
" Tak mempan tapi pipi kamu sudah merah seperti tomat . " Sindir Rayhan membuat Luna langsung memukul lengan Rayhan , semua orang yang melihat itu pun tersenyum .
" Seperti nya mereka sudah tak sabar ingin segera sah jeng " ucap Medina pada calon besan nya itu .
" Iya jeng kita segera pilih saja tanggal nya untuk menentukan hari pernikahan mereka . " Ucap Mauren mengusulkan, Medina tersenyum mendengar itu ia melirik dewa yang sedari tadi hanya diam .
"Papa ini gimana bukanya memulai omongan malah diam saja . " Bisik Medina pada suaminya itu , dewa langsung tersadar ia menyuguhkan senyum untuk calon besan nya itu .
" Baik langsung saja saya mulai ya pak Bu .., begini maksud kedatangan ibu dan bapak kesini ini untuk apa ya ..." Tanya dewa memulai obrolan mereka secara resmi .
" Kedatangan saya kesini mewakili anak saya yang ingin melamar anak bapak dan ibu kami berharap kalian mau menerima lamaran ini ." Ucap tiyok mulai mengutarakan maksud kedatangan keluarga nya kerumah keluarga dewa itu .
" Saya tergantung dengan keputusan anak saya karena dia yang akan menjalani nya , bagaimana Luna kamu menerima lamaran ini atau tidak ?" Tanya dewa pada anak perempuan nya itu .
Luna nampak gugup sedari tadi tangan nya berkeringat dan gemetaran , Rayhan yang melihat itu pun langsung meraih tangan itu dan mengusap nya perlahan .
" Saya...em ...saya menerima nya ." Ucap Luna malu malu , semua tersenyum senang begitupun dengan Alma dan Alvan .
" Alhamdulilah ..." Jawab semua orang lega .
" Sekarang ...kita tentukan tanggal nya. " Ucap Medina tak sabar.
" Bagaimana kalau 3 bulan lagi ." Usul Mauren menatap semua orang yang ada disitu .
" Ya waktu itu cukup untuk mempersiapkan pernikahan " ucap dewa menyetujui nya , semua orang yang ada di sana setuju tanpa protes sedikit pun .
" Ma ...siapkan makanan nya . " Ucap Dewa pada istrinya itu .
" Iya pa , Alma ...sayang ayo bantu mama dulu sebentar . " Ucap Medina mengajak menantunya itu pergi dari ruang tamu .
" Biar saya bantu jeng . " Ucap Mauren berdiri dari duduknya mengikuti kemana mereka akan pergi .
" Em seperti nya mereka butuh waktu sendiri , ayo pak tiyok saya ajak anda berkeliling rumah ini . " Ajak dewa pada pria dihadapannya itu yang langsung di sambut baik oleh pria itu .
" Alvan ikut pa " teriak Alvan mengikuti papanya pergi , kini di meja makan hanya ada Rayhan dan Luna sendirian an .
__ADS_1
Entah kenapa sekarang Luna jadi malu pada pria di samping nya itu , sedari tadi wanita itu hanya menundukkan kepalanya tak mau menatap Rayhan sama sekali .
Melihat itu Rayhan pun gemas , lelaki itu langsung mencium pipi Luna cepat , Luna yang mendapatkan ciuman mendadak di pipinya tentu saja kaget .
" Kak Rayhan ini , kalau ada yang lihat bagaimana ?" Tanya Luna menatap pria di samping nya kesal .
" Tak ada yang melihatnya sayang , hanya kita berdua disini . " Ucap Rayhan santai .
" Tetap saja ..." Ucap Luna masih tak terima dengan sikap calon suaminya itu yang sembarangan .
" Luna ... terimakasih kamu sudah mau menerima lamaran ku , aku janji tak akan pernah mengecewakan mu setelah kita menikah aku akan lebih sering meluangkan waktu ku untuk mu , kalau aku berbuat salah nantinya tolong jangan tinggalkan aku kasih tau aku dimana salah ku maka aku akan memperbaiki nya . Aku sangat mencintaimu Luna apapun yang akan terjadi nantinya ku harap kamu mau menghadapi nya bersama ku dan setia menggengam tangan ku erat . " Ucap Rayhan mengusap tangan Luna perlahan .
Luna yang mendengar dan melihat pancaran mata Rayhan yang begitu tulus pun menjadi terharu .
" Aku tak akan meninggalkan mu kak, apapun yang terjadi nanti aku akan berusaha untuk memaafkan mu aku juga mencintaimu kak, sama seperti kau yang juga mencintai ku . " Ucap luna menyenderkan kepalanya di bahu calon suaminya itu , ia bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi istri dari orang yang ia cintai .
" Aku gak nyangka 3 bulan lagi kamu akan menjadi istri ku . " Ucap Rayhan mengusap kepala Luna sayang .
" Kamu tak menyangka apa lagi aku kak..." Ucap Luna menatap mata Rayhan seraya tersenyum .
" Amiin. " Jawab Luna mengaminkan apa yang Rayhan katakan .
Disisi lain Alma tengah menata sendok dan piring dan diletakkan nya di meja makan tersebut . Mauren yang sedari tadi memperhatikan wanita di hadapannya itu pun langsung mendekati Alma , saat ini hanya ada mereka berdua di meja makan , Medina tengah di dapur mengambilkan makanan untuk di hidangkan nya di meja makan .
" Alma boleh saya mengobrol dengan kamu . " Ucap wanita itu pelan membuat Alma yang sedari tadi sibuk langsung menghentikan aktivitas nya di tatapnya wanita di samping nya itu ramah .
" Ada apa Tante ?" Tanya Alma seraya tersenyum Mauren membalas senyum wanita itu .
" Maafkan saya Alma atas sikap saya dulu saat kamu datang ke rumah saya , saya sangat menyesal waktu itu tapi saya juga tak ingin anak saya ...em kamu tau lah maksud saya bagaimana . Saya hanya ingin anak saya bahagia , itu semua saya lakukan demi masa depan anak saya . " Ucap Mauren merasa malu karena sikapnya dan suaminya pada wanita itu .
" Tak apa Tante saya sudah melupakan nya dan saya sudah memaafkan Tante sejak lama . " Ucap Alma tersenyum manis .
" Medina sangat beruntung memiliki menantu yang baik hati seperti kamu. Kamu bahkan memaafkan begitu saja pada orang yang sudah menyakiti hatimu . Tapi saya ikut senang melihat kamu sudah bisa berjalan lagi . " Ucap Mauren lembut .
" Saya masih banyak kurang nya Tante , saya yang beruntung memiliki mertua seperti mama Medina yang sangat tulus merawat saya seperti anak sendiri . " Ucap Alma merendah .
__ADS_1
" Oh iya ... bagaimana kamu sudah isi belum ?" Tanya Mauren pada wanita di samping nya itu .
" Sudah Alhamdulillah Tan baru satu bulan . " Ucap Alma mengelus perutnya pelan .
" Syukurlah , kamu orang baik Alma tentu Tuhan sudah mengatur jalan yang lebih indah untuk mu karena kamu pantas mendapatkan nya . " Ucap Mauren kagum dengan wanita di samping nya itu .
" Tante ini bikin saya besar kepala saja , calon menantu Tante juga baik kok , saya yakin dia akan menjadi menantu yang lebih baik dari saya . " Ucap Alma memuji adik iparnya itu .
" Saya berharap seperti itu alma tapi saya senang memiliki calon mantu seperti Luna gadis itu begitu ceria dan lincah sama seperti waktu Tante muda dulu . " Ucap Mauren senang , Alma hanya tersenyum saja tiba tiba seseorang datang memeluk nya dari belakang .
" Mas ...malu di lihat mamanya dokter Rayhan . " Ucap Alma pelan , Alvan yang baru menyadari seseorang di samping istrinya itu pun langsung melepaskan pelukannya pada wanita itu , lelaki itu menggaruk tengkuknya malu dengan tingkah nya .
" Mas ini kebiasaan . " Ucap Alma masih memarahi suaminya itu .
" Gak papa Alma saya juga pernah muda saya paham dengan apa yang di lakukan suami mu. " Ucap Mauren memaklumi .
" Iya Tante , mas ngapain ke sini ?" Tanya Alma menatap suaminya itu tajam .
" Em ...gapapa sayang hehehe .." ucap Alvan tersenyum kikuk sebenarnya tadi ia ingin bermesraan bersama Alma tapi tak tau nya Alma tengah bersama dengan ibu Rayhan jadi ya sudah Alvan membatalkan niatnya itu .
" Ya sudah mas ke kamar saja sana atau kemana gitu . " Usir Alma tak mau suaminya itu mengganggu dirinya .
" Oke ." Ucap Alvan berlalu pergi dari tempat itu , Alma hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan suaminya itu , kemudian ia menatap Mauren yang tengah menatapnya tersenyum ia jadi tak enak hati pada wanita di samping nya itu .
..
..
..
Cie yang sudah di lamar ..
lanjut besok lagi ya ...jangan lupa like komen vaf dan hadiah....
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK KAMI PARA AUTHOR.
__ADS_1