
" Terimakasih ya mas sudah membuat aku keluar dari orang orang tadi , jujur kepala Alma sudah pusing dengar orang tadi ngomong. " Ucap Alma saat Alvan mendorong nya keluar dari toko baju tersebut .
" Mas aja pusing apalagi kamu ma ,Kalau boleh mas tau Roni itu siapa kamu ?" Tanya Alvan pada istrinya itu , lelaki itu begitu penasaran dengan identitas pria yang bertemu dengan Alma tadi .
" Kenapa ...? , Mas cemburu lagi ya . " Ejek Alma ketika ia mengingat Alvan pernah cemburu dengan Rayhan .
" Aku cemburu sama dia , gak mungkin lah ma ... Dia itu paras nya masih tampanan aku jadi untuk apa aku cemburu . " Ucap Alvan PD ..Alma yang mendengar nya pun tersenyum , ini baru pertama kalinya Ia melihat Alvan se PD itu .
" Kalau dokter Rayhan kenapa mas bisa cemburu dengan dia , apa dia lebih tampan dari mas ?' tanya Alma tersenyum .
Alvan mmengangkat alis nya lelaki itu tengah berpikir dengan jawaban yang akan ia berikan pada istrinya Alma .
" Ya lumayan tapi tetap saja masih tampan Aku ... Ia kan ..kamu juga sering terpesona dengan ketampanan ku kan . Hayo ngaku ?" Tanya Alvan balik .
lelaki itu sudah membuat Alma tersenyum malu malu karena apa yang ia tanyakan memang benar adanya , Alma memang sering terpesona pada suaminya itu .
" Memang nya kenapa , salah kalau Alma terpesona dengan suami sendiri ?" Tanya Alma pada Alvan .
" Tidak kok sayang , aku senang kamu terpesona sama aku dan bukannya sama orang lain. " Ucap Alvan mengusap rambut Alma dengan penuh kasih sayang .
" Ngomong ngomong soal dokter Rayhan , apa dia masih mengganggu mu ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Tidak mas , kalaupun bertemu paling hanya menyapa saja ." Ucap Alma menjawab pertanyaan suaminya itu .
" Bagus lah kalau seperti itu , tapi apa kamu yakin tak mau pindah dokter buat terapi . Kalau kamu mau pindah mas bisa Carikan dokter yang lebih hebat dan berpengalaman sama seperti tawaran mas dulu . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Alma sudah terlanjur nyaman dengan dokter itu mas , jadi tak perlu pindah ya ..walaupun kaki Alma belum ada perubahan sama sekali . " Ucap Alma menolak tawaran suaminya itu .
" Ya sudah jika kemauan kamu seperti itu mas tak bisa menolak nya . " Ucap Alvan tersenyum . Kemudian lelaki itu kembali mendorong kursi roda Alma .
Alma mengerutkan dahinya ketika melihat seorang gadis kecil tengah menangis di sebuah bangku yang tak jauh dari tempat nya .
" Mas ..anak itu kenapa .? " Tanya Alma pada suaminya .
" Entahlah ..ayo kita kesana . " Ucap Alvan mendorong kursi roda milik istrinya mendekati anak itu .
" Kamu kenapa ?" Tanya Alvan jongkok dan menjajarkan tubuhnya agar sejajar dengan anak di hadapannya itu .
" Hiks ... Hiks ..hiks." tak ada Jawaban melainkan hanay sebuah tangisan yang keluar dari mulut gadis kecil itu .
Alvan pun bingung harus bagaimana ia tak tau cara berkomunikasi dengan anak kecil dihadapan nya itu .
" Mas bisa menyingkir sebentar biar Alma yang bicara sama dia . " Ucap Alma memerintahkan suaminya agar sedikit menggeser tubuhnya .
Alvan pun bergeser sedikit, kini Alma tengah menatap anak itu lembut , melihat gadis kecil dihadapan nya ia jadi teringat sang anak yang telah pergi.
__ADS_1
Anak nya memiliki jenis kelamin yang sama dengan gadis di hadapannya itu, hal itu yang membuat Alma teringat anak nya .
Tak terasa air mata wanita itu keluar dari matanya , Alma pun mengusap nya perlahan di usap nya kepala anak itu lembut .
" Kamu kenapa sayang ?" Tanya Alma dengan nada yang lembut , mendengar pertanyaan itu gadis kecil di hadapannya menatap nya takut takut.
" Jangan takut Tante bukan orang yang jahat , Tante hanya ingin membantu kamu . " Ucap Alma tersenyum manis .
" Mama ... Papa ... " Ucap gadis itu pelan .
" Kamu terpisah dari orang tua mu ?" Tanya Alma lagi . Gadis kecil dihadapan nya mengangguk .
" Iya. .. Tante . " Ucap gadis itu masih menunduk ketakutan .
" Tenang lah Tante akan membantu mu mencari kedua orang tua mu , bagaimana kamu bisa berpisah dengan mereka ?" Tanya Alma lagi .
" Tadi papa dan mama bertengkar lalu pergi ninggalin Cinta sendiri disini. " Ucap Cinta bercerita .
" Kasian sekali kamu ..." Ucap Alma mengusap rambut anak itu perlahan , ia tak menyangka orang tua cinta tega melupakan anak secantik itu hanya karena emosi sesaat .
" Mas kita bantu anak ini dulu ya ." Ucap Alma meminta pendapat Alvan .
Alvan yang sedari tadi terpaku karena melihat interaksi Alma dan anak itu pun gelagapan.
" Eh ... Iya kita bantu dia , adik kecil kapan dan dimana kamu terakhir kali berpisah dengan orang tuamu ?" Tanya Alvan pada gadis kecil di hadapannya .
" Cinta ... Ya ampun maafkan mama sayang ." Ucap seseorang yang tiba tiba saja datang memeluk anak itu , anak di pelukan nya itu pun langsung menangis di pelukan wanita itu .
" Mama cinta takut ma ... " Ucap gadis itu sesenggukan .
" Tak apa nak , Mama disini. " Ucap wanita itu mengusap punggung anak nya perlahan .
" Maaf ya mbk merepotkan dan terimakasih sudah mau menjaga cinta Tadi . " Ucap wanita itu pada Alma .
" Iya sama sama mbk . " Ucap Alma tersenyum .
" Lain kali jangan seperti itu lagi kasian anak ini belum mengerti apa apa tapi malah jadi korban atas emosi orang tuanya . " Ucap Alvan tak suka dengan sikap orang di hadapannya itu .
" Mas .. maaf ya mbk suami saya memang begitu orang nya. " Ucap Alma tersenyum .
" Iya tak apa apa mbk , saya juga yang salah . Tadi saya sangat emosi karena memergoki suami saya selingkuh dan telah menikah dengan selingkuhannya itu jadi saya gak mikirin cinta lagi . " Ucap wanita itu tersenyum getir .
Alma terdiam ia begitu kasian dengan wanita yang ada dihadapannya itu .
" Lalu dimana suami mbk sekarang ?" Tanya Alvan yang tak melihat suami dari wanita di hadapannya itu .
__ADS_1
" Dia pergi bersama istri barunya itu . Aku sungguh tak menyangka dia melupakan anak istri nya demi wanita bernama Vivi itu . " Ucap wanta itu emosi .
" Yang sabar ya mbk semua orang punya cobaan nya masing masing. " Ucap Alma menguatkan wanita di hadapannya itu .
" Iya mbk terimakasih , oh iya nama mbk siapa ?" Tanya wanita itu pada Alma .
" Saya Alma dan ini suami saya namanya Alvan . " Ucap Alma memperkenalkan dirinya dan suaminya .
" Terimakasih ya mbk Alma dan mas Alvan telah menjaga cinta tadi , kalau begitu saya permisi dulu ya . " Pamit Wanita itu pada Alma dan Alvan.
Alam hanya tersenyum dan mengangguk sementara Alvan lelaki itu tampak acuh tak acuh .
" Kasian sekali wanita itu memergoki suami selingkuh parahnya sudah menikah dengan selingkuhannya itu . " Ucap Alvan yang membuat Alma meliriknya .
" Ada apa ?" Tanya Alvan yang mendapatkan lirikan tajam dari istrinya itu .
" Awas saja kalau mas seperti itu. Alma gak akan maafin mas dan jangan harap bisa bertemu Alma lagi . " Ucap Alma memperingati suaminya itu .
Alvan menelan silvanya sendiri mendengar itu , entah kenapa ditatap Alma seperti itu membuat ia bergidik ngeri .
" Aku tak akan melakukan hal bodoh seperti itu sayang , jadi kamu tenang lah . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Benarkah ?" Tanya alam tak yakin .
" Ya ...tentu saja , kamu tak percaya ?" Tanya Alvan pada wanita yang berstatus sebagai istrinya itu .
" Tidak ..." Ucap Alma tersenyum .
" Ya sudah kalau gitu . " Ucap Alvan marah .
Lelaki itu hendak meninggalkan Alma sendiri namun tangan nya sudah lebih dulu di raih oleh istrinya itu .
" Jangan marah mas , aku hanya bercanda . " Ucap Alma tersenyum .Alvan yang melihatnya pun mencubit pipi Alma gemas .
" Lain kali jangan seperti itu mas tak suka . " Ucap Alvan tersenyum , Alma hanya mengangguk ia tak paham kenapa ia begitu nyaman dan bahagia berada di sisi suaminya itu .
....
...
..
Sampai sini apa masih ada yang setia baca cerita ini , ... ...
jangan lupa tinggalkan jejak ..like komen dan vaf ya... agar author semakin semangat up nya ..
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR....
TERIMAKASIH .