
" Menantu mu itu sungguh tak tau diri Medina sudah tau ada acara di rumah ini dan itu untuk dia tapi dia sama sekali tak mau membantu . " Ucap Ningsih pada menantunya itu , Medina menghela nafas nya ia tak mengira jika ibu mertua nya begitu tak menyukai Alma .
" Mama jangan bicara seperti itu , tadi Alma sudah mau membantu tapi Medina larang karena dia sedang hamil tua ma ...mudah sekali lelah di saat saat hamil sebesar itu . " Ucap Medina membela menantunya itu .
"Kamu ini terlalu memanjakan mantu mu itu , lihat Nadira meski dia orang asing di tempat ini dia begitu rajin membantu kamu bukan . Andai saja yang menikah dengan Alvan itu Nadira pasti aku akan sangat senang ." Ucap Ningsih pada menantunya itu , Alma dan Alvan yang sedari tadi mendengar perbincangan mereka pun menjadi sedih .
Alma menunduk kan kepalanya pelan sementara Alvan lelaki itu melirik istrinya yang mungkin saat ini sedang menangis itu .
Alvan menghela nafas nya lelah ia kira dengan mengundang neneknya datang Alma akan senang begitu pun nenek nya tapi ia tak menyangka kedatangan neneknya justru membuat istrinya itu sedih.
" Kita masuk ke kamar saja ya ..." Ajak Alvan hendak membawa Alma pergi dari tempat itu namun gadis cantik yang baru menyadari kehadiran mereka langsung menghampiri Alvan dan Alma .
" Em Alvan ini ada kue yang sengaja aku buat sebelum kesini tolong coba lah . " Ucap Nadira memberikan kue ditangan nya pada Alvan .
" Alvan ayo ambil sayang Nadira sudah susah susah loh buatnya masak kamu tak mau menghargai usaha dia . " Ucap neneknya yang ikut mendekati nya .
Alvan berusaha tersenyum dan mengambil kue di tangan Nadira , Alma yang melihat nya pun menjadi sedikit kecewa pada suaminya itu . Ia kesal dan semakin ingin menangis namun wanita itu hanya bisa menahan nya .
" Terimakasih . " Ucap Alvan mulai memakan kue itu perlahan .
" Bagaimana rasanya ?" Tanya Nadira menatap Alvan penuh harap .
" Enak ." Jawab Alvan singkat dan jujur meskipun kue itu tak seenak buatan istrinya Alma .
" Kalau enak biarkan Nadira memberikan kue itu setiap hari untuk mu ." Ucap Ningsih senang , melihat wajah neneknya yang begitu bahagia Alvan hanya bisa diam saja tanpa sadar Alma mulai melepaskan genggaman Alvan dari tangan nya dan berlalu pergi ke kamar nya .
Ia merasa tak di butuhkan di tempat itu jadi untuk apa ia terus berada di sana dan semakin membuat ia sakit hati jadi lebih baik ia pergi dan tak melihat adegan itu lagi yang membuat hatinya nyeri dan sesak .Medina yang melihat kepergian Alma pun menjadi merasa iba .
__ADS_1
" Jangan setiap hari nanti kamu diabetes Alvan . Mama di sini dulu ya , Medina ada urusan . " Ucap Medina melirik Alvan tajam dan berlalu pergi menyusul Alma .
Ningsih tak memperdulikan hal itu ia terus menyuruh Alvan memakan kue buatan Nadira sementara alvan , Lelaki itu tak berani menolak nenek nya ia takut neneknya itu tersinggung jadi ia menurut saja , ia juga tak mengerti kenapa ibunya tadi menatapnya seperti itu saat ia pergi ..
" Coba yang ini Kak ini rasa yang berbeda dari yang tadi . " Ucap Nadira menyupi Alvan yang sebenarnya membuat Alvan risih namun Alvan berusaha menahan nya .
Sementara itu Medina memasuki kamar alma yang kebetulan tak di kunci , wanita itu melihat menantunya tengah menonton tv tapi pikiran nya tak tertuju pada tv yang ia lihat .
" Boleh mama ikut nonton sayang ?" Tanya Medina mengusap rambut menantu nya itu perlahan .
" Boleh ma ..." Ucap Alma tersenyum , wanita itu menggeser tubuhnya agar Medina bisa ikut duduk di kasur empuk miliknya , Medina pun duduk di samping mantunya itu di usapnya perut alma yang semakin hari semakin membesar .
" Cucu mama sehat kan Alma ?" Tanya Medina pada menantunya itu .
" Sehat ma ... Alhamdulillah dia aktif sekali di dalam perut Alma .." ucap alma pada ibunya itu.
" Alma sayang ..." Panggil Medina mampu menyadarkan alma dari pikiran pikiran yang bersarang di kepala nya .
" Iya ma ...ada apa ?" Tanya alma seraya tersenyum .
" Mama tau kamu sakit hati dengan apa yang mertua mama lakukan sayang , ibu Ningsih memang seperti itu orang nya dulu dia juga tak menyukainya mama sama seperti dia tak menyukai kamu. Mama paham apa yang kamu rasakan karena mama dulu pernah mengalami nya nak, jangan terlalu di gubris dan difikirkan omongan mertua mama itu ya Alma kasian anak kamu kalau kamu terlalu banyak pikiran . " Ucap Medina menasehati menantunya itu .
" Iya ma ..." Ucap Alma tersenyum getir , medina langsung memeluk menantunya itu saat melihat alma seperti menahan kesedihannya .
" Menangis lah alma mama tau kamu ingin menangis sedari tadi ." Ucap Medina mengusap punggung menantunya pelan berusaha menenangkan menantu nya yang sekarang sudah mulai menangis dengan terisak .
" Alma kamu mau mencoba nya ini enak . " Ucap Alvan menengok ke samping tubuhnya yang sudah tak ada siapa siapa di sana . Hati Alvan langsung merasa bersalah istrinya itu pasti sedang sedih dengan apa yang ia lakukan saat ini .
__ADS_1
" Ningsih ...kuenya buat Ningsih saja Alvan kenyang . " Ucap Alvan langsung menyerahkan kue itu ke pangkuan neneknya dan segera pergi menyusul istrinya .
" Sudah ingat kalau punya istri . " Ucap Medina yang berpapasan pada anak laki lakinya di luar pintu . Alvan meringis dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal .
" Mana alma ma ...?" Tanaya Alvan pada ibunya itu .
" Dia di dalam habis nangis terus ketiduran gara gara ulah mu itu Van. Sudah tau nenek mu itu berusaha mendekatkan kamu dengan Nadira eh kamu malah tak menolaknya sama sekali . " Omel Medina pada anaknya itu .
" Iya ma ..maaf Alvan tak akan seperti itu lagi , ya sudah Alvan temui Alma dulu . " Pamit Alvan pada ibunya itu .
" Iya ...ingat jangan bangunkan alma kasian dia kecapean , bangunkan nanti saja kalau sudah jam 7 malam . " Ucap Medina berlalu meninggalkan Alvan .
Kemudian lelaki itu berjalan menemui istrinya , dilihatnya mata Alma yang sembab melihat itu alam semakin merasa bersalah , di cium nya pipi Alma pelan kemudian kening wanita itu setelah itu ia mengusap perut Alma sayang dan ikut bergabung bersama istrinya di atas kasur.
Alvan ikut berbaring bersama Alma di pelukannya tubuh istrinya itu seraya sesekali ia tak lupa mengusap usap perut alma pelan .
" Maaf sayang ...maaaf aku membuat mu sakit hati lagi untuk kesekian kali nya maaf aku tak bisa menolak permintaan nenek , seharusnya aku langsung menolaknya maaf sayang . " Ucap Alvan menciumi rambut Istrinya itu merasa bersalah atas apa yang ia lakukan tadi ... kemudian lelaki itu ikut memejamkan matanya seraya memeluk tubuh istrinya itu dalam tidurnya .
....
...
...
Alvan Alma dan Nadira mana yang kalian suka....
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VAF DAN HADIAH YA
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.