Cinta Seorang Janda Lumpuh

Cinta Seorang Janda Lumpuh
episode 45


__ADS_3

Alma menangis ia tak menyangka bahwa kakinya sudah bisa merespon sedikit demi sedikit , Mayang yang melihatnya pun ikut terharu .


Ia tau bagaimana usaha keras Alma agar bisa berjalan kembali dan ia sangat kagum pada pasien nya itu karena Alma tak menyerah begitu saja .


Ia senang usaha nya dan Alma membuahkan hasil walaupun butuh waktu yang lama untuk itu. Alvan yang baru datang dan melihat istrinya itu menangis di tempat duduk pun mengerutkan dahinya . Di hampir nya Alma dan di usapnya punggung sang istri perlahan .


" Sudahlah sayang , kalau hasilnya tak sebagus yang kamu bayangkan tak masalah yang penting kamu sudah berusaha dengan keras . Lagi pula mas akan selalu mencintaimu meski nantinya kamu tak bisa berjalan lagi mas akan tetap mencintaimu Alma ." Ucap Alvan memeluk istrinya itu .


" Mas ini apa apa an , Alma ini menangis bahagia mas ... karena jari kaki Alma sudah merespon dan bisa digerakkan kembali . " Ucap Alma menjelaskan kepada suaminya itu .


" Maaf sayang ...aku gak tau, tapi selamat mas ikut senang mendengar nya . " Ucap Alvan tersenyum senang .


" Jarinya bisa bergerak saja dia sudah sesenang itu apalagi bisa berjalan pasti dia sangat senang sekali .Ya allah , saya mohon berikan lah kesembuhan untuk istri saya dan biarkan ia merasa kan kembali bagaimana rasanya berjalan . " Ucap Alvan dalam hatinya .


" Sekarang coba mbk Alma letakan kakinya perlahan di lantai dan berdiri perlahan ya mbk , Mas Alvan boleh bantu mbk Alma nya berdiri . " Ucap Mayang pada pasien nya itu .


Alvan dengan perlahan meraih tangan Alma dan menggenggam nya , dengan bertumpu pada tangan Alvan Alma mulai berdiri perlahan .


" Ya ...bagus sekali , tolong coba lepaskan perlahan pegangan nya mbak Alma . " Ucap Mayang memberikan instruksi pada Alma .


Dengan perlahan Alma melepaskan pegangan Alvan meski sedikit gemetar namun kaki Alma sudah bisa berdiri dan sekali lagi itu membuat Alma senang , wanita itu menitihkan air mata saat melihat kakinya telah menapak di lantai . sementara Mayang yang melihat itu pun tersenyum .


" Hari ini cukup sekian saja , besok Senin kembali lagi ya mbak ,mas . Mas Alvan ayo bantu Istrinya duduk lagi . " Ucap Mayang kembali duduk di kursi nya .


" Ayo sayang ." Ucap Alvan berusaha menyadarkan Alma yang masih terpaku dengan padangan nya pada kakinya itu . Alma duduk perlahan dengan bantuan suaminya itu .


" Alhamdulilah ...kaki mbk Alma sudah banyak perkembangan . Saya berharap di pertemuan selanjutnya saya bisa melihat mbak Alma bisa berjalan lagi . " Ucap Mayang tersenyum .


" Terimakasih dokter sudah banyak membantu saya . " Ucap Alma tersenyum bahagia .


" Saya senang bisa membantu orang yang tak pernah menyerah seperti mbak Alma ini . " Ucap Mayang tersenyum .


Alma tersenyum ia menatap Alvan yang sedari tadi mengusap usap rambutnya pelan .


" Mas ...Ayo kita pulang terapinya sudah selesai . " Ajak Alma pada Alvan .


Alvan menurut saja lelaki itu mendorong kursi roda Alma meninggalkan ruangan itu . Luna yang melihat Alvan dan Alma datang pun langsung mengeluh .

__ADS_1


" Kakak lama sekali kan Luna jadi bosan ." Ucap Luna cemberut .


" Maaf ya ...Luna ." Ucap Alma tak enak hati karena telah membuat Luna menunggu .


" Salah siapa ikut ... Kan lebih enak di rumah santai ngapain repot-repot ikut kakak dan Alma . " Kesal Alvan karena adiknya itu mengeluh padahal tadi saat berangkat gadis itu sangat antusias dan menyuruh Alvan untuk buru buru .


" Kan Luna bosen di rumah terus . " Ucap Luna masih menekuk mukanya .


" Lalu kemana dokter rayhan bukanya tadi dia menemanimu ngobrol ?" Tanya Alma membuat Alvan menatap istrinya itu tak suka .


" Dia pergi kak , katanya ada pasien . " Ucap Luna santai .


" Kamu ngapain nyariin dia sih ..." Kesal Alvan .


Alma yang melihat wajah Alvan yang sedang cemburu itu pun tersenyum . Digenggamnya tangan suaminya itu erat dan di elusnya perlahan lahan .


" Maaf mas ...sudah yuk pulang . Luna pasti sudah capek , iya kan Luna . " Ucap Alma mengedipkan matanya agar Luna berkata iya .


Luna yang mendapat isyarat itu pun mengerti bahwa kakak iparnya itu ingin ia membantu nya .


" Salah kamu sendiri , kan ada kursi di situ kenapa kamu gak duduk di situ tadi . " Ucap Alvan menunjuk sebuah kursi yang ada di samping nya .


Luna yang baru menyadari ada kursi di situ pun merasa dirinya bodoh .


" Sudah sudah mas ..ayo kita pulang saja . " Ucap Alma mengajak suami nya pergi dari tempat itu .


" Iya sayang . " Ucap Alvan mendorong kursi roda istrinya pergi dari tempat itu di ikuti oleh Luna yang berjalan di belakang nya .Rayhan yang tak sengaja melihat rombongan itu dari kejauhan pun tersenyum ..


" Gadis yang cantik dan beda dari yang lain ...Aku suka . Aku harap aku bisa bertemu lagi dengan nya . " Ucap Rayhan mentap kepergian mereka.


Ia merasa senang karena sudah menemukan teman yang asik untuk di ajak nya berdebat . Tapi sayang nya pertemuan mereka sangat singkat dan hanya meninggalkan kesan sedikit di hati mereka masing masing .


...


..


Medina menyambut dengan senang anak dan menantu nya yang baru saya pulang dari rumah sakit wanita itu sungguh merindukan anak dan mantu nya itu padahal ia pergi baru 2 hari yang lalu .

__ADS_1


" Mama kenapa sudah pulang .." ucap Alvan lesu karena dengan kedatangan ibunya ia tak bisa bebas bermesraan dengan Alma di dalam rumah.


" Kenapa , kamu gak suka mama pulang . " Ucap Medina kesal jawaban anak nya itu begitu tak mengenakan hatinya .


" Bukan gitu ..." Ucap Alvan cemberut .


" Kak Alvan takut kalau gak bisa bermesraan lagi takut mama ganggu dia dan mbak Alma . " Ucap Luna membuat Medina tersenyum .


" Kamu tenang saja Alvan Mama tak melarang mu bermesraan dengan Alma , justru mama senang kalian semakin dekat itu artinya mama akan segera memiliki cucu. " Ucap Medina tak sabar .


" Kamu ini cucu cucu terus yang di pikirkan kamu gak tau ya selama 2 hari ini mas begitu menderita . Mereka semua melupakan mas, Padahal mas di rumah tapi tak ada yang mengajak mas makan , atau sekedar mengobrol sama mas pun tak ada yang melakukan itu . " Ucap dewa kesal karena anak nya melupakan nya .


" Maaf ..papa , kan ini demi cucu ..." Ucap Medina tersenyum menatap dewa .


" Ah ... sudahlah , papa juga senang jika Alma segera hamil dan memberikan kita cucu . " Ucap Dewa mengalah .


" Tapi Alvan benar benar lupa kalau papa ada di rumah ." Ucap Alvan jujur .


" Kamu mana ingat sama papa Van kan kamu sedang di mabuk cinta ya begitulah " ucap dewa tersenyum kecut . Mendengar itu pipi Alma memerah , Alma malu ia juga merasa bahwa dirinya sedang di mabuk cinta sama seperti Alvan .


" Oh iya tadi mama ketemu cowok ganteng banget mama sampai terpesona lihatnya , kamu mau mama kenalin gak Luna . " Ucap Medina pada anak gadisnya itu .


" Mama ini ...kenapa jadi Luna yang di bahas , lagi pula Luna gak tertarik sama tawaran mama, Luna ingin fokus kuliah dan bisa sukses nanti . " Ucap Luna yakin dengan pendiriannya .


" Iya ma ...betul yang dikatakan Luna. Masa depan nya masih panjang jadi jangan suruh dia untuk kenalan apa lagi pecaran sama cowok dulu ." Ucap Alvan membela adiknya itu .


" Baiklah , kalian kakak dan adik sudah berbicara seperti itu mau bagaimana lagi ." Ucap Medina pasrah .


..


..


...


segini dulu besok lanjut lagi , tetap semangat dan jangan menyerah . Maaf aku selipin cerita Rayhan dan Luna agar kalian gak bosen bacanya .


jangan lupa like komen.dan vaf beri hadiah juga ya ....

__ADS_1


__ADS_2