdiri tadi .

__ADS_1


" Kamu ngapain di sini wanita murahan . " Ucap seseorang yang membuat Alma terkejut , begitu pula dengan semua orang yang menatap ke arah nya dengan pandangan menyelidik .


" Mama..." Ucap Alma terkejut setelah mengetahui siapa yang datang dan berkata kasar padanya .


" Jangan panggil mama , saya sudah bukan mertua kamu lagi semenjak anak saya meninggal di tangan kamu . " Ucap mantan ibu mertua nya itu sinis . Alma berusaha sabar ia tak ingin membuat keributan di tempat itu .


" Mama sedang apa di sini ?" Tanya Alma ramah .


" Kamu tau ... sebentar lagi Vivi akan memberikan saya cucu , tak seperti kamu yang malah membuat calon cucuku lenyap kamu gak becus jaga anak dalam kandungan mu itu dan kamu sendiri mau apa kesini , kamu mau progam hamil atau bagaimana . Tak usah progam progam hamil segala kalau ujung ujung nya kamu tak mampu menjaga nya . " Ucap Iren keras yang membuat orang orang di situ membicarakan hal yang tak baik tentang nya .


" Mama kenapa berbicara seperti itu , itu semua hanya kecelakaan ma . Aku tak mengharapkan itu terjadi .Kenapa mama terus mengungkit ungkit soal itu setiap kali bertemu dengan Alma , Salah Alma apa sampai mama begitu membenci Alma ." Ucap Alma menatap tajam ibunya itu iya sudah tak tahan lagi karena ibu mertua nya itu menjelek jelekan dirinya di depan orang banyak .


" Kenyataan memang begitu , semua ini gara gara kamu .Dasar gadis pembawa sial . " Bentak mantan ibu mertua nya pada Alma .


" Ibu bilang apa , saya pembawa sial . Seperti saya yang sial memiliki mantan mertua seperti ibu . " Ucap Alma yang telah terpancing emosinya .


Wanita itu tak lagi bisa menahan untuk tak membuat keributan di tempat itu apalagj ia sedang mengandung sekarang membuat ia semakin tak bisa mengontrol emosi nya .


" Kamu berani sekali berbicara seperti itu kepada saya . " Ucap Iren ingin menampar Alma namun pipinya sudah lebih dulu di tampar oleh seorang gadis cantik yang tak sengaja melihat kakak iparnya di permalukan .


" Siapa kamu berani beraninya menampar pipi saya . " Ucap Iren marah .


" Kamu ...dasar kamu gadis yang tak tau sopan santun pada orang yang lebih tua. Orang tua macam apa yang membesarkan kamu ha .." ucap Iren marah .


" Orang tua yang patut di hormati itu bukan orang tua seperti ibu yang tau nya menjelekan anak menantu nya sendiri di hadapan banyak orang , ibu ...ibu ini orang bermartabat kan apa ibu gak malu telah membuat keributan di rumah sakit seperti ini. Banyak orang sakit di sini dan mereka membutuhkan ketenangan . Kalau ibu masih bersikap seperti itu dan tak segera pergi dari sini saya akan memanggil satpam untuk mengusir ibu . " Ucap Rayhan yang sedari tadi hanya diam memperhatikan pertengkaran itu .


" Kamu ...lihat saja nanti , saya Iren tak akan membiarkan kalian semua bahagia termasuk kamu Alma . " Ucap Iren menarik tangan Vivi pergi dari tempat itu .


Alma memijit kepalanya yang pusing ia merasa sudah membuang waktunya karena telah melanggati orang tua seperti mantan mertua nya itu .


" Mbak Alma gapapa kan ?" Tanya Luna pada kakak iparnya itu .


" Gak papa , cuma pusing saja . Untung kamu dan dokter Rayhan datang kalau gak mungkin saat ini mbak masih berdebat dengan wanita tua itu. " Ucap Alma kesal.


" Lain kali jangan melanggati orang seperti itu , kamu sedang hamil gak baik untuk mu dan calon anak mu itu dapat membuat kamu emosi dan naik darah yang berakibat fatal ke janin yang kamu kandung . " Ucap Rayhan tersenyum menasehati Alma .


" Iya dokter lain kali jika bertemu dengan wanita tua itu lagi aku akan menganggap nya orang asing aku sudah tak peduli lagi dengan nya ,. " Ucap Alma mengusap usap perutnya , ia tak ingin calon anak nya memiliki sifat yang sama dengan mantan mertua nya itu .

__ADS_1


" Ngapain loe disini ?" Tanya Alvan menatap Rayhan tajam .


" Mas ini kenapa sensi sekali sama dokter Rayhan , mas seharusnya berterimakasih pada dokter Rayhan karena dia yang menyelamatkan aku tadi dari orang orang yang tak tau diri . " Ucap Alma kesal .


" Benar , lagi pula kakak ini kenapa ninggalin mbak Alma sendiri an kalau ada apa apa gimana , seperti tadi mbak Alma habis di caci maki sama mantan mertua nya untung kami datang kalau tidak mbak Alma pasti masih bertengger saat ini . " Ucap Luna memarahi Alvan .


" Ck ...anak kecil gak usah sok marahi aku ya , aku sengaja tadi gak ngajak Alma karena di sana sedang antri aku gak mau Alma nunggu sambil berdiri lama di sana , jadi ya aku suruh dia nunggu disini . " Ucap Alvan menjelaskan kenapa ia tak mengajak istri nya itu ke apotek .


" Oh begitu . " Ucap Luna yang mengerti .


" Maaf ya sayang gara gara aku kamu jadi harus ngadepin nenek lampir itu sendiri , kalau aku tau dia datang aku gak mungkin ninggalin kamu , aku bakal hadapin dia buat kamu . " Ucap Alvan duduk di samping istrinya itu dan mengusap tangan nya pelan .


" Gak papa kok mas , udah yuk kita pulang aja ...Alma pusing . " Ucap Alma memijat kepalanya pelan .


" Ya udah ... Yuk pulang , Luna kamu mau ikut kakak atau tidak ?" Tanya Alvan malas .


" Nanti aku anterin aja kak ..kakak pulang dulu saja kasian mbak Alma sudah kelelahan . " Ucap Rayhan menjawab pertanyaan Alvan .


Alvan tak menjawab ia menuntun istrinya pergi dari rumah sakit itu dan pulang kerumahnya .


" Kakak kamu masih gak suka aja sama aku . " Ucap Rayhan menatap kepergian orang di hadapannya itu .


" Sabar Hany ..dia memang seperti itu , susah sekali untuk mengambil hatinya cuma mbak Alma yang bisa membuat kakak ku itu bertekuk lutut . " Ucap Luna tersenyum.


Rayhan yang mendengar perkataan Luna pun hanya ikut tersenyum ia tau sulit sekali mendapatkan restu dari Alvan dan membuat lelaki itu tak membenci nya lagi .


..


...


.


Bagaimana perasaan Kalian jika memiliki mertua seperti mantan mertua Alma ..


hehehehe .


janagn lupa Lika komen ,vaf dan hadiah ya ...

__ADS_1


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.


__ADS_2