Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 32


__ADS_3

Alvan tak berhenti tersenyum ia begitu senang karena cintanya pada Alma tak bertepuk sebelah tangan , lelaki itu mendorong kursi roda Alma menuju garasi mobil nya . Medina yang melihat senyum lebar dari anak nya pun heran karena ia tak pernah melihat anak nya sebahagia itu .


" Kamu kenapa Van senyum senyum sendiri kayak orang gila . " Ucap Medina menegur Alvan yang kebetulan melewati nya .


" Mama gak usah kepo , Alvan lagi senang saja . Iya kan Alma . " Ucap Alvan meminta pendapat istrinya itu .


" Iya ...Ma ." Ucap Alma tersenyum ia tak menyangka suaminya begitu senang .


Ia juga senang tapi ia tak menunjukan nya di depan orang lain , tapi Alvan lelaki yang biasanya bersikap dingin itu justru malah menunjukan nya pada orang lain .


" Ya sudah Alvan mau ngajak Alma jalan jalan dulu ya ma . " Ucap Alvan meminta izin mamanya itu .


" Pergilah nikmati hari libur mu Van . " Ucap Medina tersenyum senang , wanita paruh baya itu hanya bisa berharap anak dan menantunya akan terus akur dan bahagia sama seperti saat ini .


Alvan tersenyum ia kembali mendorong kursi roda Alma ke garasi mobil saat sampai di depan mobilnya Alvan membuka kan pintu untuk istrinya itu , di gendong nya Alma kedalam dengan kedua tangan lalu Alvan menatap istrinya itu sejenak .


Alma juga ikut menatap nya membuat hati Alvan semakin berdebar , kemudian Alvan pun menyuguhkan senyum untuk istrinya itu yang dibalas senyuman pula oleh Alma.


" Ayo cepat mas , nanti keburu sore . " Ucap Alma mengingatkan suaminya itu , mendengar itu Alvan langsung mendudukan tubuh Alma kedalam mobil dengan perlahan lahan .


Setelah itu lelaki tampan itu menutup pintu mobil dengan perlahan , di bukanya pintu mobil yang lain ia melipat kursi roda Alma dan meletakkan nya di sana . Kemudian lelaki itu beralih mengitari mobil dan duduk di bangku kemudiannya .


" Kamu sudah siap ?" Tanya Alvan pada istri cantik nya itu .


" Kita mau kemana memang nya mas ?" Tanya Alma penasaran kemana suaminya itu akan membawanya pergi .


" Ke manapun kamu mau Alma , aku akan menemanimu . " Ucap Alvan lembut .


Pipi Alma seketika memerah mendengar itu ia pun membuang mukanya menatap wajah nya sendiri di kaca spion mobil milik suaminya itu .


Alvan yang melihat itu pun tersenyum , lelaki itu merasa Alma sangat lucu dan membuatnya ingin selalu menggoda istrinya itu . Alvan pun menjalan kan mobil nya keluar dari rumah nya .


" Kita ke mall saja gimana ?' tanya Alvan masih fokus dengan jalanan di depan nya .


" Boleh , Alma sudah lama tak main ke mall , tapi kita cari yang mall nya sepi saja mas . " Ucap Alma membuat Alvan menatap nya tajam .

__ADS_1


" Mau apa ke mall yang sepi apa jangan jangan kamu mau berbuat sesuatu . " Ucap Alvan menaik turunkan Alis nya menggoda istrinya itu .


" Jangan kepikiran macem macem mas ,Alma hanya tak ingin mas malu jalan dengan wanita lumpuh seperti ku . " Ucap wanita itu sedih .


" Jangan bicara seperti itu kamu istriku Alma apapun keadaan mu kamu adalah istriku , aku mencintaimu dan menyayangi mu jadi untuk apa aku malu jalan dengan mu . Justru aku ingin menunjukkan pada semua orang bahwa kamu hanya milik ku seorang dan aku juga hanya milik mu . " Ucap Alvan membuat Alma terharu ia merasa di cintai dan disayangi oleh lelaki itu .


Alma menatap Alvan dengan senyum manis nya , wanita itu bersyukur karena memiliki suami yang mau menerima kekurangan nya . Memiliki suami seperti Alvan adalah hal terindah Yang tak pernah Alma bayangkan sebelumnya .


" Terimakasih ya mas sudah bilang seperti itu Alma jadi tak merasa wanita yang tak menyedihkan lagi . " Ucap Alma masih dengan senyum yang sama senyum yang mampu membuat Alvan terpesona .


" Tak perlu berterimakasih sayang , sudah sewajarnya aku mendukung dan memberimu semangat di saat saat kam membutuhkannya . " Ucap Alvan yang semakin membuat Alma tersenyum bahagia .


Ia juga sedikit malu saat Alvan memanggilnya sayang karena ini baru pertama kalinya lelaki itu memanggil nya seperti itu . Keduanya pun terdiam tak ada yang berbicara sama sekali yang ada hanya senyuman yang terukir di wajah masing masing .


Tak terasa mereka pun sudah sampai di sebuah mall besar di kota nya , Alvan membantu Alma turun dari mobilnya , di dorong nya kursi roda itu perlahan lahan menuju pintu masuk mall .


Sedari tadi banyak orang yang memperhatikan mereka ada yang kagum dengan ketampanan Alvan ada juga yang menganggap Alma wanita beruntung karena ia memiliki suami seperti Alvan yang tak malu jalan dengan orang yang lumpuh.


" Mas aku jadi tak nyaman , orang orang sedari tadi lihat tin kita terus . " Ucap Alma mengutarakan kegelisahan dalam hatinya .


Lelaki itu terus mendorong Alma menuju sebuah toko baju yang kelihatan sangat mewah.


" Mas kenapa kita kesini ?" Tanya Alma keberatan karena ia melihat baju baju di hadapannya sangat mahal .


" Memang nya kenapa , sudah Ayo kita masuk dan pilih baju yang kamu suka , mas akan membelikan nya untuk kamu . " Ucap Alvan masih terus mendorong kursi roda istrinya itu masuk kedalam toko itu .


" Alma ..." Panggil seseorang yang tak asing di telinga nya , Alma yang sedari tadi melihat baju baju di hadapan nya pun langsung menoleh dan tebakan nya benar ia mengenal orang yang baru saja memanggil nya itu .


" Roni ..." Ucap Alma berusaha tersenyum meski ia canggung karena kejadian dulu.


" Kamu ngapain di sini ?" Tanya Roni pada Alma tanpa memperdulikan Alvan yang sedari tadi menatap lelaki itu tak suka .


" Aku ... Lagi cari baju sama suamiku . " Ucap Alma menatap Alvan tersenyum . Mendengar kata suami yang keluar dari mulut Alma , Alvan yang tadinya marah pun tak bisa marah lagi lelaki itu ikut tersenyum membalas senyuman dari sang istri .


" Kamu sudah menikah ?" Tanya Roni tak percaya .

__ADS_1


" Iya sudah satu bulan , kamu sendiri ngapain disini ?, Ini kan toko baju cewek masak kamu mau beli baju untuk mu disini itu kan tak mungkin ." Ucap Alma berusaha ramah pada sahabatnya itu seperti dulu .


" Dia bersama aku . " Ucap seseorang wanita paruh baya yang datang bersama seorang perempuan cantik di samping nya . Wanita itu menatap Alma tak suka , siapa lagi kalau bukan ibunya Roni .


" Eh Tante apa kabar ..." Sapa Alma tersenyum ramah namun yang ia dapatkan justru malah sebaliknya .


" Ngapain kamu disini kayak mampu beli saja . " Ucap wanita itu merendahkan Alma , Alma mengehela nafas nya ia berusaha sabar karena ibu Roni adalah wanita yang lebih tua darinya.


" Memang nya anda siapa bisa berbicara seperti itu. " Ucap Alvan tak suka orang lain merendahkan istrinya .


" Mas ... " Ucap Alma menggelengkan kepalanya ia tak ingin Alvan kurang ajar dengan orang yang lebih tua.


" Sudahlah Alma saya tau kamu kesini karena tau anak saya ada di sini kan atau jangan jangan kalian janjian . Ingat Roni kamu sudah mama jodohkan dengan Dayu. " Ucap Ibu Roni menatap anaknya tajam .


" Saya disini sama sekali tak memiliki niat untuk mendekati anak ibu , ibu tenang saja saya hanya ingin membeli beberapa barang dengan suami saya itu saja . Jadi ibu jangan marah marah dulu . " Ucap Alma menjelaskan dengan tutur kata yang lembut .


" Mama ini bikin malu Roni saja , yang dikatakan Alma itu benar ma , kami tak janjian sama sekali . Dan kamu dayu ... sampai kapan pun aku tak Sudi memiliki istri seperti kamu yang suka nya memanasi orang saja . " Ucap Roni pada wanita di samping ibunya , lelaki itu tau bahwa sang ibu kemakan omongan gadis di sampingnya .


" Loh kamu kok malah nyalahin aku sih Ron . " Ucap Dayu dengan wajah penuh kesedihan yang seakan dibuat buat agar mendapatkan simpati dari ibu Roni .


" Sayang ayo kita pindah tempat saja , disini berisik aku gak suka. " Ucap Alvan tak ingin Alma ikut terlibat dengan perkelahian itu .


Alma yang dasarnya sudah tak nyaman pun mengangguk saja .Alvan mendorong kursi roda istrinya menjauhi Roni dan keluarga nya.


" He ...wanita sialan kamu mau kemana gara gara kamu kami jadi bertengkar . " Teriak Dayu .


" Gak usah di dengarkan anggap saja itu suara anjing yang sedang menggonggong . " Ucap Alvan Tanpa perduli teriakan itu , Alma hanya tersenyum ia begitu senang suaminya mengerti perasaan nya . ...


....


...


akhirnya Alma dan ... Alvan sudah saling menyatakan cinta , bagaimana ada yang puas atau masih penasaran dengan kelanjutan nya , yang penasaran tunggu episode berikutnya ya .


Jangan lupa like komen like dan vaf ya....

__ADS_1


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR .


__ADS_2