Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 19


__ADS_3

Alvan menatap Iren tak suka ia merasa mantan mertua istrinya itu bukanlah orang yang baik . Jujur saja Alvan paling benci dengan orang orang seperti Iren , karena sudah tak tahan lagi Alvan pun mulai angkat bicara .


" Memang nya kenapa jika istri saya mantan menantu anda , saya tak perduli dengan masa lalu nya mau dia mantan ibu , mau dia pembawa sial atau apalah itu saya tak perduli yang saya perduli kan sekarang dia sudah menjadi istri saya . Mau bagaimana pun dia tetap istri saya dan saya paling tak suka dengan orang yang menjelek jelekan nama baik istri saya di hadapan orang lain . Saya bisa saja memasukan ke penjara atas dasar pencemaran nama baik . " Ucap Alvan murka .


" Ha .. berani sekali kamu anak bau kencur membantah orang yang lebih tua . Lihat jeng kelakuan anak mu ini sepertinya dia telah mendapat pengaruh buruk dari wanita cacat ini . " Tunjuk Iren tepat di depan muka Alma .


" Stop... Ini rumah saya , jangan membuat kekacauan di acara penting seperti ini . Kamu orang tua yang tidak bisa menjaga mulut dan prilakunya lebih baik kamu pergi dari rumah saya, jangan menjelek jelekan menantu saya lagi karena anda sama saja menjelek jelekan anak saya kalau begitu . Saya tak perduli dengan pembawa sial atau apalah itu karena saya tak percaya dengan hal hal seperti itu . Saya memiliki Allah dan saya percaya semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak nya . " Ucap Medina kesal karena Iren menjelek jelekan Alma di hadapan orang banyak .


" Aku gak percaya kamu demi menantu lumpuh ini rela merusak persahabatan kita . " Ucap Iren menatap Medina tak percaya .


" Bukan saya yang merusak pertemanan kita tapi anda sendiri , sudahlah saya malas berdebat dengan orang tua kolot seperti Anda lebih baik anda pergi dari sini sebelum saya panggil scurity . " Ucap Medina memperingati sahabatnya itu .


" Baik , anggap kita bukan teman lagi . Ayo Vivi kita pergi mama muak berada di sini . " Ucap Iren kesal .


" Terserah apa kata anda . " Ucap Medina muak ia merasa teman nya itu memang pantas untuk di tinggalkan mengingat kelakuan nya yang seperti binatang.


Iren pun pergi bersama anak dan menantu nya , melihat itu Medina bisa bernafas lega , ia merasa puas telah meluapkan emosinya begitu saja .


Medina mengalihkan pandangan nya pada sang menantu yang masih menangis , semua orang yang ada di sana pun mulai berbisik bisik tak mengenakan tentang menantu nya .


Medina begitu tak percaya orang orang itu akan percaya dengan perkataan Iren ,Di tatap nya Alvan yang hanya menatap Alma iba .Ia jadi kesal dengan anak nya itu seharusnya lelaki itu menghibur Alma bukan malah hanya di tatap iba seperti itu memang nya dengan di tatap hati menantu nya itu akan membaik .

__ADS_1


" Kamu ini gak peka banget jadi cowok Van Van , Ayo ajak istri kamu ke kamar dulu !" Perintah Medina yang tak di bantah sama sekali oleh Alvan . Lelaki itu membawa Alma ke kamar nya .


" Maafkan atas kejadian tadi. Mari langsung saja kita mulai pengajian nya . " Ucap Medina pada semua orang yang berada di tempat itu .


Sementara itu Alma masih terus saja menangis ia merasa kesal pada hatinya yang begitu sakit hati dengan perkataan mantan mertuanya itu . Alvan yang melihat itu pun langsung mengambil sapu tangan nya dan memberikan nya pada Alma .


" Jangan menangis lagi , semua akan baik baik saja . " Ucap lelaki itu ingin bersikap lembut namun malah terkesan dingin karena nada bicaranya yang datar .


" Alma hanya tidak mengerti kenapa mereka begitu membenci Alma ,selama ini Alma selalu bersikap baik pada mereka ., Alma rela menyerahkan harta peninggalan alm mas Rendi sama mereka semua nya tanpa tersisa sedikit pun untuk alma tapi kenapa mereka masih membenci Alma , sebenarnya apa salah Alma , Alma harus bersikap seperti apa agar mereka tak membenci Alma lagi mas .. " ucap Alma sesenggukan .


Alvan yang mendengar cerita alma pun jadi merasa kasian , wanita itu begitu baik bahkan ia tak mau membalas perlakuan orang yang sudah jahat dengan nya dan malah ingin mereka berubah menjadi baik terhadapnya .


Jujur Alvan sedikit tak suka dengan sikap seperti itu yang membuat seseorang menjadi lemah nantinya karena terlalu baik .


" Alma hanya tak habis pikir saja mas kenapa semua orang membenci Alma hanya karena Alma orang miskin dan lumpuh . " Ucap Alma membuat Alvan menghela nafas nya . Jujur lelaki itu bingung bagaimana cara menghibur Alma , selama ini ia tak pernah menghibur seorang wanita .


" Kamu gak miskin , harta ku juga harta mu mulai sekarang karena kamu istri ku ." Ucap Alvan yang langsung membuat Alma terdiam ia tak menyangka Alvan akan mengakui bahwa dirinya adalah istri lelaki itu .


" Jangan menangis lagi , aku paling tak suka dengan orang yang terlihat lemah . " Ucap Alvan lagi . Kemudian lelaki itu berjalan ke sebuah lemari di kamar itu .


Alma hanya menatap suaminya itu lembut , ia sudah mengerti walau sikap Alvan dingin namun sebenarnya lelaki itu memiliki sisi yang lain yang mampu menghangatkan sudut hatinya .

__ADS_1


" Ini , pegang lah . " Ucap Alvan menyerahkan sebuah kartu ATM berwana gold pada istrinya itu .


" Apa ini mas ?" Tanya Alma tak paham dengan maksud suaminya itu .


" Itu atm Alma masak kamu gak tau . " Ucap Alvan dingin.


" Maksud Alma kenapa mas memberi Alma kartu ini ?" Tanya Alma bingung .


" Kamu istri ku ,harta ku adalah hartamu dan aku juga wajib menafkahi kamu kan jadi pegang ATM itu , belilah keperluan mu sendiri , mulai saat ini mas akan kirimkan uang setiap bulan untuk menafkahi kamu . " Ucap Alvan menatap Alma serius .


Alma terdiam , ia seakan tak percaya dengan apa yang Alvan katakan ia hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri apakah ia siap menjalin sebuah rumah tangga lagi bersama orang yang berbeda baik paras maupun sikap nya .


Siapkah ia menerima Alvan lelaki dingin namun hati lelaki itu baik dan lembut seperti bulu angsa , bisakah ia menjalani sisa hidup nya bersama lelaki itu dan apa kah lelaki itu bersedia hidup bersama nya seumur hidup .


" Kenapa diam , ambilah . " Ucap Alvan masih menyodorkan ATM itu , dengan keraguan Alma pun menerima nya .


" Alma aku tau kita ini menikah karena terpaksa tapi aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup jadi aku akan berusaha menerima kamu dan mencintai kamu meski itu butuh waktu dan aku harap kamu juga begitu. " Ucap Alvan tanpa sadar .


lelaki itu tak menyangka ia akan mengatakan hal hal seperti itu pada Alma namun ia juga yakin jika yang ia katakan adalah isi hatinya yang sebenarnya .


Alvan melirik Alma wanita itu tak menunjukan ekspresi sama sekali dan itu membuat ia kesal , ia merasa percuma telah mengatakan hal yang sulit ia katakan .

__ADS_1


" Sudah lah kamu disini saja , tak usah keluar aku tau kamu butuh waktu sendiri , aku mau ke depan dulu buat nemuin tamu . " Ucap Alvan sebelum meninggalkan Alma sendiri , sedangkan Alma wanita itu hanya bisa menatap punggung suaminya yang semakin menjauh dari pandangan nya .


__ADS_2