Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 83


__ADS_3

Pengajian malam itu berjalan dengan lancar para tamu yang datang ke rumah Medina pun sudah mulai pulang satu persatu , saat ini hanya ada keluarga Alvan , Rayhan beserta ibunya di ruang tamu .


" Alhamdulilah ya jeng semuanya berjalan dengan lancar . " Ucap Mauren tersenyum senang .


" Iya jeng Aku juga senang acaranya lancar tanpa halangan apapun . " Ucap Medina tersenyum lembut , Mauren juga tersenyum wanita itu tengah menikmati kue kue yang berjajar rapi di meja tamu .


" Ini kamu yang buat ma ?" Tanya mauren pada Alma belum sempat gadis itu menjawab wanita tua di samping Medina sudah menjawab nya lebih dulu .


" Itu buatan Nadira anak angkat ku , enak kan . Alma tak membuat makanan apapun, dia tinggal ongkang ongkang kaki saja di kamar menunggu makanan jadi . " Ucap Ningsih menohok hati Alma wanita itu diam seribu bahasa sedangkan Medina ia menatap dewa yang saat ini tengah menatapnya juga .


" Oh ...maaf aku pikir ini buatan Alma karena biasanya kalau ada acara seperti ini biasanya Alma yang buat kue . " Ucap Mauren menjawab omongan Ningsih.


" Tadi sebenarnya Alma mau buat dan bantu in masak tapi aku larang jeng , liat tuh perutnya aja udah sebesar itu aku takut dia kecapean nanti . " Ucap Medina menjelaskan agar Mauren tak salah paham dengan omongan mertuanya itu .


" Oh begitu iya jeng kasian Alma . " Ucap mauren membenarkan tindakan Medina itu .


" Alah ...lebay dulu waktu kamu hamil Alvan aja masih bisa bantuin mama masak untuk acara 7 bulanan kamu sedangkan menantumu ini manja sekali ." Ucap Ningsih semakin membuat Alma sedih ,Alvan yang melihatnya pun jadi tak tega .


" ma pa semuanya ...aku sama Alma ke kamar dulu ya . " Ucap Alvan tak ingin isterinya dipermalukan lebih parah lagi .


" Iya bawa Alma ke kamar Van . " Ucap dewa mengizinkan . Alvan menggenggam tangan Alma erat dan menuntun istrinya itu menuju kamar miliknya .


" Dewa kamu ini bagaimana ,Rayhan dan keluarga nya belum pulang tapi kamu malah mengizinkan Alvan dan Alma pergi begitu saja itu namanya tak sopan . " Ucap Ningsih memarahi anaknya itu .


" Mama diam saja ini rumah dewa jadi dewa yang berhak ambil keputusan . " Ucap dewa kesal dengan sikap ibunya itu.


" Kamu ini di bilangin orang tua kok malah gitu jawabnya . " Ucap Ningsih kesal dewa ingin membentak ibunya itu namun Medina menggeleng kan kepalanya pelan seakan tak ingin jika itu terjadi .


" Sudahlah ma ...gak malu apa di lihatin keluarga Rayhan . " Ucap Medina pada ibu mertuanya .

__ADS_1


" Maaf ya jeng . " Ucap Medina tak enak hati karena Mauren melihat kejadian itu tadi .


" Tak apa jeng . Oh iya mana Luna kenapa dia tak kelihatan dari tadi ?" Tanya Mauren pada Medina .


" Dia lagi makan katanya tadi belum sempet makan keburu tamu pada Dateng . " Ucap medina yang baru ingat jika anaknya tak ikut berkumpul di tempat itu .


" Rayhan boleh nyusul Luna Tante ?" Tanya Rayhan sopan .


" Kamu ini han kayak dimana saja , sudah sana temenin Luna kalau kamu laper lagi juga boleh ikutan makan kok. " Ucap Medina terkekeh, semua di tempat itu tersenyum kecuali Ningsih dan Medina yang masih kesal karena Alvan membawa Alma pergi dari tempat itu .


Alma duduk perlahan diatas kasur empuk miliknya , wanita itu tengah melamun wajahnya sendu Alvan yang melihat nya pun menjadi tak tega, lelaki itu ikut duduk di samping Alma dan mencium pipi Alma pelan. Mendapatkan ciuman itu Alma tersenyum tipis seraya menatap lembut lelaki yang kini menjadi suaminya itu .


" Maafkan nenek ku ya Alma ..." Ucap Alvan tak tau harus berkata apa lagi selain kata maaf karena perlakuan neneknya yang begitu buruk pada istrinya itu .


" Tak apa mas ..." Ucap Alma tersenyum getir .


" Aku hanya tak menyangka nenek mu sebenci itu dengan ku . Salah Alma apa sih mas sampai banyak orang yang tak suka dengan Alma , padahal selama ini Alma selalu berusaha baik sama orang lain . " Ucap Alma menatap suaminya itu dengan mata berkaca-kaca.


" Kamu tak salah sayang , kamu tak salah orang orang itu yang buta tak bisa melihat kebaikan kamu . " Ucap Alvan membawa Alma kedalam pelukannya .


" Alma ingin hidup dengan tenang tanpa kebencian pada siapapun dan dari siapa pun mas tapi sepertinya itu mustahil terjadi semakin Alma bahagia semakin banyak pula masalah masalah yang datang di kehidupan Alma ...Alma capek Alma lelah hidup seperti ini mas " ucap Alma menangis di pelukan Alvan , hanya Alvan tempat ia menceritakan keluh kesahnya karena hanya lelaki itu yang mengerti dirinya .


" Ssttt...jangan ngomong seperti itu sayang mas yakin suatu saat nanti hidup kita akan bahagia bersama anak anak kita nanti , tak usah di pikirkan lagi soal orang orang yang membencimu lama kelamaan mereka pasti sadar kalau kamu itu orang yang tak pantas mereka benci . " Ucap Alvan mengusap rambut Istrinya itu sayang .


" Tapi sepertinya nenek begitu teguh ingin menjodohkan mas dengan mbak Nadira mas . " Ucap Alma mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya yang selama ini menemani hidupnya .


" Mas tak akan menerima perjodohan itu sayang jadi kamu teang saja , kalaupun nenek tak menggap aku cucunya lagi karena aku menolak perjodohan itu maka biarkan saja , mas tak perduli karena hanya kamu wanita yang mas cintai dan hanya kamu yang pantas menjadi istri ku dan ibu dari anak anak ku nanti . " Ucap Alvan pada istrinya itu .


Alma tersenyum senang mendengar nya ia memeluk tubuh suaminya itu erat sedangkan Alvan lelaki itu masih setia mengusap rambut Alma sayang seraya sesekali ia mengecup kening istrinya itu .

__ADS_1


...


...


" Kakak ngapain liatin Luna makan seperti itu , kakak pengen apa jijik dengan cara makan Luna . " Ucap luna dengan mulut belepotan . Rayhan yang melihat itu pun tersenyum dia langsung mengusap bibir Luna dengan jempol nya .


" Makan itu pelan pelan sayang nanti kamu tersedak dan lihat mulut kamu itu sangat belepotan sekali . " Ucap Rayhan masih mengusap bibir calon istrinya itu.


" Luna laper dari tadi nahan lapar jadinya Luna terlalu bersemangat memakan makanan ini . " Ucap Luna kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya .


Rayhan terkekeh pelan melihat tingkah calon istrinya yang begitu lucu dimatanya .


" Kakak kenapa ngetawain Luna sih .." ucap Luna kesal karena Rayhan menertawakan dirinya tanpa berkata apa apa rayhan langsung mencium bibir Luna dan ******* nya perlahan .


" Mas sudah bantu bersihkan sisa makanan di mulut mu sayang . " Ucap Rayhan setelah melepaskan ciuman itu .


" Mas ini kalau di lihat orang bagaimana ." Kesal gadis itu pada Rayhan yang terlalu sembrono memperlihatkan kemesraan mereka .


" Mana gak ada yang lihat tuh . " Ucap Rayhan acuh .


" Ck... terserah dokter saja . " Ucap Luna kesal yang malah membuat Rayhan gemas ia mencubit pipi Luna pelan sementara Luna justru malah memanyunkan bibirnya karena kesal dengan apa yang dilakukan calon suaminya itu .


" Minta di cium lagi .?" Tanya Rayhan yang membuat Luna langsung menghentikan aktivitas cemberut nya dan kembali menyantap makanan di hadapannya dengan lahap , bukannya ilfil dengan cara makan istrinya itu justru Rayhan malah terus memperhatikan wajah Luna yang terkesan lucu dihadapan nya .


.


..


Udah ya bonus episode nya ....

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya , jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .


Dukungan kalian sangat berarti bagi kami para author .


__ADS_2