
Hari ini adalah hari dimana Alma akan mengantarkan suaminya pergi untuk perjalanan bisnis , wanita itu merapihkan jas Alvan dan membenarkan dasi lelaki itu , di tatap nya wajah suaminya itu dengan senyuman meski itu senyum yang ia paksakan karena sebenarnya ia sulit dan susah untuk melepaskan alvan pergi apalagi ia sedang mengandung seperti ini .
" Mas janji tak akan lama sayang . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Iya mas ...berangkat lah. Alma tak apa apa kok lagi pula ada mama dan Luna yang menemani Alma . " Ucap Wanita itu tersenyum tipis .
" kalau ada apa apa kabari mas ya sayang dan jangan sungkan untuk minta bantuan mama dan papa . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" iya mas ...Alma paham . " Ucap Alma pelan , wanita itu berusaha untuk tidak menitihkan air matanya di hadapan Alvan .
" Rayhan kalau kamu gak keberatan nginep di sini selama beberapa hari ya , kamu kan yang kebih tau soal kehamilan jadi aku akan lebih tenang kalau kamu mau menginap di sini selama aku pergi . " Ucap Alvan pada Adik ipar nya itu .
" Iya kak , kakak tenang saja aku bakal nginep di sini kok . " Ucap Rayhan pada kakak iparnya itu .
." Iya Van kamu gak usah khawatir ada mama dan papa yang bakal jagain Alma di sini . " Ucap Medina pada anaknya itu .
" Ya sudah Alvan pergi dulu ya , Sayang bener ya kalau ada apa apa langsung telvon mas . " Ucap Alvan mewanti wanti istrinya itu .
" iya mas. " Ucap Alma pelan . Wanita itu tak berani menatap suaminya ia takut tak kuat menahan tangisnya saat bertatapan dengan suaminya langsung .
Alvan mencium kening istrinya pelan sebelum berlalu masuk kedalam mobil dan meninggalkan keluarga nya dan Alma di rumah itu . Melihat mobil suami nya sudah tak terlihat lagi , Alma pun menitihkan air matanya pelan Luna yang merasa kasian pada kakak iparnya itu pun langsung memeluk kakak iparnya itu pelan .
." Yang sabar mbak ...kak Alvan pasti cepat pulang dan semoga sempat menemani kakak bersalin ." Ucap Luna pada Kakak iparnya itu .
" Iya Alma ...sudah yuk kita masuk di sini dingin. " Ucap Medina menuntun menantunya itu masuk kedalam rumah di ikuti oleh Luna Rayhan dan dewa .
" Kamu mau teh biar mama buatkan ?" Tanya Medina pada Menantunya itu .
" Tak usah ma , aku mau ke kamar saja . " Ucap Alma pada mertuanya itu .
" Biar Luna temani ya mbak . " Ucap Luna berdiri dari duduknya dan menuntun kakak iparnya itu pergi kedalam kamar .
" Oh iya Han kamu gak ke rumah sakit hari ini ?" Tanya dewa pada menantunya itu .
__ADS_1
"Em ... sebenarnya Rayhan merasa mbak Alma sebentar lagi akan melahirkan . " Ucap rayhan pelan yang membuat Medina dan dewa terkejut .
" Kamu gak lagi bohong kan Han ?" Tanya Medina pada Menantunya itu .
" Tadi pagi mbak alma ngomong sama Rayhan kalau perutnya sakit dan kencang , dia juga mengeluh pinggangnya nyeri itu tanda tanda adanya kontraksi , tapi sepertinya kontraksi itu belum parah dan kita harus menunggunya terlebih dahulu takutnya itu hanya kontraksi palsu saja . " Ucap rayhan pada mertuanya itu .
" Kamu belum cerita pada Alvan tentang masalah ini ?" Tanya Medina pada menantunya itu .
" Belum mbak Alma melarang Rayhan ,dia bilang tak mau membuat Kak alvan khawatir dan terus memikirkan dirinyalah . " Ucap Rayhan menjelaskan..
" Jadi alma sudah tau tentang hal itu ?" Tanya Medina penasaran .
" Sudah ma...Hari ini Rayhan di rumah saja takutnya mbak Alma mau melahirkan beneran . Lagi pula hari ini Rayhan tak ada pemeriksaan di rumah sakit jadi tak ada salahnya Rayhan menunggu di sini . " Ucap Rayhan sambil memakan cemilan yang di sediakan di ruang tamu itu .
" terimakasih ya Rayhan kamu mau meluangkan waktu untuk keluarga ini . " Ucap Medina sangat berterimakasih pada Menantu nya itu .
" Tak perlu berterimakasih ma , sudah tugas Rayhan membantu keluarga ini lagi pula kak Alvan telah menitipkan mbak Alma sama Rayhan jadi ya ini tanggungjawab Rayhan juga untuk menjaga mbak Alma dan bayi nya . " Ucap Rayhan tersenyum.
" Mama ..." Teriak Luna membuat Medina terkejut wanita itu langsung berlari menuju kamar Alvan . Di ikuti oleh dewa dan Rayhan .
" Itu ..." Tunjuk luna pada kaki Alma yang telah mengeluarkan carian bening , Rayhan tentu saja tau cairan apa itu .
" Ya ampun Alma ...ketuban kamu pecah nak . " Ucap Medina mulai Panik .
" Mama jangan panik Rayhan akan telvon dokter kandungan mbak Alma. Lebih baik mama siapkan peralatan untuk di bawa kerumah sakit . " Ucap Rayhan segera meraih handphone nya didalam saku dan menelpon rekan nya Lauren .
" Papa siapin mobil dulu ya , Luna kamu temenin mbak mu dulu . " Ucap dewa berlalu meninggalkan Alma dan Luna sendirian an .
" Sakit ..." Ucap Alma menangis saat merasakan sakit tiada Tara di perutnya .
" Sabar ya mbak , apa perlu kita telvon kak Alvan mbak ?" Tanya Luna pada kakak iparnya itu .
" Jangan ...Luna .Mbak tak mau mas Alvan khawatir dan tak jadi berangkat ke luar negeri . " Ucap alma memegangi perutnya . Melihat Alma menangis kesakitan Luna pun ikut menitihkan air mata , wanita itu mengusap pinggang Alma pelan berusaha meredakan rasa sakit yang menyerang kakak iparnya itu .
__ADS_1
" Bagaimana Kak?" Tanya Luna saat melihat Rayhan datang .
" Kita langsung ke rumah sakit saja , tapi mbak maaf kamu tak bisa melahirkan secara normal karena kamu pernah sesar sebelumnya . " Ucap Rayhan tak bisa memenuhi permintaan wanita dihadapan itu tadi pagi .
" Tak apa ...asal anak ini selamat . " Ucap alma pelan nafas nya mulai ngos ngosan .
" Sayang kita papah mbak Alma keluar . " Ucap Rayhan pada istrinya itu .
" Tapi mama dan papa . ?" Tanya Luna pada suaminya itu .
" Biar nanti mereka menyusul saat ini yang terpenting nyawa mbak Alma dan juga bayinya . " Ucap rayhan membantu istrinya itu memapah Alma keluar dari kamar nya .
" Kamu gunakan mobil papa saja Han biar nanti papa pakai mobilnya Alvan , ini koncinya sudah papa panasi tadi . " Ucap dewa yang kebetulan berpapasan dengan menantu nya itu .Rayhan hanya mengangguk kan kepalanya pelan ia kembali memapah Alma keluar dari rumah itu .
...
...
.
Sementara itu di bandara , Alvan terdiam perasaan nya tak enak sedari tadi , ia berusaha menghubungi istrinya namun nomernya tak aktif ia telvon mama dan papa nya juga tak diangkat sama sekali . Ia menatap tiket pesawat di tangan nya ia merasa sedih dan semakin khawatir pada istrinya itu tapi ia juga tak bisa berbuat apa pun keadaan memaksakan nya untuk pergi .
" Semoga kamu tak apa sayang . " Lirih Alvan pelan kemudian Lelaki itu kembali menyeret koper nya pergi dari sana .
.
..
...
Ketar ketir alma mau lahiran ya ...Jangan lupa like komen vaf dan hadiah .
Di lanjutkan besok ya .
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.