
Alvan memasuki kamar nya dan mendapati sang istri tengah tertidur di kursi roda nya , melihat nya ia jadi mengerutkan kening bingung , kenapa istrinya itu tidur di kursi bukan kah tidur seperti itu membuat badannya sakit .
Dengan segera Alvan menghampiri Alma dan mengangkat wanita itu ke dalam gendongan nya , dan di letakan nya perlahan lahan keatas kasur , di tarik nya selimut tebal di atas tubuh Alma .
" Pasti dia sangat lelah akhir akhir ini . " Ucap Alvan menatap Alma sejenak , ia mengakui bahwa paras Alma benar benar cantik , body wanita itu juga bagus .
" Apa yang aku pikirkan kenapa aku bisa berpikir seperti itu. " Ucap Alvan menggeleng geleng kan kepalanya , lalu lelaki itu memutuskan untuk berbaring di samping Alma .
Alvan begitu gugup karena ini kali pertama bagi dia untuk tidur di samping wanita , jantung nya tiba tiba saja berdebar . Diliriknya Alma yang masih memejamkan matanya .
" Ck ... Lama lama aku bisa mati kalau begini. Sudahlah Alvan jangan pikirkan hal hal seperti itu. " Ucap Alvan berusaha memejamkan matanya , lama kelamaan lelaki itu pun tertidur dalam lelap nya.
...
..
Alma membuka matanya saat matahari menyilaukan matanya lewat sela sela gorden kamar nya . Wanita itu tampak kebingungan saat mendapati dirinya tengah berada di atas kasur , wanita itu merasa kemarin ia tidur di atas kursi rodanya lalu kenapa sekarang ia pindah ke atas kasur.
Di liriknya ke samping dan ia mendapati Alvan masih tertidur pulas dengan mata terpejam .
Sesaat ia mengagumi wajah tampan Alvan , lelaki itu nampak lebih tampan dari pertama mereka bertemu.
" Apa mungkin mas Alvan yang pindahin aku. " Ucap Alma pada dirinya sendiri.
" Sudah bangun ?" Tanya Alvan masih memejamkan matanya , Alma yang merasa di tanya i oleh lelaki itu pun langsung gugup ia merasa ter ciduk karena telah memandangi wajah tampan milik Alvan .
" Aku tau kamu dari tadi liatin aku terus ,jadi jangan gugup seperti itu . " Ucap Alvan tersenyum tipis .
Alma terdiam ketika melihat senyum itu ini baru pertama kali ia melihat Alvan tersenyum . Lelaki itu bangun dari tidurnya di tatap Nya Alma yang nampak malu malu .
" Mau ke kamar mandi. Biar aku panggil kan mama ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Mama nanti repot gak mas ?" Tanya Alma tak enak hati jika harus selalu merepotkan mertuanya itu .
" Enggak . " Ucap Alvan turun dari kasur nya.
" Kalau enggak panggil pembantu saja mas biar dia yang bantu in aku . " Usul Alma pada suaminya itu.
__ADS_1
" Kamu keberatan kalau mama yang bantu in kamu ?" Tanya Alvan pada istrinya itu .
" Bukan seperti itu , Alma hanya tak enak saja setiap hari harus merepotkan mama . " Ucap wanita itu jujur .
" Ya sudah nanti mas panggil kan pembantu saja , apa kamu mau mas yang bantu in ?" Tanya Alvan menggoda istrinya itu .
Mendengar itu Alma nampak terkejut wanita itu menggeleng pelan seakan tak mau jika Alvan membantunya , wajah nya pun sudah nampak ketakutan .
" Tenang saja tak usah takut seperti itu , aku hanya bercanda . " Ucap Alvan tersenyum ,Ia merasa senang bisa menggoda Alma .
" Syukurlah . " Ucap Alma bersyukur . Alvan yang mendengar itu pun langsung terbahak bahak ia tak menyangka Alma akan takut seperti itu .
" Astaghfirullah Alvan kamu ini ngagetin mama aja , mama kira ada apa . " Ucap Medina yang panik dan membuka pintu kamar anak nya kasar .
Alvan langsung menghentikan tawanya , ia begitu malu karena sudah tertawa begitu kencang memang selama ini ia tak pernah tertawa seperti itu .
" Alma kamu belum mandi , ayo mama bantu. " Ucap Medina yang melihat menantunya itu masih di atas tempat tidur .
" Kata Alma dia gak enak selalu ngerepotin mam . " Ucap Alvan mengutarakan kekhawatiran Alma .
Alvan tersenyum melihat itu entah kenapa semenjak kehadiran Alma ia jadi lebih sering tersenyum dan ia juga tak akan menyangka bisa beradaptasi dengan kehadiran wanita itu dalam waktu singkat.
Tiba tiba bunyi handphon nya membuat Alvan berdecak kesal. Ia ingin tau siapa yang mengganggunya di hari libur dan dugaannya benar Chiko yang menelfon.
" Ada apa ." Jutek Alvan ketika mengangkat telvon dari sahabatnya itu .
" Ck .. jutek sekali . Aku hanya ingin meminta tolong apakah boleh ?" Tanya Chiko membuat Alvan mengerutkan keningnya ia begitu penasaran dengan keinginan teman nya itu .
" Apa .." ucap Alvan cuek .
" Tolong pinjam mobil mu yang baru kamu beli plis ..." Ucap Chiko memohon .
" Enggak yang benar saja aku saja baru memakainya sekali dan kamu mau meminjam nya . " Ucap Alvan tak ingin meminjamkan mobil miliknya .
" Ayolah plis , ini permintaan istri ku dia sedang ngidam Van . " Ucap Chiko dengan nada memelas .
" Ck ... Istrimu yang ngidam kenapa aku yang harus repot ." Ucap Alvan masih tak ingin meminjamkan mobil nya.
__ADS_1
" Ayolah Van , nanti ketika Alma hamil dan ngidam pasti kamu merasakan apa yang aku rasakan jadi aku mohon .. ya ..cuma setengah jam aku janji. " Ucap Chiko memohon pada sahabatnya itu .
" Em.. sebenarnya aku malas meminjam kan nya padamu tapi karena kamu sampai memohon seperti itu maka baiklah datang saja ke rumah ku . " Ucap Alvan pada akhirnya setuju .
" Terimakasih kamu memang sahabat ku yang terbaik . " Ucap Chiko girang Alvan tak menjawab dan langsung menutup telepon itu sepihak ia merasa jijik dengan kata kata Chiko .
Tak berapa lama Alma keluar dari kamar mandi dengan di bantu Medina .
Alvan yang melihat itu pun langsung mengalihkan pandangannya menatap Alma yang entah kenapa semakin cantik saja di mata Alvan .
" Van kamu bantu sisir rambut Istri kamu ya mama masih mau ngurusin Luna . " Ucap Medina .
Yang tak mendapatkan jawaban dari Alvan , lelaki itu masih terpaku dengan padangan nya .
" Van ... Mama ini ngomong Lo , bukan nya jawab malah diem aja . " Ucap Medina membuat Alvan tersadar , lelaki itu langsung menatap mama nya bingung .
" Mama ngomong apa tadi ?" Tanaya Alvan membuat Medina menggelengkan kepalanya perlahan .
" Astaga Alvan . Mama bilang bantu in Alma menyisir rambut nya. " Ucap Medina kesal .
" Oh .. iya . " Ucap Alvan ingin membantu Alma namun di tolak oleh wanita itu .
" Gak usah mas Alma bisa sendiri ." Ucap Alma tak enak hati lagi pula tangan nya masih mampu untuk menyisir rambutnya sendiri .
" Sudah lah tak usah menolak , sini aku sisir rambut kamu .
" Ucap Alvan mengambil Alih sisir di tangan Alma .
" Mas gak kerja ?" Tanya wanita itu pada suaminya .
" Aku libur hari ini , mungkin besok baru mulai bekerja lagi . " Ucap Alvan pada istrinya itu .
" Em... Alma masih bisa gak ya kerja di cafe pak Chiko ?" Tanya Alma meminta pendapat suaminya itu .
" Untuk apa , kamu di rumah saja toh mas yang akan cukupi kebutuhan kamu . " Ucap Alvan tak setuju dengan pendapat Alma .
Alma terdiam ia tak mau membantah suaminya baginya sekarang ia ingin menjadi istri yang baik , ia ingin memulai tugas nya sebagai seorang istri , ia pikir Alvan lelaki yang baik jadi tak ada salahnya untuk menerima lelaki itu sebagai suaminya .
__ADS_1